
Hari demi hari terus berlalu . Hari ini Cinta harus cuti bekerja sehari karena akan melakukan sesi pemotretan foto prewedding . Pernikahan mereka akan di laksanakan kurang lebih dua minggu lagi .
Sebenarnya mereka berdua ingin foto prewedding di Bali , tempat pertama kali mereka bertemu . Tapi sayang waktu yang mepet dan kesibukan mereka masing-masing membuat mereka harus membatalkan niatnya .
Pagi ini Jackson menjemput Cinta yang sudah menunggunya di depan lobby apartemen .
" Pagi sayang . " Sapa Cinta saat baru masuk ke mobil sambil memberi kecupan di pipi sang tunangan .
" Pagi juga sayangku . Kamu bersemangat sekali . " Ucap Jackson .
" Ya iya dong , walaupun tempat fotonya gak sesuai dengan harapan tapi aku tetap bersemangat . Jangan buat aku kesal yah sayang , biar moodku bagus terus dan hasil fotonya bagus . " Ucap Cinta .
Jackson tertawa . " Kamu biar lagi kesal juga tetap cantik kok sayang . "
" Huuhuuu gombal . " Balas Cinta .
Jackson melajukan mobilnya menuju gedung perusahaannya lebih dulu . Ada beberapa berkas yang harus Ia periksa dan butuh persetujuannya .
Cinta terus saja mengekori Jackson . Semua karyawan yang berpapasan dengan mereka pasti sedikit menunduk untuk menyapa .
Saat sudah sampai di lantai tempat ruangan Jackson berada , pria itu segera masuk ke dalam ruangannya . Sedang Cinta berhenti di depan meja Hesti .
" Pagi Hesti ... " Sapanya .
" Pagi . " Balasnya tak ramah .
Yah begitulah Hesti , dia akan ramah dan sopan pada Cinta hanya jika ada Jackson atau Adit saja .
" Wajahmu kok kusut sekali hari ini ? Pasti kamu kesal karena bosmu akan pergi seharian dengan calon istrinya . " Ledek Cinta .
" Eh , jangan asal bicara yah kamu . Sekarang kamu boleh aja senang-senang . Tapi lihat aja , aku pasti bisa merebutnya darimu . " Balas Hesti .
" Mimpi aja kamu terus . Bangun dong Hes udah pagi nih . " Cinta masih terus membalas ucapan Hesti .
" Awas aja yah kamu , kamu gak pantas jadi istri Pak Jackson . " Ucap Hesti .
Tapi tanpa Ia sadari Jackson baru saja keluar dari ruangannya dan berdiri tepat di belakang Hesti .
" Maksud kamu apa ? Kenapa kamu berbicara tidak sopan pada calon istriku ? " Bentak Jackson .
Wajah Hesti seketika pucat. Tak ada kata yang bisa keluar dari bibirnya .
" Maafkan saya Pak . Sungguh saya tadi terbawa emosi karena Nona Cinta lebih dulu yang berkata kasar pada saya Pak . " Bela Hesti .
" Tidak perlu alasan . Kamu harus sadar jika Cinta itu calon istri saya , yang berarti akan menjadi pemilik perusahaan ini juga . Saya bisa saja memecatmu saat ini juga . " Ucap Jackson masih dengan nada marah .
Cinta sendiri tak menyangka akan terjadi seperti ini . Awalnya Ia hanya ingin menjahili Hesti sambil menunggu Jackson , ternyata malah kedengaran oleh pria itu .
" Jangan sampai Hesti beneran di pecat karena ulahnya . " Batin Cinta .
" Sayang, sudahlah tak perlu sampai seperti itu . Maaf yah Hesti , mungkin tadi candaan saya kelewatan . Ayo sayang , nanti kita telat . " Ucap Cinta sambil mengapit lengan Jackson dan sedikit menariknya agar meninggalkan tempat itu .
Terdengar helaan napas dari Hesti . Cinta sempat berbalik ke arah Hesti sebelum Ia memasuki lift , dapat Ia lihat Hesti menatapnya penuh kebencian .
" Astaga.. sepertinya kali ini aku sudah keterlaluan . Cinta ... Cinta... ada apa denganmu , mengapa kamu bertindak seperti tadi . " Gerutu Cinta dalam hatinya . Ia menyalahkan dirinya sendiri , karena kelakuannya seseorang hampir kehilangan pekerjaannya .
" Ada apa sayang ? " Tanya Jackson melihat Cinta melamun .
Cinta menggeleng , " Tak ada apa apa . "
Untung saja Cinta dan Jackson memilih hari kerja untuk melakukan sesi foto prewedding . Jalanan menuju puncak dapat dilalui dengan lacar .
Cinta dan Jackson akhirnya tiba di tujuan pertama mereka yaitu Gunung Pancar . Disana sudah ada Adit yang membantu menyiapkan semua vendor . Dari make up , pakaian , dan fotografernya sudah siap lebih dulu .
Foto prewedding mereka yang pertama mengambil konsep nature. Itulah mengapa Gunung pancar menjadi pilihan mereka .
Saat mereka sampai Cinta sangat kagum melihat pemandangan khas pepinusan yang sangat memanjakan matanya .
Menggunakan 2 konsep pakaian yang berbeda , Jackson dan Cinta menyelesaikan pemotretan disana dalam waktu 4 jam

__ADS_1

Setelah itu seluruh tim bergegas menuju lokasi foto yang kedua , yaitu di Little Venice Puncak .
Tapi sebelum kesana mereka mampir ke restauran terdekat untuk makan siang .
" Kamu lelah gak sayang ? " Tanya Jackson .
Cinta menggeleng .
" Kalau kamu lelah , 1 tempat foto aja gak apa apa kok sayang . " Ujar Jackson .
" Gak mau . Aku kan yang milih tempat kedua sayang . Biar fotonya ala ala lagi di Venice gitu . "
" Memangnya kamu mau banget ke Venice yah , ya udah ayo setelah nikah kita honeymoon ke Venice aja yah . "
Ucapan Jackson barusan membuat mata Cinta berbinar .
" Beneran ? Aku mauuu . " Ucap Cinta dengan senyum merekah .
Ekspresi wajah Cinta yang menggemaskan , membuat Jackson mengecup kening tunangannya itu . Sungguh Ia menahan diri untuk tak mengecup bibir Cinta karena di sana banyak orang .

Foto kali ini berlangsung lebih cepat, hanya 3 jam dan semuanya selesai .
Cinta , Jackson , dan Adit kembali ke Jakarta hari itu juga . Mereka sudah berpisah dengan rombongan tim yang membantu foto prewedding .
Jadinya kali ini hanya mereka bertiga yang mampir ke sebuah restauran untuk makan malam .
" Adit , kamu beneran naksir sama Sofi ? " Tanya Cinta tanpa basa basi terlebih dahulu .
Adit terkejut dengan pertanyaan spontan Cinta hingga Ia tersedak .
" uhuukk...uhuukk...uhukk ... " Adit terbatuk .
Cinta segera memberikan gelas berisi air pada Adit .
" Ngapain sih sayang , Adit bisa sendiri kok ngambil minumnya . " Protes Jackson yang kesal melihat Cinta perhatian pada Adit .
" Ihh.. apaan sih , orang aku cuma bantuin doang . " balas Cinta .
__ADS_1
" Lain kali gak usah terlalu perhatian sama orang lain . Bisa aja orang itu salah paham sama sikap kamu . " Ucap Jackson .
" Hemmm " Cinta hanya berdeham .
" Kok kalian malah berdebat sih ? Lagian Lu Jack, sama gue aja lu masih cemburu . " Ucap Adit menengahi keduanya .
" Jadi gimana nih , kamu beneran naksir sama Sofi ? " Tanya Cinta lagi pada Adit .
Adit mengangguk .
" Naksir karena suka atau karena ada hal lain ? " tanya Cinta lagi .
" Pertanyaan macam apa itu Cin . Yah gue naksir karena suka lah ... bahkan gue udah mulai sayang sama dia . " Ucap Adit .
" Kalau sayang , kenapa gak di resmikan aja hubungannya . " tanya Cinta .
" Gue udah nyoba ngasih kode kode untuk melihat respon sofi untuk tahu apa dia juga suka gue atau tidak , tapi kayaknya dia gak paham deh . " Curhat Adit .
" Yee... salah lu . Sofi gak bisa di kodein . Dia gak bakalan paham . To the poin aja . Dia bakal nerima kok . Karena Sofi orangnya itu gak akan mau dekat dengan orang lain jika dia juga gak suka dan gak nyaman . " Terang Cinta .
" Jadi langsung gue tembak aja nih ? "
" Iya . Tapi awas loh yah kalau udah jadian dan kamu nyakitin hati Sofi . Dengan kuasa menjadi Nyonya Jackson gue bakal bikin perhitungan sama Lu . " Ucap Cinta dengan polosnya .
Adit dan Jackson tertawa mendengar ucapan Cinta .
Jackson mengelus lembut puncak kepala tunangannya itu .
Dan karena sudah semakin gemas akhirnya Ia memberanikan diri mengecup bibir Cinta sekilas yang masih terus mengoceh tentang apa saja yang akan dia lakukan jika Adit menyakit Sofi .
Cinta sontak terdiam , Ia menutupi bibirnya dengan kedua tangannya tak menyangka jika tunangannya itu berani menciumnya di muka umum .
.
.
.
.
.
"Kita jatuh cinta bukan karena menemukan orang yang sempurna, melainkan karena melihat kesempurnaan pada orang yang tidak sempurna"
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1