
Rasanya malas sekali bagi Cinta untuk menerima kenyataan jika pagi ini Ia harus kembali lagi ke rutinitas .
" Ayo Cin... sudah cukup kemarin kamu bersantai , hari ini ayo kembali bekerja . Senin bukan hari yang buruk kok , masih untung kamu bisa bangun lagi pagi ini . "
Cinta terus menyemangati dirinya untuk bisa bangun dengan semangat .
Cinta melihat ke sekeliling kamar yang Ia tempati malam tadi . " Suasana berbeda tapi sama nyamannya ", batinnya .
Yah , sejak kemarin Cinta sudah pidah ke apartemen Jackson . Dan Jackson sudah kembali ke rumah orang tuanya .
Setelah bersiap Cinta keluar dari kamar menuju dapur untuk membuat sarapan .
Cinta terkejut melihat Jackson yang sudah rapi dengan setelan kantornya berdiri di sana .
" Morning sayang , " sapanya .
" Sayang , kamu bisa masuk ? Bukannya aku sudah mengganti sandinya , apa tidak berhasil yah ? " Tanya Cinta kebingungan .
" Berhasil kok kamu ganti sandinya . Tapi mengganti menjadi tanggal pertunangan kita akan sangat mudah ditebak sayang . " Jawab Jackson sambil nyengir .
" Duduklah ", perintah Jackson .
Jackson lalu datang dengan 2 piring berisikan roti lapis .
Kemudian Ia mengambil satu gelas kosong dan menuangkan susu di hadapan Cinta .
Cinta terbiasa untuk sarapan dengan nasi , maklumlah orang Indonesia asli .
Jackson sebagai kekasih pengertian tentu saja mengetahui itu .
Itulah sebelum Cinta sempat protes , Ia sudah memberikan sebuah kotak makan .
" Pagi ini sarapanlah dengan roti lapis buatanku sayang . Aku spesial membuatnya dengan cinta untuk menyambut kepindahanmu . " Ujar Jackson .
" Dan ini bekal sarapan round 2 dari calon mami mertuamu . Makanlah setelah sampai di kantor . "
Cinta hanya bisa tertawa dengan tingkah Jackson . Ia mulai mengambil roti lapisnya dan mulai menggigitnya .
" Sayang , sebentar aku akan coba bertemu Ricko untuk pamit . " Ucap Cinta .
" Tidak perlu . Aku yang akan bertemu dengannya . " Cegah Jackson .
" Tapi yang punya urusan dengannya itu aku sayang . " Balas Cinta .
" Iya memang , sebelum dia marah dan membentakmu karena tak terima kita bertunangan . Jangan kira aku tak tahu sayang apa yang terjadi hari itu . " Jelas Jackson .
" Huhh baiklah . Tapi ingat selesaikan semuanya baik baik . Biar bagaimanapun Ricko awalnya sangat baik padaku . Dia yang memberiku tempat tinggal saat pertama kali pindah kemari, dia juga sudah banyak membantuku . "
Jackson hanya berdecih saja mendengar peringatan Cinta .
Cinta segera menyusun piring kotor di meja , berniat membawanya ke tempat cuci piring di dapur .
" Astaga Sayang , apa apaan ini . " Cinta terbelalak melihat kekacauan yang terjadi .
" Untuk membuat 2 roti lapis kamu menggunakan bahan sebanyak ini ? Belum lagi peralatan memasak kotor yang kini setinggi gunung . "
" Kamu berlebihan sayang . Lagian aku tahu kamu akan marah, makanya aku sudah memanggil seseorang untuk membersihkan kekacauan ini . " Ucap Jackson memadamkan kobaran kemarahan Cinta .
" Kita berangkat sekarang yuk . Senin nih , pasti macet . " Ujar Jackson .
Hari ini Cinta akan lebih banyak bekerja di luar kantor . Ia sudah memiliki beberapa janji untuk bertemu nasabahnya .
