Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 53 . Jebakan ( Part 2 )


__ADS_3

Sesuai janjinya dengan Emily di telepon , tepat pukul 7 malam Cinta baru bersiap meninggalkan kantornya .


Memang benar jika pekerjaannya menumpuk sangat banyak hingga Ia harus bekerja lembur hari ini . Seandainya bukan karena Emily , mungkin saat ini dia masih betah duduk di depan komputer .


Ketiga sahabatnya sudah pulang lebih dulu .


Wulan akhir akhir ini sibuk dengan Ray yang sejak pertunangan Cinta dan Jackson masih memilih tinggal di Jakarta .


Sedangkan Sofi sepertinya sedang kasmaran . Ia menjadi lebih merawat tubuh dan  penampilannya . Kasmaran pada siapa belum ada yang tahu , Sofi belum bercerita .


Sudah ada supir yang menunggui Cinta di parkiran .


Segera setelah Cinta mwngabari jika akan pulang , sang supir segera membawa mobil ke depan lobby tempat Cinta menunggu .


" Pak tolong antarkan ke hotel xxx yah " pinta Cinta .


" Loh Non , bukannya Non harus langsung pulang setelah dari kantor ? " Tanya sang supir yang ternyata anak buah Mike .


" Ini juga saya masih kerja Pak . Saya harus menemui nasabah saya di restauran hotel . "


Cinta mencari cari alasan .


Dan benar saja , 3 menit kemudian Jackson menghubungi ponselnya .


Cinta menatap kagum pada sang supir , cepat juga laporannya pada Jackson .


" Halo sayang " , sapa Jackson lebih dulu saat Cinta menerima panggilannya .


" Ya sayang . " Balas Cinta .


" Katanya kamu mampir ke hotel XXX yah ? "


" Iya , aku ada janjian dengan nasabah. Bentar doang kok. Janjiannya di bagian restauran , aku butuh tanda tangan Ibu itu . "


" Ohh , jadi nasabah kamu perempuan  . Kenapa tidak nunggu besok saja sayang . "


"  Besok beliau harus ke luar negeri . Jadi kesempatannya hanya malam ini saja . Boleh yah .... gak lama kok . " Pinta Cinta dengan sedikit memelas .


" Aku sebenarnya sudah di jalan pulang ke Jakarta sih. Mungkin 2 - 3 jam lagi sampai ke apartemen kamu . Usahain kamu udah balik sebelum aku sampai yah . "


" Siap bos . " Jawab Cinta segera .




Saat sudah sampai di hotel , ternyata malam itu sedang ada beberapa acara di hotel itu . Jadinya untuk masuk saja mobil harus mengantri .



Cinta melirik jam di pergelangan tangannya , sudah lewat 15 menit dari waktu yang mereka janjikan .



" Pak saya turun disini saja . Bapak parkir aja dulu . Nanti saya hubungin lagi jika sudah selesai . "



Tanpa menunggu jawaban sang supir Cinta segera turun dari mobil .



Anak buah Mike menjadi serba salah , harusnya dia terus mengikuti nona nya , tapi mobilnya kini terjebak di tengah tengah antrian .



Jika mobil Ia tinggalkan maka akan terjadi kemacetan parah .



Anak buah Mike terus saja mencari orang yang mungkin bisa membantunya memarkirkan mobil  sehingga Ia bisa lebih cepat menyusul Nonanya  di restauran yang tadi Ia sebutkan .



Cinta berjalan dengan tergesa gesa dan sedikit ngos ngosan . Pasalnya jarak dari tempatnya turun tadi lumayan jauh untuk sampai ke lobby .



Ia kini memasuki sebuah restauran yang berada di lantai 3 hotel itu .



Dari kejauhan Ia sudah melihat Emily duduk di salah satu kursi yang ada di sana .


__ADS_1


" Hai Emily , maaf aku terlambat . Di depan macet parah . " Ucap Cinta berbasa basi .



" Tak apa. Aku juga baru saja sampai. Tapi tadi sambil menunggumu aku sudah memesan minuman , tak apa kan ? "



" Tak apa . Kebetulan aku juga sangat haus karena tadi aku berjalan dari pos masuk ke sini . " Jawab Cinta .



" Silahkan diminum kalau begitu . " Ucap Emily ramah .



Tanpa curiga sama sekali Cinta segera meneguk minuman yang telah di siapkan oleh Emily .



" Jadi Emily apa yang ingin kamu sampaikan ? Aku harus segera pulang sebelum Jackson sampai di apartemen . " Ucap Cinta .



" Jadi kalian berdua sudah tinggal bersama ? " Tanya Emily mengulur waktu .



" Tentu saja tidak .  Jackson hanya sering mampir ke apartemenku sepulang bekerja . "



Cinta mulai merasa ada yang aneh dengan kepalanya . Rasanya terasa mulai berat dan tiba tiba saja Ia merasa sedikit pusing .



" Ada apa Cinta ? Kamu baik baik saja kan ? " Tanya Emily saat melihat Cinta memijat keningnya .



" Kepalaku tiba tiba pusing . Rasanya tubuhku sangat lemah . " Balas Cinta .



Emily sengaja memasukkan sebuah pil pada minuman Cinta . Pil itu akan membuat Cinta menjadi pusing dan sulit bergerak , tapi tidak akan menghilangkan kesadaran Cinta .




Alasan orang bodoh , menurut Emily . Ada yang mudah malah mencari yang sulit .



" Ayo Cinta , aku akan membawamu ke dokter . " Ucap Emily masih berbohong .



Cinta menerima uluran tangan Emily , kini Emily memapah Cinta dengan susah payah .


Ia memasuli lift lalu menekan angka 7 .


" Kenapa liftnya malah naik ke atas ? " tanya Cinta yang mulai menyadari sepertinya ada yang tak beres .



" Tenanglah. Aku akan membawamu ke tempat yang tepat . " Jawab Emily .



Cinta yang tenaganya semakin melemah hanya bisa pasrah mengikuti Emily memapahnya kemana .



Kini mereka berdua sudah tiba di depan sebuah kamar . Emily mengetuk pintunya dan betapa terkejut Cinta ketika yang membuka pintu itu adalah Ricko .



Cinta kini sudah berpindah dari Emily ke Ricko.



Pria itu menggendong Cinta ala bridal style dan merebahkannya di atas tempat tidur .


__ADS_1


" Selamat bersenang senang . " Ucap Emily sebelum akhirnya pergi meninggalkan kamar hotel .



" Cinta... maafkan aku harus melakukan ini . " Ucap Ricko yang kini duduk di tepi tempat tidur  .



" Apa yang akan kamu lakukan padaku  Rick ? " Tanya Cinta dengan suara yang semakin melemah .



" Aku hanya ingin memilikimu seutuhnya Cin... aku tahu caraku ini salah , tapi jika ini satu satunya cara agar kamu menjadi milikku maka akan ku lakukan . " Ucap Ricko .



" Aku tak menyangka kamu bertindak sejahat ini padaku . Jika kamu sampai melakukannya padaku , maka lebih baik aku mati dari pada harus hidup dengan mu . " Ucap Cinta dengan sisa sisa tenanganya .



Ucapan Cinta memancing emosi Ricko . Ia segera memaksa untuk mencium bibir Cinta hanya saja dengan semua tenaga yang masih Ia punya , Cinta terus menggerakkan kepalanya menghindari Ricko .


Ricko yang emosi berdiri kemudian memberikan satu tamparan di pipi mulus Cinta .



Air mata sudah mengalir di pipi Cinta tanpa bisa Ia bendung lagi . Tenaganya semakin melemah . Ia berusaha sekuat tenaga menjaga agar dirinya tetap sadar .



Dengan ganasnya Ricko mencengkram dagu Cinta dan memaksa untuk menerima ciuman darinya .



Cinta tetap berusaha menutup mulutnya rapat rapat walau Ricko terus saja menggigit bibirnya sampai mengeluarkan darah .



Air mata terus tumpah dari mata Cinta .



Ricko semakin emosi karena Cinta terus saja bertahan .



Ia lalu mengambil dasi yang sebelumnya Ia kenakan lalu mengikat tangan Cinta ke atas tempat tidur  membuat Cinta semakin tak berdaya .



Dalam hatinya Cinta terus berdoa semoga saja ada seseorang yang bisa menolongnya .



Ia merasa sangat menyesal karena telah berbohong pada Jackson . Seandainya saja dia mengikuti kata kata Jackson untuk langsung pulang mungkin Ia tidak akan mengalami hal ini .



Namun itu semua hanyalah penyesalan yang tidak akan bisa membantunya .



Kini cuma doa yang terus Ia panjatkan . Berharap Jackson atau orang lain bisa menolong dirinya .



.


.


.


.


.


"Mencintaimu sudah menjadi pilihan yang buruk bagiku, dan kamu memperparah keadaanku dengan menolak perasaanku."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2