
Jackson segera menaiki taksi yang baru saja berhenti tepat di depannya . Setelah memberi tahu tujuannya yang tak lain adalah apartemen Cinta , Jackson merogoh sakunya mencari ponsel miliknya .
Namun sayang ponsel itu tak dapat Ia temukan . Ia ingin menghubungi Cinta dan juga Adit atau sahabatnya yang lain .
Ia masih bingung bagaimana bisa ini semua terjadi . " Yang pasti ini semua rencana Hesti . " Batin Jackson .
Jackson yang sibuk dengan pemikirannya tak meyadari jika taksi telah berhenti di depan lobby apartemen milik calon istrinya .
Dengan berlari Ia memasuki lift . Saat sampai di lantai tujuan , Jackson melanjutkan larinya menuju unit apartemen milik Cinta .
Sungguh Jackson sangat bersyukur karena dugaannya benar , Cinta berada di sana .
Ia lantas masuk kedalam kamar dan terkejut melihat Cinta yang tengah berkemas .
" Sayang apa yang kamu lakukan ? " tanyanya dengan panik .
Cinta tak menjawab bahkan tidak menatap Jackson sama sekali .
Cinta hanya fokus terus mengepak barang barangnya yang ada di atas meja riasnya .
" Sayang , ku mohon dengarkan aku dulu . Aku bisa menjelaskan semuanya . " Ucap Jackson yang masih tak mendapat tanggapan dari Cinta .
Jackson mencoba menghentikan Cinta dengan memegang tangannya .
" Lepaskan tanganku. Jangan pernah menyentuhku . " Ucap Cinta tanpa menoleh atau menatap Jackson sama sekali .
" Sayang aku di jebak oleh Hesti . Sungguh aku tidak tahu mengapa aku bisa berada di tempat itu bersamanya . "
Cinta hanya menampilkan senyum smirknya .
" Sayang , ku mohon jangan seperti ini . Ayo kita bicarakan baik baik . Kumohon sayang . " Pinta Jackson dengan memelas .
Cinta menghela napas berat , Ia berhenti memasukkan barangnya ke dalam tas dan duduk di kursi yang ada di meja rias .
Cinta menunduk , Jackson sangat yakin jika wanita itu kini menangis . Terlihat dari pundaknya yang kini bergetar .
" Sayang , " jackson mencoba kembali menyentuh pundak Cinta .
Namun sayang , Cinta menepis tangan Jackson .
" Sudahlah . Aku melihat semuanya . " Ucap Cinta lirih .
" Tapi sayang itu tidak seperti apa yang kamu bayangkan . " Bela Jackson .
" Lalu aku harus membayangkan apa ? Katakan padaku Jackson . Katakan padaku , apa aku harus membayangkan jika tadi yang ku lihat kamu sedang bersama sahabatmu seperti katamu padaku ? Apa aku harus mengabaikan wanita yang kulihat berada di pangkuanmu dengan keadaan kalian yang .... ahhh sudahlah . " Cinta berusaha meredam emosinya .
" Bukan begitu sayang , tapi ........ "
Ucapan Jackson dihentikan oleh Cinta .
__ADS_1
" Tapi apa ? Katakan padaku apa yang dilakukan sepasang pria dan wanita yang nyaris tanpa busana berduaan di dalam kamar hotel ? Katakan padaku , hah ? "
Cinta tidak bisa lagi menahannya , kini emosinya seakan meledak ledak .
" Lalu dimana ketiga sahabatmu ? Katamu kalian akan pergi bersama , dimana mereka ? Jawab aku . " Lanjut Cinta .
Jackson kini menyadari awal mula kesalahannya dimana .
Andai saja dia tidak berbohong pada Cinta dan tidak menyetujui bujukan sahabatnya maka ini tak akan terjadi .
" Sayang maafkan aku , aku jujur telah berbohong padamu . Aku, Adit , Ray , dan Marvel tadi pergi ke club . Maaf aku tak jujur karena ku tahu kamu tak menyukainya . Tapi soal bagaimana aku bisa berakhir bersama wanita itu aku juga tak tahu sayang. Aku berani sumpah . " Ucap Jackson jujur .
Namun apalah arti kejujuran Jackson saat ini . Disaat Cinta sudah melihat sendiri apa yang terjadi antara dirinya dan Hesti , sungguh bukan perkara mudah bagi Cinta untuk menerima dan melupakan masalah itu begitu saja .
Apa lagi Cinta memiliki kenangan buruk masa lalu tentang penghianatan kakak iparnya yang menjadi awal mula masalah yang menimpa keluarganya dulu .
Cinta tak bisa lagi berkomentar apa apa . Hatinya yang sudah hancur melihat sang calon suami bercumbu dengan wanita lain , semakin di patahkan dengan kebohongan yang dilakukan pria itu .
Cinta kembali memasukkan barang barang ke dalam tasnya .
" Sayang ku mohon hentikan . Ku mohon pikirkan semuanya dengan kepala dingin . Aku yakin saat ini kamu emosi , jangan sampai karena emosi menghancurkan hubungan kita . "
Ucap Jackson lembut .
Cinta berbalik menatap Jackson .
" Emosi menghancurkan hubungan kita katamu " , Cinta mengulang ucapan Jackson .
Jackson mengusap wajahnya dengan kasar.
Ia yakin hubungannya dengan Cinta akan bermasalah dan lebih parahnya jika Cinta akan meminta berpisah .
" Kalau begitu ayo kita perbaiki sayang . Maafkan aku , aku janji tidak akan berbohong lagi padamu . Aku janji . Tolong ingatlah pernikahan kita yang tersisa beberapa hari lagi . " Jackson berusaha meyakinkan Cinta .
Bersamaan dengan Cinta yang telah selesai mengepak barangnya , Ia lantas keluar dari kamar sambil mendorong koper dan membawa sebuah tas besar .
Jackson terus mengikuti Cinta , yang hendak keluar dari apartemen .
" Sayang berhenti . " Cegahnya , namun tangannya di tepis oleh Cinta .
" Sayang kumohon berhenti . "
" Sayang janganlah seperti ini , ayo kita bicarakan baik baik . "
Semua ucapan Jackson di abaikan oleh Cinta hingga mereka berdua tiba di depan lift .
" Cinta Shameera . " Panggil Jackson .
Lalu pria itu mendekap Cinta dengan sangat erat . Ia tak akan bisa jika harus kehilangan Cinta .
__ADS_1
Bagaimana bisa dirinya bertahan jika kehilangan wanita yang memiliki seluruh hatinya .
Cinta menumpahkan semua tangisannya dalam dekapan Jackson . Hati wanita itu rasanya tak sanggup jika harus berpisah dengan pria yang sedang memeluknya , tapi mengingat semua kejadian tadi membuat Cinta merasa tak akan mampu bertahan disisinya karena akan terus membayangkan apa yang dilihatnya tadi .
Cinta melepaskan pelukan Jackson .
" Lupakan semuanya , aku , hubungan kita , rencana pernikahan kita . Mulailah kembali kehidupanmu sesuai dengan yang kamu inginkan tanpa aku ada di sana . " Ucap Cinta .
" Sampaikan permohonan maafku pada Mami dan Papi . Ku mohon lepaskan aku , hanya itu satu satunya cara agar aku berhenti merasakan rasa sakit ini . " Lanjutnya .
Cinta segera masuk ke dalam lift dan meninggalkan Jackson yang hanya bisa menatapnya .
Ucapan Cinta barusan membuatnya diam terpaku . Apa yang Ia lakukan malam ini sungguh menyakiti perasaan wanita yang Ia cintai itu . Dan menyakiti Cinta adalah hal yang sangat terlarang baginya .
Ia akhirnya membiarkan Cinta pergi . Ia hanya bisa menatap kepergian wanita itu dengan mata yang berkaca kaca .
Setelah lift tertutup , Ia melihat sesuatu yang di letakkan Cinta di tangannya saat akan pergi . Dan ternyata itu adalah cincin pertunangan mereka .
Jackson kembali ke dalam kamar di apartemen Cinta . Ia duduk di tepi tempat tidur , dan membaca sebuah kertas yang ada di atas nakas.
Setelah membaca itu , Jackson tak bisa lagi menahan air matanya . Di kertas itu terdapat nama beserta alamat orang orang yang akan dikirimkan undangan pernikahan mereka . Dan yang semakin membuat Jackson bersedih karena di sana juga ada sebuah kertas yang isinya membuat Jackson tahu jika mulai hari ini Cinta telah berhenti bekerja sesuai dengan permintaannya .
" Sayang... maafkan aku ... " ucap Jackson walau tak ada orang lain yang mendengarnya .
Kini Jackson hanya bisa berharap jika Cinta pulang ke rumah orang tuanya dan menenangkan dirinya .
Setelah tenang Ia akan mencoba bicara lagi dengannya .
" Semoga aku tidak akan kehilanganmu untuk selamanya , karena untuk membayangkan hidupku tanpamu saja aku tak sanggup . " Batin Jackson .
.
.
.
.
.
" Kupikir kita adalah bisa menyempurnakan satu sama lain. Namun, di dunia ini tak ada yang sempurna." (Rachel Higginson)
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue