
Cinta dan Jackson kini sudah berada di dalam kamar hotel Jackson .
Cinta segera duduk di sofa kecil menunggu Jackson yang sedang mengambil minuman di mini bar .
Cinta merasa sangat gugup . Lebih dari tiga bulan tak bertemu Jackson rupanya cukup membuatnya merasa canggung .
" Bagaimana kabarmu sayang ? " Tanya Jackson yang kini sudah duduk di samping Cinta .
" Baik . Seperti yang kamu lihat . " Jawab Cinta tanpa melihat ke arah Jackson .
Perlahan Jackson menarik dagu Cinta sehingga wajahnya kini menatap ke arah Jackson .
" Kumohon tatap aku sayang jika kita sedang bicara . "
Cinta malah menunduk . Ia sebenarnya sangat menyesal karena telah bersikap egois dengan tidak mau menerima penjelasan Jackson malah memilih pergi .
" Hei ... ada apa ? Apa kamu sudah tidak mencintaiku hingga tak ingin menatapku lagi ? " Tanya Jackson dengan lembut .
Cinta menggeleng .
" Maafkan aku . " Ucapnya lirih masih dengan menunduk .
" Aku tak mendengarnya dengan jelas sayang . "
Cinta akhirnya menatap Jackson . " Ku katakan , aku minta maaf . " Ulangnya .
Jackson tersenyum . " Ini semua bukan hanya salahmu . Semuanya berawal dariku , jadi aku yang memiliki kesalahan paling besar disini . Maafkan aku juga sayang, ku mohon kali ini maafkan aku . "
Mata Cinta sudah mulai berkaca kaca . Ia bisa merasakan tulusnya permintaan maaf Jackson . Andai saja saat itu dia tidak terbawa emosi dan mau duduk serta mendengarkan penjelasan Jackson mungkin hal ini tidak akan terjadi . Ia menyesali semuanya .
" Kok kamu malah nangis. Kamu maukan memberiku waktu untuk menjelaskan semua kesalah pahaman kita . " Pinta Jackson .
Ia segera merogoh saku jasnya . Mengambil ponsel dimana Ia menyimpan semua bukti bukti kejadian malam itu .
Cinta sendiri masih diam memperhatikan gerak gerik Jackson .
" Malam itu maafkan aku yang tak jujur dan pergi ke club. Kemudian kami berempat meminum alkohol yang ternyata ....... " Ucapan Jackson terhenti tatkala Cinta meletakkan telunjuknya di depan bibir Jackson .
" Sssttttt... sudah. Ayah sudah menceritakan semuanya padaku . Aku percaya padamu . " Ucapnya .
" Hanya saja malam itu aku merasa hawatir jika bisa saja suatu saat hal seperti itu kembali terjadi dan aku akan bernasib sama seperti Mbak Amel yang melihat perselingkuhan suaminya dengan wanita lain . Itu yang membuatku ragu untuk melanjutkan pernikahan kita . " Jelas Cinta .
" Tenanglah sayang , kupastikan hal itu tak akan mungkin terjadi . Malam itu sungguh diluar kuasaku . Aku di jebak . Kesalahanku saat itu karena berbohong padamu untuk pergi ke club , dan aku berjanji tak akan mengulanginya lagi . " Jackson menjelaskan pada Cinta .
" Lagian tidak pernah ada niat sedikitpun di hatiku untuk berselingkuh darimu sayang . Tiga bulan tanpamu sangat menyiksaku . "
" Aku percaya . " Ucap Cinta .
Jackson segera memeluk sang pujaan hati .
" Terimakasih sayang . Terimakasih sudah mau percaya padaku . "
" Ayo kita pulang , sudah cukup lama kamu berada jauh dariku . Aku tak sanggup lagi . "
Cinta sedikit mendorong tubuh Jackson hingga pelukan mereka terlepas .
" Aku sudah memaafkanmu , tapi aku belum bisa ikut pulang bersamamu . "
" Maksud kamu sayang ? " Tanya Jackson bingung , sebenarnya dia di maafkan atau tidak .
" Aku memiliki tanggung jawab disini . Tidak mungkin aku meninggalkannya begitu saja . "
Jackson masih terlihat bingung .
" Tanggung jawab ? "
" Iya , Hope Boutique . Butik itu yang membantuku bertahan selama tiga bulan ini . Perjalananku masih jauh , butik itu adalah impianku sejak lama . "
" Bukankah di Jakarta juga kamu memiliki butik ? Kamu juga bisa berkarya disana sayang . "
" Love butik adalah hadiah darimu . Hope butik adalah hasilku . Usahaku sendiri . Sudah menjadi tanggung jawabku untuk menyelesaikan apa yang ku mulai . Ada karyawan yang menggantungkan hidup pada pekerjaan ini . Ku harap kamu mengerti . "
Jackson berpikir keras , mencari alasan untuk membujuk Cinta kembali ikut bersamanya .
__ADS_1
" Kamu tetap bisa melakukannya dari Jakarta sayang . Butikmu disini bisa tetap berjalan walau kamu menghandle semuanya dari sana . Aku akan minta Adit mengatur semuanya . "
Cinta menggenggam tangan Jackson .
" Aku mohon pengertianmu . Aku akan jujur , tiga bulan ini adalah waktu yang paling menyiksa bagiku. Aku tersiksa oleh penyesalan karena pilihanku meninggalkanmu saat itu . "
Ucap Cinta .
" Disaat aku seperti kehilangan arah , ada Wulan yang dengan tulus membantuku bangkit . Dia membantuku belajar ikhlas menerima semua yang terjadi , padahal kita tahu kalau dia juga memiliki masalah sendiri . "
" Lalu dengan keterbatasan dan tekad yang kami berdua miliki, kami membuka Hope Butik. Sama seperti namanya , butik itu satu satunya harapan kami berdua untuk bisa maju . Di butik itu aku curahkan semua harapan dan impianku . "
" Ku mohon izinkan aku , sekali saja untuk tetap disini . Aku ingin membangun mimpiku yang sudah ku mulai disini . "
" Lagian kehamilan Wulan sudah memasuki bulan ke 7 . Sebentar lagi dia akan melahirkan . Aku sudah berjanji untuk ada disisinya menemaninya melewati ini semua . "
Jackson terdiam . Ia merasa alasan Cinta cukup kuat .
" Lalu bagaimana denganku ? " Tanyanya .
" Apakah aku terlalu serakah jika memintamu menungguku . Apa aku egois jika memintamu kembali bersabar padaku ? " ucap Cinta menatap dalam pada Jackson .
Cukup lama Jackson diam . Dia tak menjawab pertanyaan Cinta membuat wanita itu mulai ragu . " Apa kesabaran Jackson sudah habis untuknya ? " batin Cinta .
Tanpa Ia duga , kedua tangan Jackson memegang lengannya lalu wajah pria itu semakin mendekat .
Jackson akhirnya berhasil mendaratkan ciuman dibibir yang sudah sangat Ia rindukan .
Ciuman lembut yang lama kelamaan menjadi ciuman yang saling mencurahkan kerinduan .
Cukup lama bibir mereka beradu , menyampaikan semua rasa rindu ,rasa cinta , penyesalan dan harapan dari keduanya .
Akhirnya mereka menghentikan aksinya .
" Aku akan selalu menunggumu sampai kapanpun sayang . Aku akan selalu berada di sisimu . Aku akan mendukung semua impianmu . Aku akan selalu mencintaimu , semakin hari semakin besar rasa cintaku padamu . "
Cinta tersenyum . Kini Ia tidak merasa canggung lagi saat bersama Jackson . Ia merasa bahagia karena hubungan mereka sudah kembali seperti dulu lagi .
Cinta bahkan tak malu lagi untuk memeluk Jackson lebih dulu .
" Akhirnya dia kembali memanggilku sayang . " Batin Jackson membalas pelukan Cinta .
Cinta sedang bersiap untuk makan malam bersama semua para model dan tim yang sudah membantunya untuk mempersiapkan lomba .
Sebenarnya Cinta ingin pulang saja ke rumah dan bersiap di sana , tapi Jackson melarangnya dengan alasan Ia masih sangat merindukan Cinta .
Tentu saja hal itu membuat Adit kembali direpotkan karena harus mengantar Wulan pulang sekaligus mengambil keperluan Cinta .
Jackson duduk di tepi tempat tidur . Ia yang sudah siap sejak tadi terus memandangi Cinta . Memerhatikan setiap gerakan yang dilakukan wanita itu .
" Kenapa menatapku seperti itu ? " Tanya Cinta .
" Hemm kenapa ? Menatapmu ? Tentu karena Aku merindukan semua itu . Aku rindu kebiasaanmu yang selalu bingung saat memilih pakaian saat akan pergi . Aku rindu melihatmu dengan rambutmu yang basah sehabis mandi . "
Jackson berjalan ke arah Cinta sedang berdiri di depan meja rias .
__ADS_1
Pria itu lantas memeluk Cinta dari belakang , " Aku rindu semua tentangmu Sayang . Yang paling utama aku rindu memelukmu saat tidur . "
Cinta sedikit bergidik , merasakan geli karena Jackson berbicara tepat di ceruk lehernya .
Cinta menjauhkan kepalanya . " Aku juga sangat rindu padamu , tapi jika kamu terus seperti ini maka aku tak akan selesai bersiap dan kita akan melewatkan makan malam lagi . Kasihan Ibu hamil yang sedang menunggu kita . " ucap Cinta .
Jackson melepaskan pelukannya . Ia berjalan menuju nakas samping tempat tidur dimana Ia melatakkan dompetnya .
Ia mengeluarkan sebuah cincin yang selalu Ia bawa di dalam dompetnya , lantas Ia kembali menghampiri Cinta .
Ia menggenggam tangan Cinta , kemudian memasangkan cincin di jari manis wanita itu .
" Aku pakaikan kembali cincinmu sebagai tanda jika kamu milikku . Jangan pernah lagi melepasnya , ku mohon . " Ucap Jackson lalu memberikan kecupan di punggung tangan Cinta.
Cinta tersenyum dan mengangguk .
" Ya, aku janji . "
Hari itu menjadi salah satu hari yang membahagiakan bagi Jackson dan Cinta .
Mereka berhasil menyelesaikan masalah diantara mereka , juga memutuskan untuk kembali bersama .
Rasanya batu besar yang selama ini menindih dada mereka telah terangkat . Perasaan mereka lebih lega dan tanpa beban lagi .
Mereka mungkin belum merencanakan bagaimana menjalani hubungan kedepannya , tapi yang pasti mereka sudah berjanji untuk terus saling mendukung , saling mencintai , dan juga saling percaya .
" Semoga kedepannya tak ada lagi masalah yang bisa merenggangkan hubungan ini . " Batin keduanya .
.
.
.
.
“Ketika seseorang membuat Anda menjadi orang yang paling bahagia dan orang paling menyedihkan pada saat yang sama, itulah saat yang nyata. Itu adalah sesuatu yang berharga”
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue