
Setelah sarapan satu persatu keluarga dan kerabat serta sahabat dari Jackson sudah checkout dari hotel .
Setelah dari hotel mereka langsung bergegas menuju ke bandara untuk berangkat ke Malang .
Tapi tidak dengan sepasang pengantin baru itu . Mereka baru sempat mengisi perut mereka ketika hari sudah menjelang siang .
Keduanya kini berada di restauran hotel , duduk saling berhadapan . Sementara pelayan bolak balik ke meja mereka untuk menghidangkan makanan .
" Istriku . " Ucap Jackson sambil tersenyum menatap ke wajah cantik Cinta .
" Hemm , ada apa ? Kenapa senyum senyum sambil melihat wajahku ? Apa ada sesuatu yang aneh ? "
" Tidak istriku . Kamu hanya terlalu cantik . " Pujinya .
" Berhentilah memanggilku seperti itu . Semua orang juga tahu aku istrimu . " Ucap Cinta sambil tersipu malu .
" He he he .... aku hanya terlalu bahagia telah menjadikanmu istriku . Rasanya jika bisa aku ingin meneriakkan kata itu sesering mungkin . "
Cinta yang sedang minum sampai tersedak .
" Husstt... jangan coba coba yah bertingkah berlebihan . "
Jackson kembali tertawa . Keromantisan mereka membuat sebagian besar pelayan hotel yang wanita merasa iri dengan Cinta . Pikir mereka Cinta sangat beruntung menjadi istri Jackson yang tak lain adalah pemilik hotel tempat mereka bekerja .
" Kapan kita berangkat ke Malang ? " tanya Cinta sambil menyuapkan makanan ke mulutnya .
" Malam nanti . Pestanya juga masih besok malam . "
" Lalu setelah ini kita harus ngapain ? Apa kita pulang ke apartemen dulu untuk packing ? " tanya Cinta .
" Tak perlu , Bunda sudah membantumu packing . Koper kita sebentar lagi akan di antarkan oleh sekertarisku . "
" Sekertaris ? " Cinta masih sedikit trauma dengan hal yang terkait sekertaris Jackson .
" Iya sekertaris . Apa aku belum cerita padamu sayang jika aku sudah memiliki sekertaris baru ? "
Cinta menggeleng . " Apa ada sesuatu dengannya sampai kamu tidak menceritakannya ? "
" Astaga sayang , aku sungguh hanya lupa . Tapi jika nanti bertemu dengannya ku harap kamu tidak terlalu terkejut . "
Ucapan Jackson makin membuat Cinta penasaran .
" Sudahlah jangan terlalu dipikirkan . Sebaiknya kita memikirkan setelah ini kita langsung saja atau kamu masih perlu istirahat . " Lanjut Jackson .
" Memangnya setelah ini kita mau ngapain ? "
" Astaga istriku ... kamu pura pura tak tahu buat aku makin gemas . Ngapain lagi kalau bukan hal mengasikkan seperti semalam . "
Wajah Cinta sontak merona mengingat kejadian semalam dan juga pagi tadi . Walaupun melelahkan tapi tak bisa Cinta pungkiri kegiatan itu sangat menyenangkan .
Benar saja setelah makan siang mereka selesai , Jackson kembali mengajak istrinya ke kamar dan terjadilah pergulatan panas seperti yang mereka bicarakan .
Saat tengah beristirahat setelah pertempuran mereka selesai , terdengar suara ketukan di pintu kamar .
Jackson segera memakai bathrobenya dan meminta sang istri yang masih polos segera memakai pakaiannnya .
Setelah Ia memastikan Cinta sudah kembali berpakaian , Jackson segera membuka pintu dan ternyata yang datang adalah Ikbal dengan membawa 2 koper besar miliknya .
" Masuklah dulu . Aku akan perkenalkan kamu dengan istriku . " Perintah Jackson .
Ikbal terpaku melihat tampilan bosnya yang kini sangat menggoda imannya . Dengan gaya khasnya yang melambai , Ikbal ikut berjalan di belakang sang bos .
" Sayang , kenalkan ini sekertarisku yang ku bicarakan denganmu . "
Cinta menatap pada Ikbal . " Oh.. ternyata sekertarisnya pria , baguslah . " Batinnya .
" Sore Nyonya , perkenalkan nama saya Ikbal . "
Mendengar nada bicara Ikbal , Cinta tertegun .
" Oh.. iya . Saya Cinta . Tak perlu sungkan denganku , aku berterimakasih karena kamu telah membantu suamiku selama ini . "
__ADS_1
" Sama sama Nyonya . Jika Anda perlu bantuan , tolong jangan ragu ragu untuk menghubungiku . " Ucap Ikbal tulus .
" Mengapa istriku harus menghubungimu . Jika butuh apapun yang harus istriku hubungi itu adalah aku . " Jelas Jackson .
Cinta menahan tawanya . Ia menenangkan sang suami dengan mengelus lembut lengannya .
" Kamu berlebihan sayang . Ikbal bermaksud baik ingin membantu . " Ucap Cinta .
" Tentu saja Ikbal . Terimakasih yah sudah membantu membawa koper kami . " Lanjutnya kini beralih menatap Ikbal .
" Kalau begitu saya permisi Tuan , Nyonya . "
Ikbal lebih memilih segera pergi dari pada nanti dia salah bicara lagi dan membuat Bosnya marah .
Cinta mengantar Ikbal sampai ke pintu . " Tak perlu hiraukan perkataannya . Bos mu itu memang terkadang berlebihan . "
" Pantas saja bos sangat mencintai istrinya . Dia memang wanita yang luar biasa . Cantik , baik , juga sangat ramah . Bos sangat beruntung menjadi suaminya . " Batin Ikbal sembari berjalan menjauh dari kamar kedua pasangan suami istri baru itu .
Malamnya Cinta dan Jackson berangkat ke Malang .
Selama 1 jam 35 menit mereka mengudara , Cinta terus saja tidur sambil bersandar pada Jackson .
Cinta sangat lelah setelah seharian ini tak ada kegiatan lain yang mereka lakukan selain kegiatan di atas ranjang yang sangat disukai suaminya .
Ketika sudah ada pemberitahuan jika sebentar lagi pesawat akan landing , dengan lembut Jackson membangunkan Cinta .
" Sayang , ayo bangun . Sebentar lagi landing . "
Ucapnya lembut .
" Hoaaammm... aku masih ngantuk . "
" Kamu bisa lanjutkan tidurmu lagi nanti sayang . "
Tak berapa lama kini keduanya sudah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka menuju rumah Cinta .
" Selamat Tuan dan Nyonya atas pernikahannya . " Ucap sang supir yang sudah sering mengantar Jackson saat sedang ke Malang .
" Terimakasih Pak . " Jawab Cinta ramah .
Berbeda dengan suasana di Jakarta yang semua rangkaian pesta pernikahan Cinta dan Jackson berlangsung di hotel , tapi di Malang semua keluarga dan kerabat kini berkumpul di rumah Cinta .
Di depan rumah sederhana itu kini sudah terpasang tenda dengan dekorasi yang sangat indah dan mewah .
__ADS_1
Saat sampai di rumah , Jackson dan Cinta di sambut meriah oleh keluarganya yang sudah sejak pagi tadi sampai di Malang .
" Ini dia nih pengantin baru kita . " Ucap salah satu sepupu Cinta .
Cinta dan Jackson hanya bisa tersenyum . Jackson memang sudah cukup di kenal oleh banyak keluarga Cinta sehingga Ia tak perlu lagi memperkenalkan dirinya .
Cinta segera ikut duduk disamping Mami Lastri .
" Kamu kelihatannya lelah sekali Nak . Ini pasti ulah Jackson kan ? " Tanya Mami Lastri .
Cinta hanya merona , Ia memilih untuk tak menjawab pertanyaan mertuanya .
" Mi... Cinta hanya mengantuk . " Jackson yang menjawab .
" Yah itu juga pasti karena kamu yang membuatnya kurang tidur sejak semalam kan ? " Lanjut Mami Lastri masih menyalahkan putranya .
" Ahh.. Mami ini seperti tidak pernah jadi pengantin baru saja . " Ucap Papi Haryono yang menjadi pembela putranya .
Semua yang mendengarnya ikut tertawa .
Sementara Cinta wajahnya sudah semerah tomat karena terus menjadi bahan godaan Bunda , Mertua , Bibi , dan Pamannya .
Malam itu walaupun cukup lelah , tapi Cinta dan Jackson merasa sangat bahagia .
Semua orang di sana juga ikut bahagia . Apalagi jika mereka mengingat bagaimana perjalanan cinta keduanya hingga sampai di tahap pernikahan . Akhirnya kebahagiaan menghampiri setelah mereka berhasil melewati ujian .
.
.
.
.
.
.
"*Riak malam yang damai, tawa ceria di siang hari akan menjadi kebahagiaan yang tiada tara tatkala semua ada dalam pernikahan*."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue
\*\*\* butuh dukungan kalian donggg ....like dan komen yang banyak yah , lagi stuck ide nihhh butuh semangat dari kalian semua reader tersayang 😭😭😭😭😭 \*\*\*