
Sudah sebulan berlalu sejak kepergian Wulan . Jackson sudah mengerahkan semua anak buahnya yang berada di Bali untuk mencarinya di seluruh penjuru pulau Bali .
Wulan sudah di berhentikan sepihak oleh kantornya karena absen tanpa kabar selama sebulan penuh .
Keluarganya di Bali juga sudah mengetahui jika Wulan pergi entah kemana . Tapi mereka belum tahu soal Wulan yang tengah hamil .
Tentu saja Ray yang menjadi korban amukan keluarga Wulan , mereka pikir Ray menyakiti hati Wulan sehingga wanita itu memilih untuk menyendiri .
Sementara Marvel mendapat bagian untuk mencari Wulan di Jakarta dan sekitarnya . Namun sudah sebulan tak ada tanda tanda keberadaan wanita itu .
Marvel sangat frustasi , Ia menyalahkan dirinya atas kepergian Wulan . Sementara Jackson dan Adit harus bersikap senetral mungkin , biar bagaimanapun Marvel dan Ray adalah sahabat mereka berdua .
Sofi kini tinggal bersama Cinta di apartemennya , sehingga sudah sebulan ini juga Jackson tak pernah lagi menginap disana .
Waktu kebersamaan Jackson dan Cinta juga semakin berkurang . Tapi pria itu tak pernah absen untuk mengantar dan menjemput Cinta kemanapun wanita itu pergi .
Pekerjaan Jackson yang semakin banyak karena Ia ingin menyelesaikannya sebelum pernikahan dilangsungkan . Juga Cinta yang kini tengah sibuk menyiapkan pembukaan butiknya .
Senin sampai jumat Cinta akan disibukkan dengan pekerjaannya sebagai banker, lalu sepulang kantor setiap malam Ia akan berada di dalam ruang kerjanya di apartemen untuk membuat beberapa baju rancangannnya untuk nanti di pajang saat opening . Sedang sabtu dan minggu Ia harus sibuk menyiapkan semua keperluan butiknya .
Untung saja tunangan tercintanya selalu sedia menemani dan membantunya . Jackson sangat sabar menemani Cinta kesana kemari membeli perlatan butik , bahan bahan untuk butik , sampai mencari pegawai . Semua dibantu oleh Jackson . Sehingga butik itu kini hanya di huni oleh karyawan wanita saja , termasuk untuk posisi sekuriti .
Hari pembukaan butik akhirnya tiba. Butiknya Ia beri nama Love Butik . Cinta memiliki 3 orang karyawan bernama Uci , Fani , dan Fitri . Dan juga 1 sekuriti wanita bernama Ridha .
Koleksi pakaian pakaian yang Ia jajalkan saat ini sebagian masih bekerja sama dengan butik milik Mamanya Ricko dan beberapa butik lain . Sebagian lagi adalah hasil rancangan Cinta sendiri dan juga hasil rancangan Fani dan Fitri yang sudah lebih dulu menjadi designer di butik lain .
Opening butik Cinta sangat ramai . Banyak dari nasabah Cinta yang datang , juga dari teman teman sosialita Mami Lastri . Belum lagi dengan rekan rekan kantor Cinta yang juga ikut meramaikan opening butik Cinta .
Jackson sangat bahagia melihat senyuman yang terus terukir di wajah cantik milik tunangannya itu . Ia merasa sangat bahagia bisa membantu mewujudkan keinginan wanita yang menjadi pemilik hatinya .
Jackson memeluk Cinta dari belakang saat wanita itu sedang meneguk segelas air .
" Bagaimana sayang , apa kamu bahagia ? " Tanyanya .
Cinta mengangguk . " Tidakkah kamu lihat wajahku yang terus tersenyum . Tentu saja aku sangat bahagia . "
Jackson mencium pipi Cinta . " Syukurlah yang datang kebanyakan wanita , rasanya aku tak rela jika senyummu itu di lihat oleh pria lain . "
Cinta tertawa untuk menutupi dirinya yang sedang tersipu malu.
" Sayang aku sangat merindukanmu . Rasanya sebulan ini waktu kebersamaan kita sangat berkurang . " Ucap Jackson .
" Maafkan aku , setelah ini akan ku usahakan meluangkan waktu yang lebih banyak untukmu . " Ucap Cinta .
" Bagaimana jika malam ini kita bermalam di hotel saja , sekalian untuk beristirahat . Ku pikir kamu sangat lelah . " Bujuk Jackson .
" Kenapa harus di hotel , di apartemen saja . "
" Tapi ada Sofi sayang ... " Jackson beralasan .
