Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 22. The day that I met you , My Love


__ADS_3

Sabtu pagi Jackson dan Adit sudah siap untuk berangkat menuju ke Jakarta.


Ray yang mengantar mereka sampai di bandara Ngurah Rai Denpasar Bali .


Mereka harus datang pagi ini karena harus menghadiri rapat pemegang saham yang dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun perusahaan Haryono Grup.


Setelah hampir dua jam menempuh perjalanan udara, kini Jackson dan Adit sedang dalam perjalanan menuju Haryono Tower untuk menghadiri rapat.


Beruntunglah Jackson dan Adit karena jalanan di Jakarta pagi ini cukup bersahabat.


Tidak ada kemacetan yang terlalu parah.


Saat Jackson memasuki bangunan perusahaan milik Ayahnya, tampak beberapa karyawan yang sudah lama bekerja dan mengenal anak pemilik perusahaan terlihat menyapa Jackson dengan ramah .


Jangankan untuk membalas sapaan karyawan tersebut, untuk sekedar tersenyum pun Jackson enggan.


Jackson memang sangat menjaga wibawanya saat berada di perusahaan.


Menjadi satu- satunya pewaris perusahaan membuatnya bersikap arogan untuk menjaga wibawanya .


Jackson langsung saja menaiki lift yang akan membawanya ke lantai 15 .


Diatas sanalah rapat pemegang saham dalam rangka memperingati ulang tahun perusahaan akan berlangsung.


Saat keluar dari lift Jackson melihat sang Mami sudah berada disana bersama asistennya.


Jackson menyapa Maminya dengan pelukan dan mencium kedua pipinya bergantian.


" Ternyata tahun ini Mami tidak perlu terlalu bekerja keras untuk memaksamu menghadiri rapat ini ", ucap Mami.


" Mami tahu aku selalu menepati janjiku. Tapi alasan sebenarnya aku kesini karena ingin menjemput wanitaku ", Jackson membalas ucapan Mami .


Mami terlihat sedikit kesal jika Jackson membahas soal wanita.


Pasalnya Mami memiliki rencana untuk mengenalkannya pada seorang wanita saat pesta berlangsung besok malam .


Yah, wanita yang Jackson maksud sebagai wanitanya adalah Cinta.


Memikirkan Cinta membuatnya menyadari bahwa Ia belum memberitahu pada Cinta bahwa saat ini Ia berada di Jakarta .


Walaupun selama ini Cinta tidak pernah membalas pesan darinya, namun Jackson tak pernah absen mengiriminya pesan singkat setiap hari.


" Liat saja sampai kamu bertemu dengan Wanita pilihan Mami . Mami yakin kamu pasti akan menyukainya ", Mami kini menyombongkan wanita pilihannya .


Memang tak dapat dipungkiri, jika Wanita yang Mami kenalkan pada Jackson selalu berwajah cantik.


Hanya saja wanita wanita itu selalu saja memiliki maksud lain.


Dan juga Jackson merasa sudah cukup berurusan dengan hal-hal yang menyangkut perjodohan atau pernikahan bisnis.


Ia tidak ingin kejadian mengerikan delapan tahun lalu terulang kembali .


Saat rapat dimulai, Asisten Papi yang saat ini bertugas sebagai moderator telah mengenalkan Jackson sebagai satu-satunya pewaris Haryono Grup. Ada beberapa wajah yang baru pertama kali Jackso temui pada rapat kali ini.


Saat rapat sedang berlangsung terasa getaran dari ponsel yang Jackson simpan di saku jas .


Segara Ia ambil ponselnya dan melihat isi pesan yang masuk, ternyata pesan itu dari Mike yang melaporkan bahwa saat ini Cinta sedang berada di kantornya.


Kemungkinan besar hari ini Cinta lembur.


Karena sebenarnya hari sabtu termasuk hari libur untuk Cinta.


Jackson kembali fokus mendengarkan penjelasan salah seorang Pria yang saat ini sedang berdiri di atas podium .


Jackson tersenyum penuh arti saat mendengar bahwa untuk pesta besok, perusahaan yang dipekerjakan untuk mengatur acara tersebut adalah Glam N Glow Event Management yang tak lain adalah perusahaan milik Ricko.


Lelaki yang juga menyukai Cinta .


" Kenapa Lu senyum- senyum sendiri ? " tanya Adit yang sedari tadi duduk disamping Jackson .


" Enggak Gue lagi senang aja. Rasa- rasanya semesta sedang mendukungku untuk mengalahkan sainganku ", Jackson berucap dengan percaya diri .


" Maksud Lu apaan... pake acara semesta semestaan .... yang ada sebentar lagi Lu di bogem ama Papi Prasetyo . Dari tadi beliau merhatiin Lu yang senyum senyum gak jelas mirip orang Gila ", Ucap Adit yang sesekali mengarahkan pandangannya pada Papi .


Seketika Jackson mengalihkan pandangan ke arah Papinya kemudian berusaha tersenyum semanis mungkin padanya .


Tatapan Papi Jackson seperti ingin mengulitinya .


" Sial.. aku ketahuan kalau sedang tidak fokus pada rapat kali ini ", batin Jackson .


" Ternyata aku enggak perlu susah untuk menemui Ricko, besok dia pasti ada di pesta itu. Pokoknya besok aku harus temuin si Ricko dan memberinya peringatan soal Cinta ", Jackson sudah membulatkan tekad dan rencananya besok menghadapi Ricko.


Jackson yang sedang merencanakan aksi perjuangan untuk mendapatkan Cinta , tiba- tiba saja dikejutkan oleh suara bariton seorang Pria paruh baya yang menyebut namanya .


Dan pria paruh baya itu adalah Papi.


Jackson yang sejak tadi tidak memperhatikan dibuat bingung dengan keadaan saat ini.


Semua peserta rapat memfokuskan pandangannya padanya .


Adit berbisik untuk meminta agar Jackson berdiri dari kursinya .


Jackson yang tidak tahu apa-apa berdiri saja dan seketika semua peserta rapat bertepuk tangan .


Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya rapat ini selesai juga.


Rapat ini di tutup dengan makan siang bersama dengan hidangan yang telah disiapkan .


Aku , Adit , Papi, Mami dan beberapa direktur lain duduk dalam satu meja.


" Setelah ini jangan kemana-mana lagi. Langsung pulang kerumah karena malam nanti Mami ingin kita makan malam bersama di rumah ", perintah Mami .


Jackson hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya .

__ADS_1




Di lain tempat, pagi ini Cinta terbangun dengan kepala yang masih terasa berat.


Kemarin seharusnya adalah hari libur Cinta , namun karena banyaknya pekerjaan yang belum selesai mengharuskan Cinta untuk lembur seharian.



Rasanya hari ini Cinta ingin bangun tidur lebih siang, hanya saja Ia telah memiliki janji untuk menemani Wulan membeli gaun yang akan Ia gunakan di acara perayaan ulang tahun Haryono Grup malam nanti .



Wulan juga mendapatkan undangan dari direktur keuangan Haryono Grup .


Karena beberapa bulan terakhir Wulan menjadi Person In Contact (PIC) untuk setiap transaksi perbankan yang diperlukan Haryono Grup .



Setelah menghabiskan beberapa jam di Mall untuk memilih gaun, kini Cinta dan Wulan sudah berada di salon kecantikan langganan mereka untuk merias diri .


Rencananya mereka akan berangkat ke tempat pesta dari salon ini saja.



" Lu yakin mau pakai gaun itu Cin ? " tanya Wulan yang melihatku mengenakan gaun pemberian Ibu Lastri .



" Sebenarnya Gue juga ragu sih, tapi ini gaun pemberian dari Ibu Lastri. Gue takut dia tersinggung kalau Gue enggak pakai gaun pemberiannya ", jawab Cinta .



" Bener juga sih... lagian gaun itukan pemberian yang punya pesta , jadi sah sah aja. Lagian gaunnya cantik banget ", puji Wulan .



Setelah merasa siap dengan penampilanya, mereka berdua berangkat ke hotel tempat di adakannya pesta dengan menggunakan taksi .



Hotel tempat diadakannya pesta ulang tahun Haryono Grup ini merupakan salah satu hotel bintang lima milik perusahaan itu .



Tak terbayangkan bagi Cinta berapa kekayaan yang dimiliki Pak Haryono dan Ibu Lastri.


Sungguh beruntung Cinta dapat mengenal sosok mereka berdua, orang kaya raya yang rendah hati dan sama sekali tidak arogan .



Sesampainya di ballroom tempat berlangsungnya pesta, Cinta dan Wulan mengagumi betapa indah dekorasi yang ada .




Belum selesai rasa canggung yang dialami Cinta karena perbedaan warna gaun yang dikenakannya, kini Ia dikejutkan dengan gaun yang dikenakan Ibu Lasti , sang empunya hajat .



Gaun Cinta dan gaun Ibu Lastri memiliki bahan , warna, dan hiasan berlian yang sama. Hanya berbeda model saja.


Tak salah jika orang lain mengira gaun Cinta dan gaun Bu Lastri sengaja dibuat agar serupa tapi tak sama.



Wulan juga yang menyadari kesamaan itu berbisik ke Cinta ,


" Gila... Lu udah seperti anaknya Bu Lastri , pakai gaun yang seragaman sama yang punya acara " Wulan terkekeh menggoda Cinta .



Cinta tak membalas godaan Wulan.


Mereka berdua melanjutkan langkahnya menemui Bu Lastri untuk mengucapkan selamat.



" Malam Bu ... " Sapa Cinta dengan sopan .



Bu Lastri berbalik , kemudian langsung memeluk cinta .



" Terimakasih sudah datang yah sayang. Kamu cantik sekali , gaunnya sangat pas buatmu ", ucap Bu Lastri .



" Wahh Ibu terlalu memuji. Saya biasa saja Bu ", jawab Cinta yang malu karena di puji oleh Bu Lastri di depan orang lain .



Wulan juga ikut memberikan ucapan selamat.



Kemudian Bu Lastri menuntun Cinta untuk menemui Pak Haryono yang sedang berbincang dengan beberapa pria paruh baya lainnya.


__ADS_1


Setelah menyapa dan juga mengucapkan selamat pada Pak Haryono, kini Bu Lastri mengarahkan Cinta agar duduk di meja bagian depan yang hanya terisi beberapa orang saja.



" Duduk sebentar disini yah sayang, jangan pindah ke tempat lain. Silahkan nikmati acara utamanya sebentar lagi dimulai ", Bu Lasti memperingatkanku sebelum akhirnya berlalu .



Bu Lastri segera berlalu mencari keberadaan Jackson.


Ia akan mengenalkan Jackson pada Cinta.



" Jackson .... " panggil Bu Lastri.



Jackson menoleh ke sumber suara dan melihat Maminya tergesa-gesa menuju kearahnya .



" Mami apa-apaan sih teriak teriak panggil Jackson, mana sambil berlarian. Anggunnya bisa hilang Mami kalo lari- larian gitu ", Jackson menggoda Maminya .



" Kamu enggak usah banyak omong. Ayo ikut Mami. Saatnya kamu tepatin janji kamu ke Mami ", perintah Mami yang langsung menggandeng tangan Jackson agar berjalan mengikutinya .



Jackson setengah hati mengikuti Maminya.


Pasalnya rencana yang sudah Ia susun untuk bertemu Ricko belum terlaksana.


Ricko belum juga memunculkan batang hidungnya.



Mami terus saja mengarahkan langkahnya menuju meja yang sudah ditempati Cinta.



" Cinta sayang... " , panggil mami saat telah tiba di belakang Cinta .



Cinta yang mendengar namanya di panggil berbalik kearah datangnya suara. Disusul dengan Wulan yang juga mengikuti Cinta berbalik.



" Jackson ... "


" Cinta ... "


Ucap keduanya bersamaan .



Betapa terkejutnya Cinta kini berdiri dihadapannya Pria yang akhir-akhir ini Ia abaikan.



Begitupun dengan Jackson . Tak menyangka jika wanita yang Sang Mami akan kenalkan padanya adalah wanita yang sama dengan wanita yang sudah mencuri hatinya .



" Kenapa Jackson bisa disini dan terlihat begitu dekat dengan Bu Lastri ? " Cinta bertanya dalam hati .



" Wahh .... sepertinya takdir memang merestui Gue ama Cinta . Bahkan sekarang bukan lagi pandangan pertama, tapi mengapa Gue makin dibuat jatuh cinta sama kecantikan wanita ini ", Batin Jackson .



.


.


.


.


.


.


.


.


"*Yakinlah, pertemuan itu tidak akan pernah salah tempat, tidak akan salah waktu, apalagi salah orang*."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


. to be continue .


\*\*\*\* akhirnya ketemu juga kan yahh..... gimana nih selanjutnya? ayooo like dan komen yang banyak dong , biar hari ini aku double updatenya \*\*\*\*


__ADS_2