Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 44. Keputusan Cinta


__ADS_3

( Flashback 2 hari yang lalu )


Setelah mengantar Cinta ke kantornya , Jackson segera melajukan mobil ke perusahaan miliknya .


Hatinya tidak tenang , Ia merasa jika harus melakukan sesuatu . Bisa bisa Ia gagal bertunangan dengan Cinta .


Hesti sekertaris Jackson yang genit itu , awalnya memiliki rencana menggoda bosnya hari itu .


Ia sudah siap dengan setelan kantornya yang seksi , make up dan riasan bibirnya yang Ia buat semenggoda mungkin .


Namun niatnya harus Ia urungkan saat melihat raut wajah bosnya yang tidak bersahabat .


Jackson meminta Hesti agar memanggil Adit keruangannya .


Tak lama masuklah Hesti dan Adit bersamaan .


" Permisi Pak , ini Pak Adit sudah disini . " Ucap Hesti dengan nada manjanya .


Tanpa menoleh Jackson hanya berdeham , Ia sedang fokus pada ponselnya .


Adit sudah duduk di kursi depan meja Jackson sementara Hesti masih setia berdiri .


Setelah selesai dengan ponselnya Jackson melihat ke arah Hesti , " kamu ngapain masih disini . Saya hanya memanggil Adit . Sana lanjutkan pekerjaanmu . "  Perintah Jackson yang segera dilaksanakan Hesti . Gagal lagi deh rencananya untuk mengetahui apa masalah Bosnya itu .


Jackson menceritakan pada Adit permasalahannnya . Adit tertawa lalu berkomentar .


" Ya iyalah Cinta ragu. Harusnya lu berinisiatif ngomong ke orang tuanya juga dong . Kalau hanya ke Cinta bisa aja dia merasa lu Gak serius soal bertunangan. Tapi tujuan lu hanya karena ingin meredam gosip . " Ujar Adit .


Benar juga ucapan Adit , pikir Jackson .


Ia segera meminta Adit menyiapkan tiket pesawat ke Malang saat itu juga .


Dan benar saja, tepat saat jam makan siang Jackson sudah tiba di Malang. Kali ini dia menemui kedua orang tua Cinta di kedai makan milik mereka .


Sebelum memulai obrolan , terlebih dahulu Jackson dihidangkan makanan untuk makan siang Jackson yang sudah telat .


Sstelah itu barulah Jackson mengutarakan maksudnya untuk mengajak Cinta bertunangan .


Termasuk Ia menceritakan juga tentang insiden gosip yang jadi awal dari ini semua .


Kedua orang tua Cinta memberi restu tapi tetap dengan  catatan Cinta sendiri yang menginginkannya .


Ayah Cinta berkata semua keputusan ada pada putrinya . Tapi dia menaruh harapan besar pada Jackson untuk membawa Cinta keluar dari rasa takutnya untuk menjalani hubungan yang lebih serius lagi .


Jackson menyetujuinya , Ia bahkan meminta orang tua Cinta untuk merahasiakan kunjungannya kali ini .


Ia ingin Cinta menerimanya tanpa ada paksaan atau hanya karena mendengar pendapat orang lain . Ia ingin semuanya berasal dari hati Cinta .


Bunda  lalu memberi Ide pada Jackson untuk sedikit menjaga jarak dari Cinta . Selain memberinya waktu lebih banyak untuk memikirkan ini , sepertinya Cinta butuh sedikit motivasi agar bisa melihat lebih dalam pada hatinya . Apa sebenarnya yang Ia rasakan dan Ia inginkan .


Cukup lama Jackson berada di kedai milik orang tua Cinta . Ia akhirnya pamit untuk langsung berangkat ke bandara lagi bersamaan dengan orang tua Cinta menutup kedai mereka .


Jackson kembali ke Jakarta dengan perasaan lega karena sudah mendapat restu . Dan juga Ia berharap Cinta segera sadar dengan perasaannya  .


( Flashback Off )




Cinta segera turun dari taksi yang membawanya menuju apartemen Jackson .



Dengan langkah yang Ia percepat Cinta segera menuju unit apartemen Jackson yang berada di lantai 12 .



Hanya ada 4 unit di lantai ini karena setiap unitnya memiliki ukuran yang sangat luas .



Ting ... tong... Cinta memencet bel namun tak ada jawaban sama sekali dari dalam  .



Sekali lagi Cinta menekan bel , lalu akhirnya terdengar suara pintu dibuka .



" Sayang . " sapa Jackson tetap lembut .



Cinta tak menjawab hanya saja Ia langsung berhambur memeluk Jackson .



Jackson sebenarnya merasa canggung karena saat ini Cinta memeluknya saat mereka masih berada di depan pintu , bisa saja orang lain lewat dan melihat mereka berdua .



Ia membalas pelukan Cinta , lalu menuntunnya untuk masuk ke dalam tanpa melepaskan pelukan mereka .



Cinta mendongakkan kepalanya yang semula bersandar di dada bidang Jackson .



Cinta menatap dalam wajah bingung kekasihnya .


Lalu dengan berani Ia lebih dulu mengecup  bibir Jackson .



Tanpa pikir panjang kecupan Cinta di sambut baik oleh Jackson . Sehingga kini mereka berdua saling \*\*\*\*\*\*\* dengan posisi masih berdiri dan bersandar di balik pintu .


Merasa sudah terengah - engah , akhirnya mereka melepaskan tautan bibir keduanya .



Kembali Cinta menyandarkan kepalanya di dada bidang Jackson .



Jackson menuntun Cinta kini untuk duduk bersampingan di sofa .

__ADS_1



Mereka berdua masih saling diam , dengan Cinta tetap berada dalam rangkulan Jackson dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Jackson .



" Jackson... apa kamu benar benar mencintaiku ? " tanya Cinta tanpa menatap Jackson .



Jackson bingung dengan pertanyaan Cinta . Ia memegang dagu Cinta dan menengadahkan kepala Cinta agar menatap padanya .



" Kamu masih bertanya tentang hal itu . Tentu saja aku mencintaimu . " Jawab Jackson .



" Dan berhenti memanggil namaku. Bukankah perjanjiannya kamu akan memanggilku sayang . " Lanjut Jackson .



" Maaf sayang  . Maafkan aku . " Ucap Cinta dengan raut wajah sedih .



" Hei.... jangan sedih . Kalau begitu panggillah aku sesukamu . "


Jackson berharap dengan begitu Cinta tidak akan menampakkan lagi wajah sedihnya .



" Bukan karena itu . Aku minta maaf karena aku sudah membuatmu menunggu mengenai pertunangan kita . Harusnya aku tahu betapa besar cintamu padaku . " Ujar Cinta .



" Tak apa . Kamu pantas untuk aku tunggu . Lagian perihal pertunangan bukan hanya mempertimbangkan  besar rasa cintaku padamu . Tapi juga besarnya rasa cintamu padaku . " Jelas Jackson .



Cinta kini sudah terisak karena ucapan Jackson. Betapa pengertiannya pria ini , batin Cinta .



Cinta kembali megecup bibir Jackson lebih dulu. Hanya kecupan singkat saja .



" Aku terima . Aku mau bertunangan denganmu . " Ucap Cinta dengan yakinnya .



Jackson tertegun dengan pernyataan Cinta barusan .



Ia bahkan mengubah posisi duduknya menjadi berhadapan dengan Cinta .



" Kamu gak bercanda kan sayang ? " Tanya Jackson .




Cinta kembali mendekat ke arah Jackson lalu kembali mengecup bibir Jackson sekilas . Saat akan mundur kembali untuk duduk , Jackson menarik tubuh Cinta hingga kini Ia berada di pangkuan Jackson .



Tak ada penolakan dari Cinta .


" Aku serius . Aku mau kita bertunangan . Aku ingin kamu hanya menjadi milikku seorang . " Ucap Cinta .



Entah gejolak apa yang ada di dalam dirinya sekarang . Ia hanya merasa sangat nyaman berada dalam dekapan pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya .



" Terimakasih sayang . Aku memang hanya milikmu . Hatiku hanya milikmu  . Kita akan bertunangan dan semua orang akan tahu jika aku memiliki dirimu , wanita yang sangat luar biasa . " Banyak pujian yang diberikan Jackson pada Cinta . Sebelum akhirnya Ia menyatukan bibir mereka .



Tak ada lagi kecupan singkat . Yang ada mereka kini saling \*\*\*\*\*\*\* , membelit  memberi kehangatan lewat ciuman yang sama sama menuntut .



" Aku sangat mencintaimu . " Bisik Jackson tepat di telinga Cinta . 



Rasa geli yang Cinta rasakan sangat berbeda . Yang ini mampu membuat dirinya mendongakkan kepalanya sehingga memberi Jackson akses lebih untuk mengeksplor leher jenjang kekasihnya .



Jejak jejak sudah tak bisa terelakkan lagi . Kini hal itu menghiasi leher putih Cinta .



" Sayang sepertinya kamu sangat terburu buru datang kemarin, sampai tak sadar kamu masih memakai piyama mu . "  Ledek Jackson .



Cinta segera turun dari pangkuan Jackson dan berdiri kemudian melihat tampilan dirinya .



Dan benar saja . Ia masih memakai setelan piyama berbahan satinnya .



Tadi saat akan berangkat Cinta memang hendak mengganti baju , hanya saja karena takut terlambat Ia hanya mengambil sweter rajut dan memakainya di luar piyama yang Ia kenakan .



Hanya memakai sendal jepit , tanpa membawa tas  dan barang lainnya . Hanya ponsel dan dompet saja .

__ADS_1



" Untung aku gak di kira gembel sama security   bisa bisa aku gak di bolehin masuk ke apartemen ini . " Ucap Cinta pada dirinya sendiri setelah menyadari tampilannya .



Jackson hanya tertawa melihat tingkah kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya .



" Ya udah tidur yuk . Udah malam nih. " Ajak Jackson .



Cinta mengangguk lalu berjalan ke arah pintu keluar sedangkan Jackson malah berjalan ke arah kamar .



" Sayang kamu mau kemana ? " Ucap Jackson menghentikan langkah Cinta .



" Pulang . Kan katanya udah mau tidur . " Jawab Cinta polos .



Jackson berbalik dan mendekat ke Cinta .


" Maksud aku kamu tidur disini saja . Gak usah pulang . Udah malam , aku juga udah ngantuk . Memang kamu tega biarin aku nyetir sambil ngantuk . " Bujuk Jackson .



" Ya kamu gak perlu antarin aku pulang . Aku naik taksi lagi aja . " Jawab Cinta .



Jackson memutar otaknya untuk memberi alasan lain agar Cinta mau menginap bersamanya .



" Tapi aku gak setuju kamu naik taksi malam malam gini . Pokoknya kamu nginap sini saja . Aku janji gak akan macam macam. Kamu percaya aku kan ? " bujuk Jackson lagi .



Cinta berpikir sejenak kemudian mengangguk .


" Janji yah gak macam macam . Kamu udah janji untuk jagain aku kan . " Ucap Cinta kembali memperingatkan Jackson .



" Iya iya sayang . Aku janji . Lagian yang dari tadi mulai cium duluan siapa . " Ledek Jackson .



Wajah Cinta sontak merona karena malu .


Ia kemudian melangkahkan kakinya melewati Jackson menuju kamar , disusul Jackson dibelakangnya sambil cekikikan .



Cinta segera merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan meletakkan guling di tengah  tengah sebagai pembatas antara dirinya dan Jackson yang kini sudah ikut naik ke tempat tidur .



Jackson segera berbaring dan memindahkan guling yang jadi pembatas . Cinta hendak protes tapi Ia segara  di hentikan karena Jackson sudah menarik dirinya dalam dekapan pria itu .



Kini Cinta berbaring dengan lengan Jackson sebagai bantalnya . Sesekali Jackson mengecup bibir Cinta .



Dengan perlahan mulai membuka kancing piyama yang digunakan Cinta .



" Sayang, ingat janjimu . " Seru Cinta .



" Ya aku ingat. Janjiku untuk menjaga yang di bawah. Untuk yang di atas bolehlah sayang , please. " Ucap Jackson .



Cinta akhirnya pasrah saja . Malam itu untuk pertama kalinya Cinta tidur bersama seorang pria .



Syukurnya Jackson menepati janjinya . Saat bangun di pagi hari , Cinta mendapati pakaiannya bagian bawah masih utuh tak tersentuh . Tapi tidak dengan pakaian bagian atas  , sudah terbuka dan bisa Cinta lihat dengan jelas jejak jejak kemerahan di dadanya .



" Dasar Jackson , mahir sekali Ia menggoda wanita . Aku bahkan takluk sama semua yang ada pada dirinya . " Batin Cinta .



.


.


.


.


.


" Ketika kamu jatuh cinta pada seseorang dengan apa adanya, segala sesuatu tentang dia menjadi indah. "


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


\*\*\*\* terimakasih readers tersayang sudah setia dengan kisah Cinta dan Jackson . Aku harap bisa menghibur kalian , menjauhkan ke gabutan dari kalian semua . Jangan lupa like dan komentar kalian yah.. juga beri rating cerita ini dong , tolongin yah yah yah yah 😉😉😉 terimakasih . Stay healthy , salam ❤ \*\*\*\*


__ADS_2