
Dua orang wanita yang sama sama cantik sedang berjalan memasuki sebuah cafe yang berada tak jauh dari perusahaan Haryono Grup .
" Baik Nona Emily , katakan apa maumu . Maaf tapi aku harus segera menemani calon suamiku makan siang . " Ucap Cinta .
Ia ingin melihat respon dari Emily .
" Siapa yang kamu sebut calon suamimu ? Jackson ? Maaf aku harus mengatakan ini , tapi Jackson tak akan pernah menikahimu karena aku telah kembali . " Ucap Emily percaya diri .
" Apa urusannya pernikahan kami dan dirimu ? " tanya Cinta setenang mungkin .
" Aku mencintai Jackson dan Jackson hanya mencintaiku . Jadi ku minta kamu tinggalkan dia . " Emily mulai terpancing emosi .
Sedang Cinta terlihat sangat tenang .
Ia bersandar di kursinya , menatap tajam pada Emily .
" Hakmu untuk mencintai pria manapun , termasuk kekasihku . " Ucap Cinta dengan santainya .
" Aku tahu Jackson mencintaimu . Tapi itu dulu , 8 tahun yang lalu . Namun sekarang Cintanya hanya untukku . "
Wajah Emily sudah mulai memerah menahan amarah . Ia tak menyangka wanita berwajah polos seperti Cinta ternyata sangat sulit Ia intimidasi .
" Aku tak akan membiarkanmu menikah dengan Jackson . Aku cinta pertamanya . Meskipun kamu bersamanya , kamu hanya akan menderita karena Jackson hanya akan selalu mencintaiku, cinta pertamanya . " Ucap Emily lagi dengan percaya diri .
" Ohh.. ternyata anda sangat percaya diri nona Emily. Mengapa Anda bangga ketika hanya menjadi cinta pertama saja . Aku saja yang menjadi cinta terakhir bagi Jackson tidak se arogan dirimu . " Ledek Cinta dengan santainya .
Emily makin emosi . Ia tak menyangka wanita di depannya sungguh bisa tenang setelah apa yang Ia ucapkan .
Emily tentu tidak kehabisan akal ,
" Cinta terakhir katamu ? Asal kamu tahu , Jackson lah yang menjadi pertama bagiku . Hubungan kami berdua dulu sudah jauh dari yang kamu pikirkan . Jacksonlah yang mengambil keperawananku , dan aku yakin Ia akan bertanggung jawab. Ia akan segera mencampakanmu . Bersiaplah untuk patah hati Nona . "
Emily harap ucapannya barusan dapat membuat Cinta marah pada Jackson dan memutuskan hubungan mereka .
Namun ternyata Ia salah. Cinta malah tertawa .
" Anda lucu Nona . Kenapa Anda menceritakan hal sepribadi itu padaku , padahal kita baru bertemu . Lagian aku tak yakin jika Jackson adalah orang yang bertanggung jawab setelah meniduri wanita . Karena jika Iya , aku yakin Jackson sudah memiliki banyak istri sebelum bertemu denganku . "
Cinta kembali tertawa .
" Dan aku makin kasihan pada Anda . Sepertinya Anda telah salah menilai jika Jackson mencintai Anda dulu . Karena jika Ia benar benar mencintai Anda maka' dia akan menjaga kesucian Anda . Sama seperti dia menjagaku sejauh ini . " Ucapan Cinta tentu saja seperti memberikan tamparan yang tak terlihat pada Emily .
Setelah membongkar aibnya , namun ini pembalasan dari Cinta .
" Maaf Nona , waktu saya disini sudah habis . Saya harus segera makan siang bersama kekasih saya . " Cinta makin memanasi Emily .
Cinta lalu mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tasnya .
" Dan ini Nona , saya secara khusus mengundang Anda ke pesta pertunangan kami . Saya berharap dengan begitu anda bisa bangun dari mimpi Anda . Permisi ."
Cinta lalu berdiri dan segera meninggalkan cafe tersebut .
Entahlah , tapi sejak awal Cinta memang tak pernah terpengaruh dengan kehadiran Emily .
Bukannya Ia tak cemburu hanya saja Ia merasa Emily bukannya akan menggoyahlan cinta mereka berdua , tapi malah akan membuka luka lama yamg Jackson coba kubur di dalam hatinya .
Untung saja di awal Mami sudah menceritakan kisah mereka , sehingga Cinta tak akan mudah salah paham .
Cinta kembali ke perusahaan Haryono Grup dan mempercepat langkahnya menuju ruangan Jackson.
" Sayang , maafkan aku terlambat . " Ucap Cinta .
Jackson tidak memberikan jawaban . Ia berhambur memeluk Cinta, dan langsung menyatukan bibir keduanya .
Ciuman Jackson kali ini tidak selembut biasanya . Cinta semakin yakin jika tadi Emily berhasil membuat Jackson mengingat kejadian mengerikan di masa lalunya .
Cinta membiarkan saja Jackson menciumi dirinya .
Menyadari Cinta yang sepertinya butuh tambahan oksigen , Jackson malah menurunkan ciumannya ke arah leher jenjang Cinta .
Cinta sadar kini Jackson sedang berusaha mengalihkan pikirannya , tapi Cinta juga hawatir jika seseorang bisa saja masuk dan melihat perbuatan mereka .
Maka dengan sekuat tenaga , Cinta menjauhkan tubuhnya hingga pelukan mereka terlepas .
" Sayang bisakah kita makan dulu ? Aku sudah sangat lapar, dan juga waktu istirahatku sebentar lagi selesai . " Bujuk Cinta .
Jackson akhirnya bisa tertawa .
" Tentu saja . Ayo makan . Maafkan aku sampai melupakan jika kita harus makan siang. Aku sudah terlalu merindukanmu . " Balas Jackson .
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya makan siang sambil mengobrol . Cinta sudah menduga jika Jackson tak akan bercerita soal kedatangan Emily .
Cinta juga tak akan bertanya . Ia akan menunggu hingga Jackson siap untuk bercerita .
Waktu berlalu begitu cepat , kini sang surya sudah mulai kembali ke peraduannya .
Langit cerah sudah berganti menjadi gelap seolah meminta kita untuk berhenti bekerja dan mulai mengistirahatkan diri .
Begitu juga dengan sepasang kekasih yang baru saja melewati macetnya kota Jakarta .
" Sayang aku akan masak untuk makan malam . " Ucap Cinta .
" Oke . Aku menunggu di ruang kerjaku . " Balas Jackson .
Cinta sadar , Jackson menjadi lebih pendiam hari ini . Cinta tahu penyebabnya tapi Ia tak ingin memaksa Jackson untuk bercerita .
Waktu terus berlalu hingga kini keduanya sudah membersihkan diri dan berganti pakaian.
Mereka berdua kini tengah bersantai di ruang tamu apartemen . Cinta sedang duduk bersandar di lengan Jackson sambil membaca buku yang membahas fashion design .
Sementara Jackson hanya menatap kosong pada layar TV .
" Sayang " , panggil Jackson .
" Hemmm " , Cinta hanya berdeham tanpa merubah posisinya .
" Tadi Emily datang menemuiku di kantor . " Ucap Jackson ragu .
" Aku tahu . " Jawab Cinta singkat .
Jackson segera merubah posisi mereka menjadi berhadapan .
" Kamu tahu ? Maksudnya ? " Jackson terlihat bingung .
" Memangnya kamu tahu siapa dia ? "
" Tentu . Mantan kekasih dan juga mantan cinta pertamamu . " Jawab Cinta yakin .
" Dari mana kamu tahu ? " selidik Jackson .
__ADS_1
" Dari Mami . " Jawab Cinta jujur .
" Jadi apa kamu tahu juga soal Jordi dan tragedi itu ? "
Cinta mengangguk .
Jackson mengusap wajahnya kasar .
" Sejak kapan ? "
" Hemm... sudah lama . Saat aku berencana ingin menjelaskan kesalah pahaman kita pada Mami . Mami tahu jika saat itu aku tak yakin padamu karena sikapmu yang suka bermain dengan wanita . Makanya Mami menceritakan padaku apa alasan yang mungkin membuatmu menjadi seperti itu . "
" Lalu apa tanggapanmu ? Jangan bilang jika dulu kamu menerimaku karena kasihan . " Tanya Jackson .
" Tanggapanku apa yah ? Tak ada yang spesial . Semua orang punya masa lalu . Aku bahkan bangga padamu, bisa bertahan dan menjadi sukses di saat kamu memiliki masa lalu kelam . "
" Kasihan ? Tentu saja tidak . Malahan aku semakin yakin jika kamu akan bisa mencintaiku sebesar cintamu padaku sekarang . "
Jackson tak kuasa menahan air matanya . Ia sungguh beruntung mendapatkan Cinta dalam hidupnya .
Ia memeluk Cinta erat , menyampaikan rasa terimakasihnya karena Cinta sudah mau menerimanya dan membuka hati untuknya .
" Sayang percayalah padaku . Aku hanya mencintai dirimu . Tak akan ada wanita lain , baik itu dari masa laluku atau siapapun . Aku sangat mencintaimu . "
" Aku percaya . Aku juga mencintaimu . " Balas Cinta .
Malam itu dihabiskan dengan saling bercumbu oleh sepasang kekasih itu .
Sampai Jackson tersadar untuk menghentikan aksi mereka dan akhirnya Ia pamit pulang ke rumahnya .
.
.
.
.
"I love you more than any word can say. I love you more than every action I take. I'll be right here loving you till the end."
.
.
.
.
To be continue
\*\*\*\* happy weekend readers tersayang ❤ \*\*\*\*
__ADS_1