Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 59 . Prioritas


__ADS_3

Pagi ini Jackson bangun lebih dulu dari Cinta . Ia melirik tunangannya yang masih tertidur dengan lelapnya . Dengan lembut Ia kecup kening wanita itu sebelum akhirnya bangun dan menuju kamar mandi .


" Hufftt...  sebulan lagi . Kamu pasti bisa Jackson . Semangat . "


Ucap Jackson menyemangati dirinya sendiri .


Ya benar , walaupun semalam Ia sempat berdebat dan merasa kesal dengan Cinta , tapi sebenarnya Ia merasa sama  saja seperti malam malam sebelumnya.  Jackson tetap harus bekerja lebih ekstra dalam menahan hasratnya saat harus bermalam bersama tunangannya itu .


Cinta sebenarnya sudah bangun lebih dulu dari Jackson , hanya saja Ia pura pura tidur . Ia ingin melihat bagaimana sikap Jackson padanya pagi ini . Pasalnya semalam Jackson sempat pergi saat mereka sedang berdebat , Cinta pikir Jackson pasti marah padanya .


" Syukurlah dia sudah tak marah lagi . " Batin Cinta .


Tepat setelah Jackson menutup pintu kamar mandi , Cinta segera bangun . Ia lantas menuju ke dapur untuk membuat sarapan .


" Eh Cin.. tumben udah bangun ? " tanyanya  Sofi yang terkejut melihat Cinta di dapur .


" Iya , emang biasanya gue bangun jam segini kan . " Jawab Cinta sambil menatap Sofi penuh selidik .


" Yang tumbenan tuh lu . Sepagi ini dan lu udah siap mau berangkat ? " Selidik Cinta .


Wah, Cinta bisa saja tahu rencananya untuk pergi lebih awal .


" Semalam gue tidur awal . Jadinya  tadi  bangun juga lebih pagi . " Jawab Sofi seadanya .


" Ya udah sarapan dulu aja , nih sebentar lagi siap kok . " Balas Cinta .


" Emm gak usah Cin . Gue mau langsung jalan aja . Udah di jemput juga . "


" Upppssss . " Sofi seketika menutup mulutnya dengan kedua tangan saat menyadari jika Ia telah keceplosan .


" Nah lohh... di jemput siapa hayuuu ? " Tanya Cinta makin penasaran .


" Hemm dijemput sama supir taksi online . Yah.. supir taksi online . " Jawab Sofi gelagapan .


" Bener nih ? Kok gue gak yakin yah ? " Ucap Cinta terus menyudutkan Sofi agar mau mengaku .


Tiba - tiba muncullah Jackson yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya .


" Sudahlah sayang ,gak usah diledekin lagi si Sofi . " Ucapnya sambil menghampiri tunangannya dan memberi ciuman di kening Cinta.


" Sofi dijemput Adit . Tadi Adit ngabarin kalau mungkin bakalan telat sampai kantor , mau sarapan bareng calon pacar dulu katanya . " Ucap Jackson sambil menaik turunkan alisnya pada Sofi .


Bukannya menghentikan Cinta meledek Sofi , ternyata Jackson malah ikut ikutan meledek Sofi .


Wajah putih Sofi sudah mulai merona .


" Dasar, pasangan paling jahil . " Gumam Sofi kemudian beranjak keluar dari apartemen .


Cinta meletakkan secangkir kopi di hadapan Jackson yang kini sedang fokus pada tabletnya .


" Minum kopinya dulu sayang , aku siap siap sebentar lalu kita sarapan . " Ucap Cinta dan segera Ia bergegas masuk kembali ke kamar .


Saat sarapan , Jackson tidak lagi membahas soal perdebatan mereka semalam .


Tapi bukannya menenangkan batin Cinta , diamnya Jackson malah membuat Cinta makin merasa bersalah .


Memang benar sih kata Jackson , jika Cinta mulai keteteran untuk membagi waktunya .


" Aku akan pikirkan ulang permintaan Jackson . " Batin Cinta .




Selama di kantor , Cinta terus saja berpikir sebaiknya apa yang Ia pilih .



Karena bimbang , Ia memilih menelepon bundanya untuk menanyakan pendapat beliau .



Cinta menceritakan semuanya . Tentang bagaimana kesibukannya di kantor ,kesibukannya menyiapkan pernikahan , sampai dengan kesibukannya merintis usaha butik  .



" Pikirkan prioritasnya Nduk .... " Begitu kata Bundanya .



" Saat kamu memutuskan untuk menerima lamaran Nak Jackson , kamu harusnya sudah mulai siap menjadikan dia sebagai prioritasmu . Mulailah untuk menuruti perkataannya . Mulailah untuk memperhatikan dia lebih dari sebelumnya . Mulailah lebih menjaga perasaannya . " Nasihat Bundanya .


__ADS_1


Setelah berbicara dengan Bundanya , Cinta semakin yakin dengan keputusannya .



Ia menyadari pekerjaannya ini dulu yang menolong dia dan keluarganya keluar dari masa masa sulit. Tapi itu saat prioritasnya adalah menyelesaikan masalah yang menimpa keluarganya .



Tapi benar kata bunda , kini prioritas Cinta adalah membangun keluarga bersama Jackson . Pria yang mencintainya dan dicintai olehnya . Cinta harus merelakan pekerjaannya .



Wanita itu sudah bertekad akan memperbanyak waktunya untuk menyiapkan pernikahan, dan setelah menikah Ia akan pelan pelan mengembangkan bisnis butik miliknya .



Dengan keyakinan hati , Cinta mulai menuliskan surat pengunduran diri .


Walaupun atasan dan bagian HRD terus saja membujuk Cinta untuk membatalkan keputusan yang telah Ia buat , tetapi Cinta tetap teguh untuk berhenti bekerja .



Hanya saja semua tak semudah yang Ia bayangkan . Ia harus tetap menunggu paling cepat 2 minggu dan paling lama 1 bulan untuk proses  berkas pengunduran dirinya dan untuk mecari penggantinya .



Alhasil , Cinta hanya bisa mendapatkan kebijakan kelonggaran waktu bekerja dengan alasan untuk mengurus persiapan pernikahannya .



Hanya saja perihal ini belum diketahui oleh Jackson . Ia berencana menjadikannya kejutan untuk pria itu . Ia terus saja mengingatkan  Sofi dan Rere agar menjaga rahasia ini .



Siang itu Ia bahkan menyempatkan makan siang bersama Jackson . Tapi mereka tidak berdua . Jackson baru saja selesai meeting dengan kliennya ditemani oleh Adit dan Hesti .


Sedang Cinta datang bersama Sofi dan Rere .



Dari kejauhan Cinta menatap tajam ke arah tunangannya itu yang duduk bersampingan dengan wanita lalat .




" Awas saja si lalat itu yah ! " Batin Cinta .



Mereka bertiga sepertinya sedang fokus berdiskusi sampai tak menyadari kehadiran Cinta CS .



" Eheemm " Cinta berdeham .



" Sayang , kamu sudah datang . " Ucap Jackson  dan segera berdiri menyambut tunangannya dengan pelukan dan ciuman di pipi .



" Hemm ... ku pikir kamu cuma bareng Adit aja. "



" Maaf , aku lupa ngabarinnya kalau sekertaris aku juga ikut . Tak apakan Sayang ? "


Kini semua orang menatap Cinta dan Hesti bergantian .



" Tak apa . Tapi aku juga bareng Rere dan Sofi . Kita pindah ke meja lain yah , aku gak suka meja dekat jendela . " pinta Cinta .



Ia segera berjalan menuju meja lain yang letaknya berada di sudut bagian dalam restauran itu .



Cinta mendudukkan dirinya di susul Jackson yang duduk di sampingnya . Tanpa diminta Rere yang mengerti situasi segera mengambil tempat di samping Jackson sehingga Hesti yang tadi harus membereskan barang dulu sebelum pindah meja harus puas duduk di samping Sofi .


__ADS_1


" Sialan si Cinta . Dia pasti sengaja milih pindah meja agar bisa menjauhkanku dari Pak Jackson . " Batin Hesti .



" Oh yah Hesti , kamu sudah punya pacar ? " Tanya Cinta tiba tiba .



" Belum ada . " jawab Hesti disertai gelengan kepalanya .



" Ahh masa sih , padahal wajah kamu cantik loh . Tapi sayang .... " Cinta menggantungkan ucapannya  .



" Gak jadi ahh. Maaf yah , tadi aku hampir salah ucap . " ujar Cinta .



Hesti makin geram pada Cinta . Apalagi Cinta kini terus bermanja manja dengan Jackson .



Cinta menunjukkan pada Jackson beberapa foto contoh undangan yang dikirimkan WO padanya .


Mereka berdua terlihat sangat romantis saling bercanda dan tertawa , apalagi Jackson yang sesekali mengecup pipi Cinta .



" Sayang yah Hes , kamu belum punya pasangan . Padahal aku mau minta kamu jadi salah satu bridesmaidku . Tapi sayang, syaratnya jadi bridesmaidku harus punya pasangan biar sekalian bisa jadi groomsman nya . " Ucap Cinta tiba tiba .



Cinta sengaja mengatakan itu agar Hesti makin kesal . Pasalnya Cinta beberapa kali menangkap tatapan tajam Hesti pada dirinya dan Jackson .



Jackson sendiri sudah menyadari maksud dari sikap Cinta . Ia memaklumi sikap tunangannya itu , karena menurutnya pasti ada alasan Cinta sangat tak menyukai Hesti .



" Tak apa , saya diundang saja sudah cukup senang . " Ucap Hesti .



" Tentu kamu diundang. Kamu harus hadir yah . Menjadi saksi jika Jackson , bos mu ini , sudah menjadi suamiku . Sudah menjadi milikku . " Ucap Cinta .



Setelah itu Cinta kembali mengobrol bersama yang lainnya tanpa menghiraukan kehadiran Hesti disana .



" Oke , kamu bisa tertawa saja sekarang . Silahkan merasa kalau kamu menang. Lihat saja apa yang bisa kulakukan nanti . " Batin Hesti .



.


.


.


.


.


.


"Terkadang tak mudah dalam menentukan prioritas. Kamu perlu memilah dan merelakan sesuatu yang lain. "


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2