
Sesuai janjinya dengan Emily di telepon , tepat pukul 7 malam Cinta baru bersiap meninggalkan kantornya .
Memang benar jika pekerjaannya menumpuk sangat banyak hingga Ia harus bekerja lembur hari ini . Seandainya bukan karena Emily , mungkin saat ini dia masih betah duduk di depan komputer .
Ketiga sahabatnya sudah pulang lebih dulu .
Wulan akhir akhir ini sibuk dengan Ray yang sejak pertunangan Cinta dan Jackson masih memilih tinggal di Jakarta .
Sedangkan Sofi sepertinya sedang kasmaran . Ia menjadi lebih merawat tubuh dan penampilannya . Kasmaran pada siapa belum ada yang tahu , Sofi belum bercerita .
Sudah ada supir yang menunggui Cinta di parkiran .
Segera setelah Cinta mwngabari jika akan pulang , sang supir segera membawa mobil ke depan lobby tempat Cinta menunggu .
" Pak tolong antarkan ke hotel xxx yah " pinta Cinta .
" Loh Non , bukannya Non harus langsung pulang setelah dari kantor ? " Tanya sang supir yang ternyata anak buah Mike .
" Ini juga saya masih kerja Pak . Saya harus menemui nasabah saya di restauran hotel . "
Cinta mencari cari alasan .
Dan benar saja , 3 menit kemudian Jackson menghubungi ponselnya .
Cinta menatap kagum pada sang supir , cepat juga laporannya pada Jackson .
" Halo sayang " , sapa Jackson lebih dulu saat Cinta menerima panggilannya .
" Ya sayang . " Balas Cinta .
" Katanya kamu mampir ke hotel XXX yah ? "
" Iya , aku ada janjian dengan nasabah. Bentar doang kok. Janjiannya di bagian restauran , aku butuh tanda tangan Ibu itu . "
" Ohh , jadi nasabah kamu perempuan . Kenapa tidak nunggu besok saja sayang . "
" Besok beliau harus ke luar negeri . Jadi kesempatannya hanya malam ini saja . Boleh yah .... gak lama kok . " Pinta Cinta dengan sedikit memelas .
" Aku sebenarnya sudah di jalan pulang ke Jakarta sih. Mungkin 2 - 3 jam lagi sampai ke apartemen kamu . Usahain kamu udah balik sebelum aku sampai yah . "
" Siap bos . " Jawab Cinta segera .
Saat sudah sampai di hotel , ternyata malam itu sedang ada beberapa acara di hotel itu . Jadinya untuk masuk saja mobil harus mengantri .
Cinta melirik jam di pergelangan tangannya , sudah lewat 15 menit dari waktu yang mereka janjikan .
" Pak saya turun disini saja . Bapak parkir aja dulu . Nanti saya hubungin lagi jika sudah selesai . "
Tanpa menunggu jawaban sang supir Cinta segera turun dari mobil .
Anak buah Mike menjadi serba salah , harusnya dia terus mengikuti nona nya , tapi mobilnya kini terjebak di tengah tengah antrian .
Jika mobil Ia tinggalkan maka akan terjadi kemacetan parah .
Anak buah Mike terus saja mencari orang yang mungkin bisa membantunya memarkirkan mobil sehingga Ia bisa lebih cepat menyusul Nonanya di restauran yang tadi Ia sebutkan .
Cinta berjalan dengan tergesa gesa dan sedikit ngos ngosan . Pasalnya jarak dari tempatnya turun tadi lumayan jauh untuk sampai ke lobby .
Ia kini memasuki sebuah restauran yang berada di lantai 3 hotel itu .
Dari kejauhan Ia sudah melihat Emily duduk di salah satu kursi yang ada di sana .
__ADS_1
" Hai Emily , maaf aku terlambat . Di depan macet parah . " Ucap Cinta berbasa basi .
" Tak apa. Aku juga baru saja sampai. Tapi tadi sambil menunggumu aku sudah memesan minuman , tak apa kan ? "
" Tak apa . Kebetulan aku juga sangat haus karena tadi aku berjalan dari pos masuk ke sini . " Jawab Cinta .
" Silahkan diminum kalau begitu . " Ucap Emily ramah .
Tanpa curiga sama sekali Cinta segera meneguk minuman yang telah di siapkan oleh Emily .
" Jadi Emily apa yang ingin kamu sampaikan ? Aku harus segera pulang sebelum Jackson sampai di apartemen . " Ucap Cinta .
" Jadi kalian berdua sudah tinggal bersama ? " Tanya Emily mengulur waktu .
" Tentu saja tidak . Jackson hanya sering mampir ke apartemenku sepulang bekerja . "
Cinta mulai merasa ada yang aneh dengan kepalanya . Rasanya terasa mulai berat dan tiba tiba saja Ia merasa sedikit pusing .
" Ada apa Cinta ? Kamu baik baik saja kan ? " Tanya Emily saat melihat Cinta memijat keningnya .
" Kepalaku tiba tiba pusing . Rasanya tubuhku sangat lemah . " Balas Cinta .
Emily sengaja memasukkan sebuah pil pada minuman Cinta . Pil itu akan membuat Cinta menjadi pusing dan sulit bergerak , tapi tidak akan menghilangkan kesadaran Cinta .
Alasan orang bodoh , menurut Emily . Ada yang mudah malah mencari yang sulit .
" Ayo Cinta , aku akan membawamu ke dokter . " Ucap Emily masih berbohong .
Cinta menerima uluran tangan Emily , kini Emily memapah Cinta dengan susah payah .
Ia memasuli lift lalu menekan angka 7 .
" Kenapa liftnya malah naik ke atas ? " tanya Cinta yang mulai menyadari sepertinya ada yang tak beres .
" Tenanglah. Aku akan membawamu ke tempat yang tepat . " Jawab Emily .
Cinta yang tenaganya semakin melemah hanya bisa pasrah mengikuti Emily memapahnya kemana .
Kini mereka berdua sudah tiba di depan sebuah kamar . Emily mengetuk pintunya dan betapa terkejut Cinta ketika yang membuka pintu itu adalah Ricko .
Cinta kini sudah berpindah dari Emily ke Ricko.
Pria itu menggendong Cinta ala bridal style dan merebahkannya di atas tempat tidur .
__ADS_1
" Selamat bersenang senang . " Ucap Emily sebelum akhirnya pergi meninggalkan kamar hotel .
" Cinta... maafkan aku harus melakukan ini . " Ucap Ricko yang kini duduk di tepi tempat tidur .
" Apa yang akan kamu lakukan padaku Rick ? " Tanya Cinta dengan suara yang semakin melemah .
" Aku hanya ingin memilikimu seutuhnya Cin... aku tahu caraku ini salah , tapi jika ini satu satunya cara agar kamu menjadi milikku maka akan ku lakukan . " Ucap Ricko .
" Aku tak menyangka kamu bertindak sejahat ini padaku . Jika kamu sampai melakukannya padaku , maka lebih baik aku mati dari pada harus hidup dengan mu . " Ucap Cinta dengan sisa sisa tenanganya .
Ucapan Cinta memancing emosi Ricko . Ia segera memaksa untuk mencium bibir Cinta hanya saja dengan semua tenaga yang masih Ia punya , Cinta terus menggerakkan kepalanya menghindari Ricko .
Ricko yang emosi berdiri kemudian memberikan satu tamparan di pipi mulus Cinta .
Air mata sudah mengalir di pipi Cinta tanpa bisa Ia bendung lagi . Tenaganya semakin melemah . Ia berusaha sekuat tenaga menjaga agar dirinya tetap sadar .
Dengan ganasnya Ricko mencengkram dagu Cinta dan memaksa untuk menerima ciuman darinya .
Cinta tetap berusaha menutup mulutnya rapat rapat walau Ricko terus saja menggigit bibirnya sampai mengeluarkan darah .
Air mata terus tumpah dari mata Cinta .
Ricko semakin emosi karena Cinta terus saja bertahan .
Ia lalu mengambil dasi yang sebelumnya Ia kenakan lalu mengikat tangan Cinta ke atas tempat tidur membuat Cinta semakin tak berdaya .
Dalam hatinya Cinta terus berdoa semoga saja ada seseorang yang bisa menolongnya .
Ia merasa sangat menyesal karena telah berbohong pada Jackson . Seandainya saja dia mengikuti kata kata Jackson untuk langsung pulang mungkin Ia tidak akan mengalami hal ini .
Namun itu semua hanyalah penyesalan yang tidak akan bisa membantunya .
Kini cuma doa yang terus Ia panjatkan . Berharap Jackson atau orang lain bisa menolong dirinya .
.
.
.
.
.
"Mencintaimu sudah menjadi pilihan yang buruk bagiku, dan kamu memperparah keadaanku dengan menolak perasaanku."
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue