Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 45 . Lalat vs Lebah


__ADS_3

Pagi itu Cinta disambut oleh tatapan penuh selidik oleh kedua sahabatnya , Wulan dan Sofi .


Pasalnya masih sangat pagi namun Cinta dan Jackson baru saja pulang ke apartemen .


" Jadi dari semalam lu gak ada di apartemen Cin ? " Tanya Wulan .


" Hemm ... " Cinta hanya berdeham untuk menjawab pertanyaan Wulan .


Sungguh Ia sangat malu , dua sahabatnya pasti akan curiga padanya .


Cinta lalu bergegas ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap , meninggalkan Jackson yang ikut bergabung bersama Wulan dan Sofi di meja makan .


" Semalam Cinta nginap di tempat lu ? " Tanya Wulan .


Jackson menjawab dengan mengangguk dan menaik turunkan alisnya .


" Ciieee.... ngapain aja tuh ? Pantas wajah bang sultan ceria banget yah pagi ini . " Ledek Sofi .


Jackson memberi acungan jempol pada Sofi , " baru kali ini gue akuin lu pintar Sof . "


Sofi yang mendapat pujian dari Jackson seperti itu tersenyum bangga .


" Jadi gimana keputusan Cinta ? " Tanya Wulan .


" Bentar lagi kita akan tunangan . "  Jawab Jackson .


Wulan ikut senang  , namun setelah itu wajahnya berubah murung .


" Kenapa lu ? Kok tiba tiba cemberut . "


Jackson menyadari perubahan raut wajah Wulan .


" Gue iri lihat kalian berdua . Beruntung banget Cinta dapetin lu . Lu yang dulu gue kenal sekarang udah berubah banget . Bahkan lu bisa seserius itu padahal kalian belum lama bersama  . " Ucap Wulan .


" Itulah yang namanya cinta , penuh misteri . Ketika lu udah yakin tulus mencintai seseorang , maka berapa lamanya hubungan tidak menjadi ukuran lagi . " Komentar Jackson .


" Nah itu yang bikin gue kagum sama kalian berdua. Kalian begitu yakin sama cinta kalian . Sedang gue sama Ray gak gitu . Entah apa yang buat Ray belum yakin untuk bawa hubungan kami ke jenjang yang lebih serius lagi . " Ucap Wulan.


" Yah... kok gue malah jadinya curhat . "


" It's Ok . Ya udah lu yakinin dia lah . Jangan lu pendam , omongin sama Ray . Lu jangan sampai nyari cara yang lain nyelesaiin masalah lu . Lu paham kan maksud gue ? " Ucap Jackson .


Wulan memberi tatapan bingungnya .


" Soal lu dan Marvel . Mereka berdua sahabat gue . Lu juga teman gue , apalagi lu sahabat calon istri gue. Pastinya gue peduli dan gak mau kalian saling menyakiti . "


Jackson menjelaskan  maksudnya .


Wulan terkejut , ternyata Jackson mengetahui yang terjadi antara dirinya dan Marvel .


Saat Wulan sudah gelagapan untung saja Cinta sudah ikut bergabung dengan mereka .


" Ngobrol apaan , serius amat . " Sela Cinta .


Wulan dan Sofi menatap ke arah Cinta yang tidak memakai setelan kantornya .


" Lu gak ngantor Cin ? " tanya Wulan .


" Gak . Gue udah hubungin si Bos untuk cuti sehari . " Jawab Cinta santai .


" Yee... tahu gitu kita berangkat duluan . Kirain Lu mau ngantor , jadi kita tungguin . " Ucap Sofi yang segera mengemasi barangnya .


" Ya maaf. Kan kalian gak nanya . Heheheheh "


" Kalian pakai aja mobil gue , kalau naik kendaraan umum kalian pasti telat . " Usul Jackson .


Wulan segera menyambar kunci mobil yang di berikan Jackson lalu dengan langkah cepat mereka berdua segera meninggalkan Jackson dan Cinta di apartemen .


" Jadi hari ini kita kemana dulu nih ? " tanya Cinta pada Jackson .


" Kita ke rumah Mami dulu yah .  Kita harus nagabarin mereka soal keputusan kita . "


" Oke , aku lanjutin siap siap dulu yah . Kamu buat sarapan gih. Aku lapar . " Ucap Cinta sebelum berlalu masuk kembali ke kamarnya .


Setelah sarapan dengan menu yang dibuat Jackson , baru saja Cinta akan memesan taksi online tapi segera di cegah oleh Jackson .


" Adit tadi udah nitipin mobil di bawah untuk kita pakai . " Begitu katanya .


Jadilah mereka berdua kini keluar dari apartemen untuk menuju ke kediaman orang tua Jackson .




Papi dan Mami Jackson awalnya bingung karena Cinta dan Jackson datang sangat pagi ke rumah mereka .



" Kalian tidak bekerja ? " Tanya Mami .



" Cinta sedang cuti. Jackson akan kekantor sebentar lagi . " Jawab Jackson .

__ADS_1



" Lalu , apa ada yang ingin kalian bicarakan ? " kini Papi yang bertanya .



" Iya Pi. Jackson dan Cinta sudah memutuskan untuk bertunangan . Secepatnya lebih baik . Kami berencana melangsungkannya bertepatan dengan 3 bulan kami bersama . " Jelas Jackson .



Binar bahagia memancar dari kedua wajah paruh baya tersebut .



" Wah... berarti waktu persiapannya tinggal sebulan lagi dong  . " Ucap Mami .



" Tapi tenang aja , semuanya bisa di atur . " Ucapnya yakin .



" Hari minggu Papi dan Mami akan ke rumah orang tua Cinta untuk berkenalan dan membahas pertunangan kalian . " Ucap Papi .



" Tapi apa boleh aku tak ikut ke Malang hari minggu nanti . Sebenarnya setiap hari sabtu aku harus ke butik mamanya temanku untuk belajar tentang fashion design . " Ucap Cinta dengan ragu .



" Tak apa sayang. Lagian ini juga pembicaraan antara orang tua saja . Kalian berdua tak perlu ikut . " Ucap Mami .



Setelah itu Jackson dan Cinta berangkat ke perusahaan milik Jackson .


Ia meminta Cinta menemaninya bekerja hari ini . Apalagi Jackson telah membuat janji pada pihak wedding organizer untuk bertemu .



Cinta mengikut saja ,toh hari ini dia cuti dan tidak ada hal yang harus Ia lakukan .



Sampai di perusahaan Jackson ,semua mata menatap kepada mereka berdua . Jackson tak pernah melepaskan rangkulannya pada Cinta , membuat banyak karyawan wanita merasa iri pada Cinta .




Cinta menyadari jika wanita itu tersenyum sangat manis saat menyapa Jackson sedang tersenyum penuh paksaan saat menyapa dirinya .



Cinta mengingat ingat dimana Ia pernah melihat wanita itu , membuatnya melamun dan di ketahui oleh Jackson .



" Dia itu sekertaris aku . Hanya sekertaris saja . " Ucap Jackson seperti bisa membaca pikiran Cinta .



" Pantas saja kamu betah lama lama bekerja . "  Ledek Cinta .



" Kamu cemburu yah ? " balas Jackson .



" Gak mungkin aku cemburu sama lalat macam dia . " Ucap Cinta .



Tak lama Hesti masuk dan membacakan jadwal Jackson seperti biasa .



Hesti mengabaikan kehadiran Cinta disana . Hesti bahkan dengan tak tahu malunya terus berusaha agar bisa menggoda Jackson .



Dengan pakaian serba mini dan ketat , sesekali Hesti mencoba untuk menunjukkan dadanya  ketika Ia menunduk untuk memberi berkas pada Jackson .



Tidak hanya itu , Hesti bahkan berani mengelus lengan Jackson dengan alasan membersihkan kotoran yang menempel .



Jackson menyadari jika Cinta mengamati setiap gerak gerik Hesti . Ia jadi memiliki ide .


__ADS_1


" Sayang bentar yah aku ke toilet dulu . "



" Tunggu sebentar disini Hes .  " Pamit Jackson meninggalkan kedua wanita itu .



Saat Jackson menghilang dari pandangan mereka  , Cinta segera berpindah tempat duduk ke singgasana Jackson .



Dengan tatapan tajam pada Hesti , Cinta mulai memperingati Hesti .



" Hes , sebaiknya kamu tidak perlu seberusaha itu menggoda calon suami orang . Bagaimanapun usahamu , Jackson tak akan pernah mengalihkan padangannya dariku . " Ucap Cinta dengan penuh penekanan .



" Maaf , tapi saya tidak mengerti maksud anda . Apa anda merasa hawatir jika Pak Jackson bisa saja berpaling pada saya . " Balas Hesti tak kalah menantang .



Cinta tertawa , menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri .


" No... No ... No ... tentu saja aku tak hawatir . Yang aku hawatirin malah kamu , aku takut kamu jadi gila karena tidak berhasil merebut calon suami orang lain . Lagian Jackson tak akan menaruh simpati pada seseorang dengan sikap yang buruk . Berhati hatilah , karena aku bisa dengan mudah membuatmu menjauh dari tempat ini . "



" Aku tak takut . Kamu bukan bosku . Kamu bukan pemilik perusahaan ini . Jadi jangan bertingkah . " Ucap Hesti . Di akhir kalimatnya Ia memelankan suaranya karena Jackson sudah masuk kembali .



" Jadi kamu mau bukti  ? " Tanya Cinta dengan suara tak kalah pelannya .



" Maaf lama sayang . " Ucap Jackson pada Cinta .



"Sayang , kata Hesti aku tak  boleh duduk di kursimu . Tak ada satu orangpun yang boleh . " Ucap Cinta dengan manjanya .



" Tentu saja tak ada yang boleh. Tapi untuk kamu itu pengecualian . Kamu boleh duduk dimanapun kamu mau di perusahaan ini . Lakukanlah sesukamu . " Ucap Jackson .



" Kalau begitu aku ingin membuat standar pakaian karyawan wanita . Tak pantas rasanya jika seseorang memakai pakaian mini dan ketat untuk bekerja . "


Cinta menyinggung Hesti .



" Tentu saja sayang . Aku akan menyampaikan pada Thomas untuk mengaturnya . "



Cintapun tersenyum penuh kemenangan pada Hesti yang segera pamit untuk keluar dari ruangan Jackson karena merasa malu .



" Huhhh ... lalat  mau ngelawan ratu lebah. " Batin Cinta tertawa .



.


.


.


.


.


" *Asmara bukan hanya sekedar saling memandang satu sama lain. Tapi juga sama sama melihat ke satu arah yang sama. "Antoine de Saint-Exupéry*


.


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2