
Seperti janji mereka semalam . Kini Cinta sudah siap untuk menemui Jackson di hotelnya .
Ia sengaja berangkat lebih pagi, saat Lila masih tidur . Alasannya pada Bunda dan Ayah karena Ia ingin menemani Jackson sarapan . Padahal Ia sengaja agar Lila tak ikut .
Cinta merasa tak enak pada Jackson. Sudah terlalu banyak barang yang Ia beri pada keluarga Cinta . Dan Cinta yakin jika Lila ikut maka Jackson kembali akan mengikuti semua keinginan gadis kecil gembul itu .
Sampai di hotel , Cinta malah bingung bagaimana caranya mengejutkan Jackson .
Cinta tahu nomor kamarnya , tapi karena hotel ini cukup mengutamakan privasi tamu , maka untuk naik ke lantai tempat kamar tamu berada harus dengan menempelkan key card hotel pada lift .
Jika Cinta menghubungi Jackson , yahh berarti bukan surprise lagi dong .
Di bayangan Cinta , Ia ingin mengejutkan Jackson dengan membangunkannya .
Entah dari mana ide cemerlang muncul di benak Cinta .
Ia lalu menghampiri meja resepsionis .
" Pagi Mbak . Saya Cinta tunangan Bapak Jackson Putra Haryono pemilik hotel ini. Saya tahu Beliau sedang menginap disini . Saya mau ke kamarnya , boleh saya minta key card nya ? " Pinta Cinta dengan sopan .
Tapi yang ada dia malah mendapat tatapan sinis dan meremehkan dari Mbak resepsionis tersebut .
" Maaf Mbak , tapi saya juga bisa kok mengaku ngaku sebagai tunangan bos kami . Jangan harap kami bisa tertipu dengan wajah polos Mbak . " Balasnya ketus .
Sebenanrnya Cinta sudah emosi , tapi tetap saja Ia mengontrolnya . Ia masih belum ingin mempermalukan dirinya dan Jackson .
" Oh begitu yah . Namun sayangnya saya tidak seperti Mbak yang ngaku ngaku . Saya memang tunangan bos kalian . Saya cukup salut dengan keteguhan kamu untuk menjaga privasi tamu . Tapi cara kamu untuk menolak permintaan saya sangatlah tidak sopan . " Ucap Cinta dengan santai tapi sangat mengena bagi Mbak resepsionis itu .
" Aku pikir sepertinya kamu tahu bagaimana sikap bos kamu . Aku tidak bisa bayangkan jika kejadian ini sampai di ketahui olehnya . " Lanjut Cinta lalu berbalik dan duduk di sebuah sofa yang ada di lobby .
Ia harus menenangkan hatinya dan kembali memikirkan cara lain lagi .
Tapi tak lama seorang pria berjas rapih dan mbak resepsionis serta seorang pria berbadan kekar yang Cinta perkiraksn adalah bagian keamanan menghampiri Cinta .
Sudah ada beberapa pasang mata yang melihat kejadian tersebut. Cinta kini merasa sedikit malu . Dia sepertinya akan segera di usir dari hotel milik kekasihnya sendiri .
" Pemisi Mbak . Menurut laporan salah satu karyawan kami , Mbak ini mengaku sebagai tunangan bos kami dan meminta kunci kamar beliau . " Tanya pria berjas .
Cinta hanya menatapnya tanpa menjawab .
" Maaf tapi hal itu tidak akan pernah terjadi Mbak. Jika Mbak memang ingin bertemu dengan bos kami, silahkan hubungi sekertarisnya dan atur janji dengan beliau . " Lanjut pria itu lagi .
BINGGOO....
Mendengar ucapan Pria berjas itu memberi Cinta ide yang cemerlang lang lang lang .
" Terimakasih yah Pak atas idenya . " Ucap Cinta membuat ketiga orang itu bingung .
Cinta lalu mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Adit . Yah... hanya Adit yang kini bisa menolongnya .
" Maaf Mbak jika sudah tidak ada keperluan lagi Mbak silahkan pergi dari hotel kami . " Usir Mbak resepsionis.
Cinta tak menjawab hanya menanggapi dengan isyarat jari telunjuk Ia letakkan di bibirnya agar mereka bertiga diam .
Tak butuh waktu lama , panggilan cinta di terima oleh Adit .
" Selamat pagi neng cinta kesayangan bang Jackson . " Sapa Adit dengan hebohnya .
Cinta sedikit malu jadinya karena saat ini ponselnya dalam mode loud speaker .
" Adit .. ini teleponnya lagi gue loud speaker . Lu tahukan Jackson lagi di Malang nyusulin gue . Jackson nginap di hotel ABC dan gue sekarang lagi disini . Rencananya mau ngasih kejutan , jadi gue minta keycard kamar Jackson . Tapi sama karyawan sini di bilangnya gue ngaku ngaku sebagai tunangan Jackson . Dan sekarang malah di usir . " Rengek Cinta pada Adit .
Ketiga karyawan yang menyaksikan hal itu kini terlihat mulai panik . Bagaimana jika wanita yang mereka usir benar calon istri bos mereka .
" Gila... siapa yang berani ngusir Lu . Apa mereka gak takut , orang lain liatin lu aja di beri pelajaran sama Jackson. Gimana kalau sama orang yang udah ngusir Lu . " Komentar Adit .
Ketiga orang karyawan tadi makin pucat .
" Makanya. Lu bantuin omongin deh sama mereka . Lu langsung aja hubungin ke hotel yah. Thanks Dit . " Ucap Cinta sebelum mengakhiri panggilannya .
Setelah itu bukannya pergi , Cinta malah makin bersandar di sofa yang Ia duduki .
Tak butuh waktu lama , seorang pria berjas yang berpakaian lebih rapih datang menghampiri Cinta dan ketiga karyawan tadi .
" Bu Cinta , maaf atas kesalahan karyawan kami yang tidak mengenali Ibu . Ini keycard kamar Pak Jackson . " Ucapnya lalu memberikan apa yang Cinta mau sejak tadi .
Cinta segera menerimanya lalu berterimakasih .
Tak lupa Ia tersenyum menyeringai pada ketiga orang yang tadi mengusirnya .
Saat hendak meninggalkan kerumunan itu , Cinta sempat berkata , " Terimakasih atas pertunjukan pagi ini . Kita lihat saja apa yang bisa dilakukan oleh orang yang suka ngaku ngaku macam saya . "
Sontak saja mendengar itu ketiga karyawan tadi makin pucat . Mereka tidak tahu nasib apa yang akan menimpa mereka setelah ini .
Dengan senyum kemnangan Cinta berjalan menuju ke kamar Jackson. Kamar yang terletak di lantai 23 .
Sepertinya di lantai 23 ini tidak terlalu banyak kamar . Cinta tak ingin memikirkan hal lain lagi , Ia sudah tak sabar untuk menemui sang pujaan hati .
Dengan perlahan Cinta membuka pintu kamar hotel . Dan Waauuuww Cinta kagum dengan kamar hotel Jackson yang mewah .
Ada meja makan kecil di sudut dekat jendela kaca . Ada satu set sofa . Ada meja kerja di sisi lain ruangan . Serta ada sebuah pintu yang Cinta tebak itu adalah kamar tidur .
__ADS_1
Dan benar saja , saat Cinta membuka pintu itu nampaklah pria yang mulai menguasai hatinya sedang tertidur dengan lelap di balik selimut .
Cinta mendekat dan duduk di sisi tempat tidur. Ia mengamati wajah tenang Jackson .
" Beruntung sekali aku mendapatkanmu . " Ucap Cinta seperti berbisik .
Cinta bisa melihat Jackson yang tidur tanpa mengenakan baju . Ia mendekatkan diri ke wajah Jackson, lalu berbisik tepat di telinga Jackson .
" Sayang.... bangun ... udah pagi . " Ucap Cinta lembut .
Jackson hanya sedikit menggeliat tapi tak sampai terbangun .
Lalu Cinta berucap kembali di tempat yang sama . " Sayang..... ayo bangun...... " Nada suara Cinta kini lebih tinggi dari sebelumnya .
Jackson tetap tidak bangun . Ia malah membalik badannya membelakangi Cinta .
Karena sudah tak sabar akhirnya Cinta menggoyang goyangkan tubuh Jackson sambil berteriak teriak, " bangun...bangun....bangun sayang . "
Jackson yang merasa tidurnya terganggu akhirnya membuka mata perlahan dan terkejut menyadari kehadiran Cinta .
Sontak saja ide jahil muncul di kepala Jackson untuk membalas Cinta .
Ia menarik salah satu tangan Cinta hingga kini Cinta terjatuh tepat di atas tubuhnya .
Belum sempat Cinta kembali berdiri , Jackson dengan sigap segera membalik posisi mereka hingga kini Cinta berada di bawah Jackson .
" Morning sayang . Ternyata kamu berani juga bangunin macan yang sedang tidur . " Ucap Jackson membuat wajah Cinta merona .
" Aku sudah janji akan membangunkanmu . Makanya aku kemari . " Ucap Cinta lirih sambil menggigit bibir bawahnya karena tak nyaman dengan posisi mereka saat ini .
" Astaga sayang ... kamu mengigit bibirmu . " Ucapan Jackson terdengar frustasi . Lalu Jackson segera menyatukan bibir mereka .
Jackson selalu memulainya dengan lembut . Namun karena tak ada penolakan dari Cinta maka kelembutan tadi berubah jadi lebih menuntut .
Entah setan apa yang menguasai Cinta , Ia malah selalu terhanyut oleh permainan Jackson . Ia ikut membalas setiap sentuhan Jackson membuat Jackson semakin berani bertindak lebih jauh .
Cinta merasa ada suatu benda keras terus menusuk nusuk area di sekitar perut bawahnya.
Cinta bukan anak kecil yang tak mengetahui apa itu . Tapi yah,, setan telah menguasai pikirannya .
Tapi entah bagaimana , Jackson tiba tiba mengakhiri kegiatan mereka dengan sebuah kecupan di kening .
" Segitu dulu aja yah sayang untuk sekarang . Yang lain nanti dulu , tunggu kita sah yah . " Ucap Jackson lalu Ia bangkit dari atas tubuh Cinta .
" Aku siap siap dulu . Setelah itu kita sarapan di bawah yah. " Ucap Jackson kemudian berlalu masuk ke kamar mandi .
" Ayo sayang , kita udah ditungguin di bawah . " Ajak Jackson .
" Di tungguin siapa ? " Tanya Cinta .
" Kamu lihat aja nanti di bawah . " Ucap Jackson lalu merangkul Cinta dengan posesif .
Beberapa pasang mata terus mengawasi sejoli yang terlihat sangat serasi sepanjang perjalanan mereka menuju restauran .
Saat sampai di restauran Cinta terkejut melihat Mbak Amel , Mas Pram , dan si gembul Lila sudah ada disana dan seperti sedang menunggunya dan Jackson .
" Astaga niat gue pergi pagi pagi hindarin nih bocah , eh dia malah ada di sini . " Batin Cinta .
" Pagi Mas Pram , Mbak Amel . Pagi Lila cantik . Maaf membuat kalian menunggu . " Ucap Jackson .
" Tante Cinta tega , ninggin Lila . " Celetuk Lila saat Cinta baru saja duduk .
" Yeee.. salah kamu yang bangunnya lama . " Jawab Cinta tak mau kalah mengundang tawa bagi yang lainnya .
Setelah itu mereka semua sarapan sambil mengobrol santai . Ternyata Jackson mengundang pasangan itu karena ingin menawarkan ballroom hotel dan dekorasi untuk digunakan saat acara nikahan mereka secara gratis . Kata Jackson itu adalah hadiah . Awalnya Jackson berkata bahkan hidanganpun akan Ia sediakan , tapi Mas Pram menolak dan berkata untuk hidangan saat pesta mereka akan membayarnya . Ballroom dan dekorasi pemberian Jackson sudah sangat membantu .
__ADS_1
Setelah mempertemukan Mas Pram dan Mbak Amel dengan manajer marketing hotel , pasangan itu akhirnya pamit meninggalkan balita gembul yang sejak tadi duduk di pangkuan Jackson .
" Mau kemana kita hari ini ? " Tanya Jackson pada Lila .
" Om mau gak kalau Lila ajakin ke taman bermain ? " Ucap Lila .
" Mau... hari ini om akan nemenin Lila kemanapun Lila mau . " Jawab Jackson yakin .
" Katanya mau kencan ? " Protes Cinta .
" Sayang, kamu ngalah dulu yah sama Lila . Kan gak setiap hari kita ketemu dia . Kalau kamu kan aku pastikan setiap hari akan ketemu denganku . Yah yah yah .... " Bujuk Jackson yang akhirnya di angguki oleh Cinta .
Saat mereka hendak beranjak pergi , tiga orang yang tadi mengusir Cinta menghampiri dengan wajah tertunduk .
" Ada apa ? " Tanya Jackson .
" Kami ingin minta maaf pada Nona . " Ucap Pria berjas tadi .
" Memangnya kalian berbuat salah apa pada kekasih saya sampai harus minta maaf ? " Nada suara Jackson sudah mulai meningkat .
Ia tak akan terima jika ada orang yang melukai kekasihnya .
" Bukan apa apa. Hanya salah paham aja . " Sela Cinta .
" Sudahlah , kalian kembali saja bekerja. Saya sudah memaafkan kalian . " Lanjut Cinta .
" Tapi ... tapi.... kalau mereka memang buat salah yah mereka harus di beri pelajaran dong . " Cegah Jackson yang tak terima dengan keputusan Cinta .
" Memangnya mereka anak sekolah, mau diberi pelajaran . Mending kita pergi sekarang aja. Kalau kamu masih lama , aku batal aja perginya . " Ancam Cinta .
Jackson akhirnya mengalah . Ia segera meraih tangan kekasihnya . Mereka bertiga lalu berjalan keluar hotel dengan bergandengan . Terlihat seperti keluarga yang harmonis .
Tanpa mereka sadari di sudut yang tak terlihat ada seseorang yang memotret mereka bertiga secara diam - diam .
.
.
.
.
.
"I know you love me when I saw your eyes shine bright when looked at me."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue
\*\*\*\* yah saingan Cinta ternyata si gembul Lila. Hehehe penasaran gak siapa yang diam diam fotoin mereka ? Aku lanjutin lagi yah ceritanya tapi kalian like dan beri komentar dulu . Biar semangat nih ngetik ngetiknya . Terimakasih yah atas dukungan kalian selalu. Stay healthy. Salam ❤. \*\*\*\*