Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 43 . Besarnya cintamu


__ADS_3

Setelah sampai di Apartemen , Cinta segera membersihkan diri dan bergabung bersama Wulan yang sedang menonton TV di ruang tamu apartemen mereka .


Namun sayangnya Cinta tidak bisa fokus pada apa yang tampil di layar TV. Pikirannya terus saja tertuju soal permintaan Jackson untuk bertunangan .


" Apa yang harus aku lakukan sekarang ? " Cinta terus bertanya pada dirinya sendiri .


" Ngapain sih Lu , mondar mandir terus dari tadi ? " Tanya Wulan yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Cinta .


Cinta segera bergabung bersama Wulan duduk di Sofa .


" Lan, gue cerita ini hanya ke Lu dulu yah . Jangan ngomong ke yang lainnya dulu . " Ucap Cinta .


" Apaan sih Cin ? Eh , jangan bilang Lu hamil anak Jackson . Berani banget tuh anak, main tapi gak pakai pengaman . " Ujar Wulan sewot setelah menduga apa yang terjadi .


" Hamil apaan, bikinnya aja gue belum pernah . " Balas Cinta tak kalah sewot .


Wulan malah nyengir karena dugaannya ternyata salah .


" Tadi Mami dan Papinya Jackson minta gue tunangan sama Jackson . " Ucap Cinta dengan nada bingung .


" Lah bagus dong . Terus lu bingungnya kenapa ? "  Wulan malah balik bertanya .


" Yah.. gue bingung aja harus gimana . " Jawab Cinta .


" Gini yah Cin ... banyak orang yang pacaran terus minta di seriusin tapi cowoknya gak mau . Nah bagus dong kalau Jackson mau serius . Itu artinya dia cowok yang punya komitmen . " Komentar Wulan .


" Yang jadi masalah di sini kalau lu gak yakin cinta sama Jackson . Nah itu lu baru bisa bingung . Gue lihat Jackson berubah banyak . Gue bisa jamin dia beneran Cinta sama lu . "  Lanjut Wulan .


" Lagian yah Cin , bukan berarti hari ini lu tunangan terus besoknya lu nikah. Gak kan ? Gimanapun lu nolak kalau dia jodoh lu , maka kalian akan tetap bersama . Begitupun sebaliknya , kalau dia bukan jodoh lu segimanapun usaha lu gak akan bisa berhasil . " Ucap Wulan .


Cinta mulai memikirkan apa yang dikatakan Wulan .


" Benar juga , sekarang tinggal yakinin perasaan aku saja. Apa aku benar mencintai Jackson. Apa ini tidak terlalu cepat ? " Pikirnya .


Lamunan Cinta terhenti tatkala ponsel Wulan yang ada di atas meja berbunyi . Sekilas Cinta bisa melihat nama Marvel muncul di layar ponsel Wulan .


Wulan segera mengambil ponselnya lalu berjalan menjauh menuju balkon untuk menerima panggilan teleponnya .


" Marvel ? Apa itu Marvel sahabat Jackson yah ? Kenapa Wulan malah menghindar untuk nerima teleponnya ? " Cinta bergumam lirih pada dirinya sendiri .


" Ehh kok malah aku pikirin Marvel dan Wulan sih . " Gerutu Cinta .



Pagipun tiba . Dengan kepala yang berat karena kurang tidur  , Cinta memaksakan diri untuk bangun dan bersiap untuk bekerja .



Semalam Cinta baru bisa memejamkan matanya pukul 2 dini hari , tapi malah sudah terbangun lagi 2 jam kemudian. Setelah itu Cinta sudah tak bisa lagi memejamkan matanya .



Alhasil kini lingkaran mata panda akan terlihat jelas di wajahnya andai saja tak Ia tutupi dengan makeup .



Kini Cinta sudah berada di meja makan bersama kedua sahabatnya .



Ia menuangkan sereal dilanjutkan dengan susu kedalan mangkuknya .



