
" Jackson "
" Emily "
Ucap mereka bersamaan , sama sama terkejut .
Cinta hanya diam menyaksikan reaksi dari kedua orang di hadapannya .
Keduanya saling diam beberapa saat , sampai Cinta akhirnya memecahkan keheningan .
" Sayang , kalian saling kenal ? "
Jackson tiba tiba tersadar , Ia mengeratkan rangkulannya pada Cinta .
Sempat kembali Ia membayangkan peristiwa malam itu . Malam yang mengubah kehidupan keluarganya .
Targedi yang di sebabkan oleh wanita di hadapannya ini membuat Ia kehilangan satu orang yang sangat Ia kagumi .
" Tidak . Aku gak kenal . Aku salah mengira orang . " Jawabnya .
" Hei, kamu gak salah. Aku memang Emily . " Sela wanita itu .
Cinta makin dibuat bingung dengan situasi ini .
" Ayo sayang kita pulang . Kamu sudah selesai kan ? "
Cinta mengiyakan pertanyaan Jackson .
Jackson lalu menuntun Cinta untuk keluar dari butik tanpa melepas rangkulannya .
Cinta hanya bisa berbalik sambil tersenyum pada wanita tadi karena Ia tak sempat berpamitan .
Di mobil suasananya jadi sangat tegang . Sepertinya Jackson menyembunyikan sesuatu . Pasti ada sesuatu yang terjadi menyangkut wanita tadi , pikir Cinta .
Cinta menyandarkan kepalanya di bahu Jackson , Ia lalu mencoba mencari informasi .
" Sayang , kamu beneran gak kenal wanita tadi ? Bukannya kamu sempat menyebut sebuah nama saat melihatnya . "
" Aku salah orang . Mereka hanya mirip . "
" Tapi sepertinya dia mengenalimu . Apa mungkin kebetulan seperti itu yah . " Ucap Cinta lagi masih penasaran .
Jackson tak menjawab . Ia melajukan mobilnya menuju apartemen Cinta .
Sebenarnya Cinta berniat untuk menceritakan kejadian siang tadi bersama Ricko . Tapi melihat situasinya sepertinya tidak pas . Ia akhirnya hanya menatap arah jalan lewat jendela .
Banyak pikiran dan pertanyaan di benak Cinta yang membuatnya melamun sampai tak menyadari jika mereka telah sampai .
" Sayang sudah sampai . " Ucap Jackson menyadarkan Cinta dari lamunannya .
" Istirahatlah. Aku tahu kamu lelah . Aku langsung pergi , ada urusan pekerjaan . " Lanjutnya lalu mengecup kening dan bibir kekasihnya itu .
Setelah memastikan Cinta masuk kedalam lobby apartemen , Jackson segera melajukan mobilnya menuju lounge milik Marvel .
Ia sudah mengirim pesan kepada dua sahabatnya untuk bertemu disana .
Jackson menjadi orang yang pertama sampai . Ia segera memesan sebotol wine untuk menemaninya menunggu .
" Wweeitttsss ... ada apa nih . Malam minggu lu ngajak ketemuan . Terus apaan nih.. lu minum alkohol ? Bukannya udah tobat lu ? " Ledek Marvel .
" Stop. Gue lagi gak mood bercanda nih . "
" OK. Sekarang lu cerita ada apa . Kali aja gue bisa bantu. " Ucap Marvel yang kini beralih ke mode serius .
Adit nampaknya juga sudah tiba. Ia langsung saja ikut bergabung dengan kedua sahabatnya itu .
" Gue ketemu Emily . " Ucap Jackson lirih .
" Apa ? Emily ? Mantan Lu ? " tanya keduanya .
Jackson hanya mengangguk .
" Kapan ? Di mana ? " tanya Adit .
" Baru saja , saat gue jemput Cinta dari butik . "
" Berarti Cinta udah tahu dong . " Selidik Marvel .
" Belum . Gue belum cerita ke Cinta . Gue bilang gue gak kenal saat Emily nyapa gue . "
" Jangan bilang lu masih ada rasa sama wanita itu , sampe lu minum minum gini . Woyy , mikir bentar lagi lu mau tunangan tuh . " Ucap Adit sedikit kesal .
Marvel dan Adit menjadi saksi betapa hancurnya pria itu saat tragedi 8 tahun silam .
" Tidak. Gue sudah gak ada rasa apapun sama dia . Gue hanya teringat sama Jordi . Kasihan Jordi , dia dibutakan oleh cinta yang tidak tulus dari wanita ular itu . " Ucap Jackson .
" Sudah... sudah... malam ini lu boleh minum , tapi jangan kebanyakan . " Ucap Adit
" Jangan sampai Cinta tahu dan kalian malah bertengkar . Ingat , pertunangan kalian sudah di depan mata . Jangan sampai buat kekacauan . " Marvel ikut menimpali .
Jackson mengangguk lalu kembali meneguk gelasnya .
Di tempat lain , Cinta tak bisa memejamkan matanya . Ia menatap keseluruhan kamar yang dia tempati sekarang . Ia mengingat kejadian siang tadi , Ricko sepertinya sangat kecewa padanya .
" Sepertinya aku harus pindah deh . Jangan sampai Ricko mengira aku masih memberinya harapan karena aku masih tinggal di sini . " Batin Cinta .
" Tapi aku harus tinggal dimana ? "
" Apa aku sebaiknya bicara ke Jackson sekarang yah , semoga suasana hatinya sudah membaik . "
Cinta akhirnya mencoba menghubungi ponsel Jackson berkali kali tapi tak ada jawaban .
Beberapa pesan singkat juga telah Ia kirimkan namun tetap tak ada balasan .
Cinta akhirnya menghubungi Adit untuk menanyakan keberadaan Jackson .
Syukurlah Adit menerima panggilan Cinta .
Meskipun sedikit berisik , tapi Adit memberitahu jika mereka sedang bersama di lounge milik Marvel sedang membahas pekerjaan . Namun Jackson sedang di toilet , dan akan menghubungi Cinta kembali .
__ADS_1
Cinta akhirnya bisa sedikit tenang . Yang penting Jackson baik baik saja .
Dengan menahan kantuk Ia terus menantikan panggilan yang dijanjikan padanya , hingga akhirnya Ia tertidur dengan ponsel di tangannya .
Keesokan paginya Jackson terbangun dengan kepala yang berat di apartemen miliknya .
" Sial .... bodoh banget gue semalam sampai mabuk . " Gerutunya .
Jackson segera memeriksa pakaiannya , syukurlah pakaiannya masih lengkap. Ia juga mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar , mencoba mencari keanehan namun syukurnya tak ada .
Ia hanya takut jika kebiasaannya saat mabuk dahulu sampai Ia ulangi .
Ia mencoba mengambil gelas berisi air yang ada di nakas , ternyata di bawah gelas ada kertas catatan .
Sepertinya di tulis oleh Adit .
" Hubungi Cinta segera . Semalam dia terus menghubungimu dan aku berjanji akan meminta kamu menghubunginya kembali - Adit "
" Benar... Cinta . Mati aku jika dia sampai tahu kalau aku mabuk lagi . " Batin Jackson .
Segera Ia ambil ponselnya yang juga berada di atas nakas , dan ternyata ponselnya kehabisan daya .
Segera Ia mengisi daya ponselnya , Jackson memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu kembali mengghubungi kekasihnya .
Bertepatan dengan Jackson yang baru saja selesai mandi , terdengan bunyi suara bel apartemen .
Ting tong .... ting tong ....
Hanya dengan menggunakan bathrobe Jackson berniat membuka pintu .
Yah benar , di depan pintu itu kini berdiri Cinta .
Jackson memberi jarak agar Cinta bisa masuk lalu Ia menutup pintu apartemen .
Dari pakaiannya sepertinya Cinta baru saja berolahraga .
" Kamu dari mana sayang ? " tanyanya .
" Aku tadi niatnya jogging di taman dekat apartemenku . Hanya saja karena ku pikir aku kehilangan kekasihku , makanya aku memutuskan langsung kesini . " Jawab Cinta sarkas .
" Sepertinya Ia sedang marah . " Batin Jackson .
" Maafkan aku sayang . Semalam aku bersama Marvel dan Adit di lounge milik Marvel . Tapi saat akan menghubungimu ponselku dayanya mati . Saat kembali ke apartemen aku malah tertidur dan lupa mengisi daya ponselku . " Jelas Jackson sambil mendekat dan memeluk Cinta yang sedang menuangkan bubur ayam ke mangkuk .
" Tak masalah . Kamu juga tak harus memberitahu padaku setiap kegiatan yang kamu lakukan . " Ucap Cinta masih ketus .
" Makanlah jika mau . Aku membawa sarapan . " Ucapnya lalu mulai memakan sarapannya tanpa memedulikan kehadiran Jackson .
Jackson memilih untuk berpakaian terlebih dahulu sebelum sarapan karena saat ini Ia hanya mengenakan bathrobe .
Setelah selesai berpakaian, Ia kembali menyusul Cinta yang sepertinya sudah selesai sarapan . Kini Ia sedang mencuci mangkuk yang tadi digunakannya .
" Makanlah . Aku ingin mandi dulu . Setelah itu ada yang ingin ku bicarakan denganmu . " Ucap Cinta kemudian berlalu memasuki kamar .
__ADS_1
Selama sarapan pikiran Jackson tak tenang .
Ia memikirkan apa yang akan dibicarakan Cinta .
" Apa Cinta marah padanya ? Oh itu sudah jelas " , pikirnya .
" Apa Cinta akan memutuskan hubungan kami ? Oh , jangan sampai itu terjadi . "
Sekitar 15 menit Jackson menunggu Cinta di sofa ruang tamu .
Cinta keluar dari kamar dengan tampilan yang lebih fresh , keputusanku untuk menyiapkan pakaian untuknya disini ternyata berguna juga .
" Sayang , aku akan pindah tempat tinggal . " Ucapnya saat baru saja duduk di sofa hadapanku .
" Pindah ? Memangnya ada apa ? Apa kamu bertengkar dengan wulan atau sofi ? " Selidik Jackson .
" Tidak . "
" Lalu apa alasannya ? Bukannya kemarin kamu tidak mau pindah ? " tanya Jackson lagi .
" Aku akan cerita , tapi kamu harus janji jangan marah . " Ucap Cinta .
" Katakanlah ada apa. Kamu membuatku makin penasaran sayang . "
Cinta lalu menceritakan yang terjadi kecuali bagian Ricko yang marah marah dan membentaknya .
" Itulah kupikir sebaiknya aku pindah saja agar Ricko tak berpikir aku masih memberinya harapan . Bagaimana menurutmu sayang ? "
" Bukankah aku sudah memintamu pindah sejak dulu . Baiklah ayo kita sekarang mengambil barang barangmu . " Ajak Jackson .
" Nanti dulu . Aku baru saja akan mencari tempat tinggal yang baru . " Tolak Cinta .
" Kenapa harus mencari , tinggallah disini . Apartemen ini memang ku beli untukmu . "
" Tak mungkin . Kita belum menikah dan tak mungkin tinggal bersama dalam satu atap . " Tolak Cinta lagi .
Jackson kembali berpikir , jika bukan sekarang Ia memastikan Cinta pindah bisa saja Ia akan berubah pikiran lagi .
" Tinggallah disini . Aku akan kembali ke rumah Mami dan Papi . Tak ada bantahan lagi , ayo kita ambil barangmu . " Keputusan Jackson pada akhirnya .
Pagi itu Cinta dan Jackson segera mengemasi barang barang milik Cinta .
Cinta juga berpamitan pada kedua sahabatnya . Awalnya mereka keberatan karena mereka sudah nyaman tinggal bertiga , tapi setelah mengetahui alasannya akhirnya mereka mendukung alasan Cinta .
Pada akhirnya , Cinta menempati apartemen yang memang dibeli Jackson untuknya .
.
.
.
.
.
"Tidak menyapamu, bukan berarti tidak peduli denganmu. Aku hanya sedang menjauh, memberimu ruang, sehingga kamu tahu jika kamu mengharapkan hati yang telah dimiliki orang lain "
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue
\*\*\*\* pada kesal sama ricko yah ? sama othor juga kesal, padahal wanita lain kan banyak , contohnya othor ( canda canda ) . \*\*\*\*