
Meskipun terasa berat bagi Jackson harus melewati keseharian tanpa Cinta , tapi Ia tetap berusaha bertahan .
Sehari sekali Jackson akan menghubungi Orang tua Cinta hanya sekedar untuk bertanya apakah hari itu Cinta menghubungi mereka .
Rasanya sudah cukup bagi Jackson , yang penting Ia mengetahui jila Cinta baik baik saja .
Setiap hari Jackson hanya menyibukkan dirinya untuk bekerja di perusahaan . Ia akan pergi lebih pagi dan pulang paling akhir . Semua Ia lakukan untuk mengisi waktu waktunya .
Apalagi sejak berita batalnya pernikahan CEO Haryono Grup , nilai saham perusahaan sempat mengalami penurunan . Hal itu cukup menyita waktu Jackson untuk memulihkannya kembali .
Tiga bulan telah berlalu, perasaan Jackson pada Cinta bukannya berkurang . Ia merasa jika semakin hari Ia semakin kesulitan menahan rindu pada Cinta .
Di setiap doanya selalu Ia sebutkan nama Cinta .
Dia selalu berdoa agar wanita itu baik baik saja , hidup dengan layak dan bahagia dimanapun Ia berada .
Saat ini walaupun sudah malam tapi Jackson masih berkutat dengan pekerjaannya .
" Pak ... boleh saya pulang lebih dulu ? "
Ikbal , sekertaris barunya meminta izin .
" Silahkan dan terimakasih untuk hari ini . "
Ikbal sudah akan keluar namun Ia kembali berbalik menemui bos nya .
" Pak , saya lupa laporkan . Hari ini di rekening Bapak ada dana yang masuk . Setelah saya cek pengirimnya atas nama tunangan Bapak . Sepertinya dia mengembalikan seluruh dana yang telah kita kirimkan setiap bulannya . "
Jackson mengusap wajahnya kasar . Rupanya Cinta tidak mau menerima pemberiannya .
Bukannya ingin meremehkan Cinta , tapi Jackson sadar jika Cinta sudah berhenti dari pekerjaannya . Pria itu hanya tidak ingin jika Cinta kesulitan .
" Ya sudahlah. Besok coba kirimkan kembali . Jika dia masih mengembalikannya , ya sudah .
Tapi bulan depan sesuai jadwal kamu tetap kirimkan lagi . " Perintah Jackson .
" Siap Pak . "
Ikbal sebagai sekertaris Jackson selama 3 bulan ini sering merasa kasihan pada bosnya itu . Bos nya lebih banyak melamun , terkadang Ia sampai bermalam di kantor karena mengerjakan pekerjaannya .
Tiga hari lagi Jackson harus menghadiri re-opening pusat perbelanjaan milik Haryono Grup di Yogyakarta , itulah sebabnya malam ini Ia harus kembali lembur bersama Adit .
Sementara di sebuah butik , Cinta baru saja kembali dari menemari Wulan memeriksakan kandungannya yang sekarang sudah berusia 6 bulan .
Sejak diberitahu oleh dokter jika Wulan mengandung bayi kembar dan hal itu yang menyebabkan perutnya lebih besar dari Ibu hamil lainnya , Cinta tak mengizinkan lagi Wulan bekerja hingga malam di butik .
Wulan hanya diizinkan bekerja sampai pukul 5 sore . Cinta sangat bersyukur karena selama 3 bulan sejak opening , butiknya selalu ramai pembeli . Bahkan sejak sebulan lalu Cinta sudah melayani untuk pemesanan pakaian dengan rancangannya sendiri .
Itulah mengapa Cinta memperkerjakan dua karyawan lagi bernama Sita dan Aisyah .
Cinta menelungkupkan kepalanya pada meja kerja di ruangannya dengan tujuan merehatkan sejenak dirinya .
" Mbak... ini saya buatkan teh hangat . Sepertinya Mbak kelelahan . " Ucap Sita .
Mendengar seseorang yang berbicara padanya Cinta lantas kembali menegakkan kepalanya .
" Makasih yah Sit . Yah namanya kerja Sit , lelahnya mudah mudahan jadi berkah . "
" Mbak , saya mau laporan kalau saya sudah mentransfer kembali uang yang Mbak sebutkan ke pengirimnya . "
" Bagus Sit . Terimakasih yah . "
Sita pun pamit untuk kembali turun dan membantu Aisyah melayani pelanggan .
