
Sejak semalam Jackson tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik milik tunangannya .
Setiap detik Ia berdoa semoga mata indah milik Cinta segera terbuka dan bisa menatapnya.
Setiap detik Ia berdoa semoga bibir manis milik Cinta segera bisa memberitahunya jika Ia baik baik saja .
Namun hingga sang surya mulai menampakkan lagi sinarnya , Cinta masih dengan tenangnya menutup mata . Seolah enggan bangun dari tidur yang sangat nyenyak .
Tak ada rasa kantuk , rasa lelah , dan rasa lapar yang bisa di rasakan Jackson. Ia hanya bisa menyesali semua yang terjadi. Mengapa Ia bisa lalai menjaga Cinta dan datang terlambat untuk menolongnya .
Jackson bahkan tak menyadari jika Adit sudah sejak beberapa menit yang lalu berada disana dan memerhatikan kondisi sahabatnya .
" Bos... lu mandi dan sarapan dulu aja . Cinta biar gue yang tungguin . " Saran Adit .
Jackson rasanya enggan meninggalkan Cinta sebentar saja .
" Tapi.... " Jackson ragu
" Gak ada tapi tapi . Sekarang Lu mandi . "
Adit sedikit memaksa Jackson untuk bergegas ke kamar mandi yang masih berada di dalam ruang rawat Cinta .
Jika biasanya Jackson membutuhkan waktu yang lama di kamar mandi, kali ini Ia melakukan semuanya dengan sangat cepat . Hingga tak butuh waktu lama Ia telah selesai dan segera keluar menemui Adit .
" Gimana keadaan Cinta ? " tanya Jackson .
" Astaga Jackson.. lu tinggalin ke kamar mandi gak sampai 10 menit dan sekarang lu udah tanyain lagi . "
" Mending lu sarapan dulu deh. Sejak semalam lu belum makan . Jangan sampai lu juga ikut ikutan sakit . " Ucap Adit .
Kali ini tanpa bantahan Jackson segera berjalan ke meja yang sudah terhidang makanan di atasnya .
Meski tak berselera , Jackson tetap berusaha menikmati sarapannya .
Di sela sela menyuapkan makanan ke mulutnya terdengar samar samar suara ,
" Jaangann .. tolongg .. jaangann ... berhenti ... "
Jackson segera meletakkan makanannya kembali ke meja dan menghampiri bangkar Cinta .
Ia melihat tangan Cinta mulai bergerak perlahan . Walaupun suaranya masih terdengar seperti berbisik dan matanya masih terpejam tapi Jackson sudah sangat bersyukur karena ada kemajuan dari kondisi Cinta .
" Hei.. sayang... gak apa apa . Ini aku , kamu sudah aman . " Ucap Jackson .
Saat Jackson sedang menenangkan Cinta , Adit dengan inisiatif sendiri segera keluar memanggil dokter , tak butuh waktu lama Adit pun kembali ke ruang rawat Cinta dengan seorang dokter dan beberapa perawat .
" Permisi Pak , kami akan memeriksa pasien sebentar . " Ucap Dokter itu .
Jackson hanya menggeser sedikit tubuhnya , lalu dokter mulai memeriksa Cinta .
Tak lama terlihat dokter seperti memanggil manggil nama Cinta sambil menepuk nepuk pundaknya .
" Nona... nona... nona Cinta ... anda bisa mendengar saya ? "
Sayang masih tak ada respon .
Dokter mengulang hal itu sekali lagi , kali ini dengan suara yang lebih keras .
" Nona... nona ... nona Cinta ... anda bisa mendengar saya ? "
Dan sungguh bagai keajaiban untuk Jackson , Cinta mulai menggerakkan kepalanya dan matanya mulai terbuka perlahan .
Terlihat Cinta menyipitkan matanya seakan merasa sangat terganggu dengan cahaya yang menerpanya .
" Air ... tolong air , aku haus . " Ucap Cinta lemah .
Jackson segera mengambil gelas berisi air yang ada di nakas lalu membantu Cinta meminumnya .
