
Pagi itu Cinta disambut oleh tatapan penuh selidik oleh kedua sahabatnya , Wulan dan Sofi .
Pasalnya masih sangat pagi namun Cinta dan Jackson baru saja pulang ke apartemen .
" Jadi dari semalam lu gak ada di apartemen Cin ? " Tanya Wulan .
" Hemm ... " Cinta hanya berdeham untuk menjawab pertanyaan Wulan .
Sungguh Ia sangat malu , dua sahabatnya pasti akan curiga padanya .
Cinta lalu bergegas ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap , meninggalkan Jackson yang ikut bergabung bersama Wulan dan Sofi di meja makan .
" Semalam Cinta nginap di tempat lu ? " Tanya Wulan .
Jackson menjawab dengan mengangguk dan menaik turunkan alisnya .
" Ciieee.... ngapain aja tuh ? Pantas wajah bang sultan ceria banget yah pagi ini . " Ledek Sofi .
Jackson memberi acungan jempol pada Sofi , " baru kali ini gue akuin lu pintar Sof . "
Sofi yang mendapat pujian dari Jackson seperti itu tersenyum bangga .
" Jadi gimana keputusan Cinta ? " Tanya Wulan .
" Bentar lagi kita akan tunangan . " Jawab Jackson .
Wulan ikut senang , namun setelah itu wajahnya berubah murung .
" Kenapa lu ? Kok tiba tiba cemberut . "
Jackson menyadari perubahan raut wajah Wulan .
" Gue iri lihat kalian berdua . Beruntung banget Cinta dapetin lu . Lu yang dulu gue kenal sekarang udah berubah banget . Bahkan lu bisa seserius itu padahal kalian belum lama bersama . " Ucap Wulan .
" Itulah yang namanya cinta , penuh misteri . Ketika lu udah yakin tulus mencintai seseorang , maka berapa lamanya hubungan tidak menjadi ukuran lagi . " Komentar Jackson .
" Nah itu yang bikin gue kagum sama kalian berdua. Kalian begitu yakin sama cinta kalian . Sedang gue sama Ray gak gitu . Entah apa yang buat Ray belum yakin untuk bawa hubungan kami ke jenjang yang lebih serius lagi . " Ucap Wulan.
" Yah... kok gue malah jadinya curhat . "
" It's Ok . Ya udah lu yakinin dia lah . Jangan lu pendam , omongin sama Ray . Lu jangan sampai nyari cara yang lain nyelesaiin masalah lu . Lu paham kan maksud gue ? " Ucap Jackson .
Wulan memberi tatapan bingungnya .
" Soal lu dan Marvel . Mereka berdua sahabat gue . Lu juga teman gue , apalagi lu sahabat calon istri gue. Pastinya gue peduli dan gak mau kalian saling menyakiti . "
Jackson menjelaskan maksudnya .
Wulan terkejut , ternyata Jackson mengetahui yang terjadi antara dirinya dan Marvel .
Saat Wulan sudah gelagapan untung saja Cinta sudah ikut bergabung dengan mereka .
" Ngobrol apaan , serius amat . " Sela Cinta .
Wulan dan Sofi menatap ke arah Cinta yang tidak memakai setelan kantornya .
" Lu gak ngantor Cin ? " tanya Wulan .
" Gak . Gue udah hubungin si Bos untuk cuti sehari . " Jawab Cinta santai .
" Yee... tahu gitu kita berangkat duluan . Kirain Lu mau ngantor , jadi kita tungguin . " Ucap Sofi yang segera mengemasi barangnya .
" Ya maaf. Kan kalian gak nanya . Heheheheh "
" Kalian pakai aja mobil gue , kalau naik kendaraan umum kalian pasti telat . " Usul Jackson .
Wulan segera menyambar kunci mobil yang di berikan Jackson lalu dengan langkah cepat mereka berdua segera meninggalkan Jackson dan Cinta di apartemen .
" Jadi hari ini kita kemana dulu nih ? " tanya Cinta pada Jackson .
" Kita ke rumah Mami dulu yah . Kita harus nagabarin mereka soal keputusan kita . "
" Oke , aku lanjutin siap siap dulu yah . Kamu buat sarapan gih. Aku lapar . " Ucap Cinta sebelum berlalu masuk kembali ke kamarnya .
Setelah sarapan dengan menu yang dibuat Jackson , baru saja Cinta akan memesan taksi online tapi segera di cegah oleh Jackson .
" Adit tadi udah nitipin mobil di bawah untuk kita pakai . " Begitu katanya .
Jadilah mereka berdua kini keluar dari apartemen untuk menuju ke kediaman orang tua Jackson .
Papi dan Mami Jackson awalnya bingung karena Cinta dan Jackson datang sangat pagi ke rumah mereka .
" Kalian tidak bekerja ? " Tanya Mami .
" Cinta sedang cuti. Jackson akan kekantor sebentar lagi . " Jawab Jackson .
__ADS_1
" Lalu , apa ada yang ingin kalian bicarakan ? " kini Papi yang bertanya .
" Iya Pi. Jackson dan Cinta sudah memutuskan untuk bertunangan . Secepatnya lebih baik . Kami berencana melangsungkannya bertepatan dengan 3 bulan kami bersama . " Jelas Jackson .
Binar bahagia memancar dari kedua wajah paruh baya tersebut .
" Wah... berarti waktu persiapannya tinggal sebulan lagi dong . " Ucap Mami .
" Tapi tenang aja , semuanya bisa di atur . " Ucapnya yakin .
" Hari minggu Papi dan Mami akan ke rumah orang tua Cinta untuk berkenalan dan membahas pertunangan kalian . " Ucap Papi .
" Tapi apa boleh aku tak ikut ke Malang hari minggu nanti . Sebenarnya setiap hari sabtu aku harus ke butik mamanya temanku untuk belajar tentang fashion design . " Ucap Cinta dengan ragu .
" Tak apa sayang. Lagian ini juga pembicaraan antara orang tua saja . Kalian berdua tak perlu ikut . " Ucap Mami .
Setelah itu Jackson dan Cinta berangkat ke perusahaan milik Jackson .
Ia meminta Cinta menemaninya bekerja hari ini . Apalagi Jackson telah membuat janji pada pihak wedding organizer untuk bertemu .
Cinta mengikut saja ,toh hari ini dia cuti dan tidak ada hal yang harus Ia lakukan .
Sampai di perusahaan Jackson ,semua mata menatap kepada mereka berdua . Jackson tak pernah melepaskan rangkulannya pada Cinta , membuat banyak karyawan wanita merasa iri pada Cinta .
Cinta menyadari jika wanita itu tersenyum sangat manis saat menyapa Jackson sedang tersenyum penuh paksaan saat menyapa dirinya .
Cinta mengingat ingat dimana Ia pernah melihat wanita itu , membuatnya melamun dan di ketahui oleh Jackson .
" Dia itu sekertaris aku . Hanya sekertaris saja . " Ucap Jackson seperti bisa membaca pikiran Cinta .
" Pantas saja kamu betah lama lama bekerja . " Ledek Cinta .
" Kamu cemburu yah ? " balas Jackson .
" Gak mungkin aku cemburu sama lalat macam dia . " Ucap Cinta .
Tak lama Hesti masuk dan membacakan jadwal Jackson seperti biasa .
Hesti mengabaikan kehadiran Cinta disana . Hesti bahkan dengan tak tahu malunya terus berusaha agar bisa menggoda Jackson .
Dengan pakaian serba mini dan ketat , sesekali Hesti mencoba untuk menunjukkan dadanya ketika Ia menunduk untuk memberi berkas pada Jackson .
Tidak hanya itu , Hesti bahkan berani mengelus lengan Jackson dengan alasan membersihkan kotoran yang menempel .
Jackson menyadari jika Cinta mengamati setiap gerak gerik Hesti . Ia jadi memiliki ide .
__ADS_1
" Sayang bentar yah aku ke toilet dulu . "
" Tunggu sebentar disini Hes . " Pamit Jackson meninggalkan kedua wanita itu .
Saat Jackson menghilang dari pandangan mereka , Cinta segera berpindah tempat duduk ke singgasana Jackson .
Dengan tatapan tajam pada Hesti , Cinta mulai memperingati Hesti .
" Hes , sebaiknya kamu tidak perlu seberusaha itu menggoda calon suami orang . Bagaimanapun usahamu , Jackson tak akan pernah mengalihkan padangannya dariku . " Ucap Cinta dengan penuh penekanan .
" Maaf , tapi saya tidak mengerti maksud anda . Apa anda merasa hawatir jika Pak Jackson bisa saja berpaling pada saya . " Balas Hesti tak kalah menantang .
Cinta tertawa , menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri .
" No... No ... No ... tentu saja aku tak hawatir . Yang aku hawatirin malah kamu , aku takut kamu jadi gila karena tidak berhasil merebut calon suami orang lain . Lagian Jackson tak akan menaruh simpati pada seseorang dengan sikap yang buruk . Berhati hatilah , karena aku bisa dengan mudah membuatmu menjauh dari tempat ini . "
" Aku tak takut . Kamu bukan bosku . Kamu bukan pemilik perusahaan ini . Jadi jangan bertingkah . " Ucap Hesti . Di akhir kalimatnya Ia memelankan suaranya karena Jackson sudah masuk kembali .
" Jadi kamu mau bukti ? " Tanya Cinta dengan suara tak kalah pelannya .
" Maaf lama sayang . " Ucap Jackson pada Cinta .
"Sayang , kata Hesti aku tak boleh duduk di kursimu . Tak ada satu orangpun yang boleh . " Ucap Cinta dengan manjanya .
" Tentu saja tak ada yang boleh. Tapi untuk kamu itu pengecualian . Kamu boleh duduk dimanapun kamu mau di perusahaan ini . Lakukanlah sesukamu . " Ucap Jackson .
" Kalau begitu aku ingin membuat standar pakaian karyawan wanita . Tak pantas rasanya jika seseorang memakai pakaian mini dan ketat untuk bekerja . "
Cinta menyinggung Hesti .
" Tentu saja sayang . Aku akan menyampaikan pada Thomas untuk mengaturnya . "
Cintapun tersenyum penuh kemenangan pada Hesti yang segera pamit untuk keluar dari ruangan Jackson karena merasa malu .
" Huhhh ... lalat mau ngelawan ratu lebah. " Batin Cinta tertawa .
.
.
.
.
.
" *Asmara bukan hanya sekedar saling memandang satu sama lain. Tapi juga sama sama melihat ke satu arah yang sama. "Antoine de Saint-Exupéry*
.
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1