Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 37. Kesalah pahaman berujung malu


__ADS_3

Pagi ini Jackson sudah berada di bandara dan semua barang belanjaan yang Ia beli kemarin bersama Adit sudah Ia bagasikan.


Kini Ia berada di salah satu lounge bandara menunggu jadwal keberangkatannya pada pukul 07.30 pagi.


Jackson tertawa mengingat pesan sang mami saat Ia pamit tadi ,


" Kamu disana jangan malu-maluin. Jangan sampai buat Mami sama Papi nanti susah lamarin Cinta untuk kamu kalau ayah bundanya udah gak setuju duluan dari awal ", ucap sang Mami menasihati .


" Emangnya mami pikir aku bakal ngapain disana . Sampai sekarang baru Cinta seorang yang pernah menolak Gue ", batin Jackson .


Tak lama terdengar suara pemberitahuan bahwa pesawat yang akan ditumpanginya akan segera berangkat. Jackson segera memakai kacamatanya. Dengan hanya membawa sebuah clutch bag Ia berjalan memasuki pintu masuk pesawat .


Senyum tak pernah lepas dari wajah tampan Jackson karena membayangkan akan segera bertemu sang pujaan hati yang sangat Ia rindukan .


Setelah 1 jam 30 menit perjalanan udara, kini Jackson sudah tiba di bandara Abdul Rachman Saleh di kota Malang.


Mobil alp**rd yang menjemputnya sudah terparkir tak jauh dari pintu kedatangan .


" Pagi Pak. " sapa sang supir sambil membuka pintu mobil untuk Jackson .


" Pagi ", jawab Jackson singkat.


" Tujuan kita langsung ke hotel dulu Pak ? " tanya sang supir ramah sesaat setelah Ia masuk kedalam mobil .


" Tidak. Kita langsung kerumah kekasih saya . Ini alamatnya ", perintah Jackson.


Dengan berbekal alamat Cinta yang dulu Ia dapatkan dari Mike saat menguntit Cinta , kini mobil yang ditumpanginya melaju menuju rumah sang kekasih.


Jackson sengaja tak memberi kabar pada cinta, Ia ingin memberi kejutan untuk Cinta .


Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah cinta karena jalanan kota Malang yang tidak semacet jalanan di Jakarta .


" Maaf Pak, sepertinya kita tidak bisa lewat . Di depan sedang ada acara. Tapi kalau menurut alamatnya sih, rumah yang bapak tuju sudah tidak jauh lagi ", ucap sang supir yang bernama Pak Trisna .


" Saya turun disini aja Pak. Bapak parkirin mobilnya dulu. Saya jalan aja dari sini ", perintah Jackson yang memang sudah tidak sabar bertemu dengan kekasih hatinya .


Jackson turun dari mobilnya masih dengan kacamata yang melekat pada wajahnya. Juga clutch bag yang berisi dompet dan ponselnya .


" Rumah nomor lima ", gumam jackson sembari menghitung jumlah rumah yang telah Ia lewati .


Saat sampai di sebuah rumah, Jackson sedikit ragu karena tampaknya di rumah itu sedang berlangsung sebuah acara.


Jackson memberanikan diri bertanya pada sekumpulan wanita paruh baya yang terlihat akan masuk ke dalam rumah itu .


" Ibu.. permisi.. saya boleh bertanya ? " tanya Jackson ramah .


Tiga orang ibu-ibu menghentikan langkah mereka. " Ya , silahkan " jawab salah satu dari ketiganya .


" Ini benar rumah Pak Prasetyo yah ? " tanya Jackson.


" Iya benar " , jawab Ibu itu lagi .


" Boleh tau di dalam lagi ada acara apa yah ? " tanya Jackson lagi makin penasaran .


" Acara lamaran putrinya Pak Prasetyo " jawab Ibu itu lalu pamit pada jackson untuk masuk kedalam tempat acara .


Jackson ingat Cinta memang bilang kalau akan ada acara keluarganya pada hari ini. Jackson menerka-nerka setahu Jackson kakaknya Cinta sudah memiliki anak. Jadi apakah acara lamaran ini adalah acara lamaran cinta .


Seketika dunia Jackson seakan runtuh. Membayangkan Cintanya , kekasih yang dicintainya akan dilamar oleh pria lain membuat hatinya sangat sakit .


Dengan langkah cepat Jackson segera masuk ke tempat acara bahkan Ia melewati ketiga ibu yang tadi .


Tanpa permisi Ia langsung saja masuk ke dalam rumah yang sudah ramai dengan para tamu undangan.


Pikirannya Ia harus menggagalkan acara lamaran Cinta. Cinta hanya akan menjadi miliknya seorang .


Samar- samar Jackson mendengar suara bariton seorang pria menyilahkan kedua pasangan untuk saling memasangkan cincin .


Dengan gagah berani dan penuh percaya diri serta tekad untuk memiliki cinta, Jackson berteriak dari tempatnya berdiri saat ini ,


" Stop... hentikan ! "


Semua mata kini tertuju pada Jackson.


Kebanyakan menatapnya heran . Tapi ada juga beberapa wanita yang menatap kagum karena ketampanannya.


Seorang wanita yang menggunakan kebaya yang Jackson kira adalah Cinta berbalik. Betapa terkejutnya Jackson mengetahui bahwa wanita itu bukan Cinta.


Cinta sendiri yang duduk di barisan para keluargsnya sangat terkejut akan kedatangan Jackson secara tiba-tiba, di tambah lagi dengan tindakan Jackson yang mengacaukan acara lamaran kakaknya . Cinta sampai tak bisa berkata-kata.


" Jackson " panggil Cinta lirih pada akhirnya sambil berdiri.


Kini semua tatapan beralih pada Cinta.


Mbak Amel menatap cinta dan bertanya " kamu kenal dia dek ? "


Jackson yang tadinya terpaku karena malu sudah salah mengira akhirnya kembali dari lamunannya .


" Sayang ", ucapnya menjawab panggilan cinta.


" SAAYYAANNGG " beberapa orang kini serentak meniru ucapan Jackson dan mengalihkan pandangannya dari Cinta ke Jackson kembali .


Cinta menyadari bahwa situasi akan semakin kacau jika Ia biarkan terus begini .


" Ayah, Bunda, Om, Tante, Mbak Amel, Mas Pram, serta keluarga dan para tamu. Saya mohon maaf atas keributan yang terjadi. Silahkan saja acaranya kita lanjutkan kembali . " ucap Cinta mengakhiri suasana canggung yang diciptakan oleh sang kekasih .


Cinta lalu berjalan mendekati Jackson dan mengajaknya duduk di salah satu kursi kosong yang masih tersedia.


Sesekali Cinta melihat tatapan penuh pertanyaan dari Bundanya .


" Kamu kesini kenapa gak bilang bilang " , tanya Cinta sambil berbisik .


" Kamu sulit dihubungin. Lagian aku udah kangen banget sama kamu sayang ", jawab Jackson cuek seperti tak merasa baru saja membuat kesalahan .


" Kamu cantik banget pakai kebaya gini. Aku jadi ingin cepat-cepat lamar kamu juga ", celetuk Jackson .


" Lamar lamar apaan. Tungguin aja entar , siap siap kamu hadapin ayah dulu. Kamu udah kacauin acara lamaran anaknya ", ucap Cinta terdengar horor bagi Jackson .



__ADS_1


Setelah beberapa jam acara berlangsung akhirnya kini acara selesai. Para tamu undangan juga sudah pulang. Yang tersisa hanyalah keluarga inti Cinta dan Mas Pram, calon suami Mbak Amel .



Tadi saat acara mau tak mau akhirnya Cinta mengenalkan Jackson pada beberapa keluarga dan sepupunya sebagai kekasihnya .



Ia juga sudah sempat mengenalkan Jackson pada Ayah dan Bundanya juga pada Mbak Amel . Namun mereka belum sempat berbincang banyak hal karena masih banyak tamu.



" Dek kamu dan Jackson dipanggil ayah ke dalam. Mau ngobrol katanya . " ucap Mbak Amel .



Cinta dan Jackson yang tadinya duduk di teras rumah akhirnya beranjak masuk kedalam .


Cinta menghentikan langkah Jackson " Nanti kamu jangan ngomong macam-macam yah " peringat Cinta .



Cinta hawatir, mengingat sifat bossy dan arogan kekasihnya jangan sampai membuat hubungannya tak direstui oleh orang tuanya .



" Ayo duduk dulu Nduk... duduk Nak... " ucap Bundanya Cinta dengan lembut .



Cinta dan Jackson ikut bergabung dengan yang lain di ruang keluarga . Aura tegang dari kedua wajah mereka sangat terlihat jelas.



" Kenapa kalian tegang sekali ? Emangnya kalian udah buat salah ? " Tanya ayah .



" Iya Pak ", jawab Jackson singkat.



Cinta berbalik menatap Jackson bingung dengan jawabannya. Tapi yang ditatap malah tidak merasa sama sekali. Akhirnya Cinta memilih untuk mencubit lengan Jackson.



" auucchhh " Jackson mengaduh karena tiba-tiba mendapat cubitan .



Jackson lalu kembali beralih pada Ayah Cinta.


Auranya terlihat berbeda dari biasanya . Tak ada Jackson yang manja, usil, dan suka menggoda Cinta. Yang nampak hanyalah wajah serius dan berwibawa namun tetap dengan ketampanan khas Jackson.



" Mungkin kalau lagi bertemu klien dia bisa seserius ini kali yah ", batin Cinta .




" Sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri saya dulu Pak, Bu. Saya Jackson Putra Haryono . Saya kekasih Cinta Pak, Bu. Kami sudah menjalin hubungan kurang lebih sebulan ini. Maafkan saya yang baru sempat datang kesini untuk bertemu Bapak dan Ibu ", lanjut Jackson.



Cinta tak bisa lagi berkata-kata. Bahkan sepertinya Ia lupa caranya berkedip untuk sesaat.


Melihat keberanian Jackson mengakui hubungan mereka di depan kedua orang tuanya dengan sangat elegant .



" Tak apa. Urusan acara tadi lupakanlah. Kan acaranya juga jadi seru, gak monoton. " Ucap Ayah lalu tertawa .



" Jadi kalian sudah pacaran sebulan. Cinta gak pernah cerita ke Bunda. Emang udah lama kenal ? Kamu teman kantor Cinta ? " Tanya bunda .



Jackson menatap Cinta beberapa saat, lalu kembali menatap Bunda,


" Maafkan Cinta Bu kalau belum cerita. Mungkin dia masih butuh waktu untuk lebih yakin sama saya . Kenalnya udah sekitar 3 sampai 4 bulan yang lalu Bu. Kami kenal di Bali saat Cinta Liburan disana . Saya bukan teman kantornya Cinta Bu. Saya ini ..... " ucapan Jackson dihentikan oleh Mas Pram .



" Kamu Jackson Haryono yang Haryono Grup yah ? " tanya Mas Pram .



" Iya Mas. " Jawab Jackson singkat .



" Kamu kenal Mas? " tanya Mbak Amel pada calon suaminya .



" Yah kenal Lah. Haryono Grup pemilik Hotel ABC . Perusahaan tempat mas bekerja adalah salah satu supplier untuk bahan pangan Hotel ABC ", jelas Mas Pram .



" Iya benar Mas. Hotel ABC adalah salah satu cabang hotel kami. Namun untuk perusahaan suppliernya maaf saya tidak ingat jelas, karena saya lebih banyak bekerja di kantor pusat . " ucap Jackson.



" Tak apa. Tentu saja Pak Jackson tak ingat... usahanya banyak begitu. Mana bisa ingat satu-satu suppliernya ." Balas Mas Pram .



" Jadi kamu pengusaha ? " tanya Ayah .

__ADS_1



Jackson mengangguk.


" Usaha saya pribadi sebenarnya ada di Bali. Beberapa restauran ."


" Yang di Jakarta adalah usaha Papi saya. Saya bantuin aja Pak ." Jackson berusaha merendah .



" Sama dong kita. Sama-sama pengusaha . Tapi ayah usahanya rumah makan kecil-kecilan aja ", ucap Ayah .



" Iya Pak. Sama-sama usaha dibidang makanan kita Pak ." Ucap jackson menyambut lelucon Ayah.



" Tapi Nak, apa kamu serius sama anak Bunda ? Kamu lihat sendiri, keluarga kami biasa-biasa saja. Mungkin hanya kasih sayang yang menjadi kelebihan kami Nak " ucap Bunda terlihat hawatir setelah mengetahui latar belakang Jackson .



" Iya Bu, saya serius sama Cinta. Saya sungguh mencintainya. Saya sudah tinggal dan bekerja di Bali selama 4 tahun . Namun saya rela tinggalkan dan kembali bekerja di Jakarta agar bisa berdekatan dengan putri Ibu ," Jackson berusaha meyakinkan.



" Kedua orang tua saya juga sangat menyayangi Cinta. Mereka menitip salam, maaf tidak bisa hadir disini mendampingi saya menemui Bapak dan Ibu ". Lanjut jackson .



Cinta makin kagum pada Jackson. Tak pernah ia sangka Jackson dapat berucap seperti ini . Cinta makin yakin jika Jackson memang serius mencintainya.



Bunda mengangguk menatap mata Jackson mencari kebohongan. Namun yang Ia dapati hanya ketulusan dari setiap ucapan Jackson.



" Panggil Bunda saja. Semoga kalian bisa cepat menyusul Mbak Amel dan Mas Pram " ucap Bunda .



" Iya. Kamu jangan panggil Pak, jangan juga terlalu serius. Santai aja sama Ayah . Semoga lamaran kalian nanti gak ada kekacauan seperti tadi yah ", Ayah tetap saja dengan leluconnya mengundang tawa semua orang kecuali Cinta.


Namun Hal itu disadari oleh Ayahnya .



" Saya ada beberapa hadiah untuk pertunangan Mbak Amel dan Mas Pram ", ucap Jackson .



" Bukannya oleh-oleh yang kemarin Cinta bawa juga dari kamu ? Kenapa repot-repot harus bawa hadiah lagi ", ucap Mbak Amel.



" Yang itu dari Cinta. Ia yang memilihkan sendiri . " Jackson menatap Cinta meminta dukungan darinya .



" Yang ini dari saya Mbak, Mas " lanjutnya .



Jackson lalu menghubungi supirnya untuk memarkirkan mobil di dekat rumah Cinta dan menurunkan barang-barang yang Ia bawa .



Jackson senang ternyata keluarga Cinta sangat ramah. Mereka menerima Jackson dengan sangat baik terlepas dari insiden pagi tadi .



Jackson sangat malu jika mengingatnya. Sungguh karena terlalu cepat menyimpulkan dan bertindak gegabah Ia mempermalukan dirinya sendiri.



" Benar kata Adit sepertinya virus bucin ini udah bikin Gue jadi bodoh ", batin Jackson lalu tersenyum sendiri .



.


.


.


.


.


*Aku tidak bisa berjanji untuk menjadi yang baik, tapi aku berjanji akan selalu mendampingi kamu. ( Cinta Shameera* )



*Terkadang seseorang terasa sangat bodoh hanya untuk mencintai seseorang. ( Jackson Putra Haryono* )


.


.


.


.


.


.


To be continue


\*\*\*\* lanjut lagi gak nih ? jawab di kolom komentar dong.... jangan lupa like dan vote nya yah... terimakasih readersku tersayang . Stay healthy dan salam ❤\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2