
Tepat 3 hari setelah dirawat di rumah sakit pasca persalinan , kini Wulan dan bayinya telah diperbolehkan pulang .
Adit , Sofi , dan Rere sudah kembali ke Jakarta lebih dulu karena alasan pekerjaan .
" Sayang lebih baik kamu sementara tinggal di hotel saja dulu . " Ucap Jackson pada Cinta saat dalam perjalanan pulang dari rumah sakit .
" Kenapa ? "
" Menurut kamu ? Keluarga Wulan dan Marvel masih ada di sini . Aku yakin mereka butuh waktu dan privasi untuk berkumpul setelah satu tahun ini tak bertemu . "
Cinta mengangguk angguk mempertimbangkan ucapan Jackson .
" Lagian kita harus bisa ngasih Wulan dan Marvel lebih banyak waktu berdua . Marvel sudah menyampaikan niatnya pada keluarga Wulan untuk menikah . Sekarang semua keputusan ada pada Wulan . Kalau kamu ikut tinggal di sana , aku yakin mereka agak canggung untuk bisa ngobrol berdua . " Lanjut Jackson .
" Benar katamu sayang , aku setuju . Tapi aku tak perlu tinggal di hotelmu . Aku bisa tinggal di butik . "
" What ???? Di butik ??? Kamu ingin menyiksaku ??? " Tanya Jackson tak habis pikir dengan keputusan kekasihnya itu .
" Iya , di butik . Aku yang akan tinggal di sana , kenapa kamu yang tersiksa ? " Cinta malah bingung dengan pertanyaan Jackson .
" Sayang , kamu akan tidur di mana ? Setahuku disana tidak ada kamar tidur . "
" Aku bisa tidur di ruanganku . Bukannya disana ada sofa bed yang cukup besar . Untuk tidur kita tidak selalu butuh kamar sayang . Kita hanya harus lebih pintar memanfaatkan yang telah ada . " Jawab Cinta .
" Astaga sayang... ku rasa kamu benar benar ingin aku tersiksa . Bagaimana mungkin aku bisa membayangkan kamu tidur di sofa bed sedang aku tidur dengan nyaman di kamar hotel? " Ucap Jackson .
" Sayang , kamu benar benar membuat aku bertambah tua lebih cepat jika kamu sampai tinggal di butik . Aku pasti akan terus terpikirkan dirimu . Bagaimana kamu makan , mandi , bahkan tidur dengan nyaman disana . "
" Bagaimana juga aku harus bertanggung jawab pada Ayah dan Bunda . Aku sudah berjanji untuk menjagamu , membuatmu merasa aman dan nyaman selama tinggal jauh dari mereka . Kamu membuatku mengingkari janjiku pada mereka . " Lanjutnya .
" Belum lagi jika ketahuan Mami dan Papi , kalau aku tidur di hotel sedang calon menantu kesayangan mereka malah tidur di ruang kerja yang ada di butik . Tinggal di sana bersama dengan pakaian pakaian dan berbagai macam kain . " Jackson terus saja mengoceh membuat Cinta tak tahan .
" Oke oke oke ... kamu menang sayang . Kamu menang . Aku akan ikut tinggal di hotel . Tapi hanya selama Marvel dan keluarga Wulan ada disini . Setelah mereka pulang , aku akan kembali lagi kerumah . " Putus Cinta pada akhirnya . Ia tak tahan dengan semua ocehan Jackson yang Ia rasa sangat berlebihan .
Sementara Jackson yang merasa menang terus saja menampilkan senyum di wajah tampannya .
" Memang harusnya seperti itu sayang . Kamu harus belajar dari sekarang untuk mengikuti ucapan calon suamimu . " Ujar Jackson .
" Suami ? Yah benar , dulunya aku sangat menantikan saat itu . Saat aku menjadi istri dan Jackson menjadi suamiku . Apa aku sudah terlalu egois karena sempat melupakan hal itu ? Membuat pria yang sangat mencintaiku ini menunggu terlalu lama ? " Batin Cinta .
Alhasil selama sisa perjalanan , Cinta memilih diam . Ia memilih untuk memikirkan bagaimana keputusan yang seharusnya Ia ambil .
Marvel , Wulan , dan keluarga Wulan tiba lebih dulu di rumah .
Wulan membiarkan keluarganya untuk beristirahat di kamar kosong yang memang di siapkan jika mereka kedatangan tamu . Sedang Marvel , segera rebahan di sofa depan TV setelah Ia membantu Wulan mengangkat semua barang kedalam kamar .
Wulan sendiri sekarang sedang beristirahat di kamar bersama putra mereka .
Marvel rasanya selalu ingin dekat dengan putranya dan juga Wulan . Saat Ia mendengar suara tangis putranya , saat itu juga Ia segera berlari masuk ke kamar Wulan . Karena panik , Ia bahkan lupa mengetuk dulu .
" Lan , kenapa dia menangis ? " tanya Marvel .
Namun Ia dikejutkan dengan Wulan yang sedang dalam posisi menyusui putra mereka . Sehingga bagian dada atas Wulan dapat Ia lihat sekilas sebelum akhirnya membalik badannya .
Wulan yang melihat tingkah Marvel berusaha menahan malu dan tawanya . Ia segera mengambil kain yang Ia gunakan untuk menutup dadanya yang terbuka .
" Berbaliklah . " Ucap Wulan .
Marvel akhirnya berbalik dan mendekat kearah Wulan dan putranya yang sedang meminum ASI dengan lahapnya .
" Dia sepertinya sangat haus ? " Ucap Marvel sambil menatap pada putranya .
__ADS_1
" Iya . Tapi sampai kapan kamu mau memanggilnya dengan dia ? Apa sudah ada nama yang kamu siapkan untuknya ? " tanya Wulan .
" Aku ? Apa aku boleh memberinya nama ? "
" Kenapa tidak boleh , kamu ayahnya . Apa sudah ada yang terpikirkan olehmu ? "
" Mahesa . Aku ingin namanya Mahesa , yang berarti pemimpin hebat . "
Wulan tersenyum . " Nama yang bagus . Bagaimana jika namanya Mahesa El Fatih , yang berarti pemimpin hebat yang menjadi pemenang . "
Marvel balas tersenyum . Ia memandangi lekat wajah putranya , " Mahesa putraku , terimakasih karena telah hadir di dunia ini . Terimakasih karena telah memilihku menjadi ayahmu . " Ucapnya .
Wulan bisa melihat mata Marvel mulai berkaca kaca .
" Wulan , aku juga berterimakasih padamu karena sudah berjuang mengandung Mahesa. Bahkan mempertaruhkan nyawamu untuk membawanya kedunia ini . " Ucap Marvel sambil menatap Wulan dengan mata yang sudah tak bisa lagi menampung air mata .
Wulan terkesima . Ini kedua kalinya Ia melihat Marvel menangis . Pertama saat Mahesa lahir , dan kedua saat ini . Perasaan Wulan tersentuh , Ia pikir mungkin selama ini dirinya juga salah karena telah menjauh dari Marvel .
Marvel lalu mengeluarkan kotak kecil dari sakunya .
" Lan , maafkan jika aku sangat terlambat mengucapkan ini padamu . Tapi sungguh sejak pertama melihatmu aku sudah jatuh hati padamu . Semua yang terjadi diantara kita berdua dulu dan sekarang , semuanya ku lakukan dengan tulus. Maafkan aku yang pernah dikuasai emosi sehingga menyakitimu dan membuatmu menderita . "
Marvel membuka kotak kecil itu , kemudian nampaklah sebuah cincin berlian yang sangat indah .
" Wulan , maukah kini kamu menerimaku menjadi suamimu ? Maukah kamu menjadi istri dan ibu dari anak anak kita yang lain nantinya ? Maafkan aku yang sangat lambat menemukanmu . Tapi sekarang , maukah kamu untuk tinggal bersama denganku selamanya ? Bersama Mahesa dan anak anak kita nanti . "
Wulan juga sudah tak bisa lagi menahan air matanya . Ia sungguh melihat kesungguhan dan ketulusan di mata Marvel saat ini .
Tak bisa Ia pungkiri jika Ia butuh Marvel . Ia dan Mahesa membutuhkan pria ini . Walaupun cinta yang besar belum tumbuh di hati Wulan untuk Marvel , tapi harapannya suatu saat Ia akan bisa membalas cinta Marvel .
" Aku menerimamu . Aku bersedia menjadi istri dan ibu untuk anak anak kita kelak . Tapi aku akan jujur meminta padamu untuk sabar dan membantuku menumbuhkan perasaan cintaku padamu . Bukan berarti saat ini aku tidak mencintaimu , sama sepertimu aku juga melakukan semuanya dari dulu sampai sekarang dengan perasaan . Namun ku mohon bantu aku membalasmu dengan cinta yang besar sama seperti cintamu padaku . "
Jawaban Wulan barusan membuat Marvel tersenyum . Ia sangat bahagia . Ia yakin karena Mahesa lah membuatnya bisa mengetuk hati Wulan .
" I Do... aku akan berjanji untuk terus memberimu cinta , kasih sayang , dan berusaha terus membahagiakanmu dan Mahesa . Terimakasih Lan , terimakasih sayang . " Ucap Marvel sambil memasangkan cincin di jari manis Wulan .
Kemudian beralih memeluk kedua orang yang sangat berarti di hidupnya . Dua orang yang tak akan pernah Ia sakiti dan sia siakan .
Tanpa mereka sadari , Cinta dan Jackson melihat pemandangan indah di hadapan mereka.
Cinta sejak tadi sudah meneteskan air mata haru , Ia ikut bahagia karena Wulan akhirnya bisa menemukan kebahagiaannya .
__ADS_1
Jackson memeluk Cinta , mereka lantas masuk ke kamar dan mengejutkan kedua pasangan yang sedang berbahagia itu .
" Selamat bro.. akhirnya penantianmu berbuah bahagia . " Ucap Jackson .
Marvel dan Wulan segera melepas pelukan mereka .
" Eh.. kalian sudah tiba. But , makasih yah . " Balas Marvel .
Cinta segera memeluk Wulan . " Aku ikut bahagia . "
" Makasih Cin . Aku sangat berterimakasih padamu . Selama ini kamu yang mendampingiku , menjagaku , menemaniku melewati semuanya . " Ucap Wulan sambil terisak dalam pelukan Cinta .
Marvel sendiri sudah mengambil alih untuk menggendong putra mereka .
" Tapi... siapa Mahesa ? " tanya Cinta .
" Itu nama putra kami . " Jawab Marvel .
" Mahesa El Fatih . Artinya pemimpin hebat yang menjadi pemenang . " Ucap Wulan menimpali ucapan Marvel .
" Nama yang bagus . " Jawab Jackson dan Cinta kompak .
" Yah , dan sebentar lagi namanya akan lengkap menjadi Mahesa El Fatih Abraham . " Sambung Marvel .
Siang itu penuh dengan canda dan tawa . Semua orang mendoakan kebahagiaan bagi Marvel , Wulan dan Mahesa .
Kehadiran Mahesa , sungguh membawa banyak kebahagiaan . Bagi kedua orang tuanya yang sebentar lagi akan bersatu dalam ikatan pernikahan . Bagi kedua keluarga besar mereka yang sangat bahagia karena akhirnya memiliki cucu .
Tak lupa juga bagi Cinta dan Jackson . Cinta bahagia karena perjuangannya bersama Wulan selama ini menjaga Mahesa saat masih dalam kandungan akan berakhir bahagia . Dan bagi Jackson Ia turut bahagia salah satu sahabatnya akhirnya menemukan kebahagiaan dan tujuan hidup seperti dirinya .
" Mungkin setelah pernikahan Marvel dan Wulan , itulah saat yang tepat bagiku untuk kembali mengajak Cinta menikah . " Batin Jackson .
.
.
.
.
.
"Anak terlahir ke dunia dengan kebutuhan untuk disayangi tanpa kekerasan, bawaan hidup ini jangan sekalipun didustakan." - Widodo Judarwanto
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue