
" Sayang... stop , geli ihhh ... " ucap Cinta sambil berusaha lepas dari pelukan Jackson .
Tapi Jackson seakan tuli dan terus saja mengecup tengkuk dan pundak Cinta .
" Tapi aku suka sayang , bentar aja yah .... "
" Ini gimana mau nyobain baju bajunya kalau kamu nemplok gini ... lagian ini tuh tempatnya sempit banget , aku jadi sesak rasanya . " lanjut Cinta menggerutu sambil terus berusaha melepaskan diri dari pelukan Jackson .
Mereka sedang berada store pakaian salah satu brand terkenal dunia yang ada di Mall .
Entah apa yang dilakukan kedua bosnya di dalam fitting room pelanggan VIP , hingga terjadi percakapan yang membuat Geby yang sedang menunggu di luar menjadi panas dingin mendengarnya .
Kehamilan Cinta yang memasuki usia 7 bulan membuat perutnya semakin membesar . Baju miliknya kini sudah banyak yang tak muat , itulah yang menjadi alasan ketiganya berada disini .
Cukup lama Geby menunggu hingga akhirnya Jackson keluar lebih dulu disusul dengan Cinta yang memperlihatkan wajah cemberutnya .
" Geby , tolong bayarin ke kasir yah . " pinta Cinta .
Menunggu Geby menyelesaikan pembayaran baju baju yang telah Ia coba , Cinta memilih duduk di salah satu sofa sambil memainkan ponselnya .
Dari tempat duduknya Cinta bisa melihat Jackson sedang memilih-milih setelan jas pria . Namun tak lama pria itu dihampiri oleh seorang wanita berpakaian seksi dengan rambut blonde yang tergerai .
Terlihat sangat jelas jika wanita itu kini sedang berusaha menarik perhatian Jackson . Cinta pun mendekat kearah mereka namun Ia sengaja tidak menghampiri Jackson , Cinta ingin mengetahui bagaimana Jackson merespon wanita lain .
" Kelihatannya kamu kesulitan memilih yang pas untukmu . " ucap wanita itu .
Jackson masih tak peduli . Bukannya menyerah , tiba tiba wanita itu malah mengambil jas yang sedang dipegang Jackson .
" Hei ... apa yang anda lakukan . " tegur Jackson tak ramah .
" Ini lebih cocok untukmu . Kamu akan terlihat makin tampan dengan jas itu , aku yakin . " Balas wanita itu sambil memberi Jackson satu setel jas lain yang dipilihnya .
Cinta bisa melihat raut wajah tak suka dari Jackson . Keningnya mengernyit , Ia mungkin heran dengan tingkah wanita itu .
Jackson sudah akan pergi dari tempat itu , namun tangannya di tahan oleh wanita tadi .
" Jadi , bisakah kita berkenalan ? Aku bisa menemanimu memilih pakaian yang pas untukmu . " ucap wanita itu lagi dengan senyum yang menggoda .
" Maaf Nona , tolong jaga sikap Anda . Dan melihat dari penampilan Anda , saya tidak yakin Anda memiliki selera yang bagus dalam fashion . " balas Jackson membuat wajah wanita itu memerah .
Kemudian Jackson pergi meninggalkan wanita itu yang kini sedang menahan malu .
Jackson mendapati Cinta berdiri tak jauh darinya . " Sayang , apa sudah selesai belanjanya ? "
" Sepertinya belum . " jawab Cinta singkat sambil melirik Geby yang masih sibuk bertransaksi di depan kasir .
" Biarkan Geby yang mengurusnya , kita pergi saja . Disini banyak kuman . " Ucap Jackson sambil merangkul sang istri .
Cinta tertawa lalu berbalik memberikan senyum prihatin pada wanita yang menatap kepergian keduanya .
Malam harinya Jackson dan Cinta sudah bersiap untuk beristirahat . Seperti malam malam sebelumnya , Jackson kini sedang memijat kaki Cinta yang ikut membengkak karena kehamilannya yang semakin besar .
" Ciee... gimana rasanya sayang ? " tanya Cinta .
" Rasanya apa ? "
" Rasanya digodain wanita seksi , gimana ? " tanya Cinta lagi .
__ADS_1
" Gak gimana gimana . Udah biasa , resiko jadi pria tampan penuh pesona yah seperti itu . " Jawab Jackson.
" Seneng yahh berarti kamu .... " ketus Cinta .
Jackson tak menjawab , Ia hanya menyeringai sambil terus memijat kaki Cinta .
Jackson sudah memaklumi emosi ibu hamil kesayangannya ini .
" Udah udah pijatnya ... kaki ku udah gak sakit lagi . "
Cinta lalu berbaring membelakangi Jackson .
" Kok udahan sih sayang .... kalau kakinya udah gak sakit , sekarang yang sakit bagian mana ? " goda Jackson sambil terus menaikkan pijatannya makin ke atas .
Cinta tak bergeming , membuat Jackson terus saja melancarkan aksinya . Pijatannya yang kini berada di paha mulus istrinya sudah berubah menjadi elusan lembut .
Cinta mulai meremang tatkala elusan tangan Jackson sudah naik hingga ke pangkal pahanya .
" Udahan mijitnya , udah gak sakit lagi . " tolak Cinta .
" Sekarang aku gak mijit lagi sayang ... aku lagi siap siap mau nyapa anak aku . " bisik Jackson tepat di telinga Cinta membuat wanita itu sontak berbalik menghadap Jackson yang sudah berada di atasnya .
" Siapa yang izinin nyapa ? Sapa aja tuh wanita seksi tadi ... "
Jackson tertawa ... " Gak ada yang lebih seksi dibanding bumilku ini . " rayunya sambil sesekali memberikan kecupan di leher jenjang istrinya .
Jika sudah begini , bagaimana lagi Cinta harus menolak . Jackson memang selalu tahu cara buat meredam emosi ibu hamil yang labil .
Dan malam itu di tutup dengan sapaan Jackson kepada bayinya yang masih berada di dalam kandungan sang istri .
Tok tok tok
Tok tok tok
" Bu .... "
" Pak .... "
Pagi pagi sekali Geby sudah berada di apartemen bosnya . Ia memang sudah di wanti wanti untuk membangunkan sepasang suami istri itu karna hari ini mereka akan berangkat ke Malang .
__ADS_1
Jika syukuran 4 bulanan kemarin dilakukan di rumah orang tua Jackson , maka untuk syukuran 7 bulanan kehamilan Cinta akan dilakukan di rumah orang tua Cinta di Malang . Tujuannya karena Cinta ingin acara ini dibuat lebih sederhana saja .
Apalagi setelah banyak berita yang beredar menyebut bayi mereka kelak akan menjadi bayi sultan , ada juga yang menyebut bayi mereka adalah bayi kaya sebelum lahir , ada juga yang menyebut bayi mereka adalah bayi pewaris kerajaan Haryono . Dan masih banyak lagi berita lain seputar bayi mereka yang kini bahkan masih berada dalam kandungan .
Geby mendengus ... " Pasti Pak Bos dan Bu Bos semalam habis gelut nih , makanya kesiangan . "
Geby mengetuk pintu kamar bosnya lebih keras dari sebelumnya . " Pak .... Bu .... udah pagi nih , harus siap siap ke Malang . " Teriaknya sekali lagi .
Di dalam kamar , Jackson yang merasa terganggu dengan suara ketukan pintu dari luar akhirnya terbangun .
" Udah gila kali si Gepgep teriak teriak sepagi ini . " Keluh Jackson sambil berjalan untuk membuka pintu .
Ceklek ...
" Gepgep ... kenapa teriak teriak ? Suara kamu itu bisa bangunin burung beo tetangga tau gak . " ucap Jackson .
Pria itu tak menyadari jika kini Ia hanya mengenakan celana pendek saja tanpa baju . Kotak kotak di perutnya terpampang nyata membuat mata Geby tidak berkedip sama sekali.
" Yee ... ni anak di tanyain malah diam ... " gerutu Jackson .
" Hei ..... " Jackson menepuk tangannya tepat di depan wajah Geby .
Geby yang kaget sontak saja menjawab asal pertanyaan bosnya . " Emm burungnya barusan udah bangun kok Pak . " Jawabnya dengan cepat .
" Hahh ?? " Jackson tak mengerti maksud Geby .
" Maksudmu apa ? "
Cinta ikut terbangun karena mendengar suara Jackson .
" Siapa sayang ? Masih pagi kok udah berisik sih . " tanyanya dengan suara masih serak.
" Nih si Gepgep masih mimpi kali nih . " teriak Jackson yang masih berdiri di depan pintu .
" Maap maap Pak .. hehehe ... saya cuma mau bangunin Bapak sama Ibu aja . Pagi ini kan kita harus ke Malang . " jawab Geby setelah Ia berhasil mengumpulkan kesadarannya .
" Malang ? " kening Jackson mengernyit .
" Astaga .... benar juga . " lanjutnya lalu menutup pintu dan kembali masuk ke dalam kamar untuk membangunkan istrinya .
" Lumayanlah ... pagi pagi dapat asupan pemandangan indah . " batin Geby riang . Ia segera menuju meja makan memastikan sarapan untuk kedua bosnya sudah siap .
.
.
.
.
.
.
"Di mana ada cinta yang besar, selalu ada keajaiban." - Willa Cather
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1