Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 52 . Jebakan ( Part 1 )


__ADS_3

" Surprise ... "


Ucap Jackson dengan semangatnya .


" Hah ? "


" Ayo masuk . Aku akan menunjukkan apa yang ada di dalam . "


Ucap Jackson lalu menuntun Cinta masuk ke dalam bangunan 3 lantai itu  .


" Sayang , ini sengaja aku siapkan untukmu . Entahlah kamu akan setuju atau tidak , tapi aku rasa setelah kita menikah sudah cukup bagimu untuk terus mengalah pada keadaan . Aku ingin kamu juga merasakan bagaimana memperjuangkan mimpimu . " Ucap Jackson .


" Ini hadiah pertunangan dariku untukmu . Terserah padamu kapan akan kamu mulai , bukalah sebuah butik . Mungkin belum bisa langsung sebesar impianmu , tapi mulailah dari awal . Aku akan selalu berada di sisimu untuk membantu . " Lanjutnya .


Air mata Cinta tak bisa lagi Ia tahan .


Ia berhambur memeluk Jackson .


" Terimakasih , tapi hadiah ini terlalu berlebihan . "


" Tak ada yang berlebihan untukmu sayang . Sebenarnya bisa saja aku membuatkanmu butik yang sudah jadi tapi aku tak melakukannya karena aku tahu kamu suka untuk memulai sesuatu dari awal . " Balas Jackson .


" Ini saja sudah sangat membuatku bahagia Sayang . "


Bagaimana tidak bahagia , Jackson memberinya sebuah ruko 3 lantai dengan interior yang di design untuk membuka sebuah butik .


" Ayo kita ke atas , kamu masih harus melihat 2 lantai lagi . " Ajak Jackson .


" Ku harap kamu bisa segera memutuskan untuk fokus membangun tempat ini . " Ucap Jackson lirih .


Tentu Cinta sangat paham maksudnya . Memang Jackson sudah sempat beberapa kali mengungkapkan keinginannya agar dirinya berhenti bekerja setelah menikah .


Biar bagaimanapun menjadi seorang karyawan , Cinta harus bersedia mematuhi semua aturan aturan dari perusahaan tersebut .


Sedang menurut Jackson jika mereka telah menikah , Ia berharap agar Cinta memiliki waktu lebih banyak untuk mereka berdua dan keluarga kecilnya kelak .


Setelah mereka berdua puas melihat lihat dan merencanakan apa saja yang akan mereka lakukan untuk tempat itu , mereka memilih untuk kembali ke apartemen Cinta agar bisa beristirahat sebelum besok kembali kerutinitas pekerjaan masing masing .



Di tempat lain Emily yang masih kesal setelah menyaksikan sendiri bagaimana romantisnya pertunangan Jackson dan Cinta ,  kini sedang menanti kedatangan seseorang yang sudah Ia hubungi sejak semalam .



" Semoga saja dia segera datang. " Batin Emily .



Benar saja , seorang pria yang di tunggu Emily terlihat berjalan masuk dan mengedarkan pandangannya ke seluruh cafe .



Emily mengangkat tangan kanannya agar memudahkan pria itu mengenalinya .



" Hai.. aku Emily . "



" Ricko . " Jawab pria itu singkat .



Yah ,pria itu adalah Ricko . Pria yang menjadi harapan terakhir Emily untuk membantunya .



Ricko duduk di hadapan Emily setelah di persilahkan oleh wanita itu .



" Jadi ada hal apa soal Cinta sehingga kamu ingin menemuiku ? "

__ADS_1



" Sebelumnya perkenalkan aku adalah mantan kekasih Jackson . Sebenarnya 8 tahun lalu belum pernah terucap kata putus di antara kami . Tapi kami harus berpisah karena aku yang pindah ke Paris . " Ucap Emily .



" Dasar wanita , kamu meninggalkan pria selama 8 tahun dan kamu anggap kalian belum pernah putus . Sungguh egois . " Komentar Ricko .



" Disini kamu tak perlu memikirkan aku yang egois atau tidak . Aku hanya ingin mengajakmu kerja sama . Aku tahu kamu menyukai Cinta  kan ? "



" Memangnya apa yang bisa kamu lakukan ? "



" Aku akan membawa Cinta padamu . Dan kamu bisa memiliki dia seutuhnya . Ku rasa kamu paham maksudku .  " Ucap Emily memberitahu rencananya .



" Kamu yakin akan berhasil ? " Ricko ragu .



" Tentu saja. Jackson paling anti dengan penghianatan . Apalagi selama ini dia sangat menjaga Cinta . Ku yakin kamu paham maksudku . Tinggal sekali ini kesempatanmu . " Bujuk Emily .



" Baiklah . Kabari aku apa yang harus ku lakukan . " Putus Ricko sebelum Ia akhirnya pergi meninggalkan tempat itu .



Sementara di tempat yang tak jauh dari sana , anak buah Mike sedang mengikuti Ricko . Walaupun tak dapat mendengar dengan jelas pembicaraan mereka karena suasana cafe yang sangat bising , tapi Ia yakin mereka berdua sedang merencanakan sesuatu .




Jackson cukup gelisah setelah mendengar berita dari Mike . Sejak hari itu , dia terus saja menempeli Cinta kemanapun dia pergi . Dia hanya tak ingin Cinta dalam bahaya .



Hari itu Jackson harus ke darerah puncak untuk meninjau pembangunan resort Haryono Grup yang baru .


Sejak semalam Ia sudah memaksa Cinta untuk cuti dan ikut dengannya , tapi Cinta terus menolak dengan alasan pekerjaannya menumpuk karena sudah sering cuti .


Dengan berat hati Jackson meninggalkan Cinta setelah wanita itu berjanji tak akan pergi kemana mana tanpa supir yang sudah disiapkan Jackson .


Saat sedang fokus pada layar komputernya , ponsel Cinta berbunyi . Nomor yang tak dikenal nampak disana .


" Halo " , sapa Cinta saat menerima panggilan telepon itu .


" Cinta , ini aku Emily . Aku ingin bertemu denganmu . Aku harus memberitahumu sesuatu soal Jackson . " Ucap Emily .


" Maaf , tapi aku tak punya waktu mendengarkan lagi semua hayalanmu . Pekerjaanku banyak . " Balas Cinta .


" Ku mohon . Sekali ini saja lalu aku akan pergi dari kehidupan kalian . Aku akan memberitahumu sesuatu tentang pesan Jordi untuk Jackson . Ku harap kamu bisa menyampaikan padanya , karena Jackson sudah tak ingin bertemu denganku lagi . " Bujuk Emily .


Cinta berpikir sejenak . Sepertinya tidak apa apa jika mereka berdua bertemu . Lagian kami akan bertemu di restauran , tak mungkin Emily berbuat macam macam di tempat umum . Pikir Cinta .


" Baiklah. Kirimkan alamatnya. Tapi aku hanya bisa menemuimu jam 7 malam nanti . "  Ucap Cinta pada akhirnya .


Sambungan telepon terputus . Cinta melanjutkan pekerjaannya yang masih sangat banyak , sedang Emily kini sedang tersenyum  senang karena recana awalnya berhasil.


Jauh di tempat lain entah mengapa perasaan Jackson tak tenang .


Sejak dalam perjalanan pagi tadi , Ia terus terbayang wajah tunangannya .


Jackson sadar jika Cinta sedikit kesal dibuatnya lantaran dirinya yang terus saja menelpon .


Akhirnya kini Ia lebih memilih untuk menghubungi anak buah Mike yang bertugas mengawasi Cinta .

__ADS_1


" Bagaimana keadaannya ? " Tanya Jackson di telepon .


" Baik baik saja tuan muda , tidak ada yang mencurigakan . Nona  hanya sekali saja keluar saat makan siang . Ia berjalan kaki bersama rekan rekannya ke rumah makan padang yang tak jauh dari kantornya . " Jelas anak buah Mike .


Setelah mengetahui jika Cinta baik baik saja perasaan Jackson sedikit lega .


" Gak perlu hawatir , Cinta pasti baik baik saja. Kan sudah ada yang menjaganya . Fokuslah pada pekerjaan disini , biar cepat selesai  dan kita bisa kembali secepatnya . "


Adit juga ikut menenangkan Jackson , karena sejak tadi bos dan sahabatnya itu cemas tanpa alasan . Hal itu mempengaruhi kinerja mereka .


Adit hawatir jika seperti ini terus maka pekerjaan mereka akan memakan waktu lebih lama dari yang mereka rencanakan .




Emily memang sengaja memilih hari ini untuk bertemu Cinta , tentu saja karena Ia tahu jika Jackson sedang ke puncak dan Cinta sendiri .



Emily tahu hal itu setelah Ia menelepon ke kantor Jackson dan menanyakan keberadaan pria itu pada sekertarisnya .



Setelah mengirim pesan lokasi restauran tempat mereka akan bertemu , Ia segera menghubungi Ricko .



" Halo Rick... hari ini adalah harinya yah . "


" Aku sudah menyiapkan semuanya , pokoknya kamu tinggal menunggu saja di kamar hotel yang telah kusiapkan . " Perintah Emily.



Sebenarnya Ricko sedikit ragu dengan rencana Emily .



" Tapi apa harus aku berbuat sejauh itu. Aku juga mencintainya , aku tak ingin menyakitinya . " Sanggah Ricko .



" Siapa bilang kamu menyakitinya . Kamu melakukannya atas dasar cinta kan ? Lagian ini satu satunya cara untuk mendapatkan Cinta  , jika kamu berharap hatinya akan sukarela berpaling padamu maka itu tak akan mungkin terjadi . " Bujuk Emily .



Setelah berpikir sekali lagi akhirnya Ricko setuju dengan catatan Emily tak boleh melukai atau menyakiti Cinta .



Setelah memutuskan sambungan teleponnya dengan Ricko , kini Emily tertawa tawa seorang diri di kamarnya .



Ia membayangkan sebentar lagi Jackson akan mencampakan Cinta . Dan dia bisa kembali bersama Jackson .



Sepertinya obsesi telah membutakan hati Emily sehingga Ia berencana untuk berbuat jahat pada wanita lain .



.


.


.


.


.


"Perasaan laksana hujan, tak pernah datang dengan maksud yang jahat. Keadaan dan waktulah yang membuat kita membenci kedatangannya." - Fiersa Besari

__ADS_1


__ADS_2