
( Flashback 2 hari yang lalu )
Setelah mengantar Cinta ke kantornya , Jackson segera melajukan mobil ke perusahaan miliknya .
Hatinya tidak tenang , Ia merasa jika harus melakukan sesuatu . Bisa bisa Ia gagal bertunangan dengan Cinta .
Hesti sekertaris Jackson yang genit itu , awalnya memiliki rencana menggoda bosnya hari itu .
Ia sudah siap dengan setelan kantornya yang seksi , make up dan riasan bibirnya yang Ia buat semenggoda mungkin .
Namun niatnya harus Ia urungkan saat melihat raut wajah bosnya yang tidak bersahabat .
Jackson meminta Hesti agar memanggil Adit keruangannya .
Tak lama masuklah Hesti dan Adit bersamaan .
" Permisi Pak , ini Pak Adit sudah disini . " Ucap Hesti dengan nada manjanya .
Tanpa menoleh Jackson hanya berdeham , Ia sedang fokus pada ponselnya .
Adit sudah duduk di kursi depan meja Jackson sementara Hesti masih setia berdiri .
Setelah selesai dengan ponselnya Jackson melihat ke arah Hesti , " kamu ngapain masih disini . Saya hanya memanggil Adit . Sana lanjutkan pekerjaanmu . " Perintah Jackson yang segera dilaksanakan Hesti . Gagal lagi deh rencananya untuk mengetahui apa masalah Bosnya itu .
Jackson menceritakan pada Adit permasalahannnya . Adit tertawa lalu berkomentar .
" Ya iyalah Cinta ragu. Harusnya lu berinisiatif ngomong ke orang tuanya juga dong . Kalau hanya ke Cinta bisa aja dia merasa lu Gak serius soal bertunangan. Tapi tujuan lu hanya karena ingin meredam gosip . " Ujar Adit .
Benar juga ucapan Adit , pikir Jackson .
Ia segera meminta Adit menyiapkan tiket pesawat ke Malang saat itu juga .
Dan benar saja, tepat saat jam makan siang Jackson sudah tiba di Malang. Kali ini dia menemui kedua orang tua Cinta di kedai makan milik mereka .
Sebelum memulai obrolan , terlebih dahulu Jackson dihidangkan makanan untuk makan siang Jackson yang sudah telat .
Sstelah itu barulah Jackson mengutarakan maksudnya untuk mengajak Cinta bertunangan .
Termasuk Ia menceritakan juga tentang insiden gosip yang jadi awal dari ini semua .
Kedua orang tua Cinta memberi restu tapi tetap dengan catatan Cinta sendiri yang menginginkannya .
Ayah Cinta berkata semua keputusan ada pada putrinya . Tapi dia menaruh harapan besar pada Jackson untuk membawa Cinta keluar dari rasa takutnya untuk menjalani hubungan yang lebih serius lagi .
Jackson menyetujuinya , Ia bahkan meminta orang tua Cinta untuk merahasiakan kunjungannya kali ini .
Ia ingin Cinta menerimanya tanpa ada paksaan atau hanya karena mendengar pendapat orang lain . Ia ingin semuanya berasal dari hati Cinta .
Bunda lalu memberi Ide pada Jackson untuk sedikit menjaga jarak dari Cinta . Selain memberinya waktu lebih banyak untuk memikirkan ini , sepertinya Cinta butuh sedikit motivasi agar bisa melihat lebih dalam pada hatinya . Apa sebenarnya yang Ia rasakan dan Ia inginkan .
Cukup lama Jackson berada di kedai milik orang tua Cinta . Ia akhirnya pamit untuk langsung berangkat ke bandara lagi bersamaan dengan orang tua Cinta menutup kedai mereka .
Jackson kembali ke Jakarta dengan perasaan lega karena sudah mendapat restu . Dan juga Ia berharap Cinta segera sadar dengan perasaannya .
( Flashback Off )
Cinta segera turun dari taksi yang membawanya menuju apartemen Jackson .
Dengan langkah yang Ia percepat Cinta segera menuju unit apartemen Jackson yang berada di lantai 12 .
Hanya ada 4 unit di lantai ini karena setiap unitnya memiliki ukuran yang sangat luas .
Ting ... tong... Cinta memencet bel namun tak ada jawaban sama sekali dari dalam .
Sekali lagi Cinta menekan bel , lalu akhirnya terdengar suara pintu dibuka .
" Sayang . " sapa Jackson tetap lembut .
Cinta tak menjawab hanya saja Ia langsung berhambur memeluk Jackson .
Jackson sebenarnya merasa canggung karena saat ini Cinta memeluknya saat mereka masih berada di depan pintu , bisa saja orang lain lewat dan melihat mereka berdua .
Ia membalas pelukan Cinta , lalu menuntunnya untuk masuk ke dalam tanpa melepaskan pelukan mereka .
Cinta mendongakkan kepalanya yang semula bersandar di dada bidang Jackson .
Cinta menatap dalam wajah bingung kekasihnya .
Lalu dengan berani Ia lebih dulu mengecup bibir Jackson .
Tanpa pikir panjang kecupan Cinta di sambut baik oleh Jackson . Sehingga kini mereka berdua saling \*\*\*\*\*\*\* dengan posisi masih berdiri dan bersandar di balik pintu .
Merasa sudah terengah - engah , akhirnya mereka melepaskan tautan bibir keduanya .
Kembali Cinta menyandarkan kepalanya di dada bidang Jackson .
Jackson menuntun Cinta kini untuk duduk bersampingan di sofa .
__ADS_1
Mereka berdua masih saling diam , dengan Cinta tetap berada dalam rangkulan Jackson dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Jackson .
" Jackson... apa kamu benar benar mencintaiku ? " tanya Cinta tanpa menatap Jackson .
Jackson bingung dengan pertanyaan Cinta . Ia memegang dagu Cinta dan menengadahkan kepala Cinta agar menatap padanya .
" Kamu masih bertanya tentang hal itu . Tentu saja aku mencintaimu . " Jawab Jackson .
" Dan berhenti memanggil namaku. Bukankah perjanjiannya kamu akan memanggilku sayang . " Lanjut Jackson .
" Maaf sayang . Maafkan aku . " Ucap Cinta dengan raut wajah sedih .
" Hei.... jangan sedih . Kalau begitu panggillah aku sesukamu . "
Jackson berharap dengan begitu Cinta tidak akan menampakkan lagi wajah sedihnya .
" Bukan karena itu . Aku minta maaf karena aku sudah membuatmu menunggu mengenai pertunangan kita . Harusnya aku tahu betapa besar cintamu padaku . " Ujar Cinta .
" Tak apa . Kamu pantas untuk aku tunggu . Lagian perihal pertunangan bukan hanya mempertimbangkan besar rasa cintaku padamu . Tapi juga besarnya rasa cintamu padaku . " Jelas Jackson .
Cinta kini sudah terisak karena ucapan Jackson. Betapa pengertiannya pria ini , batin Cinta .
Cinta kembali megecup bibir Jackson lebih dulu. Hanya kecupan singkat saja .
" Aku terima . Aku mau bertunangan denganmu . " Ucap Cinta dengan yakinnya .
Jackson tertegun dengan pernyataan Cinta barusan .
Ia bahkan mengubah posisi duduknya menjadi berhadapan dengan Cinta .
" Kamu gak bercanda kan sayang ? " Tanya Jackson .
Cinta kembali mendekat ke arah Jackson lalu kembali mengecup bibir Jackson sekilas . Saat akan mundur kembali untuk duduk , Jackson menarik tubuh Cinta hingga kini Ia berada di pangkuan Jackson .
Tak ada penolakan dari Cinta .
" Aku serius . Aku mau kita bertunangan . Aku ingin kamu hanya menjadi milikku seorang . " Ucap Cinta .
Entah gejolak apa yang ada di dalam dirinya sekarang . Ia hanya merasa sangat nyaman berada dalam dekapan pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya .
" Terimakasih sayang . Aku memang hanya milikmu . Hatiku hanya milikmu . Kita akan bertunangan dan semua orang akan tahu jika aku memiliki dirimu , wanita yang sangat luar biasa . " Banyak pujian yang diberikan Jackson pada Cinta . Sebelum akhirnya Ia menyatukan bibir mereka .
Tak ada lagi kecupan singkat . Yang ada mereka kini saling \*\*\*\*\*\*\* , membelit memberi kehangatan lewat ciuman yang sama sama menuntut .
" Aku sangat mencintaimu . " Bisik Jackson tepat di telinga Cinta .
Rasa geli yang Cinta rasakan sangat berbeda . Yang ini mampu membuat dirinya mendongakkan kepalanya sehingga memberi Jackson akses lebih untuk mengeksplor leher jenjang kekasihnya .
Jejak jejak sudah tak bisa terelakkan lagi . Kini hal itu menghiasi leher putih Cinta .
" Sayang sepertinya kamu sangat terburu buru datang kemarin, sampai tak sadar kamu masih memakai piyama mu . " Ledek Jackson .
Cinta segera turun dari pangkuan Jackson dan berdiri kemudian melihat tampilan dirinya .
Dan benar saja . Ia masih memakai setelan piyama berbahan satinnya .
Tadi saat akan berangkat Cinta memang hendak mengganti baju , hanya saja karena takut terlambat Ia hanya mengambil sweter rajut dan memakainya di luar piyama yang Ia kenakan .
Hanya memakai sendal jepit , tanpa membawa tas dan barang lainnya . Hanya ponsel dan dompet saja .
__ADS_1
" Untung aku gak di kira gembel sama security bisa bisa aku gak di bolehin masuk ke apartemen ini . " Ucap Cinta pada dirinya sendiri setelah menyadari tampilannya .
Jackson hanya tertawa melihat tingkah kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya .
" Ya udah tidur yuk . Udah malam nih. " Ajak Jackson .
Cinta mengangguk lalu berjalan ke arah pintu keluar sedangkan Jackson malah berjalan ke arah kamar .
" Sayang kamu mau kemana ? " Ucap Jackson menghentikan langkah Cinta .
" Pulang . Kan katanya udah mau tidur . " Jawab Cinta polos .
Jackson berbalik dan mendekat ke Cinta .
" Maksud aku kamu tidur disini saja . Gak usah pulang . Udah malam , aku juga udah ngantuk . Memang kamu tega biarin aku nyetir sambil ngantuk . " Bujuk Jackson .
" Ya kamu gak perlu antarin aku pulang . Aku naik taksi lagi aja . " Jawab Cinta .
Jackson memutar otaknya untuk memberi alasan lain agar Cinta mau menginap bersamanya .
" Tapi aku gak setuju kamu naik taksi malam malam gini . Pokoknya kamu nginap sini saja . Aku janji gak akan macam macam. Kamu percaya aku kan ? " bujuk Jackson lagi .
Cinta berpikir sejenak kemudian mengangguk .
" Janji yah gak macam macam . Kamu udah janji untuk jagain aku kan . " Ucap Cinta kembali memperingatkan Jackson .
" Iya iya sayang . Aku janji . Lagian yang dari tadi mulai cium duluan siapa . " Ledek Jackson .
Wajah Cinta sontak merona karena malu .
Ia kemudian melangkahkan kakinya melewati Jackson menuju kamar , disusul Jackson dibelakangnya sambil cekikikan .
Cinta segera merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan meletakkan guling di tengah tengah sebagai pembatas antara dirinya dan Jackson yang kini sudah ikut naik ke tempat tidur .
Jackson segera berbaring dan memindahkan guling yang jadi pembatas . Cinta hendak protes tapi Ia segara di hentikan karena Jackson sudah menarik dirinya dalam dekapan pria itu .
Kini Cinta berbaring dengan lengan Jackson sebagai bantalnya . Sesekali Jackson mengecup bibir Cinta .
Dengan perlahan mulai membuka kancing piyama yang digunakan Cinta .
" Sayang, ingat janjimu . " Seru Cinta .
" Ya aku ingat. Janjiku untuk menjaga yang di bawah. Untuk yang di atas bolehlah sayang , please. " Ucap Jackson .
Cinta akhirnya pasrah saja . Malam itu untuk pertama kalinya Cinta tidur bersama seorang pria .
Syukurnya Jackson menepati janjinya . Saat bangun di pagi hari , Cinta mendapati pakaiannya bagian bawah masih utuh tak tersentuh . Tapi tidak dengan pakaian bagian atas , sudah terbuka dan bisa Cinta lihat dengan jelas jejak jejak kemerahan di dadanya .
" Dasar Jackson , mahir sekali Ia menggoda wanita . Aku bahkan takluk sama semua yang ada pada dirinya . " Batin Cinta .
.
.
.
.
.
" Ketika kamu jatuh cinta pada seseorang dengan apa adanya, segala sesuatu tentang dia menjadi indah. "
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue
\*\*\*\* terimakasih readers tersayang sudah setia dengan kisah Cinta dan Jackson . Aku harap bisa menghibur kalian , menjauhkan ke gabutan dari kalian semua . Jangan lupa like dan komentar kalian yah.. juga beri rating cerita ini dong , tolongin yah yah yah yah 😉😉😉 terimakasih . Stay healthy , salam ❤ \*\*\*\*