Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 14 . Yang gue mau hanya Cinta ( titik )


__ADS_3

Sementara Cinta yang tiba-tiba saja menjadi bahan gosip rekan-rekannya dikantor , jauh di suatu tempat di Bali Jackson kini terlihat sangat gelisah.


" Lu kenapa Bos? ", tanya Adit


" Lu kemarin emangnya kemana aja bareng si Cinta ? kayaknya pulang dari sana Lu kesambet deh Bos " tanyanya dengan nada dibuat-buat serius.


Jackson menatap sini pada Adit.


" Kesambet apa maksud Lo, yang ada Gue lagi pusing nih . " Gerutu Jackson .


" Gue kangen banget ama Cinta - cintaannya Gue nih ", kata Jackson yang kini kembali menatap pada ponselnya.


Siapa yang tidak heran melihat tingkah aneh seorang Jackson hari ini .


Walaupun seluruh karyawannya sudah tahu kalau kelakuan bosnya itu lebih banyak yang anehnya .


Tapi kelakuan Jackson hari ini membuat karyawannya menjadi bingung dan heran berjamaah .


Pasalnya, Jackson yang selalu saja datang terlambat, pagi ini malah datang lebih awal ke kantor .


Sejak memasuki area kantor, senyum Jackson tak pernah pudar.


Ia bahkan menyapa lebih dulu beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.


Bahkan sekuriti kantornya juga dibuat heran .


Hari ini bos mereka memarkirkan sendiri kendaraannya .


Biasanya seorang Jackson dengan gaya arogannya akan memperlakukan sekuriti bak valet yang selalu siap sedia memarkirkan mobilnya .


Jackson juga tak pernah melepaskan ponsel dari genggaman tangannya .


Kadang Ia tersenyum sendiri atau malah cemberut menatap ke layar ponselnya.


Ia bahkan sempat memberi peringatan pada salah satu karyawannya saat mereka berada di lift yang sama dl .


Hal itu hanya karena karyawan tersebut memiliki nada dering ponsel yang sama dengan milik Jackson .


Saat itu Jackson sedang menunggu balasan pesan atau telepon dari Cinta yang tak kunjung datang dari semalam .


Tiba-tiba terdengar dering ponsel yang mirip dengan punya Jackson, Ia dengan terburu-buru mengeluarkan ponsel dari saku celananya namun yang Ia dapati adalah kekecewaan karena ternyata itu bukan dering ponselnya.


" Hei Kamu... ", panggil Jackson


karyawan itu berbalik menatap Jackson dengan ragu . Setelah Ia mematikan sambungan teleponnya.


" Ganti nada dering ponsel kamu. Saya tidak suka mendengarnya ", Ucapnya acuh lalu Ia beranjak keluar saat pintu lift terbuka meninggalkan sang karyawan yang masih bingung karena permintaan sang atasan .


Keanehan Jackson kembali terjadi saat sedang meeting bersama karyawannya .


Tidak biasanya Jackson tidak bisa fokus dengan materi meeting .


Ia terus saja memandangi ponselnya.


Kadang terlihat Ia seperti sedang mengirim pesan.


Bahkan saat dimintai pendapat oleh salah satu karyawannya, Jackson malah mengajukan pertanyaan aneh bin ajaib yang membuat Adit menjadi malu akan tingkah bosnya sendiri .


" Bagaimana menurut Anda Pak Jackson mengenai strategi pemasaran yang dipaparkan ? " Tanya salah satu karyawan wanita yang sejak tadi menjadi pembicara.


" Hemmm.... " Jackson terlihat berpikir dengan serius .


Semua peserta meeting menanti dengan harap harap cemas ucapan Jackson berikutnya .


" Menurut anda semua yah.. terutama kalian para wanita ", lanjutnya dengan nada dan ekspresi makin serius .

__ADS_1


Jackson menjeda ucapannya .


Peserta meeting makin was was , berpikir kira-kira pertanyaan apa yang akan ditanyakan bos mereka kali ini, karena Bosnya itu terkenal sangat kritis .


" Menurut kalian apa penyebab seorang wanita lama membalas pesan? atau bahkan sampai tidak membalas pesan ? apa lagi pesannya dari pria tampan dan kaya raya seperti saya " Tanyanya masih dengan raut wajah yang serius tanpa rasa bersalah sama sekali sudah mengacaukan meeting kali ini dengan pertanyaan absurdnya .


kriikk kriikkk ...


Seketika suasana ruangan meeting menjadi hening.


mereka semua hanya bisa membulatkan mata terkejut dengan mulut yang sedikit terbuka karena mendengar pertanyaan aneh sang Bos yang sayangnya memang benar sangat tampan .


Cukup lama suasana meeting menjadi hening . Jackson sudah bosan menunggu jawaban dari pertanyaannya .


" Karena kalian semua gak tahu alasannya, kita akhiri saja meeting kali ini ", ucap Jackson santai lalu berdiri meninggalkan ruang rapat tanpan beban dan wajah tanpa dosanya .


Tidak cukup ke 'absurd' an tingkah Jackson di kantor.


Saat ini Jackson, Adit , dan Ray makan siang bersama di Resto milik Jackson.


Jackson kembali bertingkah dengan menanyakan hal aneh pada kedua sahabatnya ,


" Adit... lu ada kenal pihak jaringan provider telepon seluler gak ? " tanya Jackson dengan serius.


" Gak ada.. tapi nanti Gue cariin. Gampanglah itu ", Adit menanggapi Jackson juga tak kalah serius.


" Lu mau lebarin usaha ke provider seluler yah ? " Ray mulai ikut berkomentar .


" Bagus tuh bisnisnya Jack, tapi modalnya gede ", Ray juga menanggapi serius apa yang mereka sedang bicarakan .


Kini Jackson menatap Adit dan Ray dengan tatapan bingung,


" Gak.. gue gak mau ikut usaha provider gitu. Bisnis Gue sendiri udah banyak. Belum bisnis bokap Gue " , jawab Jackson dengan arogannya.


" Lah terus ngapain Lu tanya ? " tanya Adit dan Ray bersamaan .


Kedua sahabatnya hanya bisa membulatkan kedua matanya.


" Sialan... kampret Lu... Gue kira ada apa ", balas keduanya bersamaan.




Seperti biasa malam itu Jackson CS kembali berkumpul di Club milik Jackson .


Jackson nampak makin uring-uringan .



" Kenapa lagi Lu ? " tanya Adit .


" Si Cinta masih gak balas pesan Gue ",


" Telepon Gue juga gak diangkat , hawatir nih Gue ", Jackson menjawab .



" Rugi deh Lu disini hawatirin Cinta sampai segitunya ", kata Ray .


" Gue baru aja telepon Wulan, katanya mereka berempat termasuk Cinta lagi pada enak-enakan spa di salon . " Lanjutnya .



" Ha... ha... ha... " hal itu mengundang tawa Adit .

__ADS_1


" Hebat juga tuh si Cinta, disini Lu udah hampir gila mikirin dia, ehh disana neng Cinta malah lagi enak-enakan spa ", ejek Adit.



Jackson hanya bisa mendengus sebal mendengar ejekan kedua sahabatnya .



Tak lama datanglah manajer Club dengan dua orang wanita seksi,


Lantas Ia membisikkan sesuatu pada Jackson ,


" Bos... ada target baru nih. Dari tadi nereka liatin Bos terus . Katanya mau ajak kenalan ", bisiknya pada Jackson.



Jackson melirik pada dua wanita itu, Ia tersenyum sinis.


" Bawa pergi, jangan ganggu Gue ", perintah Jackson .


" Mereka gak ada apa-apanya dibandingin ama Cinta. Gue maunya Cintanya Gue aja . "



Kedua wanita itu merasa diremehkan, mereka langsung berbalik pergi dengan wajah yang merah karena marah dan juga malu .



Jackson kembali menegak minuman yang ada didepannya.


Ia makin uring-uringan setelah mengetahui dari Ray kalau saat ini Cinta sedang mengabaikannya.



" Gila.. Cinta pandangan pertama Gue kok gini amat sih .... ", gumam Jackson lirih karena sepertinya dia mulai mabuk .



" mulai sakit nih anak ", kata adit.


" sakit jiwa karena Cinta ". Lanjutnya sambil tertawa bersama Ray.



.


.


.


.


" L*ove is like war; easy to begin but very hard to stop ". - H.L. Mencken*


.


.


.


.


. to be continue.


__ADS_1


\*\*\*\* siapa nih yang bisa tolongin babang Jackson dari kegalauan ? \*\*\*\*


__ADS_2