
Setelah sampai di Apartemen , Cinta segera membersihkan diri dan bergabung bersama Wulan yang sedang menonton TV di ruang tamu apartemen mereka .
Namun sayangnya Cinta tidak bisa fokus pada apa yang tampil di layar TV. Pikirannya terus saja tertuju soal permintaan Jackson untuk bertunangan .
" Apa yang harus aku lakukan sekarang ? " Cinta terus bertanya pada dirinya sendiri .
" Ngapain sih Lu , mondar mandir terus dari tadi ? " Tanya Wulan yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Cinta .
Cinta segera bergabung bersama Wulan duduk di Sofa .
" Lan, gue cerita ini hanya ke Lu dulu yah . Jangan ngomong ke yang lainnya dulu . " Ucap Cinta .
" Apaan sih Cin ? Eh , jangan bilang Lu hamil anak Jackson . Berani banget tuh anak, main tapi gak pakai pengaman . " Ujar Wulan sewot setelah menduga apa yang terjadi .
" Hamil apaan, bikinnya aja gue belum pernah . " Balas Cinta tak kalah sewot .
Wulan malah nyengir karena dugaannya ternyata salah .
" Tadi Mami dan Papinya Jackson minta gue tunangan sama Jackson . " Ucap Cinta dengan nada bingung .
" Lah bagus dong . Terus lu bingungnya kenapa ? " Wulan malah balik bertanya .
" Yah.. gue bingung aja harus gimana . " Jawab Cinta .
" Gini yah Cin ... banyak orang yang pacaran terus minta di seriusin tapi cowoknya gak mau . Nah bagus dong kalau Jackson mau serius . Itu artinya dia cowok yang punya komitmen . " Komentar Wulan .
" Yang jadi masalah di sini kalau lu gak yakin cinta sama Jackson . Nah itu lu baru bisa bingung . Gue lihat Jackson berubah banyak . Gue bisa jamin dia beneran Cinta sama lu . " Lanjut Wulan .
" Lagian yah Cin , bukan berarti hari ini lu tunangan terus besoknya lu nikah. Gak kan ? Gimanapun lu nolak kalau dia jodoh lu , maka kalian akan tetap bersama . Begitupun sebaliknya , kalau dia bukan jodoh lu segimanapun usaha lu gak akan bisa berhasil . " Ucap Wulan .
Cinta mulai memikirkan apa yang dikatakan Wulan .
" Benar juga , sekarang tinggal yakinin perasaan aku saja. Apa aku benar mencintai Jackson. Apa ini tidak terlalu cepat ? " Pikirnya .
Lamunan Cinta terhenti tatkala ponsel Wulan yang ada di atas meja berbunyi . Sekilas Cinta bisa melihat nama Marvel muncul di layar ponsel Wulan .
Wulan segera mengambil ponselnya lalu berjalan menjauh menuju balkon untuk menerima panggilan teleponnya .
" Marvel ? Apa itu Marvel sahabat Jackson yah ? Kenapa Wulan malah menghindar untuk nerima teleponnya ? " Cinta bergumam lirih pada dirinya sendiri .
" Ehh kok malah aku pikirin Marvel dan Wulan sih . " Gerutu Cinta .
Pagipun tiba . Dengan kepala yang berat karena kurang tidur , Cinta memaksakan diri untuk bangun dan bersiap untuk bekerja .
Semalam Cinta baru bisa memejamkan matanya pukul 2 dini hari , tapi malah sudah terbangun lagi 2 jam kemudian. Setelah itu Cinta sudah tak bisa lagi memejamkan matanya .
Alhasil kini lingkaran mata panda akan terlihat jelas di wajahnya andai saja tak Ia tutupi dengan makeup .
Kini Cinta sudah berada di meja makan bersama kedua sahabatnya .
Ia menuangkan sereal dilanjutkan dengan susu kedalan mangkuknya .
" Tumbenan banget Ibu sultan ini makeup . Mau acara apaan Bu ? " Ledek Sofi .
" Acara apaan . Gue nutupin mata panda nih . " Ujar Cinta .
" Memangnya semalam lu begadang kenapa ? " tanya Sofi lagi .
__ADS_1
" Gak ada . Gue maraton drakor . " Jawab Cinta asal agar Sofi tidak melanjutkan interogasinya .
Sedang Wulan yang sudah tahu pasti alasan mengapa Cinta sampai tak bisa tidur hanya bisa tersenyum .
Sama seperti pagi sebelumnya , Mobil Jackson dan Adit sudah menunggu di depan pintu lobby apartemen Cinta .
Cinta segera naik ke mobil Jackson sementara dua sahabatnya naik ke mobil Adit .
" Pagi sayang " , Cinta mencoba menyapa seperti biasa .
Dan juga seperti biasa Jackson akan membalas sapaan itu dengan kecupan di pipi Cinta .
Tapi entahlah , Cinta merasa suasana di mobil lebih hening dari biasanya .
" Apa Jackson masih merajuk yah ? " Batin Cinta .
Cinta mencoba memulai pembicaraan yang hanya di tanggapi jawaban singkat singkat oleh Jackson .
Sampai ketika mobil Jackson sudah melaju memasuki parkiran kantor Cinta , dan Cinta berpamitan pada Jackson .
Selama di kantor Cinta tetap mendapat perhatian yang sama dari Jackson . Pesan pesan penuh perhatian dari Jackson tetap Ia terima di ponselnya . Sampai kiriman makan siang juga masih sama seperti biasanya .
Tapi mengapa Cinta tetap merasa ada yang berbeda dari Jackson .
Sampai sore hari saat Jackson mengabari jika hari ini Ia tidak bisa menjemput Cinta pulang bekerja .
Jackson sulit dihubungi , bahkan ponselnya tidak aktif saat malam hari Cinta akan mengabari jika Ia baru sampai di apartemen setelah pulang dari makan malam bersama ketiga sahabatnya .
" Jackson kemana sih ? Apa Ia masih merajuk karena aku belum memberi jawaban yah ? " Batin Cinta .
Sikap Jackson tidak berubah, Ia tetap bertutur kata lembut dan penuh perhatian pada Cinta . Hanya saja Ia menjadi lebih pendiam untuk membahas hal lain .
Seperti itulah yang Cinta rasakan saat ini dan tentu saja itu makin membuatnya bimbang .
Hari berganti , sikap Jackson masih sama seperti 2 hari yang lalu .
__ADS_1
Jackson tetap memperlakukan Cinta seperti biasanya , namun Ia tak ada pembicaraan lain selain dari hal hal rutin yang sering mereka bahas .
Jackson juga tak pernah lagi membahas soal pertunangan .
Berita yang beredar di media sosial kini sudah mulai meredup , tapi tetap saja anggapan jika hubungan mereka berdua adalah hubungan yang tidak mendapat restu tetap menjadi perbincangan hangat dari sebagian orang . Terutama di kantor Cinta dan di lingkungan klien bisnis Haryono Grup .
Lama kelamaan Cinta juga mulai merasa tak nyaman .
Selama 3 hari ini , rasanya harinya hampa . Ia ingin Jacksonnya yang dulu . Yang setiap hari ada ada saja hal yang Ia cemburui , ada hal baru yang mereka bahas , bahkan rasanya Cinta merindukan pelukan dan ciuman mesra dari Jackson .
" Apakah benar aku sudah sangat mencintai Jackson yah , padahal baru 3 hari tapi aku sudah merasa hariku hampa . " Gumam Cinta .
Cinta lalu memutuskan untuk menghubungi Ayah dan Bundanya .
Tut.... tut.... tut.... bunyi nada panggil di ponsel Cinta .
" Assalamualaikum " , terdengar suara sang bunda di seberang telepon .
" Waalaikumsalam , Bunda ... bagaimana kabar Ayah dan Bunda ? Lagi sibuk gak Bun ? " Tanya Cinta tanpa basa basi lagi .
" Alhamdulillah baik nduk . Ayah dan Bunda lagi bantuin Mbak mu milih milih model undangan untuk acaranya nanti . Pasti kamu mau omongin soal Jackson, iya kan ? "
Cinta terkejut mengapa bundanya bisa mengetahui apa yang akan Cinta bicarakan .
" 2 hari yang lalu Jackson datang kemari . Ia menyampaikan maksudnya ingin mengajak kamu bertunangan . Jackson meminta restu Ayah dan Bunda . Katanya jika Ayah dan Bunda merestui , kemudian kamunya setuju maka Ia akan datang kembali bersama orang tuanya untuk bertemu . " Bunda menceritakan secara singkat pertemuannya dengan Jackson 2 hari yang lalu .
Cinta masih tak percaya , seserius itukah sampai Jackson berani meminta izin langsung pada orang tuanya .
" Bunda gak bohong ? Mana mungkin Jackson se nekat itu Bun ? " Tanya Cinta untuk kembali meyakinkan .
" Ngapain Bunda bohong . Jackson bukannya nekat Ia hanya sangat mencintaimu . Buktinya saja Ia melarang kami untuk memberitahumu jika Ia berkunjung . Meskipun Bunda dan Ayah sudah memberikan restu jika kalian ingin bertunangan . Ia ingin kamu menerima permintaannya murni karena hatimu yang memutuskan . Bukan karena mendengar pendapat orang lain , termasuk dari ayah dan bunda . " Jawab Bunda .
Cinta tertegun dengan ucapan Bunda .
Sebesar itukah cinta Jackson padanya . Di saat dirinya ragu akan perasaannya pada Jackson , pria itu bukannya memaksa tapi malah menghargai keputusannya untuk berpikir dulu sebelum memutuskan .
Cinta bisa mendengar suara ayahnya yang meminta ponsel pada bundanya . Sepertinya ada yang akan dibicarakan ayah padanya .
" Cinta ini Ayah . Kamu tahu apa alasan Ayah memberi Jackson restu untuk bertunangan denganmu , itu karena Ayah bisa melihat cinta yang begitu besar darinya untukmu . Begitupun sebaliknya, rasa cinta mu padanya sudah sangat jelas setiap kali ayah melihat kamu menatapnya . " Ucap Ayah .
Cinta tak menjawab apapun . Ia hanya diam saja mendengar semua yang akan ayahnya katakan .
" Ayah tahu kamu jadi ragu begini karena kamu dari dulu selalu membentengi dirimu dari pria manapun . Sekalinya seorang Jackson berhasil merobohkan benteng itu , kini kamu mulai lagi membangun batasan agar kamu tidak dikecewakan nantinya . " Lanjut Ayah .
" Jangan seperti itu nak. Sudah saatnya kamu merasakan pahit manisnya sebuah hubungan percintaan . Hubungan itu tidak hanya sebatas kamu bersamanya hanya di zona nyamanmu saja . Tapi kamu akan bersamanya di zona nyamanmu atau bukan . " Ucap Ayah Cinta memberi nasihat .
" Terimakasih Ayah , terimakasih karena ayah sudah memperhatikan aku dan mau mengerti aku . " Balas Cinta .
" Istirahatlah Ayah , Cinta juga sudah akan beristirahat . Assalamualaikum . " Ucap Cinta mengakhiri panggilan telepon mereka .
Cinta menitikkan air mata , benar yang di katakan Ayahnya . Ia dengan egoisnya membentengi dirinya sendiri agar tidak terluka , tanpa memedulikan perasaan Jackson .
Dengan tergesa gesa Cinta mengganti pakaiannya lalu Ia dengan segera berangkat menuju apartemen Jackson yang jaraknya memang disengaja tak jauh dari apartemennya .
.
.
.
.
"Karena hati hanya rela memberi bukan menguasai, jangan pernah ragu memilih dengan hati."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue