Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 19 . Calon mama mertua


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Cinta dan kedua sahabatnya berangkat kekantor diantar oleh Ricko.


Ricko yang semalam baru saja kembali dari luar negeri datang ke apartement Cinta dengan membawa banyak oleh-oleh.


Tentu saja kedatangannya disambut ceria oleh Sofi dan Wulan.


Tapi tidak dengan Cinta.


Cinta mulai merasa kurang nyaman Ricko yang seperti mengikutinya.


" Gue kangen banget ama Lu ", adalah kalimat pertama yang diucapkan Ricko saat bertemu Cinta.


Cinta tidak membalas ucapan Ricko.


Ia hanya tersenyum saja.


Cinta tak ingin memberikan Ricko harapan.


Sampai saat ini Cinta masih menganggap Ricko hanya sebatas teman saja.


Kini Cinta , Wulan dan Sofi sudah tiba dikantor setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit.


Memasuki kantor, mereka langsung menuju ke bilik masing-masing .


Cinta merapikan riasannya kembali sebelum memulai aktivitasnya pagi itu.


Saat Cinta sedang berkutat dengan data-data yang tertera pada layar komputernya, terdengar dering telepon yang ada di meja Cinta .


" Selamat Pagi, ada yang bisa saya bantu ? " , Sapa Cinta saat menerima panggilan tersebut


" Bu Cinta... ada nasabah yang mau bertemu Ibu ", jawab seorang wanita diseberang telepon .


" Nasabah siapa yah? saya belum ada janji hari ini ", kata Cinta.


" Dimana nasabah itu menunggu ? " tanya Cinta pada si penelepon.


" Namanya Ibu Lastri Haryono. Dia ada di ruangan transaksi . Bu Cinta yang turun ke sini atau saya minta Bu Lastri ke ruangan Bu Cinta ? " Tanyanya lagi .


" Saya segera turun kesana ", ucap Cinta sebelum mengakhiri panggilan teleponnya .


Cinta bergegas turun menuju ruangan yang diperuntukkan khusus untuk nasabah yang memenuhi kriteria khusus untuk bertransaksi .


Sepanjang perjalanan Cinta terus bertanya-tanya apa yang Ibu Lastri inginkan hingga menemuinya di kantor ?


Cinta masuk keruangan melalui pintu khusus staff.


Ia lalu menuju ke sofa dimana terlihat Ibu Lastri dan Ibu Carol yang merupakan Kepala Bagian untuk transaksi nasabah khusus.


Mereka terlihat sedang asik mengobrol, saat Ibu Carol melihat ke arah datangnya Cinta.


" Ehh Bu Cinta sudah datang ", sapanya sopan.


" Silahkan duduk Bu Cinta ", kemudian Bu Carol berdiri dari duduknya dan meminta agar Cinta untuk duduk dengan gerakan tangannya.


" Silahkan berbincang, Saya permisi dulu yah Bu Lastri ", pamit Bu Carol lalu beranjak meninggalkan Cinta dan Bu Lastri .


" Gimana kabarnya Bu ? " tanya Cinta Sopan untuk menyapa Ibu Lastri


" Alhamdulillah baik Nak. Kamu sibuk yah ? apa Ibu sudah mengganggu mu ? ", tanya Bu Lastri sedikit terlihat cemas .


" Tidak begitu sibuk Bu dan Ibu juga tidak mengganggu. Apa ada yang bisa saya bantu ? " tanya Cinta penasaran dengan maksud kedatangan Bu Lastri .


" Tidak ada apa-apa. Ibu hanya membawakanmu beberapa oleh-oleh. Kemarin Ibu baru saja kembali dari Bali ", ucap Bu Lastri seraya memberikan beberapa paperbag dengan ukuran yang lumayan besar .

__ADS_1


" Wahh.. Ibu jadi repot-repot. Saya jadi enggak enak Bu ",


" Ini sekalian ada undangan acara ulang tahun perusahaan Haryono Grup hari minggu nanti . Kamu wajib datang yah ", kali ini Bu lastri memberikan sebuah kotak yang lumayan besar dan diatasnya ada sebuah kertas undangan.


" Baiklah Bu. Aku usahakan datang " , Jawab Cinta tidak ingin mengecewakan Bu Lastri.


Bu Lastri dan Cinta melanjutkan perbincangan mereka.


Perbincangan mereka tak jauh-jauh mengenai anak pria Ibu Lastri .


" Sepertinya Bu Lastri sedang melancarkan aksi mak comblangnya " Batin Cinta.


Tak lama setelah itu Bu Lastri pamit karena transaksinya di counter teller juga telah selesai.


Bu Lastri dan seorang wanita yang ternyata adalah asisten Bu lastri berjalan keluar ditemani oleh Cinta.


Saat Cinta kembali ke ruangan tadi untuk mengambil paper bag dan box yang tadi diberikan oleh Bu Lastri,


terlihat Bu Carol dan beberapa rekannya yang bertugas sebagai teller dan Customer Service sudah menanti kedatangan Cinta.


Mereka terlihat sudah seperti wartawan dengan sorot mata penuh tanya yang sudah siap dengan pertanyaan mereka .


" Wah.. Bu Cinta ternyata calon mantu Haryono Grup yah ", ucap Bu Carol dengan nada suara penuh kekaguman .


" Iya.. Padahal Bu Cinta belum cukup 6 bulan di Jakarta tapi udah jadi calon mantu Haryono Grup ", ucap salah seorang rekan yang menggunakan seragam seorang teller.


" Calon mantu ? Haryono Grup ? " Cinta menanggapi mereka dengan pertanyaan.


" Itu enggak benar. Saya enggak ada hubungan apa-apa dengan Haryono Grup " Cinta mengelak .


" Beneran Bu Cinta ? soalnya tadi Bu Lastri sendiri yang bilang kalau beliau itu calon mama mertua Bu Cinta ", Bu Carol memberi alasan.


" Iya, asisten Bu Lastri yang tadi menunggui transaksi juga berkata demikian. Katanya baru pertama kali Bu Lastri mau ikut saat transaksi perbankan karena sekalian ingin bertemu dengan calon menantunya ", Sang Teller membenarkan ucapan Bu Carol .


Ia kini beralih membuka paperbag yang tadi diberikan.


Dilihatnya begitu banyak camilan juga beberapa kain khas yang berasal dari Pulau Bali .


Cinta hendak mengeluarkan beberapa cemilan dan membaginya kepada rekannya saat itu, namun segera dihentikan oleh Bu Carol .


" Enggak usah dibagi lagi Bu Cin.. Bu Lastri juga tadi udah ngasih banyak cemilan untuk kami ", kata Bu Carol seraya menunjuk ke arah Paperbag di meja sudut ruangan tersebut.


Akhirnya Cinta mengemas kembali barang yang telah Ia keluarkan dari paper bag, lalu bergegas kembali ke meja kerjanya.


Saat menuju meja kerjanya, Cinta berpapasan dengan salah satu OB.


Cinta meminta tolong agar OB itu membantunya membagi cemilan yang diberikan Bu Lastri kepada rekan-rekan di ruangannya.




Malam ini, Cinta dan ketiga sahabatnya sedang bersantai di sofa apartement.


Mereka mengobrol dan beberapa kali tertawa karena candaan mereka sendiri.



Wulan juga masih tetap mencoba agar Cinta mau kembali berbicara dengan Jackson.


Entah apa kali ini yang dijanjikan seorang Jackson padanya.


__ADS_1


Sedangkan Rere juga sama. Ia terus saja memberitahu Cinta betapa baiknya Ricko, betapa sopan, dan lain-lain.



Mereka berdua terlihat lebih seperti agen biro jodoh ketimbang seorang karyawati bank.



Ditengah-tengah perbincangan mereka , Cinta teringat akan box yang diberikan oleh Ibu Lastri.



Ia bergegas kekamarnya untuk membuka box itu.


Cinta mulai membaca undangan yang ada di atas kotak itu.


Sebuah undangan perayaan ulang tahun perusahaan Haryono Grup yang akan diadakan pada hari minggu nanti.



Kemudian Cinta membuka perlahan boxnya.


Ia terkejut melihat isinya. Sebuah gaun berwarna hitam yang sangat indah, serta sebuah catatan yang isinya meminta Cinta mengenakan gaun itu saat acara nanti.



Cinta masih bingung dengan semua yang dilakukan Bu Lastri.


Di undangan tertera bahwa dresscode acara tersebut adalah putih, tapi mengapa Ia memberi gaun warna hitam .


Sebenarnya apa yang diinginkan Ibu Lastri dari Cinta .



" Apa benar Ibu Lastri serius dengan ucapannya ingin menjadi mak comblang bagi aku dan anaknya ", batin Cinta .



.


.


.


.


.


.


"*Mendengarlah dengan sabar. Berbicaralah dengan bijaksana. Berdirilah dengan tegar. Bersikaplah dengan sederhana*."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2