" Kamu baik baik saja kan ? Aku yakin kamu sekarang lagi kesal karena aku mengembalikan pemberianmu . Aku jadi kangen kalau kamu lagi ngambek . " Ucap Cinta pada foto Jackson yang selalu ada di meja kerjanya .
Sama hal nya dengan Jackson , keadaan ini juga tak mudah untuk Cinta lewati . Setiap hari harus Ia lewati dengan rasa rindu dan menyesal pada Jackcon .
__ADS_1
" Sudah sudah Cinta . Kamu sudah berusaha melewatinya dengan baik . Kamu pasti bisa . "
Ucap Cinta pada dirinya sendiri .
Setelah menyemangati dirinya , Cinta melanjutkan kembali pekerjaannya . Tiga hari lagi Cinta akan mengikuti lomba perancang mode . Cinta menyiapkan sekitar 6 pakaian rancangannya yang akan Ia pamerkan .
" Yah... malam ini harus lembur lagi dong . " Batin Cinta .
Hari terus berlalu , rutinitas sehari hari harus tetap berjalan seperti biasa tanpa memedulikan bagaimana perasaan pelakunya .
Seperti Jackson yang malam ini harus berangkat ke Yogyakarta untuk menghadiri re-opening salah satu pusat perbelanjaan miliknya besok pagi .
" Ada ada saja si Ikbal , seandainya dia tidak salah beli tiketnya mungkin sekarang gue masih bisa menegerjakan yang lain . " Gerutu Jackson .
Adit menghela napasnya kasar . Adit merasakan perbedaan yang sangat besar dalam diri Jackson selama Cinta pergi .
" Syukurin aja ... mungkin lu udah harusnya istirahat . 3 bulan ini lu kerja pagi sampai malam , lu gak kasihan sama tubuh lu . " Ucap Adit .
" Benar juga yah Dit . Gue sepertinya butuh istirahat . Gue harus siap kapanpun Cinta udah mau balik . "
" Huffftt.... Cinta lagi . Balik lagi ke Cinta . Selalu ujung ujungnya Cinta . " Batin Adit .
Setelah sekitar 1 jam 10 menit mengudara , kini pesawat yang ditumpangi Jackson telah mendarat dengan sempurna di bandara Adisutjipto .
" Langsung ke hotel aja yah Dit , gue mau istirahat . " Pinta Jackson .
" Yakin lu ? Gak mau jalan dulu ? "
Jackson menggeleng .
Setelah sampai di salah satu hotel miliknya di Yogyakarta , Jackson segera di sambut oleh beberapa manager dan karyawan .
Keduanya lalu di antar oleh salah satu manager menuju kamar yang akan mereka tempati .
" Ada acara apa ? Kok ramai . " Tanya Adit setelah melewati salah satu ball room .
" Besok ada acara lomba perncang busana Pak, jadi malam ini para peserta yang ikut serta besok sedang bersiap . "
" Jack , mampir kesana yuk . Pasti banyak model . " Ajak Adit .
Jackson menggeleng . " Gue lelah. Mau istirahat . Lu aja sendiri yang kesana , nanti setelah balik Jakarta gue aduin ke Sofi . "
" Astaga Jack... kan gue cuma mau lihat lihat doang . Lu sebagai pemilik hotel peduli dikitlah sama acara yang dibuat di hotel lu . "
" Kebanyakan mikir Lu . Ayo cepetan . "
Mereka bertiga akhirnya menuju ballroom tersebut .
Namun saat baru saja sampai , Jackson dibuat terkejut dan penasaran melihat seseorang yang mirip dengan Cinta berjalan di atas catwalk .
" Dit ... itu Cinta kan ? " Tunjuknya ke arah 7 orang wanita yang berjalan membelakangi mereka .
" Yang mana ? Banyak orang Tuh Dit , lagian gimana lu bisa kira itu Cinta hanya dengan melihat belakangnya aja . "
Benar juga yang dikatakan Adit . Pasalnya yang Jackson lihat adalah ke tujuh wanita yang sedang berjalan membelakangi mereka dan hendak turun dari catwalk .
" Tapi kok gue yakin itu Cinta . Gue tahu banget gimana Cinta , mau dari sisi manapun . " Ucap Jackson dengan ragu .
Tak lama manager datang bersama seseorang yang di kenalkan sebagai penanggung jawab acara ini .
" Mas , boleh saya bertanya ? " Tanya Jackson .
" Silahkan Pak . "
" Apa salah satu peserta yang ikut ada yang bernama Cinta Shameera ? "
" Maaf Pak . Saya tidak hafal nama nama peserta . Tapi jika berkenan saya bisa ambil daftar namanya dulu . "
Jackson mengangguk . " Iya Pak ... silahkan . Tolong yah . "
Tak berapa lama , pria itu kembali dengan membawa selembar kertas .
" Yah.. mohon maaf Pak . Daftar nama lengkapnya sudah dibawa pulang oleh rekan saya . Yang ada hanya nama butik yang ikut serta saja . "
Jackson mengamati nama nama butik tersebut . Ia mencari Love butik atau mungkin nama nama yang seperti Cinta sukai . Namun hasilnya nihil .
" Mas , besok acaranya jam berapa ? Apa boleh kalau saya juga ikut menyaksikan . "
" Wahh tentu boleh Pak . Bahkan kami sangat tersanjung kalau pemilik hotel ini mau menyaksikan langsung acara kami . "
Jackson tersenyum .
" Acaranya besok , jam 11 Pak . Kami nantikan kehadiran Bapak yah . Akan kami siapkan tempat untuk Bapak . "
" Terimakasih . Kalian tak perlu repot . "
Setelah mengobrol sebentar akhirnya Jackson dan Adit kembali berjalan menuju kamar mereka.
" Lu yakin bisa datang besok ? Besok acara re-opening jam 10 pagi loh . "
__ADS_1
Jackson terlihat berpikir sejenak .
" Acara re-openingnya majukan ke jam 8 pagi . Pastikan gue sudah selesai sebelum jam 10 , jadi gue bisa ikuti acara di hotel dari awal . Gue gak mau ada yang terlewat. "
" Tapi ...... "
Adit membatalkan rencananya untuk mengeluh . Sejak dulu jika sesuatu itu berhubungan dengan Cinta maka Jackson tak akan memedulikan yang lain .
Mereka segera memasuki kamar masing masing dengan Adit yang sedang sibuk menghubungi penyelenggara acara re-opening besok .
Sedang Jackson masuk ke kamarnya dengan perasaan penasaran , bahagaia, takut , cemas , dan banyak perasaan lain lagi .
" Semoga wanita itu kamu sayang . Akhirnya takdir yang membawaku kepadamu . " batin Jackson .
Sementara Cinta baru saja pulang dari hotel tempat akan diselenggarakannya lomba perancang busana yang akan di selenggarakan besok .
Cinta baru saja melakukan loading barang yang akan Ia gunakan saat lomba besok dan juga mengikuti gladi bersih sebelum besok acara di selenggarakan .
" Huaahh Lan .... seandainya Lu ikut , Lu pasti kagum kagum dengan pakaian pakaian dari perancang lain . " Cinta bercerita dengan antusias .
" Memangnya kenapa ? "
" Astaga Lan , hasil rancangan mereka bagus bagus . Aku melihatnya malah jadi minder . "
" Yah jangan lah . Hasil karya kamu juga sangat bagus . Kamu pokoknya harus percaya diri yah . Besok adalah langkah awal kamu dan Hope Butik untuk lebih dikenal lagi di masyarakat . "
Cinta mengangguk .
Wanita itu segera mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama .
Kembali dia mengingat sang pujaan hati , salah satu rutinitasnya sebelum tidur .
" Gimana kabar Jackson yah ? Apa dia baik baik saja ? Apa dia juga sudah tidur ? " batin Cinta .
Setelah puas mengingat ingat semua kenangannya dulu dengan Jackson , dengan perlahan mata Cinta mulai terpejam .
Sebelumnya Cinta berdoa semoga acara besok bisa berjalan lancar , dan semoga Jackson selalu dalam lindungan Tuhan .
.
.
.
.
.
"*Doa akan sangat besar kuasanya, ketika diselipkan kepercayaan di tiap baitnya*."
"*Mendoakan yang terbaik baginya adalah cara kita menjaganya dari jauh*."
"*Karena mendoakan adalah cara mencintai yang paling rahasia*."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue