
Setelah makan malam dalam rangka merayakan kemenangan yang diraih oleh Cinta dan butiknya , Jackson memaksa untuk mengantarkan Cinta dan Wulan pulang .
" Lan , lu beneran gak mau Marvel tahu ? Kasihan loh Marvel selama ini nyariin Lu . " Ucap Jackson .
Adit yang sedang mengemudi ikut menimpali ucapan Jackson , " biar bagaimanapun anak yang lu kandung itu juga anak Marvel . "
Cinta terus menggenggam tangan Wulan yang duduk di sampingnya di kursi belakang .
" Udah dong , kalian jangan mojokin Wulan . Jika sudah siap , dia pasti mau kok nemuin Marvel . " Bela Cinta .
Mobil terus melaju hingga tiba di depan sebuah rumah sederhana . Jackson terperangah melihat kondisi rumah itu .
" Apa selama ini Cinta tinggal disini ? " batin Jackson .
Pria itu rasanya tak sanggup membayangkan wanita yang Ia cintai tinggal di sebuah rumah kecil , apa lagi mereka tinggal berdua .
Jackson semakin tak tenang ketika Ia ikut masuk ke dalam rumah , walaupun rumah itu bersih dan tertata dengan baik namun saat menyadari jika di rumah itu kamar tidur cuma ada satu , kamar mandi cuma satu , serta dari ruang tamu Jackson bisa melihat dapur dan meja makan .
Hati Jackson rasanya perih membayangkan jika tiga bulan terakhir Cinta tinggal di tempat ini .
Keesokan paginya , Cinta dikejutkan dengan Jackson yang sudah bertamu sangat pagi .
" Pagi sayang . " Sapa pria itu sambil memeluk Cinta .
Sontak saja kumpulan Ibu ibu yang sedang mengantar anak mereka sekolah saling berbisik melihat ke arah Cinta dan Jackson .
Memang setelah kehamilan Wulan membesar , para Ibu Ibu tetangga yang dulunya sangat ramah pada mereka berdua tiba tiba beralih sering menggunjing terutama pada Wulan karena hamil tanpa adanya suami .
Cinta segera melepas pelukan Jackson .
" Jangan main peluk peluk aja dong , tuh di lihatin Ibu Ibu kan gak enak . "
Jackson ikut ikutan berbalik menatap sekumpulan Ibu ibu itu lalu tersenyum ramah pada mereka .
Cinta mengajak Jackson masuk ke rumah dengan membiarkan pintu terbuka lebar .
" Adit mana ? " tanya Cinta yang langsung menuju dapur menyiapkan sarapan .
" Masih di hotel . "
Setelah sarapan siap , Cinta segera memanggil Wulan untuk ikut bergabung dengan mereka .
Jackson dengan sabar menunggu Cinta dan Wulan bersiap untuk berangkat ke butik .
Setelah kedua wanita itu siap , Jackson segera melajukan mobilnya menuju butik milik Cinta .
Kali ini Ia cukup kagum , sebuah ruko 2 lantai yang walaupun tidak terlalu besar tapi desain tempat itu sangat menarik .
" Sepertinya Cinta memang mencurahkan semua yang Ia miliki untuk butiknya . " Batin Jackson .
Hari sudah semakin siang , tapi Jackson tetap betah menunggui Cinta yang sedang bekerja di lantai 2 butik . Sesekali pria itu turun ke lantai 1 dan melihat aktifitas disana .
Sita dan Aisyah akan menjadi kaku bak patung setiap kali Jackson berada di dekat mereka . Mereka sangat terpesona dengan ketampanan pria itu .
" Sayang , memang kegiatanmu di Yogya sudah tak ada lagi ? " tanya Cinta .
" Hemm... sudah selesai . "
" Lalu kapan kamu kembali ke Jakarta ? "
" Aku menunggumu . Aku akan kembali saat kamu juga kembali . "
__ADS_1
Cinta sontak saja menghentikan kegiatan menggambarnya . Ia meletakkan pensil yang di pegangnya lalu menarik napas dalam .
" Sayang , bukannya semalam kita sudah sepakat jika aku akan stay disini lebih lama . "
Jackson menatap Cinta dan terlihat seperti menahan tawa .
" Iya ... iya ... aku paham kok . Aku cuma bercanda . Sesuai jadwal harusnya aku ke Bali pagi ini , tapi aku mundurkan menjadi malam nanti . " Ucap Jackson .
" Aku masih butuh waktu berdua bersamamu . Aku masih sangat merindukanmu . " Lanjutnya .
Cinta melanjutkan pekerjaannya dengan Jackson yang setia menatap setiap gerak gerik wanita di hadapannya .
Tak lama ponsel Jackson berdering , cukup lama Ia berbicara di telepon hingga akhirnya panggilan itu berakhir .
" Sayang , masih sibuk banget gak ? Aku mau ngajakin ke suatu tempat . "
" Kemana ? Kalau perginya gak lama banget bisa kok . "
Cinta berusaha untuk tidak lagi mengecewakan Jackson .
" Gak lama kok , yuk . "
Jackson dan Cinta pergi meninggalkan butik setelah berpamitan pada Wulan .
Jackson melajukan mobil mengikuti arah yang di tunjukkan oleh ponselnya .
Rupanya tujuan mereka cukup jauh , butuh waktu sekitar 30 menit untuk tiba di sana jika kondisi jalan cukup lancar .
Jackson membuka pagar dan mengajak Cinta masuk , ternyata di sana sudah ada Adit menunggu .
" Ini rumah siapa ? " tanya Cinta .
" Masuk aja dulu sayang , dan lihatlah apa kamu suka . "
Cinta mengikuti langkah Jackson . Ia melihat rumah ini dilengkapi dengan tiga kamar tidur . Dapur dan meja makan yang lebih besar . Ada ruang tamu kecil di bagian depan saat masuk . Dan ada ruangan untuk bersantai dan menonton tv . Serta di belakang rumah ini ada taman mini yang terlihat sangat indah dan terawat .
" Bagaimana ? Bagus ? Kamu suka ? " Tanya Jackson .
Cinta mengangguk .
" Bagus . Tapi ini rumah siapa ? "
" Rumah untuk Mu . Aku ingin kamu pindah kemari bersama Wulan . "
Cinta menggeleng . " Tidak perlu . Aku dan Wulan nyaman kok tinggal di rumah yang sekarang . " Tolak Cinta .
" Sayang ... please . Kamu tolong pikirin kondisi Wulan yang sekarang dong . Dengan kondisi perut yang besar seperti itu dia pasti kesulitan harus tidur di kasur yang sempit bersamamu . Belum lagi jika nanti anaknya lahir, mau tidur dimana ? Apa nanti bayi itu akan nyaman ? ". Ucap Jackson .
Cinta terdiam .
" Lagian aku kurang suka dengan lingkungannya sayang. Aku tahu kalau Ibu ibu yang tadi suka menggunjing kalian berdua . Bukannya aku tuli tidak mendengar semua ucapan mereka . " Lanjut Jackson .
__ADS_1
Cinta berpikir sejenak . " Benar , semua yang dikatakan Jackson benar . " Batinnya .
" Tapi ini terlalu jauh dari butik sayang . " Tolaknya .
" Aku janji akan mencari tempat tinggal lain yang lebih dekat dari butik . "
" Gak ada Cin . " Kali ini Adit yang menjawab .
" Gue udah keliling ke semua area permukiman yang dekat dari butik Lu , tapi gak ada yang mau di sewain atau di jual . " Jelas Adit .
" Makanya aku simpan mobil untuk kamu sayang , jadi kalau mau kemana mana kamu lebih gampang . "
" Tapi .... " Cinta hendak menolak lagi .
" Gak ada tapi tapi . Kalau kamu gak mau nerima ini semua , aku gak akan pulang ke Jakarta . Aku akan stay disini lebih lama . Biarin aja pekerjaanku semua terbengkalai . " Ancam Jackson .
" Baik... oke.. oke .. Terimakasih yah sayang atas semuanya . " Ucap Cinta sambil memeluk Jackson .
Jackson membalas pelukan Cinta menghujami wajah wanita itu dengan ciuman .
Malamnya setelah makan malam Cinta dan Wulan mengantar Jackson dan Adit ke bandara dengan menggunakan mobil baru pemberian Jackson .
Setelah berpamitan dan berjanji akan segera mengunjungi Cinta lagi , Jackson dan Adit akhirnya menghilang dari pandangan kedua wanita itu .
Kini mereka dalam perjalanan pulang , " Cin ini mobil siapa ? " Tanya Wulan .
" Mobil kita dari Jackson . Gak tega katanya bumil harus naik taksi kalau ke mana mana . " Jawab Cinta .
" Cin , kok Lu gak ikut Jackson balik sih ? Jangan jangan karena gue yah ? Gue gak mau yah jadi alasan Lu , gue mau Lu bahagia . "
" Gue gak mau bohong kalau itu bukan salah satu alasan gue . Tapi banyak alasan lain kok . Salah satunya Butik . " Jawab Cinta .
" Tapi .... "
" Gak ada tapi tapi . Memangnya gue setega itu ninggalin Lu sendiri . Gue baru bisa tenang kalau Lu udah ada yang jagain . Coba maafkan Marvel dengan ikhlas . Bicara padanya , biar bagaimanapun bayi yang ada di rahim Lu itu anak kalian berdua . "
Wulan kembali diam . Ia terus berpikir apakah Ia sanggup menerima pria yang dulu meminta dirinya menggugurkan bayi yang kini ada di kandungannya .
" Sudah sudah gak usah dipikirin . Soal hubungan gue dan Jackson gak ada masalah lagi . Kami berdua sudah sama sama mengerti kok . "
" Mending sampai rumah nanti Lu siap siap berkemas yah . Besok kita akan pindah ke rumah baru . " Ucap Cinta bersemangat agar Wulan tak sedih lagi .
" Rumah baru ? Dari Jackson lagi ? "
Cinta mengangguk .
" Dasar , pria bucin tuh . Cin kenapa gak sekalian lu minta H Mall aja , biar kita bebas shopping shopping di sana . " Ucap Wulan sambil tertawa.
" Lu mau ? Gue bilangin Jackson yah ... " Balas Cinta bercanda sambil tertawa .
Kedua sahabat itu terus saja saling bercanda , meledek sepanjang perjalanan pulang dari bandara . Hingga tak terasa mereka sudah sampai di rumah .
Wulan sudah tertidur sejak tadi , sedang Cinta masih sibuk mengemasi barang barang yang akan dia bawa besok ke rumah baru .
Ponselnya berdering , nama Jackson disana .
Pria itu menghubungi untuk memberi kabar jika dia sudah tiba di Bali . Di Bali dia memilih tinggal di rumahnya yang dulu dari pada harus di hotel . Cukup lama mereka bertelepon , namun harus berakhir karena Cinta yang sudah tak sanggup lagi menahan kantuk .
" Welcome to dunia LDR Cinta dan Jackson . " Batin Cinta sebelum akhirnya matanya terpejam .
.
.
.
.
.
"Jarak tak berarti apa-apa, saat seseorang berarti segalanya."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue