Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 60 . Prewedding


__ADS_3

Hari demi hari terus berlalu . Hari ini Cinta harus cuti bekerja sehari karena akan melakukan sesi pemotretan foto prewedding . Pernikahan mereka akan di laksanakan kurang lebih dua minggu lagi .


Sebenarnya mereka berdua ingin foto prewedding di Bali , tempat pertama kali mereka bertemu . Tapi sayang waktu yang mepet dan kesibukan mereka masing-masing membuat mereka harus membatalkan niatnya .


Pagi ini Jackson menjemput Cinta yang sudah menunggunya di depan lobby apartemen .


" Pagi sayang . " Sapa Cinta saat baru masuk ke mobil sambil memberi kecupan di pipi sang tunangan .


" Pagi juga sayangku . Kamu bersemangat sekali . " Ucap Jackson .


" Ya iya dong , walaupun tempat fotonya gak sesuai dengan harapan tapi aku tetap bersemangat . Jangan buat aku kesal yah sayang , biar moodku bagus terus dan hasil fotonya bagus . " Ucap Cinta .


Jackson tertawa . " Kamu biar lagi kesal juga tetap cantik kok sayang . "


" Huuhuuu gombal . " Balas Cinta .


Jackson melajukan mobilnya menuju gedung perusahaannya lebih dulu . Ada beberapa berkas yang harus Ia periksa dan butuh persetujuannya .


Cinta terus saja mengekori Jackson . Semua karyawan yang berpapasan dengan mereka pasti sedikit menunduk untuk menyapa .


Saat sudah sampai di lantai tempat ruangan Jackson berada , pria itu segera masuk ke dalam ruangannya . Sedang Cinta berhenti di depan meja Hesti .


" Pagi Hesti ... " Sapanya .


" Pagi . " Balasnya tak ramah .


Yah begitulah Hesti , dia akan ramah dan sopan pada Cinta hanya jika ada Jackson atau Adit saja .


" Wajahmu kok kusut sekali hari ini ? Pasti kamu kesal karena bosmu akan pergi seharian dengan calon istrinya . " Ledek Cinta .


" Eh , jangan asal bicara yah kamu . Sekarang kamu boleh aja senang-senang . Tapi lihat aja , aku pasti bisa merebutnya darimu . " Balas Hesti .


" Mimpi aja kamu terus . Bangun dong Hes udah pagi nih . " Cinta masih terus membalas ucapan Hesti .


" Awas aja yah kamu , kamu gak pantas jadi istri Pak Jackson . " Ucap Hesti .


Tapi tanpa Ia sadari Jackson baru saja keluar dari ruangannya dan berdiri tepat di belakang Hesti .


" Maksud kamu apa ? Kenapa kamu berbicara tidak sopan pada calon istriku ? " Bentak Jackson .


Wajah Hesti seketika pucat. Tak ada kata yang bisa keluar dari bibirnya .


" Maafkan saya Pak . Sungguh saya tadi terbawa emosi karena Nona Cinta lebih dulu yang berkata kasar pada saya Pak . " Bela Hesti .


" Tidak perlu alasan . Kamu harus sadar jika Cinta itu calon istri saya , yang berarti akan menjadi pemilik perusahaan ini juga . Saya bisa saja memecatmu saat ini juga . " Ucap Jackson masih dengan nada marah .


Cinta sendiri tak menyangka akan terjadi seperti ini . Awalnya Ia hanya ingin menjahili Hesti sambil menunggu Jackson , ternyata malah kedengaran oleh pria itu .


" Jangan sampai Hesti beneran di pecat karena ulahnya . " Batin Cinta .


" Sayang, sudahlah tak perlu sampai seperti itu . Maaf yah Hesti , mungkin tadi candaan saya kelewatan . Ayo sayang , nanti kita telat . " Ucap Cinta sambil mengapit lengan Jackson dan sedikit menariknya agar meninggalkan tempat itu .


Terdengar helaan napas dari Hesti . Cinta sempat berbalik ke arah Hesti sebelum Ia memasuki lift , dapat Ia lihat Hesti menatapnya penuh kebencian .


" Astaga.. sepertinya kali ini aku sudah keterlaluan . Cinta ... Cinta... ada apa denganmu , mengapa kamu bertindak seperti tadi . " Gerutu Cinta dalam hatinya . Ia menyalahkan dirinya sendiri , karena kelakuannya seseorang hampir kehilangan pekerjaannya .


" Ada apa sayang ? " Tanya Jackson melihat Cinta melamun .


Cinta menggeleng , " Tak ada apa apa . "




Untung saja Cinta dan Jackson memilih hari kerja untuk melakukan sesi foto prewedding . Jalanan menuju puncak dapat dilalui dengan lacar .



Cinta dan Jackson akhirnya tiba di tujuan pertama mereka yaitu Gunung Pancar . Disana sudah ada Adit yang membantu menyiapkan semua vendor . Dari make up , pakaian , dan fotografernya sudah siap lebih dulu .



Foto prewedding mereka yang pertama mengambil konsep nature. Itulah mengapa Gunung pancar menjadi pilihan mereka .



Saat mereka sampai Cinta sangat kagum melihat pemandangan khas pepinusan yang sangat memanjakan matanya .



Menggunakan 2 konsep pakaian yang berbeda , Jackson dan Cinta menyelesaikan pemotretan disana dalam waktu 4 jam



![](contribute/fiction/2966354/markdown/14234181/1633507475191.jpg)

__ADS_1



![](contribute/fiction/2966354/markdown/14234181/1633507475193.jpg)



Setelah itu seluruh tim bergegas menuju lokasi foto yang kedua  , yaitu di Little Venice Puncak .


Tapi sebelum kesana mereka mampir ke restauran terdekat untuk makan siang .



" Kamu lelah gak sayang ? " Tanya Jackson .



Cinta menggeleng .



" Kalau kamu lelah , 1 tempat foto aja gak apa apa kok sayang . " Ujar Jackson .



" Gak mau . Aku kan yang milih tempat kedua sayang . Biar fotonya ala ala lagi di Venice gitu . "



" Memangnya kamu mau banget ke Venice yah , ya udah ayo setelah nikah kita honeymoon ke Venice aja yah . "



Ucapan Jackson barusan membuat mata Cinta berbinar .



" Beneran ? Aku mauuu . " Ucap Cinta dengan senyum merekah .



Ekspresi wajah Cinta yang menggemaskan , membuat Jackson mengecup kening tunangannya itu . Sungguh Ia menahan diri untuk tak mengecup bibir Cinta karena di sana banyak orang .




![](contribute/fiction/2966354/markdown/14234181/1633507475194.jpg)



Foto kali ini berlangsung lebih cepat, hanya 3 jam dan semuanya selesai .



Cinta , Jackson , dan Adit kembali ke Jakarta hari itu juga . Mereka sudah berpisah dengan rombongan tim yang membantu foto prewedding .



Jadinya kali ini hanya mereka bertiga yang mampir ke sebuah restauran untuk makan malam .



" Adit , kamu beneran naksir sama Sofi ? " Tanya Cinta tanpa basa basi terlebih dahulu .



Adit terkejut dengan pertanyaan spontan Cinta hingga Ia tersedak .



" uhuukk...uhuukk...uhukk ... " Adit terbatuk .



Cinta segera memberikan gelas berisi air pada Adit .



" Ngapain sih sayang , Adit bisa sendiri kok ngambil minumnya . " Protes Jackson yang kesal melihat Cinta perhatian pada Adit .



" Ihh.. apaan sih , orang aku cuma bantuin doang . " balas Cinta .


__ADS_1


" Lain kali gak usah terlalu perhatian sama orang lain . Bisa aja orang itu salah paham sama sikap kamu . " Ucap Jackson .



" Hemmm " Cinta hanya berdeham .



" Kok kalian malah berdebat sih ? Lagian Lu Jack, sama gue aja lu masih cemburu . " Ucap Adit menengahi keduanya .



" Jadi gimana nih , kamu beneran naksir sama Sofi ? " Tanya Cinta lagi pada Adit .



Adit mengangguk .



" Naksir karena suka atau karena ada hal lain ? " tanya Cinta lagi .



" Pertanyaan macam apa itu Cin . Yah gue naksir karena suka lah ... bahkan gue udah mulai sayang sama dia . " Ucap Adit .



" Kalau sayang , kenapa gak di resmikan aja hubungannya . " tanya Cinta .



" Gue udah nyoba ngasih kode kode untuk melihat respon sofi untuk tahu apa dia juga suka gue atau tidak  , tapi kayaknya dia gak paham deh . " Curhat Adit .



" Yee... salah lu . Sofi gak bisa di kodein . Dia gak bakalan paham . To the poin aja . Dia bakal nerima kok . Karena Sofi orangnya itu gak akan mau dekat dengan orang lain jika dia juga gak suka dan gak nyaman . " Terang Cinta .



" Jadi langsung gue tembak aja nih ? "



" Iya . Tapi awas loh yah kalau udah jadian dan kamu nyakitin hati Sofi . Dengan kuasa menjadi  Nyonya Jackson gue bakal bikin perhitungan sama Lu . " Ucap Cinta dengan polosnya .



Adit dan Jackson tertawa mendengar ucapan Cinta .


Jackson mengelus lembut puncak kepala tunangannya itu .



Dan karena sudah semakin gemas akhirnya Ia memberanikan diri mengecup bibir Cinta sekilas yang masih terus mengoceh tentang apa saja yang akan dia lakukan jika Adit menyakit Sofi .



Cinta sontak terdiam , Ia menutupi bibirnya dengan kedua tangannya tak menyangka jika tunangannya itu berani menciumnya di muka umum .



.


.


.


.


.


"Kita jatuh cinta bukan karena menemukan orang yang sempurna, melainkan karena melihat kesempurnaan pada orang yang tidak sempurna"


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2