" Malam ini Sofi akan menemani Rere karena kekasihnya sedang berada di luar kota . "
Seketika senyum merekah di wajah Jackson .
" Oke. Deal . Apa kita pulang sekarang saja ? "
" Husssttt... apaan pulang sekarang . Ini masih sore . Bersabarlah sebentar lagi Sayang . " Ucap Cinta sebelum akhirnya berlalu meninggalkan Jackson karena ada tamunya yang baru saja datang .
__ADS_1
Semakin hari Cinta semakin sibuk . Pekerjaannya di kantor semakin banyak , Ia kadang harus lembur . Belum lagi saat pulang ke rumah Ia harus menyelesaian rancangan gaun yang di pesan oleh customernya di butik .
Sabtu dan minggu Cinta gunakan untuk memeriksa keadaan butik , kadang juga di hari itu Ia gunakan untuk bertemu dengan customer yang ingin memesan baju .
Seperti malam ini , walaupun hari sabtu tapi sejak pagi sampai kini pukul 10 malam Cinta baru bisa pulang ke apartemennya .
" Sayang , maaf jika aku harus mengatakannya . Tapi ku pikir kamu terlalu memaksakan dirimu . " Ucap Jackson dengan hati hati saar Cinta baru saja menyelesaikan mandinya .
Cinta sengaja tak menjawab Jackson . Ia sangat lelah , rasanya tak sanggup untuk berdebat dengan pria yang kini sedang mengamatinya dari tempat tidur miliknya .
" Sayang , apa kamu mendengarku atau tidak ? "
Tanya Jackson memastikan .
Cinta yang kini sedang duduk di meja rias akhirnya membalik badannya menghadap Jackson .
" Ya , aku mendengarmu sayang . Aku tak memaksakan diriku . Aku hanya sedang berusaha sebaik mungkin . " Balas Cinta .
" Apa kamu meragukan aku ? Apa menurutmu aku lebih mementingkan pekerjaanku dibanding dengan persiapan pernikahan kita ? " tanya Cinta mulai terpancing emosi .
Jackson berdiri dari posisinya tadi yang tengah bersandar di kepala ranjang .
" Bukan seperti itu sayang , sungguh aku hanya hawatir akan kesehatanmu . "
" Kamu juga harus seperti itu pada dirimu . Bukan hanya aku yang terlalu sibuk , tapi kamu juga seperti itu . " balas Cinta .
" Kenapa malah jadi bahas aku ? Aku tadi hanya menghawatirkanmu , tapi kamu malah jadi sensi . "
" Aku bukannya sensi , hanya saja aku sedang lelah . Aku butuh istrihat seperti katamu , bukannya berdebat . " Ucap Cinta sambil berjalan ke arah tempat tidur .
" Istirahatlah , sepertinya malam ini kamu tidak bisa di ajak bicara dengan baik . " Ucap Jackson.
__ADS_1
" Kamu mau pergi ? Bukannya kamu sudah janji malam ini akan menginap disini ? " tanya Cinta yang melihat Jackson mengambil sweaternya di lemari kemudian mengenakannya .
" Tidurlah lebih dulu . Aku ada urusan sebentar . " Ucap Jackson kemudian berlalu pergi .
Tak ada ciuman di kening atau di bibir seperti biasa yang Jackson lakukan ketika akan pergi .
Sebenarnya Ia juga merasa bersalah karena harus pergi seperti itu .
Jackson hanya ingin mendinginkan sedikit kepalanya . Jika Ia terus berada di sana , maka mungkin saja mereka akan bertengkar . Pertengkaranlah yang Jackson ingin hindari , mengingat sebulan lagi pernikahan mereka .
Malam itu Jackson tidak pergi kemanapun , karena memang dia tak ada niat .
Pria itu hanya melajukan mobilnya mengitari jalanan di sekitar apartemen , lalu melajukan ke pos pengisian bensin terdekat untuk mengisi bahan bakar mobilnya kemudian setelah satu jam Ia di jalan, Ia memutuskan untuk kembali ke apartemen .
Ia melihat Cinta sudah terlelap , Jackson akhirnya ikut bergabung bersama Cinta untuk ikut berlabuh ke alam mimpi .
" Semoga hari esok bisa berjalan lebih baik dari hari ini . Dan segala kesalah pahaman antara dirinya dan Cinta malam ini bisa diselesaikan besok . "
Begitulah doa dan harapan Jackson sebelum Ia akhirnya ikut terlelap di samping Cinta .
.
.
.
.
.
"Jangan pernah membuat orang yang kamu cintai merasa sendirian, terutama ketika kamu ada di sana."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue