
Sudah memasuki bulan ke empat Cinta tinggal di Jakarta.
Ia sudah mulai terbiasa dengan kehidupannya sehari-hari.
Ia juga sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan barunya di kantor pusat.
Beruntungnya Cinta, karena di kantor Ia satu tim dengan ketiga sahabatnya Rere, Wulan, dan Sofi.
Saat ini mereka berempat ditempatkan di divisi pengembangan bisnis.
Untuk kehidupan pribadi Cinta masih tetap sama.
Ia masih berusaha untuk fokus sama pekerjaannya saja.
Ia belum ada niat untuk memulai hubungan percintaan.
Tidak seperti Sofi yang saat ini sedang dalam tahap pendekatan dengan senior mereka di kantor.
Beda halnya dengan Ricko, meski Cinta sudah pernah secara tidak langsung memberitahukan Ricko bahwa saat ini Ia hanya ingin fokus bekerja,
Hal itu tidak menyurutkan niat Ricko untuk mendekati Cinta.
Ricko sangat rajin mengirimi Cinta pesan yang berisi perhatian-perhatian darinya.
Misalnya seperti membangunkan Cinta di pagi hari, mengingatkan Cinta untuk makan siang, dan yang paling sering yaitu mengajak Cinta untuk makan malam hanya berdua.
Ricko sering kali mengantar atau menjemput Cinta ke kantor. Tapi Cinta selalu saja mengajak kedua sahabatnya untuk ikut serta.
Jadi Ricko selalu saja tak pernah bosan mengajak Cinta untuk jalan hanya berdua.
Cinta mulai merasa tidak tega selalu menghindari Ricko.
Berkat saran dari sahabat-sahabatnya terutama Rere akhirnya Cinta memutuskan akan menerima ajakan Ricko untuk pergi berdua jika suatu saat Ia mengajak lagi.
Seperti saat ini, ketika sedang makan siang di kantin bersama ketiga sabatnya ponsel Cinta berbunyi.
Diliriknya ponselnya ada notifikasi pesan baru.
Segera Ia membuka notifikasi pesan itu, dan tak perlu di ragukan lagi itu adalah pesan dari Ricko.
~ From : Ricko
Siang Cinta. Lu lagi sibuk yah?
Walaupun sibuk jangan lupa makan siang yah.
Boleh gak nanti Gue jemput di kantor terus kita makan malam berdua dulu sebelum balik ?
Cinta memberitahu ketiga sahabatnya perihal isi pesan Ricko.
Ketiga sahabatnya menyarankan agar Cinta mau memenuhi ajakan Ricko.
Akhirnya Cinta membalas pesan Ricko.
~ To : Ricko
Siang Rick. Gue gak lagi sibuk kok.
Ini juga lagi makan siang.
Malam nanti kebetulan banget Gue lagi gak ada kesibukan. Gue tungguin Lu di kantor yah. See You
Itulah pesan balasan Cinta ke Ricko.
" Menurut kalian , Si Ricko itu naksir Cinta gak sih ? " Sofi bertanya kepada tiga sahabatnya yang lain.
" Ya Allah maafkan teman hamba yang lama banget pahamnya ", Rere menjawab sarkas pertanyaan Sofi .
" Anak SD juga tahu kali kalau Ricko itu pastinya suka ama si Cinta " , sambungnya.
" Tapi Lu gimana Cin, emang Lu masih belum mau pacaran ? " kini Wulan yang bertanya ke Cinta.
" Gak tau lah, Lan. Bukannya Gue gak mau, tapi saat ini fokus Gue masih ke kerjaan. Yah nantinya misal kalau ada seseorang yang bisa alihin fokus Gue, yaa kali aja Gue mau mulai suatu hubungan " , Cinta menjelaskan.
" itu berarti usaha Ricko selama ini belum cukup untuk ngalihin fokusnya Lu, benar kan ? " Rere bertanya ke Cinta.
" Yahh bisa dibilang gitu ", jawab Cinta singkat.
" Gila Lu... si Ricko tuh udah perhatian banget tau gak ama Lu " , Wulan ikut berkomentar .
" Padahal enak loh kalau misalnya Lu jadian ama Ricko, dia akan siaga disisi Lu kapanpun Lu butuh " komentar Wulan lagi.
" Jangan seperti Gue. Jalanin LDR itu berat say.... Gue jadi percaya omongan dilan kalau rindu itu berat " lanjut Wulan.
Mereka berempat tertawa mendengar komentar Wulan yang mengikuti dialog salah satu film terkenal.
" eh bentar... bentar... tapi gue jadi bingung deh sama yang dimaksud Rere tadi ", Sofi kembali bertanya.
" Apa yang bikin Lu bingung ? " Rere malah bertanya balik.
__ADS_1
" Emang anak SD itu kenal yah ama Ricko sampai bisa tahu kalau Ricko naksir ama si Cinta ? ihh si Ricko ternyata temenan ama anak SD " , tanya Sofi dengan polosnya.
Sontak Cinta, Rere, dan Wulan makin tertawa terbahak-bahak .
Mereke bertiga kemudian beranjak pergi dari kantin meninggalkan Sofi yang masih dengan kebingungannya.
" Ampun deh Gue Punya sahabat macam Sofi... untung Gue sayang ", komentar Rere yang kembali mengundang Tawa dari Cinta dan Wulan.
Sore harinya Ricko sudah siap menunggu Cinta di parkiran kantornya.
Tadi saat Ricko mengabari Cinta bahwa Ia sudah sampai , Cinta meminta Ricko untuk menunggu sekitar 15 menit lagi karena masih ada hal yang harus Ia kerjakan.
Setelah 20 menit menunggu akhirnya Ricko melihat Cinta sedikit berlari kearah tempat Ia memarkirkan mobilnya.
Cinta membuka pintu mobil dan duduk di kursi penumpang samping Ricko.
" Sorry banget yah, Lu jadi harus nungguin Gue dulu ", Cinta merasa tak enak karena membuat Ricko menunggu.
" Gak masalah. Nungguin Lu berbulan-bulan untuk suka sama Gue aja Gue sanggup, apalagi nungguin Lu kerja beberapa menit aja ", Ricko terkekeh mencoba menggoda Cinta.
" Ihh... apaain sih Rick.... garing banget gombalan Lu ", Cinta membalas candaan Ricko
" ha ha ha ha ha " Ricko tertawa mendengar respon Cinta
" Kita jalan sekarang yah " lanjut Ricko mulai melajukan mobilnya menuju Restaurant.
Setelah berkendara selama kurang lebih satu jam mereka berdua akhirnya tiba di sebuah restauran korea .
Mereka berdua masuk beriringan dan mengambil tempat duduk di samping jendela sehingga dari tempat mereka duduk bisa melihat aktifitas di luar resto itu.
" Cin.. makasih yah udah mau dinner bareng Gue ", ucap Ricko memulai obrolan mereka.
" Lu baru ucapin makasih sekarang, kemarin- kemarin kita makan bareng Lu ga pernah tuh bilang makasih ", jawab Cinta sambil bercanda.
" yah kan kemarin dinnernya selalu rame rame. Ini Gue makasih karena Lu udah mau jalan berdua ama Gue ", Jelas Ricko.
" Iya sama - sama. Gue juga makasih Lu udah mau ngajakin ", jawab Cinta.
Suasana diantara mereka berdua hening sesaat,
" Cin... gue mau nanya tapi ini lebih personal sih. Kalau Lu merasa gak nyaman untuk jawab, bilang aja yah ", Ricko memulai aksinya untuk berterus terang perihal perasaannya ke Cinta.
" Emangnya Lu mau nanya apaan ? ", Cinta bertanya balik ke Ricko
" Lu udah punya pacar ? " tanya Ricko dengan hati- hati
" Gak punya ", jawab Cinta singkat
" Kalau Gue minta Lu jadi Pacar Gue gimana ? ", tanya Ricko lagi.
__ADS_1
" Yah gak gimana- gimana. Tapi sayangnya untuk saat ini Gue belum bisa kabulin permintaan Lu ", Cinta mencoba menolak Ricko secara halus.
Cinta tidak ingin Ricko merasa tersinggung.
Selama ini Ricko sangat baik dan sudah banyak membantunya.
" Gitu yah ", Ricko terlihat kecewa
" Kalau Gue minta untuk Lu ijinin Gue ngedeketin Lu gimana ? ", tanya Ricko lagi
" Maksud Gue, ijinin Gue untuk yakinin Lu kalau perasaan Gue itu tulus sama Lu . " Ucap Ricko .
" Ijinin Gue untuk buktiin ke Lu kalau Gue beneran sayang ama Lu ", lanjut Ricko menjelaskan ke Cinta .
Cinta berpikir sejenak . Ia memikirkan baik-baik apa yang sebaiknya Ia katakan agar tak menyinggung Ricko .
" Untuk hal itu Lu gak perlu minta ijin sama Gue. Gue gak ada hak untuk ngelarang Lu suka ama siapapun termasuk Gue. Bukan berarti Gue beri Lu harapan yah, tapi untuk sekarang fokus Gue masih sama karir . Gue gak tau kalau nantinya ada yang bisa ngalihin fokus Gue. Gue juga gak bisa menutup kemungkinan, apakah nantinya Lu yang akan ngalihin Gue atau bukan " , Cinta menjelaskan alasannya tidak bisa menerima permintaan Ricko tadi.
Tepat setelah Cinta menyelesaikan kalimatnya, pelayan restauran datang membawakan pesanan mereka.
" Kita makan dulu aja yuk " , saran Ricko.
Mereka berduapun memakan pesanan masing-masing sambil sesekali mengobrol ringan.
Setelah makan malam selesai, Ricko mengantar Cinta sampai ke depan pintu lobby Apartement, Sebelum Cinta turun dari mobil Ricko menahan tangan Cinta ,
" Cin... satu aja kabulin permintaan Gue. Gue mohon Lu mulai sekarang coba liat Gue yah... Liat bagaimana Gue sayang sama Lu . Urusan nanti Lu nerima perasaan Gue atau enggak, yang pasti Gue tulus ama Lu. Gue akan jagain Lu ".
Cinta tidak tahu harus menjawab apa lagi.
Ia hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Kemudian Ia turun dan berjalan menjauh dari mobil untuk masuk ke dalam apartemennya.
" Semoga aja setelah ini Gue dan Ricko gak jadi canggung. Ricko baik banget. Gue juga udah anggap Ricko seperti kakak Gue ", Cinta bergumam dalam hati.
Keputusannya hari ini untuk menemui Ricko hanya berdua malah menimbulkan banyak beban pikiran bagi Cinta.
.
.
.
.
.
.
" *Carilah yang paling baik yang bisa kalian bisakan, sekalipun apabila itu berarti kalian wajib mencarinya dari yang terkurang baik* . "
.
.
.
.
__ADS_1
.
. to be continue