Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 6 . Gue belum siap !


__ADS_3

Hari senin terkenal dengan hari yang sibuk.


Begitu juga bagi seorang Jackson.


Jackson yang hari ini sedikit terlambat datang ke kantor karena semalam Ia dan dua sahabatnya berpesta hingga larut malam.


Kemudian pulang dari pesta Jackson masih melanjutkan lagi pestanya berduaan dengan wanita yang sampai saat Ia tinggalkan tadi belum Ia ketahui namanya.


" Sial.. ngapain juga Papi Mami datang kekantor sepagi ini ", gerutu Jackson sambil setengah berlari memasuki kantor menuju ruangannya.


Terlihat Adit sudah berdiri dengan gelisah menanti sang bos yang juga sahabatnya didepan pintu ruangan.


" Gila Lu, dari mana aja ? emang Lu main berapa ronde sih sampai bisa telat gini ", ejek Adit.


" Udah jangan bawel, Papi Mami emang udah dari tadi nunggunya ? " Jackson bertanya kurang yakin.


" Iya... udah hampir 1 jam mereka nungguin Lu , cepetan masuk sana ", Adit membukakan pintu untuk Jackson .


" Morning Papi... Morning Mami... " , Jackson berusaha santai menyapa kedua orang tuanya.


Jackson lalu duduk di sofa yang ada di depan Mami dan Papinya.


" Ada apa nih Mami Papi masih pagi udah datang ke kantor aku ? " tanya Jackson yang sebenarnya sudah tahu maksud kedua orang tuanya.


" Ini tuh Nak yang Mami maksudkan, harusnya kamu udah nikah. Udah harus punya istri yang bisa ngurusin kamu ke kantor tiap pagi jadi kamunya gak telat ", Mami mulai berkomentar .


" Udah gue tebak... pasti ujung-ujung nya nikah lagi ", gumam Jackson dalam hati.


" Gak biasanya juga aku telat Mi.... ini karena semalam aku pulang larut abis dari party teman, eh malah jadi telat bangun deh tadi pagi ", Jackson memberi alasan.


" Itu mah alasan kamu aja... lagian sampai kapan kamu mau terus ikut-ikutan pesta sana sini sama teman kamu. Kamu udah dewasa Nak, saatnya kamu mulai pikirin untuk berumah tangga ", Mami menasihati Jackson.


Papi yang tadinya menyimak saja akhirnya ikut berkomentar ,


" Lagian Papi pikir ini udah saatnya kamu balik ke Jakarta. Gantiin Papi di perusahaan. "


" Tuh kan... udah gue duga juga kalau papi pasti soal perusahaan lagi " kembali Jackson bergumam dalam hatinya.


" Papi udah tua . Papi udah mau istirahat . Papi pikir kamu udah sukses membuktikan ke Papi kalau kamu mampu. Buktinya usahamu disini sudah makin sukses ", lanjut Papi lagi membujuk Jackson.


Jackson tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya tapi dia juga sudah nyaman dengan kehidupannya saat ini.


Dia merasa sudah memiliki segala hal bahkan lebih dari cukup atas usaha sendirinya tanpa embel-embel Haryono Grup.


" Biar aku pikirin lagi yah Pi ", Jackson memberikan jawaban atas permintaan Papinya.

__ADS_1


" Aku masih nyaman ngejalanin hidup aku di sini. Biar Aku temukan alasanku sendiri untuk balik ke Jakarta bantuin Papi. Biar hasilnya nanti baik juga kalau itu atas kemauan aku sendiri ", Jackson berusaha memberikan alasan yang dapat diterima Papi dan Maminya.


" Oke, Papi selalu menunggu kamu datang sendiri ke Papi saat kamu siap ", akhirnya Papinya mengalah.


Mereka saling berbincang melepas kerinduan antara orang tua dan anak.


Saling tertawa dan saling berbagi dukungan.


Tak lama setelah itu kedua orang tua Jackson pamit karena harus ke bandara.


Mereka sebenarnya akan berangkat ke Singapura untuk keperluan bisnis, tapi karena sangat rindu pada anak mereka satu- satunya akhirnya kedua paruh baya itu menyempatkan ke Bali terlebih dahulu.




Setelah mengantarkan kedua orang tuanya sampai ke mobil, Jackson masuk kembali ke ruangannya.


Disana sudah ada Adit duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Jackson menunggunya.



" Papi Mami udah berangkat ? " tanya Adit.



Sebenarnya Ia masih sedikit pusing. Karena semalam Ia sedikit mabuk dan juga tadi bangun dengan terburu-buru.



" Orang tua Lu ada apa sampai datang pagi bener ? lagi ada masalah di Jakarta yah ? " tanya Adit ingin tahu.



" Gak ada masalah. Biasalah Lu kan tau Papi Mami Gue itu maunya apa, yah kalau bukan nikah yah soal Gue yang diminta balik ke Jakarta ". Jackson menjawab pertanyaan Adit.



" Terus Lu emang belum mau balik ke Jakarta ? Apa masih karena Jordi ? Lu tahukan itu bukan salah Lu " , Adit mulai coba membahas masa lalu yang Jackson coba lupakan.



" Bukan soal Jordi. Gue masih belum nemu alasan aja untuk balik ke Jakarta ", Jackson masih beralasan.


__ADS_1


" Ya udah apapun keputusan Lu, Gue pasti dukung Lu. Lu tau kan , gue juga ikut Lu jauh jauh ke Bali karena Gue selalu ada di pihak Lu ", Adit memberikan dukungannya ke Jackson.



" Makasih Yah Dit, Lu emang sahabat Gue. Sorry gue banyak nyusahin Lu ",



" Apaan sih ... kok jadi melow gini... udah ah Gue mau balik ke ruangan Gue. Ingat 2 jam lagi Lu ada meeting dengan pihak supplier seafood untuk resto ", Adit mengingatkan.



" Sipp lah ... ", jawab jackson sambil menaikkan ibu jarinya tanda mengerti .



Setelah Adit pergi, Jackson kembali melamun.


Ia kembali mengingat kejadian sekitar delapan tahun yang lalu.


Kejadian yang sempat membuatnya trauma.


Sebuah petaka bagi keluarga Haryono, tepatnya bagi Jackson.


Petaka yang membawanya pergi jauh dari keluarganya. Pergi dari kota kelahirannya.



.


.


.


. to be continue.


.


.


.


\*\* nah lohh kira-kira kejadian apa yah yang terjadi di masa lalu Jackson ???


\*\* kira-kira Jordi itu siapa yah ???

__ADS_1


ada yang bisa nebak gak readersku terkasih ....


__ADS_2