Namun sungguh miris hati Jackson saat Ia ingin membantu Cinta , Cinta seperti terkejut dan ketakutan karena sentuhannya .
" Hei... sayang ini aku Jackson . Tak apa ... kamu aman . " Ucap Jackson dengan sangat lembut .
Cinta menoleh menatap pada Jackson kemudian tersenyum lalu setelah itu baru Ia bersedia dibantu untuk minum oleh Jackson .
Dokter pamit dan meminta Jackson untuk berbicara di luar ruangan.
Dokter menyampaikan pada Jackson jika kemungkinan Cinta menderita trauma akibat pelecehan yang terjadi padanya dan menyarankan Jackson untuk membawa Cinta menemui psikiater .
Hati Jackson seketika seperti remuk , seperti ada batu besar menghimpit dadanya membuatnya sangat sesak .
Ia kembali masuk ke dalam . Cinta kini sedang duduk bersandar di bangkar rumah sakitnya .
" Sayang , maaf membuatmu menunggu . Bagaimana keadaanmu ? Kamu baik baik saja kan , masih ada yang sakit ? " Tanya Jackson penuh perhatian .
Cinta menggeleng .
" Aku sudah baik baik saja . Terimakasih sudah datang dan menolongku . Maafkan aku yang telah membohongimu . Sungguh aku tak tahu jika Emily dan Ri ..... " Ucapan Cinta terhenti karena Jackson meletakkan jari telunjuknya pada bibir Cinta . Ia mengisyaratkan Cinta untuk berhenti bicara .
" Sudah ... sudah sayang. Semuanya sudah berlalu . Aku sudah memaafkanmu dan aku tak pernah marah padamu . Aku juga minta maaf yah karena lalai menjagamu dan sedikit terlambat datang menyelamatkanmu . "
__ADS_1
Air mata Cinta tak terbendung lagi . Ia menangis , kemudian Jackson dengan sigapnya segera memeluk wanita yang sangat dicintainya itu .
Adit yang mengerti keadaan , segera berlalu keluar ruangan memberikan waktu berdua bagi Jackson dan Cinta .
" Ayo.. sarapan dulu. Sejak semalam kamu belum makan . "
Cinta mengangguk .
Jackson dengan telaten dan sabar menyuapi tunangannya itu . Sesuap demi sesuap akhirnya bubur dalam mangkuk tandas juga .
Tak lama setelah itu Adit masuk kembali ke ruang rawat namun kali ini Ia sudah datang bersama sahabat sahabat Cinta .
" Cinta .... sayangku.... kamu udah sadar ? " Sapa Wulan dengan hebohnya .
Cinta balas dengan tersenyum .
Langsung saja Wulan , Rere , dan Sofi memeluk Cinta secara bersamaan .
Mereka sempat mengobrol sebentar sebelum akhirnya pamit karena harus berangkat ke kantor .
Ruang rawat Cinta , kembali sepi .
Namun itu tak bertahan lama , karena Papi dan Mami Jackson datang setelahnya .
Mami sampai menangis , berdoa dan berterimakasih pada yang Maha Kuasa karena telah memberikan kesembuhan pada calon menantunya .
Mami menyerobot tempat Jackson di sisi Cinta , ia memeluk calon menantunya itu dengan erat .
Jackson terpaksa harus menyingkir sejenak .
Papi mengajak Jackson dan Adit untuk bicara di luar . Papi meminta pada Jackson untuk ke kantor polisi guna memberi keterangan dan menuntut Emily dan Ricko . Papi sudah menyiapkan banyak pengacara untuk menagani kasus ini .
Amarah Jackson kembali berapi api mendengar dua nama itu . Ia segera menuju kantor polisi setelah sebelumnya Ia pamit pada Cinta dan meminta agar Maminya menjaga Cinta saat Ia tak ada .
Di kantor polisi Jackson bertemu dengan 3 pengacara milik Haryono Grup .
Setelah membahas beberapa hal Jackson kini memberi keterangan sesuai permintaan pihak kepolisian .
Ia juga sudah mengajukan laporan tambahan untuk menjerat kedua orang itu .
" Jackson .... Nak Jackson... tolong maafkan Emily . Ia sungguh mencintaimu sampai nekat berbuat seperti ini . " Ucap Ibu dari Emily .
" Tante ... saya sudah beberapa kali mengingatkan pada Emily untuk berhenti menggangguku apalagi mengganggu tunanganku . Jadi ku pikir perbuatannya kali ini tidak bisa lagi ku maafkan . "
" Tapi apa salah Om hingga kamu juga menarik investasi di perusahaan Om . Tolong jangan lakukan itu . " Kali ini Ayah Emily yang berbicara .
" Maaf Om . Tapi Aku tak akan mau menginvestasikan uangku pada perusahaan milik orang yang sudah mencelakai tunanganku . " Ucap Jackson sebelum berlalu meninggalkan kedua paruh baya itu .
Jackson berterima kasih pada Adit karena tanpa Ia minta Adit sudah tahu apa yang harus Ia lakukan .
Mereka berdua kini dalam perjalanan kembali ke rumah sakit .
" Soal Ricko bagaimana Dit ? " Tanya Jackson .
" Tenang aja , aku jamin pria itu sudah tidak punya apa apa lagi sekarang . Semalam aku sudah mengambil alih perusahaannya , dan pagi ini sudah ku masukkan dalam lelang . Sebentar lagi Ia akan hancur . "
" Tapi untuk perusahaan orang tuanya aku tak menyentuhnya . Orang tuanya telah bercerai . Ibunya berusaha di dunia fashion , sedang Ayahnya memiliki perusahaan di luar negeri . "
Adit memberi penjelasan .
__ADS_1
" Tak perlu , semuanya sudah cukup . Yang penting pria itu akan segera menerima hukumannya di penjara . " Ucap Jackson .
Saat Ia kembali Ia melihat Cinta sudah berganti pakaian , dengan wajah yang sudah lebih baik dari sebelumnya .
Rupanya Mami Lastri yang membantu Cinta berganti pakaian . Ia merawat calon menantunya itu seperti merawat putrinya sendiri . Ia ingat pertemuan pertama mereka ketika Cinta juga menolongnya saat sedang sakit .
Cinta sedang tertidur ketika kedua orang tuanya dan Adit pamit pulang .
Cinta terbangun dan melihat Jackson yang tidur sambil duduk di samping bangkarnya .
Tangan Jackson tetap mengenggam tangan Cinta .
Cinta berusaha melepaskan tangannya dengan perlahan tak ingin membangunkan Jackson .
Tapi sayang , Jackson terbangun karena merasa ada pergerakan dari Cinta .
" Hei... maaf aku tertidur . " Ucap Jackson .
" Tak apa. Kamu pasti lelah menungguiku semalaman . "
" Itu sudah kewajibanku . Tidurlah lagi , kamu butuh banyak istirahat sayang . " Pinta Jackson .
Cinta menggeleng .
" Aku sudah baikan . Malah seharusnya kamu yang istirahat . "
Cinta lalu menggeser sedikit tubuhnya kessmping , lalu Ia meminta Jackson untuk ikut berbaring disampingnya .
Kini Cinta sedang berbaring dalam pelukan Jackson .
" Sayang , aku masih takut karena kejadian kemarin . Kamu maukan janji untuk tidak meninggalkanku sendiri ? " Ucap Cinta lirih .
Jackson mengangguk lalu mencium kening Cinta .
" Tentu saja . Aku akan selelu menemanimu . Aku akan selalu berada di sisimu , tak akan pernah meninggalkanmu . " Janji Jackson .
Mereka berdua saling tersenyum sebelum kembali memejamkan mata untuk beristirahat agar tenaga mereka kembali pulih .
.
.
.
.
.
"Aku selalu ingin mencium keningmu, Sayang, dan berharap makin sering aku melakukannya, akan makin cepat juga kau pulih . " ( Jackson Putra Haryono )
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue