
" Okey , lets do this . " Ucap Jackson bersemangat .
Pria itu mula mula berjongkok dan membantu sang istri melepas sepatu highhells yang sejak tadi masih menghiasi kaki indahya .
Kemudian jari jemarinya mulai mengelus naik dari bawah hingga sampai kebagian kain yang menghalangi dirinya mencapai lembah milik sang istri . Dengan lembut Ia menurunkan perlahan kain itu dan melepaskannya .
Setelah itu Jackson kembali berdiri dan dengan lihai melepas pelindung terahir yang bertugas melindungi kedua bukit indah milik sang istri .
Hingga kini dari pantulan cermin Cinta bisa melihat bagiamana indahnya dirinya yang sedang di peluk dari belakang oleh sang suami yang juga kini sudah tanpa penghalang apapun .
Cinta bisa merasakan sesuatu yang berukuran cukup besar mengganjal di bagian belakangnya . Namun Ia rasanya tak bisa berbuat apa apa selain menikmati sensasi yang di ciptakan dari kedua tangan sang suami yang sedang menjamah kedua bukitnya .
Belum lagi dengan perbuatan bibir indah sang suami yang tak henti henti bermain di tengkuk dan pundaknya .
Jackson lalu melepas sanggulan rambut istrinya hingga kini rambut wanita itu tergerai bebas menambah keindahan tampilan wanita itu .
Jackson menuntun istrinya untuk masuk ke bathtub yang sudah terisi air hangat lengkap dengan busa dan aromatherapy yang menenangkan .
Cinta bersandar di dada bidang sang suami , dengan tangan suaminya yang tak henti henti bermain di kedua bukit dan lembahnya secara bergantian .
Cinta hanya bisa memejakan matanya merasakan nikmatnya dan sesekali menyambut bibir sang suami .
Cukup lama dalam posisi itu , kini Cinta berbalik saling berhadapan . Ia berniat membalas perlakuan sang suami . Dengan memberanikan diri Ia mulai memegang senjata sang suami dan mengelusnya lembut .
Jackson memejamkan matanya sambil merasakan nikmat dari pebuatan sang istri .
Tak butuh waktu lama , Ia lalu menarik sang istri ke pangkuannya .
Mereka saling bercumbu, senjata Jackson dibawah sana seperti mencari cari sarangnya .
Namun sang pemilik masih enggan untuk berkunjung ke lembah hangat milik sang istri .
" Sayang , ku rasa sudah cukup kita berendam . Kita bisa melakukannya lagi nanti . Sebaiknya ayo pindah ke tempat tidur . " Bujuk Jackson .
Cinta mengangguk saja , mengikuti permintaan suaminya .
Mereka berdua mulai membilas di bawah shower dan saling mengeringkan dengan handuk .
Tanpa Cinta duga setelah itu , Jackson malah menggendongnya ala bridal style dan membaringkannya di tempat tidur yang bertaburan kelopak bunga mawar .
Jackson tak ingin menunggu lebih lama lagi , ia melirik jam di atas nakas sudah lewat pukul 1 dini hari .
Ia segera mengambil posisi di atas sang istri .
Kecupan demi kecupan Ia berikan mulai dari wajah , turun ke leher memberikan jejak disana .
Turun ke kedua bukit yang indah milik istirnya . Cukup lama Ia bermain disana . Memainkan puncak bukitnya dengan gemas membuat sang istri terus saja berteriak kenikmatan .
Jejak jejak yang dibuat Jackson tak bisa lagi terhindarkan kini telah menghiasi bukit itu .
Bibirnya semakin turun , semakin turun ke bawah , hingga tiba di lembah sang istri yang sejak dulu hanya terkadang bisa Ia raba dari luar saja . Namun kini Ia bisa melihatnya secara langsung , mengelusnya secara langsung , bahkan bibirnya sudah bisa bermain secara langsung di lembah itu .
Bukan main Cinta rasanya tak kuat menahan serangan demi serangan dari sang suami . Ia hanya berharap suaranya tak terdengar oleh orang lain di luar sana .
Cukup lama Jackson mengeksplor lembah milik sang istri . Setelah Ia rasa lembah itu sudah siap menerima serangan yang sesungguhnya , Jackson segera mengarahkan senjatanya ke lembah itu . Walaupun sulit , tapi sedikit demi sedikit akhirnya berhasil dan di sambut dengan teriakan sang istri .
Setelah Ia rasa Cinta lebih tenang dan mulai terbiasa Jackson mulai melancarkan jurus jurusnya . Keringat sudah membasahi tubuh keduanya seolah pendingin ruangan tak mampu lagi bekerja dengan baik .
Suara suara mereka saling bersahutan . Jackson terus saja memuji sang istri . Bagaimana wajah cantiknya , indah tubuhnya , bahkan kenikmatan yang kini Ia rasakan terus saja Ia utarakan lewat pujian membuat Cinta makin merona dan merasa sangat tersanjung .
Cukup lama mereka bertempur , berganti ganti posisi penyerangan , mulai dari posisi standar , penyerangan dari belakang , bahkan sampai Cinta yang berperan sebagai pemimpin pun sudah mereka lakukan .
Hingga akhirnya setelah hampir 90 menit , pertempuran itu usai dengan membawa kemenangan bagi mereka masing masing .
Jackson mengecup kening sang istri dan mengucapkan terimakasih dengan tulus .
Cinta hendak segera berdiri dan menuju kamar mandi untuk membersihkan bagian lembahnya . Namun segera di halangi oleh Jackson .
" Jangan dulu sayang . Biarkan saja dulu amunisiku mencari sasarannya . Semoga saja kita segera di karuniai Jackson atau Cinta junior . " Ucapnya .
Cinta tersenyum karena mengerti maksud suaminya . Ia kembali ikut berbaring bersama sang suami .
__ADS_1
Sekitar 20 menit kemudian , Cinta sudah hendak kembali ke kamar mandi untuk membersihkan lembahnya . Namun Ia kembali di cegah oleh sang suami .
" Tak perlu di bersihkan sekarang sayang . " ucapnya .
" Kenapa lagi ? " tanya Cinta bingung .
" Karena sekarang aku ingin mengulang pertempuran kita lagi . " Jawab Jackson lalu kembali menyerang sang istri .
Jackson kembali lagi melancarkan aksi serangannya dengan perlahan . Ia selalu memulai serangannya dari atas , hingga jejak jejak yang Ia tinggalkan kini bertambah .
Semakin turun , semakin kebawah serangan pria itu bersamaan dengan teriakan teriakan Cinta yang menambah semangat sang suami .
Kemudian kembali terjadilah pertempuran demi pertempuran antara keduanya .
Entah sudah dua, tiga , atau mungkin empat kali amunisi Jackson berhasil tertembak dengan tepat sasaran .
Yang pasti keduanya baru membersihkan tubuh mereka pukul 5 subuh . Setelah itu barulah mereka terlelap saling berpelukan karena kelelahan .
Matahari mulai menampakkan dirinya , namun pasutri baru ini seperti tak terganggu dengan sinar sang mentari yang sedikit mengintip dari balik celah celah tirai di kamar hotel .
Para keluarga besar yang juga ikut menginap di hotel yang sama , memahami mengapa pasutri baru itu pagi ini tidak terlihat sarapan bersama di restauran .
Sahabat sahabat Cinta dan Jackson yang kini sedang berkumpul di satu meja yang sama untuk sarapan , sedang mengobrol dan sesekali tertawa menceritakan kejadian kejadian lucu selama acara pernikahan sahabatnya itu .
" Cinta dan Jackson tidak ikut sarapan ? " tanya Sofi .
" Tidak . Lu tahu lah pengantin baru , sarapannya lain lah . " Celetuk Rere sambil terkekeh .
Ray sendiri sudah tak canggung lagi untuk bertemu Marvel dan Wulan . Ia sudah sangat ikhlas dan ikut bahagia melihat wanita yang sampai sekarang masih memiliki hatinya telah bahagia .
" Ohh jadi Jackson dan Cinta sarapan di kamar yah ... memangnya menu sarapan mereka itu apa ? Mending gabung sarapan bareng kita , seru bisa ngobrol gini . " Lanjut Sofi berkomentar dengan polosnya membuat sang tunangan merasa gemas sendiri .
Adit mengusap lembut puncak kepala wanita pujaan hatinya itu . " Sofi sayang , Jackson dan Cinta sarapannya beda dengan kita sekarang . Mereka tidak makan buah , roti , atau nasi dan lauk seperti kamu sekarang sayang . Tapi dia makan sesuatu yang lebih enak dan lebih nikmat . " Jelas Adit dengan sabarnya .
Sedang yang lain ikut tertawa mendengar penjelasan Adit .
" Kalau gitu , aku juga mau sarapan yang seperti Jackson dan Cinta . Yah yah yah.. please sayang... kamu beliin yah .... " pinta Sofi dengan manjanya .
Adit hanya bisa menggelengkan kepalanya . Tak tahu lagi harus menjelaskan apa pada wanita yang menjadi tunangannya .
" Gak sembarang orang bisa sarapan seperti menu Cinta dan Jackson . " Ucap Rere yang membuat Sofi makin penasaran .
" Loh kok bisa ? " Tanyanya makin penasaran .
__ADS_1
" Yah.. karena harus menikah dulu baru boleh . Kalau kamu sudah kepingin banget , yuuk kita percepat rencana pernikahan kita . " Usul Adit yang mendapat dukungan dari sahabat sahabatnya yang lain .
Sofi tidak menjawab ajakan Adit . Wanita itu kini malah sibuk dengan ponselnya .
Adit kesal karena merasa diacuhkan . " Kamu lagi lihatin apa sih di ponsel ? "
Sofi segera membalik ponselnya yang kini menampakkan foto foto makanan yang tertata di meja .

Adit melihat kolom perncarian dan di sama tertulis ' *Menu sarapan bagi pasangan suami istri baru* ' .
Adit hanya bisa menggeleng tak percaya melihat Sofi yang ternyata sampai mencari di internet jawaban dari pernyataan asal dirinya tadi .
" Masa untuk makan gituan aja harus nikah dulu . " Komentar wanita itu tanpa rasa bersalah .
" Sofi sofi... untung aku cinta mati sama kamu . " Ucap Adit pasrah sambil memberi kecupan di kening sang tunangan .
Sementara jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi . Jackson yang baru saja mendapatkan gelar sebagai seorang suami bangun lebih dulu .
Ia melihat kesampingnya , di sana ada Cinta yang tidur dengan lelapnya . Sungguh Ia merasa tak tega karena perbuatannya semalam yang tidak bisa menahan membuat sang istri sampai kelelahan .
Ia menyibakkan rambut di wajah cantik istrinya . Ia mulai kembali mengagumi betapa indahnya ciptaan Tuhan yang kini ada di hadapannya . Tatapannya terus turun kebawah dan semakin mengagumi istrinya yang kini hanya berbalut baju tidur tipis .
Tanpa bisa Ia cegah senjatanya sudah kembali siap tempur . Tak menyianyian waktu lebih lama lagi , Jackson kembali melancarkan aksinya . Hal itu membuat Cinta terbangun dari tidur lelapnya karena mendapat serangan yang tiba tiba .
Cinta rasanya ingin menghindar saja , tapi entah ada sesuatu dalam dirinya yang membuatnya ingin terus merasakan sensasi demi sensasi dari apa yang di perbuat oleh Jackson .
Maka pagi itu kembali terjadi lagi , pertempuran panas di pagi hari . Atau sarapan spesial pasutri baru kalau kata Adit .
.
.
.
.
.
"I love you, I am who I am because of you. Yo are every reason, every hope and every dream I’ve ever had and no matter what happens to us in the future, everyday we are together is the greatest day of my life, I will always be yours."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue
**** masih kurang gak nih ? like dan komen dong ..... makasih ****