
Hari demi hari berlalu dilalui Jackson dan Cinta tanpa ada masalah dalam hubungan mereka .
Jackson setiap harinya akan merasa bahagia dan berbunga bunga karena hubunganny dengan Cinta makin lengket saja .
Tapi tidak dengan sore ini . Pria tampan itu terlihat sangat tak tenang . Ia mondar mandir berjalan ke meja lalu ke sofa yang kini di huni oleh Marvel dan Adit .
" Ada apa lagi sekarang ? Neng Cinta kenapa lagi ? " Tanya Adit yang sudah menghapal gelagat sang Bos yang juga sahabatnya .
" Ini bukan soal Cinta Dit . " Balas Jackson .
" Lalu permasalahan apa yang bisa bikin Lu mondar mandir mirip setrikaan kalau bukan soal Cinta ? Lu kalah taruhan sampai bangkrut ? Atau ternyata lu punya hutang besar dan sekarang lu lagi di tagih tagih ? " komentar Marvel .
" Gila lu yah , mana ada seorang Jackson Putra Haryono bangkrut atau punya hutang . "
" Gue lagi bingung nih , kok hari berlalunya cepat banget yah . Gue malah gak sadar kalau hari ini sudah hari jumat dan besok sudah sabtu . "
Kedua sahabat Jackson, Adit dan Marvel makin tak mengerti dengan ucapan Jackson .
" Gue gak habis pikir lagi , memang benar jatuh cinta udah bikin kewarasan lu hilang sedikit demi sedikit . " Ucap Adit .
" Yah anak TK juga tahu Jack , kalau hari ini hari jumat , besoknya sabtu , besoknya lagi minggu . Apa perlu gue nyanyiin lagu nama nama hari biar lu makin paham . " Marvel menimpali ucapan Adit .
" Lu semua gak paham yah... parah Lu . Sekarang hari sabtu itu adalah hari yang membahayakan bagi gue. Dan Adit lu harus masukin dalam catatan tugas lu untuk mengingatkan gue kalau hari sabtu tiba . " Ucap Jackson terlihat serius .
" Memangnya ada apa ? Kok lu malah nyalah nyalahin hari sabtu sih . " Tanya Marvel .
" Karena di hari sabtu , Cinta akan ke butik Fransisca Wang untuk belajar soal fashion design . " Jelas Jackson .
" Bagus dong. Masalahnya dimana ? " tanya Adit dan Marvel bersamaan .
" Masalahnya Fransisca Wang itu adalah mamanya Ricko, rival gue . " Jawab Jackson .
" Gue takut Ricko curi curi kesempatan ngedeketin Cinta . Namanya kejahatan , bukan cuma karena ada niat kan , tapi karena ada kesempatan juga . " Lanjutnya dengan gaya di buat serius .
" Ya udah , lu gak bolehin aja si Cinta . Beres . Masalah selesai . Kelar. The End . " Ucap Marvel santai .
" Mana bisa , Cinta tuh antusias banget . Mana bisa gue lihat wajah kecewa Cinta kalau sampai gue larang . Itu sama aja nyiksa diri gue sendiri . " Jackson menolak saran dari Marvel .
" Ya udah, lu anterin aja . Lu tungguin deh disana . " Saran Adit .
Jackson berpikir , " Benar juga saran Lu . Tapi bisa aja Cinta berpikir gue gak percaya sama dia . Terus dia kecewa sama gue. Ninggalin gue. Batalin pertunangan . Mati deh gue . "
" Atau gue pura pura sakit aja yah , Cinta gak mungkin ninggalin gue sendiri kan kalau lagi sakit . Apalagi sampai masuk rumah sakit gitu . Lu bisa atur gak Dit ? " Ide Jackson .
" Gue gak mau ikut ikutan . Ketahuan Cinta kalau bohong malah akibatnya lebih parah . " Tolak Adit .
" Lu percaya aja sama Cinta . Lagian sebentar lagi kalian akan tunangan , harusnya lu bisa percaya neng Cinta . " Saran Adit .
" Gue malah gak yakinnya sama lu , ngelihat yang seksi dikit bisa aja lu khilaf . " Ledek Marvel .
" Gue udah berubah Vel . Gue gak napsu lagi lihat wanita lain , mau dia naked di depan gue juga gak akan . Hanya Cinta saja yang bisa buat gue tertarik sekarang . Makanya gue jagain baik baik untuk bekal kalau udah sah nanti . "
Sontak jawaban Jackson mendapat sorakan dari kedua sahabatnya . Ternyata Jackson sang casanova bisa takluk juga .
Malamnya Jackson dan Cinta memilih makan malam di apartemen Jackson .
Cinta kini sedang sibuk memasak untuk mereka berdua .
" Sayang , besok memang harus banget yah pergi ke butik ? " tanya Jackson yang sejak tadi menunggu di meja bar yang ada di dapur .
Cinta hanya mengangguk .
" Memangnya besok gak ada urusan untuk acara pertunangan kita ? Undangannya gimana ? Souvenirnya ? Tempat dan dekorasi gimana ? " Tanya Jackson lagi .
Cinta berbalik menatap Jackson masih dengan spatula berwarna pink di tangannya .
" Bukannya semuanya sudah kita bicarakan dengan WO . Untuk gaunnya , besok sekalian aku obrolin dengan tante Fransisca . "
Setelah itu Cinta kembali melanjutkan kegiatan memasaknya .
Tak butuh waktu lama masakan Cinta selesai Ia tata di atas meja makan . Jackson berjalan dengan langkah gontai . Saat makanpun Ia jadi tak bersemangat .
" Sayang , kamu kenapa sih ? Gak semangat gitu . " Tanya Cinta .
" Bisa gak , besok kamu gak usah ke butik ? "
" Oh, jadi ini masalah aku yang ke butik Tante Fransisca ? " tebak Cinta .
" Yang kamu hawatirin itu apa ? Waktuku yang berkurang untuk kamu , bukannya setiap hari kita ketemu . Atau soal Ricko ? Kamu gak percaya sama aku ? "
" Bukan sama kamu, tapi aku gak percaya Ricko . Bisa aja dia ambil kesempatan dalam kesempitan . " Ucap Jackson .
" Percaya aja sama aku . Gak akan ada kesempatan kesempitan seperti yang ada di pikiran kamu . Aku sudah lama menginginkan ini . Please , kamu percaya sama aku yah . " Bujuk Cinta .
Jackson mengangguk , " Tapi pergi dan pulangnya aku yang antar dan jemput yah . "
" Siap Bos . "
Keesokan paginya di hari sabtu yang cerah ,
" Kamu kok dandan cantik banget sih ? " Protes Jackson saat Cinta baru saja masuk ke mobilnya .
" Apaan sih , biasa aja sayang . "
" Mending jalan sekarang deh , udah jam 10 nih takutnya telat . " Pinta Cinta .
Jackson segera melajukan mobilnya sesuai permintaan Cinta . Tapi di sepanjang perjalanan , Ia terus mengomentari pakaian dan riasan Cinta yang terlihat sangat cantik .
" Kamu kalau tampilannya gini , terus aku gak ada di samping kamu , percaya deh bakalan banyak pria yang coba deketin kamu . " Ucap Jackson .
" Yah itu pikiran kamu aja . Banyak kok yang lebih dari aku . Lagian biar mereka mau deketin aku juga gak mau . Kan aku cintanya sama kamu . "
Seketika senyum mengembang di wajah tampan Jackson . Cinta sudah menduga , itu salah satu cara agar Jackson berhenti protes .
__ADS_1
Jackson tidak hanya mengantar Cinta sampai ke depan butik . Ia juga ikut turun dan menemani Cinta menemui Nyonya Fransisca .
" Pagi tante , maaf saya telat . " Ucap Cinta saat bertemu dengan Nyonya Fransisca .
" Pagi Cin . Gak apa-apa . Lagian kamu kan bukan karyawan , tapi murid tante . Jadi bebas lah kamu datang jam berapa . " Balasnya ramah .
Nyonya Fransisca baru menyadari jika Cinta tak sendiri .
" Kamu bareng siapa Cin ? " tanyanya .
Belum Cinta menjawab , Jackson segera memperkenalkan diri .
" Kenalkan saya Jackson Haryono . Calon tunangan Cinta . " Ucapnya .
Raut wajah nyonya Fransisca sedikit berubah tapi masih bisa Ia kontrol .
Ia kasihan pada putranya , sepertinya cintanya bertepuk sebelah tangan .
" Haryono ? Haryono Grup ? Kamu putra Ibu Lastri ? "
" Iya , benar tante . Tante kenal Mami ? " Jawab Jackson singkat .
" Mami kamu itu teman arisan Tante . "
Cinta segera mencubit lengan kekasihnya yang sejak tadi merangkul pinggangnya agar segera berhenti bicara .
Jackson tentu saja tahu kode dari Cinta , " Tante , saya titip Cinta yah . Saya pergi dulu masih ada urusan . "
Saat diparkiran butik , Jackson bertemu dengan Ricko yang baru saja sampai .
Setelah saling tatap beberapa detik Jackson mulai berbicara ,
" Lu jangan coba coba deketin Cinta . Dia itu calon tunangan gue . "
" Memang. Tapi 3 minggu lagi kami akan bertunangan , jadi lu masih gue kasih kesempatan menghayal selama 3 minggu . " Ucap Jackson dengan tenang .
Raut wajah Ricko sudah terlihat tak bersahabat . Ia pergi begitu saja meninggalkan Jackson dan masuk ke dalam butik milik mamanya .
" Dimana Cinta ? " Tanyanya pada salah satu karyawan yang ada disana .
Ricko tahu ini salah , tapi kini kekecewaan dan emosi sedang menguasai dirinya .
Tanpa mendengar jawaban dari karyawan tadi , Ricko segera masuk ke ruangan mamanya . Dan benar saja , wanita yang dicarinya sedang asik melihat gambar gaun hasil karya mamanya .
" Cin.. benar lu akan tunangan dengan Jackson 3 minggu lagi ? " tanya Ricko tanpa menyapa lebih dulu .
Cinta hanya mengangguk . Ia bingung mengapa Ricko datang sambil marah marah .
" Lu gak tahu bagaimana brengseknya pria itu . Lu main asal terima gitu aja . " bentaknya .
Cinta juga sudah terpancing emosi .
" Se brengseknya dia , gue yang paling tahu karena gue tunangannya . " Jawab Cinta ketus .
" Ricko... apa apaan kamu ini . Mama gak pernah ngajarin kamu ngebentak wanita yah . "
Ricko tertunduk , sepertinya Ia menyadari kesalahannya .
" Mama bisa tinggalin kami sebentar gak . Aku perlu bicara berdua sama Cinta . " Pinta Ricko .
Nyonya Fransisca beralih menatap pada Cinta , dan Cinta mengangguk menyetujui .
__ADS_1
Setelah di ruangan itu hanya ada mereka berdua , Ricko mendekat ke arah Cinta .
" Cin .. lu tahukan gue sayang banget sama lu ? Gue cinta sama lu . Kenapa lu nolak gue dan lebih milih dia . " tanya Ricko frustasi .
" Makasih udah sayang sama gue . Tapi harusnya lu tahu kalau perasaan gak bisa di paksakan . "
" Tapi kenapa harus dia ? Lu gak tahu dia sebenarnya seperti apa . "
" Memangnya lu tau dia seperti apa sekarang ? Masa lalunya dia biarlah jadi masa lalu. Gue mencintai dia yang sekarang . " Ucap Cinta .
" Rick.. lu pria baik . Akan banyak wanita yang lebih dari gue yang bisa membalas cinta lu . "
Ricko belum bisa menerima penolakan Cinta . Ia lantas berdiri dan membentak Cinta .
" Apa jangan jangan karena dia lebih kaya dari gue jadinya lu lebih milih dia ? " Tuduh Ricko .
Cinta menampar Ricko . " Jangan asal tuduh yah . "
" Gue akan buktiin ke lu , Pria itu gak akan pernah bisa berubah . Sekali bastard yah tetap bastard . " Ucap Ricko sebelum pergi meninggalkan butik .
Nyonya Fransisca segera menemui Cinta di ruangannya . Ia memeluk dan meminta maaf pada Cinta .
" Maafkan anak tante Cin . Dia seperti itu karena terlalu mencintai kamu . Tante tahu cinta tak akan bisa dipaksakan , tante mendukung semua keputusanmu . Soal Ricko biar tante yang akan bicara dengannya . "
Cinta hanya bisa mengangguk pasrah , mengiyakan semua ucapan Nyonya Fransisca .
Hari itu sangat berbeda dengan yang dibayangkan Cinta . Ia merasa tak enak pada Nyonya Fransisca sudah membuat keributan di butiknya .
Detik demi detik berlalu hingga beberapa jam yang sangat berat akhirnya berhasil Cinta lewati dengan kecanggungan yang luar biasa di butik milik mamanya Ricko .
Sorepun tiba , Cinta sangat lega saat seseorang memberitahu jika Jackson sudah menjemputnya .
Setelah berpamitan pada Nyonya Fransisca , Ia segera menemui Jackson yang menunggu di lantai 1 .
" Sayang . " Sapanya dengan bersemangat sambil berhambur ke pelukan Jackson.
Jackson membalas pelukan Cinta, " sepertinya kamu senang banget . "
" Iya , aku mencoba untuk mendesain sendiri gaun untuk pertunangan kita . "
" Oh yah.. coba perlihatkan hasilnya . " Ucap Jackson .
Obrolan mereka terhenti ketika seorang wanita menepuk bahu Jackson dari belakang .
Jackson segera berbalik begitupun dengan Cinta yang masih ada dalam pelukan Jackson .
" Jackson "
" Emily "
Ucap mereka bersamaan , sama sama terkejut .
.
.
.
.
.
" Kita hanya perlu jeda untuk tidak lagi merasakan luka."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1
\*\*\*\* ada yang tahu gak Emily itu siapa ??? jawab di kolom komentar yah , biar ramee.... Like nya jangan lupa yah readers sayangku . stay healthy dan salam lope lope ❤❤❤ \*\*\*\*