" Tumbenan banget Ibu sultan ini makeup . Mau acara apaan Bu ? " Ledek Sofi .



" Acara apaan . Gue nutupin mata panda nih . " Ujar Cinta .



" Memangnya semalam lu begadang kenapa ? " tanya Sofi lagi .

__ADS_1



" Gak ada . Gue maraton drakor . " Jawab Cinta asal agar Sofi tidak melanjutkan interogasinya .



Sedang Wulan yang sudah tahu pasti alasan mengapa Cinta sampai tak bisa tidur hanya bisa tersenyum .



Sama seperti pagi sebelumnya , Mobil Jackson dan Adit sudah menunggu di depan pintu lobby apartemen Cinta .



Cinta segera naik ke mobil Jackson sementara dua sahabatnya naik ke mobil Adit .



" Pagi sayang " , Cinta mencoba menyapa seperti biasa .



Dan juga seperti biasa  Jackson akan membalas sapaan itu dengan kecupan di pipi Cinta .



Tapi entahlah , Cinta merasa suasana di mobil lebih hening dari biasanya .



" Apa Jackson masih merajuk yah ? " Batin Cinta .



Cinta mencoba memulai pembicaraan yang hanya di tanggapi jawaban singkat singkat oleh Jackson .



Sampai ketika mobil Jackson sudah melaju memasuki parkiran kantor Cinta , dan Cinta berpamitan pada Jackson .




Selama di kantor Cinta tetap mendapat perhatian yang sama dari Jackson . Pesan pesan penuh perhatian dari Jackson tetap Ia terima di ponselnya . Sampai kiriman makan siang juga masih sama seperti biasanya .



Tapi mengapa Cinta tetap merasa ada yang berbeda dari Jackson .



Sampai sore hari saat Jackson mengabari jika hari ini Ia tidak bisa menjemput Cinta pulang bekerja .



Jackson sulit dihubungi , bahkan ponselnya tidak aktif saat malam hari Cinta akan mengabari jika Ia baru sampai di apartemen setelah pulang dari makan malam bersama ketiga sahabatnya .



" Jackson kemana sih ? Apa Ia masih merajuk karena aku belum memberi jawaban yah ? " Batin Cinta .



Sikap Jackson tidak berubah, Ia tetap bertutur kata lembut dan penuh perhatian pada Cinta . Hanya saja Ia menjadi lebih pendiam untuk membahas hal lain .



Seperti itulah yang Cinta rasakan saat ini dan tentu saja itu makin membuatnya bimbang .



Hari berganti  , sikap Jackson masih sama seperti 2 hari yang lalu .

__ADS_1


Jackson tetap memperlakukan Cinta seperti biasanya , namun Ia tak ada pembicaraan lain selain dari hal hal rutin yang sering mereka bahas .


Jackson juga tak pernah lagi membahas soal pertunangan .


Berita yang beredar di media sosial kini sudah mulai meredup , tapi tetap saja anggapan jika hubungan mereka berdua adalah hubungan yang tidak mendapat restu tetap menjadi perbincangan hangat dari sebagian orang . Terutama di kantor Cinta dan di lingkungan klien bisnis Haryono Grup .


Lama kelamaan Cinta juga mulai merasa tak nyaman .


Selama 3 hari ini , rasanya harinya hampa . Ia ingin Jacksonnya yang dulu . Yang setiap hari ada ada saja hal yang Ia cemburui , ada hal baru yang mereka bahas , bahkan rasanya Cinta merindukan pelukan dan ciuman mesra dari Jackson .


" Apakah benar aku sudah sangat mencintai Jackson yah , padahal baru 3 hari tapi aku sudah merasa hariku hampa . " Gumam Cinta .


Cinta lalu memutuskan untuk menghubungi Ayah dan Bundanya .


Tut.... tut.... tut.... bunyi nada panggil di ponsel Cinta .


" Assalamualaikum " , terdengar suara sang bunda di seberang telepon .


" Waalaikumsalam , Bunda ... bagaimana kabar Ayah dan Bunda  ? Lagi sibuk gak Bun ? " Tanya Cinta tanpa basa basi lagi .


" Alhamdulillah baik nduk . Ayah dan Bunda lagi bantuin Mbak mu milih milih model undangan untuk acaranya nanti . Pasti kamu mau omongin soal Jackson, iya kan ? "


Cinta terkejut mengapa bundanya bisa mengetahui apa yang akan Cinta bicarakan .


" 2 hari yang lalu Jackson datang kemari . Ia menyampaikan maksudnya ingin mengajak kamu bertunangan . Jackson meminta restu Ayah dan Bunda . Katanya jika Ayah dan Bunda merestui , kemudian kamunya setuju maka Ia akan datang kembali bersama orang tuanya untuk bertemu . " Bunda menceritakan secara singkat pertemuannya dengan Jackson 2 hari yang lalu .


Cinta masih tak percaya , seserius itukah sampai Jackson berani meminta izin langsung pada orang tuanya .


" Bunda gak bohong ? Mana mungkin Jackson se nekat itu Bun ? " Tanya Cinta untuk kembali meyakinkan .


" Ngapain Bunda bohong . Jackson bukannya nekat Ia hanya sangat mencintaimu . Buktinya saja Ia melarang kami untuk memberitahumu jika Ia berkunjung . Meskipun Bunda dan Ayah sudah memberikan restu jika kalian ingin bertunangan . Ia ingin kamu menerima permintaannya murni karena hatimu yang memutuskan . Bukan karena mendengar pendapat orang lain , termasuk dari ayah dan bunda . " Jawab Bunda .


Cinta tertegun dengan ucapan Bunda .


Sebesar itukah cinta Jackson padanya . Di saat dirinya ragu akan perasaannya pada Jackson , pria itu bukannya memaksa tapi malah menghargai keputusannya untuk berpikir dulu sebelum memutuskan .


Cinta bisa mendengar suara ayahnya yang meminta ponsel pada bundanya . Sepertinya ada yang akan dibicarakan ayah padanya .


" Cinta ini Ayah . Kamu tahu apa alasan Ayah memberi Jackson restu untuk bertunangan denganmu , itu karena Ayah bisa melihat cinta yang begitu besar darinya untukmu . Begitupun sebaliknya, rasa cinta mu padanya sudah sangat jelas setiap kali ayah melihat kamu menatapnya . " Ucap Ayah .


Cinta tak menjawab apapun . Ia hanya diam saja mendengar semua yang akan ayahnya katakan .


" Ayah tahu kamu jadi ragu begini karena kamu dari dulu selalu membentengi dirimu dari pria manapun . Sekalinya seorang Jackson berhasil merobohkan benteng itu , kini kamu mulai lagi membangun batasan agar kamu tidak dikecewakan nantinya . "  Lanjut Ayah .


" Jangan seperti itu nak. Sudah saatnya kamu merasakan pahit manisnya sebuah hubungan percintaan . Hubungan itu tidak hanya sebatas kamu bersamanya hanya di zona nyamanmu saja . Tapi kamu akan bersamanya di zona nyamanmu atau bukan . " Ucap Ayah Cinta memberi nasihat .


" Terimakasih Ayah , terimakasih karena ayah sudah memperhatikan aku dan mau mengerti aku  . " Balas Cinta .


" Istirahatlah Ayah , Cinta juga sudah akan beristirahat . Assalamualaikum . " Ucap Cinta mengakhiri panggilan telepon mereka .


Cinta menitikkan air mata , benar yang di katakan Ayahnya . Ia dengan egoisnya membentengi dirinya sendiri agar tidak terluka , tanpa memedulikan perasaan Jackson .


Dengan tergesa gesa Cinta mengganti pakaiannya lalu Ia dengan segera berangkat menuju apartemen Jackson yang jaraknya memang disengaja tak jauh dari apartemennya .


.


.


.


.


"Karena hati hanya rela memberi bukan menguasai, jangan pernah ragu memilih dengan hati."


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2