
Perdebatan cukup sengit yang akhirnya dimenangkan oleh Jackson dengan keputusan jika Mami akan menambah satu orang asisten rumah tangga dari rumah Mami yang akan ikut tinggal di apartemen .
Jackson tentu setuju dengan hal itu , selama ini mereka memang memiliki seorsng ART tapi Ia hanya datang setiap pagi dan pulang jika sore hari .
Setelah selesai bersiap maka kedua pasangan beda generasi itu meninggalkan rumah sakit bersamaan menuju apartemen Jackson dan Cinta .
Jangan lupakan iring iringan dokter dan perawat yang mengantar hingga ke depan pintu lobby kepulangan satu satunya menantu di keluarga Haryono yang tak lain pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja .
Sesampainya di apartemen , Jackson meminta Cinta untuk beristirahat di kamar .
" Istirahatlah sayang , aku akan segera menyusul setelah Mami dan Papi pulang . " Ucap Jackson sembari menyelimuti sang istri .
Mami sedang melihat lihat foto foto anak dan menantunya yang terpajang di dinding ruang utama .
" Pi , lihatlah mereka berdua . Mereka memang sangat serasi tampan dan cantik . Aku tidak sabar menanti kelahiran cucu pertama kita . " ucap Mami bersemangat masih berdiri mengamati foto foto tersebut .
" Sabar Mi , masih 9 bulan lagi . " Ujar Jackson yang membalas ucapan Mami yang bukan ditujukan untuknya .
" Mami hanya terlalu bersemangat . " bela Mami .
" Apa kamu yakin akan sabar Jack ? Dulu waktu Mami mu hamil , Papi sempat berharap punya ilmu membelah diri agar bisa mewujudkan semua ngidamnya . " bisik Papi .
Bisikan Papi terdengar horor ditelinga Jackson . " Apa ngidamnya ibu hamil semengerikan itu ? " batin Jackson .
" Jack ... Mami saranin mulai sekarang kamu harus mulai mencari rumah untuk keluarga kecil kalian . Jika Cinta sudah melahirkan ,kalian harus memikirkan tentang kamar anak kalian , ruang untuk bermain , ruang wardrobe anak, dan lain lain . Apartemen ini sudah tidak bisa menampung kalian . " Saran Mami .
Kali ini Jackson sependapat dengan Mami . Ia menyetujui ucapan Maminya dan meminta mereka agar tidak memberitahu Cinta dulu , Ia ingin menjadikannya kejutan .
Setelah kedua orang tuanya pamit pulang , Jackson segera ikut bergabung dengan istrinya yang tengah duduk bersandar di kepala ranjang .
" Sayang , sedang apa ? Serius sekali sepertinya hingga tak menyadari kehadiran suami tampanmu . "
Cinta menghentikan kegiatan menggambarnya . " Maaf , aku tidak bisa tidur . Dari pada bosan aku menggambar saja . "
" Cantik . " ucap Jackson singkat yang kini sudah menggantikan posisi kepala ranjang sebagai sandaran Cinta .
" Terimakasih , padahal desainnya belum sempurna . " balas Cinta yang mengira Jackson memuji gambarnya .
" Karyamu memang selalu indah sayang , tapi yang ku maksud cantik itu adalah kamu . Kamu selalu cantik . " puji Jackson .
Cinta merona padahal bukan sekali ini suaminya memuji , tapi dia masih saja merona tiap kali hal itu terjadi .
" Huussstttt ... gombal . Berhenti memujiku , nanti sayap bisa tumbuh di punggungku dan membuatku terbang . " elak Cinta .
Bukannya berhenti , Jackson malah memasukkan kedua tangannya kedalam baju Cinta untuk dan mengelus punggung mulus Cinta .
" Heii... apa yang kamu lakukan sayang . Biarkan aku menyelesaikan gambarku dulu . "
" Aku hanya ingin memeriksa punggungmu sayang , jangan jangan sayapnya sudah ada disana . " ucap Jackson sambil terus mengusap lembut punggung, memberikan desiran desiran aneh membuat Cinta akhirnya menggeliat .
Merasa istrinya sudah mulai terpancing , Jackson tidak menyia nyiakan kesempatan .
Segera Ia memberikan kecupan kecupan di tengkuk Cinta , kemudian beralih memberikan kecupan di pipi Cinta dari samping .
Elusan tangannya kini bahkan sudah menjalar kebagian depan , menargetkan dua bukit yang selalu menantang .
Mau tak mau Cinta menghentikan aktifitas menggambarnya . Ia mengerti apa yang diinginkan suaminya dan yang Ia inginkan kini .
Cinta lalu berbalik menghadap Jackson . Pancaran tatapan penuh gairah bisa dilihat Cinta dari mata suaminya .
Berpandangan beberapa detik sebelum akhirnya kedua bibir mereka menyatu . Saling berpagutan , saling membelit lidah mengantarkan hasrat yang sudah 2 hari ini mereka tahan .
" Sayang , boleh yah ... aku ingin menjenguk anakku . " ucap Jackson disela sela ciuman mereka .
Cinta mengangguk . " Tentu saja boleh kamu ayahnya . Dia akan senang di jenguk olehmu , tapi ingat pesan dokter yah . " Jawab Cinta terdengar sangat sensual ditelinga Jackson .
Dan akhirnya setelah dua hari berpuasa , Jackson bisa menikmati ' brunch ' dengan hidangan favoritnya .
Setelah selesai dengan kegiatan panas mereka , kini keduanya sedang menunggu kedatangan pesanan makan siang mereka .
Cinta menyusul Jackson yang sudah lebih dulu menunggu diruang utama apartemen .
" Loh makanannya mana Sayang ? Memangnya kamu memesan dimana ? " tanya Cinta .
" Aku meminta Adit yang membelinya . " jawab Jackson cuek .
__ADS_1
" Astaga sayang , kenapa harus menyusahkan Adit lagi . Kamu kan bisa pesan online . Adit pasti sudah sangat sibuk dengan pekerjaan kantor selama kamu gak ada , bukannya bantu meringankan kerjaan Adit kamu malah nambah nambahin . " Omel Cinta .
" Aku gak tahu cara pesan pesan makanan online gitu . Lagian aku takut salah , kamu mau makan bebek goreng kan ? Aku lebih yakin jika ada orang yang kupercaya langsung membelinya . " Bela Jackson .
Cinta hanya mendengus mendengar alasan Jackson .
" Kalau kamu bilang gak tahu caranya kan bisa aku saja yang pesan dan pasti sekarang kita sudah bisa menikmati bebek goreng itu . " lanjut Cinta terus mengomel . Sepertinya hormon kehamilan membuat mood Cinta naik turun .
Tak lama bel apartemen mereka berbunyi . Jackson segera beranjak membuka pintu .
Bukannya Adit yang datang tapimalah Ikbal sekertaris Jackson yang datang dengan membawa kantong plastik berisi pesanan makanan mereka .
" Maaf Pak saya yang mengantar karena Pak Adit sedang menggantikan Bapak meeting dengan klien . " Ucap Ikbal dengan lemah lembut .
" Huhh pantas saja lama . " Batin Jackson .
" Tak apa . Sekarang mana pesananku ? " tanya Jackson menatap Ikbal .
Cinta yang heran karena Jackson dan Adit tak kunjung masuk akhirnya menyusul ke pintu .
" Ikbal . Dia yang mengantar pesanan makanan kita . " Jawab Jackson .
Ikbal tersenyum saat melihat istri bosnya muncul .
" Kenapa tidak menyuruhnya masuk ? " ucap Cinta .
" Masuklah dan ikut makan siang bersama kami . " Ajak Cinta .
Awalnya Ikbal menolak , tapi setelah diberi tatapan tajam oleh Jackson Ia segera menyetujui permintaan istri kesayangan sang bos .
Jackson tak ingin ambil resiko , bisa saja Cinta ngambek kalau permintaanya tidak dikabulkan .
Selama makan siang , Cinta tak berhenti tertawa melihat tingkah Ikbal . Ikbal dengan tingkah kemayunya , juga pembawaannya yang ceplas ceplos sontak membuat Cinta terus tertawa .
Bukannya cemburu , Jackson malah senang karena melihat istrinya terhibur .
" Gila aja kalau gue sampai cemburu sama pria setengah matang macam ikbal . " batin Jackson.
Malam harinya , Jackson dan Cinta kini sudah siap untuk beristirahat .
Cinta sudah berbaring menggunakan lengan Jackson sebagai bantalnya .
" Sayang , besok aku boleh yah kembali bekerja di butik . " Pinta Cinta dengan manja .
__ADS_1
" Jangan dulu . Kamu istirahat saja dulu . "
" Please sayang . Aku sudah baik baik saja , lagian jika aku di rumah saja aku akan bosan . " bujuk Cinta lagi .
" Aku akan menemanimu , ku yakin kamu tak akan pernah bosan . " balas Jackson sambil menatap penuh arti pada Cinta .
" Aku memang tak akan pernah bosan jika bersamamu sayang , tapi pikirkanlah juga pekerjaan yang sudah kamu tinggalkan beberapa hari ini . "
" Baik , aku akan pergi bekerja besok . Tapi kamu tetap saja di apartemen , aku akan meminta Mami menemanimu . " putus Jackson .
Cinta mencebikkan bibirnya . " Sayang , kamu tahukan kalau keinginan ibu hamil harus dipenuhi ? "
Jackson sudah tidak bisa menolak jika Cinta sudah mengeluarkan jurus andalannya . Kuasa bumil sungguh luar biasa .
Jackson berpikir sejenak . " Baiklah . Tapi aku akan mencarikanmu asisten pribadi . Dia yang akan menemanimu kemanapun dan membantumu apapun . "
" Tak ada penolakan . " sambungnya .
Cinta mengangguk setuju . Sebuah ide muncul dikepalanya . " Sayang , bagaimana kalau Ikbal saja yang menjadi asisten ku ? "
" Ikbal ? Tapi dia seorang pria . Aku akan mencarikanmu asisten wanita . " tolak Jackson .
" Iya , dia memang pria tapi sikap kemayunya bahkan mengalahkan Sofi yang wanita tulen . "
" Yah yah yah , Ikbal saja yah sayang . Aku yakin aku akan sering tertawa karena tingkah konyolnya . Baby pasti juga akan bahagia kalau Mommynya sering tertawa . " bujuk Cinta lagi .
Setelah banyak berpikir Jackson dengan berat hati menyetujui keinginan bumil yang tak terbantahkan .
" Hemm ... aku akan menghubungi Adit untuk mengatur semuanya . " Putus Jackson lalu mengirim pesan pada Adit .
Cinta tak lupa menghadiahi suaminya dengan kecupan diseluruh wajahnya sebagai tanda terimakasih .
" Sekarang tidur yah sayangku . Kamu masih harus banyak istirahat . " ucap Jackson lalu membawa Cinta dalam pelukannya sambil terus mengusap lembut kepala istrinya .
Tak lama Jackson bisa merasakan hembusan nafas Cinta yang beraturan di dadanya menandakan dia sudah terlelap dalam tidurnya .
Jackson juga mulai memejamkan matanya untuk menyusul istrinya ke alam mimpi .
Namun rasanya belum lama saat Jackson juga mulai telelap , Ia merasa ada pergerakan Cinta dalam pelukannya .
Jackson kembali membuka matanya dan menyalakan lampu di atas nakas .
" Ada apa sayang ? Apa ada yang sakit ? "
Cinta menggeleng .
" Lalu , kenapa terbangun ? "
" Tiba tiba aku ingin martabak manis dengan isian keju yang banyak . " ucap Cinta penuh pengharapan .
Benar benar the power of bumil . Mendengar permintaan istrinya , Jackson segera bangkit dengan menahan kantuknya.
" Baiklah ... berbaringlah kembali . Aku akan segera kembali membawakan martabak manis yang kamu mau . "
Rona bahagia langsung terpancar diwajah cantik Cinta .
Jackson segera pergi untuk memenuhi keinginan istrinya . Selama dalam perjalanan , Ia tak henti hentinya terus memastikan berapa jumlah hari dalam 9 bulan .
" Kuatkan hambamu Tuhan . " Batin Jackson menyadari jika ini baru hari pertama dari sekian banyak hari lainnya yang menanti .
.
.
.
.
"Kalaulah cinta itu kata yang harus ditulis, niscaya penaku sudah habis. Tapi untunglah cinta itu adalah udara yang terus berhembus."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1