Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 40 . Sehari bersama Lila


__ADS_3

Mobil Jackson kini melaju menuju taman bermain Jatim Park 1 yang berada di daerah Batu Malang .


Sepanjang perjalanan Lila tak pernah behenti berceloteh .


" Aku sudah besar , kita masuk ke rumah hantu yah Om . " Ucapnya .


" Aku sudah besar , kita naik roller coaster yah Om . " Ucapnya lagi .


" Aku sudah besar , kita naik mobil mobil balap yah Om . " Ucapnya lagi dan lagi .


Baru saja Lila akan mengeluarkan kata kata lagi , tapi segera di sela oleh Cinta .


" Kalau Lila sudah besar , harusnya Lila tahu kalau gangguin Om yang menyetir itu tidak baik sayang . " Sela Cinta .


Lila seketika menutup mulut dengan kedua tangannya .  Hal itu tentu saja mengundang tawa Jackson .


" Gak gangguin kok . Lila lucu banget sih sayang . " Komentar Jackson membuat Lila tersenyum penuh kemenangan .


Karena ini hari sabtu , taman hiburan itu sudah mulai ramai pengunjung .


Jackson sedang antri membeli tiket untuk mereka bertiga , saat seorang pria menghampiri Cinta dan Lila yang menunggu tak jauh dari loket penjualan tiket .


" Hai ... Boleh kenalan gak ? Perkenalkan saya Dimas . Sejak tadi saya sudah memperhatikan kamu. Kamu berdua aja bareng adikmu yah ? " Ucap pria itu sambil mengulurkan tangan berjabat tangan .


Cinta membalas dengan senyuman . Ia pun menyambut uluran tangan pria tersebut .


" Kala saya namanya Cinta . Ini tuh bukan adik saya , dia itu ..... " Ucapan Cinta terhenti karena Jackson yang sudah kembali dari membeli tiket langsung saja menyela .


" Sayang .... siapa dia ? " Tanyanya dengan gaya arogan khas seorang Jackson .


" Katanya namanya Dimas , tadi nyamperin minta kenalan . " Jawab Cinta jujur .


Sontak Jackson mengalihkan pandangannya pada pria tadi dan merangkul pundak Cinta posesif ,


" Ada keperluan apa , anda meminta berkenalan pada istri dan anak saya ? " Tanya Jackson .


Raut wajah pria tadi tiba-tiba saja berubah saat mendengar Jackson mengakui Cinta dan Lila sebagai istri dan anaknya .


" Maaf , saya kira Mbak tadi hanya berdua . Saya permisi . " Ucap pria itu kemudian berlalu .


Cinta kini sudah tak dapat lagi menahan tawanya .


" Kamu bisa aja ngaku ngaku . " Ucap Cinta  .


" Biarin aja... supaya semua orang tahu kamu itu hanya milik aku seorang . " Ucap Jackson lalu mengecup kening Cinta .


" Bahaya nih... gue tinggal bentar aja udah ada yang mau nikung . Harus lebih waspada nih gue . " Batin Jackson .


Setelah itu mereka bertiga masuk ke dalam taman bermain dengan saling bergandengan tangan .


Raut wajah bahagia terpancar dari ketiganya . Meski sampai sekarang mereka belum menyadari ada seseorang yang sudah sejak tadi mengawasi mereka dan mendengar semua pembicaraan mereka .




Jatim park ini memiliki konsep selain sebagai wahana hiburan juga mengusung konsep edukasi .



Karenanya tempat ini di bagi menjadi 3 zona yaitu zona pembelajaran , zona playground , dan zona adventure .



Saat baru masuk mereka di sambut oleh gong raksasa . Menurut info gong ini adalah gong terbesar ke 2 di Indonesia .



Setelah puas berfoto di depan gong kini mereka menuju ke zona pembelajaran .



Tempat yang pertama mereka datangi adalah taman sejarah . Di area taman ini terdapat banyak macam miniatur seperti candi dan arca Indonesia . Dengan sabar Jackson menjawab semua pertanyaan Lila .



" Yang ini namanya apa Om ? Kalau yang ini ? Yang ini ? Boleh pegang gak Om ? Wah lucu, Lila boleh bawa pulang gak ? "



Yah kira kira seperti itulah pertanyaan pertanyaan yang keluar dari bibir kecil dan mungil Lila .



Setelah merasa cukup , Jackson mengajak keduanya untuk ke area baby zoo . Sebenarnya masih banyak taman edukasi lain di tempat ini seperti taman fisiki , science center , galeri belajar ,galeri etnik , dll .



Tapi Jackson merasa semua itu belum pas untuk Lila yang baru berusia 5 tahun .



Jadinya lebih baik mereka pergi melihat lihat binatang binatang lucu seperti kelinci , hamster, marmut   dan lain lain .



Benar saja dugaan Jackson, Lila sangat antusias di sana . Ia dengan berani mengelus-elus bulu mereka dan memberi makan hewan hewan lucu itu .



" Sayang bosan ahh lama lama disini . " Ucap Cinta yang memang tidak tertarik dengan hewan .



Jackson menggenggam tangan Cinta . " Bentar lagi yah , lihat tuh Lila masih semangat banget . " Ucap Jackson lembut .



Sejak mendengar cerita Ayah perihal kisah rumah tangga orang tua Lila , Jackson menjadi prihatin dengan anak kecil itu .



Bagaimana Ia bisa tumbuh seceria itu tanpa kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya . 


Jackson jadi berniat untuk membuat gadis kecil itu terus tertawa .



Setelah merasa puas bermain dengan hewan yang lucu , Lila menghampiri Jackson dan Cinta yang duduk tak jauh darinya .



" Om kapan kita ke rumah hantunya ? " Tanya Lila dengan polosnya .



" Ayo , sekarang aja yuk . " Ajak Jackson tak kalah bersemangat .



Mereka bertiga kembali jalan sambil bergandengan .


Mereka kini memasuki zona playground untuk mencari letak rumah hantu yang sangat diinginkan Lila .



Tapi saat perjalanan , mereka menemukan wahan dog race . Wahana ini berbentuk anjing dilengkapi sekitar 10 tempat duduk.



" Kita naik itu dulu yuk... sekalian istirahatin kaki . Udah mulai pegal nih . " Bujuk Cinta sambil menunjuk ke arah Dog race  .



Lila dan Jackson tentu saja menyetujui .



Mereka bertigapun mengambil tempat duduk di atas dog race. Setelah itu mereka bertiga di ajak berkeliling rute sebanyak lima kali sambil menikmati sajian lagu tradisional Indonesia .


__ADS_1


Setelah selesai dengan wahana dog race , Cinta kini mengajak Lila untuk naik ke wahana samba ballon . Tapi karena ini hanya untuk anak anak saja , jadilah Lila naik sendiri . Sedang Cinta dan Jackson menunggui di dekat wahana itu .



Awalnya Cinta pikir Lila akan takut karena harus mencoba sendiri, tapi ternyata tidak  . Gadis kecil itu malah merengek ingin naik lagi .



Akhirnya Jackson mengajak Lila untuk menaiki Thomas mini train . Kereta api dengan karakter kegemaran anak anak ini tentu saja tak dapat di tolak oleh Lila . Ia dengan berani menaiki wahana itu sendiri . Cinta dan Jackson tetap menungguinya sambil mengawasi Lila .



Selesai dengan Thomas mini train , Lila terus saja merengek ingin naik roller coaster .



" Aku udah besar Bule' Cinta ... udah boleh kok naik roller coaster . " Ucap Lila dengan percaya dirinya .



Jackson yang melihat perdebatan dua wanita beda usia itu akhirnya menengahi .



" Bagaimana kalau kita naik itu saja . " Tawar Jackson sambil menunjuk ke arah Dragon Coaster .



Wahana ini mirip dengan roller coaster hanya saja yang ini berbentuk naga dan memang di bolehkan untuk semua usia . Jadi orang tua boleh mendampingi anak mereka .



Kedua wanita itu setuju , dan mereka bertigapun menaiki wahana itu .



Setelah selesai dengan dragon coaster , Lila kembali merengek menanyakan perihal rumah hantu .



Dengan dibantu peta dan sesekali bertanya pada petugas , akhirnya mereka bertiga sudah tiba di depan wahana yang sangat diinginkan Lila .



" Dari depan aja udah seram . Gimana Lila , masih mau masuk  ? " Tanya Cinta yang kini berlutut untuk mensejajarkan tingginya dengan gadis gembul itu .



" Iya dong ... Lila berani kok . Jangan bilang Bule' Cinta takut yah .... " Goda Lila .



" Mana ada Bule' takut ... ayo masuk . " Ucap Cinta tapi Ia malah mengapit lengan Jackson .



" Jangan takut . Ada aku kok sayang . " Ucapan Jackson cukup menenangkan bagi Cinta .



Saat baru saja masuk mereka sudah di suguhi oleh penampakan patung patung iblis membawa kampak .



Lila terlihat mulai memelankan langkahnya dan semakin merapatkan tubuhnya pada Jackson .



Bau kemenyan tercium sangat jelas. Menambah kesan horor rumah hantu itu .



Untuk sampai di pintu keluar , mereka harus memasuki kamar kamar yang ada disana .



Saat baru masuk di kamar pertama saja mereka disambut oleh hantu bayi menangis dan lemari yang membuka tutup sendiri .




Cinta hanya menggeleng melihat tingkah gadis kecil yang tadi sok paling berani .



Lalu mereka terus berjalan memasuki kamar yang lain lagi , nampaklah sosok hantu koki tengkorak . Lila kembali berteriak . Sementara tangan Jackson mulai terasa dingin karena menahan rasa takut .



Puncaknya adalah ketika tiba tiba hantu tanpa kepala muncul di hadapan mereka , sontak saja Jackson dan Lila berteriak dan bersembunyi di balik tubuh Cinta .



Cinta yang mulai menikmati wahana ini , kini sudah tak merasa takut lagi .



Cinta hanya bisa menggeleng melihat tingkah kekasih dan ponakannya yang kini berlindung di belakang tubuhnya .



Belum cukup dengan hantu tanpa kepala , kini mereka kembali di kejutkan oleh kuntilanak yang tiba tiba muncul  dan kembali membuat Jackson dan Lila menjerit .



Walaupun terasa berat karena ada tubuh kekar pria dan gadis gembul yang menempel padanya ,  Cinta terus melanjutkan langkahnya melewati penjara penjara masa lampau yang di huni oleh tengkorak dan hantu yang menjerit jerit minta pertolongan .



Namun bagi Cinta jeritan hantu itu tak ada apa apanya jika dibandingkan dengan jeritan dua orang yang menempel padanya  .



Hari sudah semakin siang saat Jackson , Cinta , dan Lila berhasil keluar dari rumah hantu .



Cinta tak henti menertawakan mereka berdua karena terlihat pucat menahan takut .



" Makan dulu yuk. Udah siang nih . " Jackson berusaha menghentikan tawa Cinta yang mengejeknya .



" Ayo... " Sambut Cinta .



" Makan di Mall aja gimana sayang ? " tawar Jackson .



Jackson memang harus ke Mall untuk berbelanja pakaian . Karena Ia sudah tak memiliki stock pakaian ganti lagi .



" Terserah kamu sih . Aku ikut aja . " Jawab Cinta .



Mereka bertiga akhirnya berjalan ke mobil untuk menuju salah satu Mall di kota Malang .



Sepanjang perjalanan Lila tertidur di pangkuan Cinta .



" Kamu berat gak sayang pangkuin Lila ? Kalau iya tukaran aja, kamu nyetir aku pangkuin Lila . " Tanya Jackson .

__ADS_1



" Gak kok . Aku udah biasa . " Jawab Cinta .



" Wahh... bagus dong sayang . Kamu udah biasa jagain anak kecil . Jadi kamu nanti udah bisa jagain anak kita . " Ucap Jackson .



" Ha.. ha.. ha.. " Cinta tertawa


" Gimana mau punya anak , di buat aja belum . " lanjut Cinta asal .



" Memangnya kamu mau sayang kita buat anak ? Sabar yah, tunggu sah dulu . Sekarang nyicip sedikit sedikit boleh lah sayang . " Komentar Jackson atas ucapan asal Cinta .



Cinta hanya  bisa membulatkan matanya pada Jackson .



Tak butuh waktu lama , mereka tiba di tempat tujuan mereka .



Dengan lembut Cinta membangunkan Lila . Semuanya tak luput dari pandangan Jackson membuatnya makin kagum pada Cinta .



Kini mereka bertiga memasuki Mall dengan Lila dalam gendongan Jackson .



Tujuan pertama mereka adalah restauran . Jam makan siang sudah lewat lumayan lama .



Mereka makan dengan lahap , sambil sesekali Cinta bantu menyuapi Lila makanannya .



Setelah itu mereka memasuki salah satu toko pakaian yang terkenal mewah sesuai keinginan Jackson .



Niat awalnya berbelanja hanya untuk Jackson tapi yang ada Jackson malah membeli banyak barang  lain . Ada untuk Cinta dan juga untuk keluarga Cinta .



Cinta makin merasa tak enak , pasalnya sudah terlalu banyak barang yang berikan Jackson pada keluarganya .



Seolah belum cukup dengan pakaian mewah . Kini Jackson mengajak Lila untuk membeli mainan .



Walaupun sudah terus menolak  , tapi Jackson seperti tak ingin dibantah . Dengan berat hati akhirnya Cinta membantu Lili memilih mainan yang Ia inginkan .



Cukup lama di toko mainan menunggui Lila menjelajahi isi toko ini , kini mereka bertiga sudah dalam perjalanan pulang ke rumah Cinta .


Lila kembali tertidur sepanjang perjalanan, sepertinya Ia sangat lelah .



Hari sudah malam saat mereka tiba di rumah Cinta . Mereka langsung saja masuk dan ikut makan malam bersama dengan keluarga Cinta yang lain .



Setelah makan malam dan mengobrol sebentar dengan Ayah dan Bunda Cinta  , akhirnya Jackson pamit untuk kembali ke hotel .



Cinta mengantarkan Jackson sampai ke mobil .


Jackson lalu mengambil sesuatu dari laci mobil .



" Ini untuk kamu sayang . " Ucapnya sambil memberi Cinta sebuah kotak .



Dari kotaknya Cinta sudah bisa menebak isinya pastilah perhiasan .



Cinta membuka kotak itu dan melihat ada sebuah kalung berliontinkan berlian yang sangat indah .



" Ini terlalu berlebihan sayang . " Ucap Cinta menolak pemberian Jackson .



" Tidak ada yang berlebihan jika itu untukmu sayang . Aku bahkan rela memberi semua milikku jika kamu memintanya . " Ucap Jackson sambil membantu Cinta memakaikan kalung .



Posisi mereka yang saling berhadapan kini makin dekat , dan akhirnya Jackson mendaratkan satu kecupan lembut di bibir Cinta .



" Kamu cantik pakai kalung itu . " Ucapnya .



" Terimakasih yah sayang . " Balas Cinta lalu memeluk Jackson .



Setelah itu Jackson masuk kemobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Cinta .



Sungguh hari yang melelahkan juga menyenangkan bagi keduanya , sampai mereka tak sadar jika seharian ini mereka di ikuti dan di awasi oleh seseorang .



.


.


.


.


.


.


“*Aku mencintaimu tanpa mengetahui bagaimana, atau kapan, atau dari mana. Aku mencintaimu dengan sederhana, tanpa masalah atau kesombongan. Aku mencintaimu dengan cara ini karena aku tidak tahu cara lain untuk melakukannya.” – Pablo Neruda*


.


.


.


.


.


To be continue


\*\*\*\* terimakasih readers tersayangku sudah nungguin dan baca ceritaku . Jangan lupa like dan komentarnya yah biar makin semangat nih UP nya . Stay healthy semua. Salam ❤ . \*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2