Cintapun pergi dengan di antar oleh seorang supir kantor .
Ternyata pertemuan Cinta berlangsung lebih cepat dari yang Ia perkirakan dan syukurlah hasilnya sesuai harapan Cinta .
Ia menghubungi kekasihnya untuk makan siang bersama dan segera di setujui Jackson . Tapi mereka hanya akan makan siang di perusahaan Jackson , karena Jackson ada meeting setelah jam makan siang bersama karyawannya .
Cintapun meminta tolong sang supir untuk mengantarnya ke perusahaan Haryono Grup .
Sementara di tempat lain , tepatnya di Haryono Grup seorang wanita cantik sedang berjalan dengan anggun menuju ruangan Jackson .
Ia berhasil naik ke ruangan Jackson setelah berhasil membohongi resepsionis jika mereka telah membuat janji .
Sungguh beruntung wanita ini , karena Hesti sekertaris Jackson tidak berada di tempatnya , sehingga Ia bisa masuk dengan mudahnya .
" Jackson . " Panggilnya lembut dan manja .
Walaupun sudah 8 tahun berlalu tapi Jackson masih mengingat suara ini .
Ia menghentikan aktifitasnya dan beralih menatap wanita itu .
Yah , dia Emily . Wanita yang sama yang Ia temui di butik milik nyonya Fransisca . Wanita yang sama yang menjadi penyebab tragedi yang membuat Jackson kehilangan Jordi , kakak kandungnya . Wanita yang sama yang pernah mempermainkan hati dua saudara .
__ADS_1
" Ternyata kamu masih berani menemuiku . " Ledek Jackson .
Seolah tak memedulikan penolakan Jackson , Emily berjalan mendekat ke arah Jackson dan langsung memeluknya yang masih dalam posisi duduk .
Jackson segera berdiri dan memaksa melepas pelukan Emily .
" Jaga sikapmu . Aku tak ingin lagi kamu menghancurkan kehidupanku . " Ucap Jackson menahan amarah .
" Sebaiknya kamu pergi sekarang juga . "
" Aku akan pergi tapi setelah kamu mau mendengar penjelasanku . " Pinta Emily .
" Sama sepertimu aku juga tertekan karena kejadian yang menimpa Jordi . "
" Jangan berbohong . Kamu pikir aku tak tahu jika setelah kepergian Jordi kamu sengaja pindah ke Paris dan menikah di sana . Dasar wanita ular . " Ledek Jackson .
Jackson kini sudah menjauh dari mejanya menuju sofa . Ia sadar jika mungkin sebentar lagi Cinta akan sampai .
Jadi untuk menghindari kesalah pahaman , Jackson sengaja memberi jarak antara dia dan Emily .
" Aku terpaksa Jackson . Aku terpaksa menerima perjodohan itu . Orang tuaku tak yakin keluargamu akan menerimaku bersamamu setelah apa yang terjadi pada Jordi . "
Emily berusaha menjelaskan apa yang terjadi . Ia mendekat ke arah Jackson lagi , tapi matanya sekilas melihat foto mesra Jackson dan seorang wanita di atas meja kerja pria itu .
" Memangnya kamu pikir setelah kepergian Jordi , aku masih mau kembali bersamamu ? Setelah kamu dengan mudahnya mempermainkan hati dua saudara . Bahkan seenaknya kamu memilih Jordi untuk menikahimu , tapi tetap mau menjalani hubungan percintaan denganku . Dasar wanita gila . " Jackson menjadi murka mengingat kembali masa masa kelam itu .
" Tapi Jackson dari dulu sampai sekarang yang aku cintai itu kamu . Orang tua kita yang memaksa aku untuk menerima Jordi . Ku mohon maafkan aku sayang . "
" Berhenti memanggilku sayang . Wanita tak punya hati sepertimu tak pantas menyebutnya . "
" Tidak . Aku tidak akan berhenti menemuimu sampai kamu memaafkanku dan kembali bersamaku . Aku tahu kemarahanmu ini karena kamu masih menyimpan rasa untukku . " Balas Emily .
" Aku sudah meninggalkan suamiku untuk kembali padamu . Aku bisa menerima kamu butuh waktu untuk memutuskan kekasihmu . Aku akan menunggu . "
" Dasar wanita gila . " Ledek Jackson .
" Kenapa baru sekarang kamu kembali setelah 8 tahun hah ? "
" Jangan bermimpi terlalu tinggi nona . Kamu akan sangat sakit jika sadar dan terjatuh . "
" Sekarang pergi dari tempat ini . Pergi kataku ! " Bentak Jackson .
Adit yang baru saja akan masuk ke ruangan Jackson membawa makanan pesanan bosnya itu terkejut mendengar suara Jackson .
Ia bergegas masuk dan mebulatkan matanya melihat wanita yang kini berada di depan Jackson .
Wajah Jackson sudah merah menahan amarah .
Sedang wanita itu wajahnya pucat dengan mata yang berkaca -kaca .
" Syukurlah lu datang . Cepat bawa wanita ini keluar dari perusahaanku . Berikan hukuman bagi semua orang yang telah membiarkan dia masuk . " Ucap Jackson .
Adit segera menghampiri Emily yang masih berdiri mematung .
" Mari , saya antar anda keluar . " Ucap Adit masih ramah walaupun sebenarnya Ia juga sudah menahan emosi pada wanita ular ini .
Emily tak bergeming .
__ADS_1
Akhirnya Adit memutuskan untuk sedikit memaksanya . Ia memegang kedua lengan Emily dan menuntunnya keluar dari ruangan Jackson .
Setelah memastikan Emily memasuki lift , Adit segera kembali keruangan Jackson . Ia sangat hawatir pada kondisi Jackson .
Ia tahu bagaimana reaksi Jackson jika mengingat kejadian 8 tahun silam .
" Jack , lu gak apa apa ? " Tanya Adit panik .
" It's Ok. Gue Fine . Mending lu bantuin gue untuk atur makan siang di meja . Mungkin sebentar lagi Cinta sampai . "
" Gue gak ingin Cinta tahu soal kedatangan Emily . " Lanjut Jackson .
Sementara itu Cinta yang baru saja tiba di perusahaan kekasihnya , segera masuk dan berjalan dengan santai .
Semua karyawan yang memang sudah diwajibkan mengenal Cinta segera menunduk saat berpapasan dengan Cinta .
Langkah Cinta terhenti ketika seorang wanita cantik menahan lengannya .
" Maaf , apa anda ada perlu dengan saya ? " tanya Cinta .
Wanita itu tak menjawab hanya memerhatikan wajah Cinta .
" Hei...hei.... jika tak ada perlu tolong lepaskan , saya harus segera pergi . " Ucap Cinta sambil mengoyangkan telapak tangannya di depan wajah wanita itu .
Wanita tadi tersadar dari pikirannya dan segera menjauhkan tangannya dari lengan Cinta .
" Bisa kita bicara ? " ajak Wanita itu .
" Maaf sebenarnya saya ada urusan penting. Tapi anda siapa , dan perlu apa denganku . " Tanya Cinta .
" Saya Emily . Dan saya ingin membicarakan soal Jackson . "
Cinta sontak mengingat kejadian 2 hari lalu di butik ." Yah, dia wanita yang sama " , batin Cinta .
" Baiklah . Tapi aku tak bisa lama . " Ucap Cinta menerima ajakan Emily .
Cinta yakin ada sesuatu yang perlu Ia ketahui . Kemarin harusnya Cinta bertanya pada Jackson soal wanita ini , karena seingatnya nama Emily juga pernah di sebut Mami saat menceritakan masa lalu Jackson .
Tapi karena kemarin mereka membahas soal Ricko dan sibuk pindahan maka Cinta sampai melupakan hal ini .
" Jika memang benar wanita ini yang dulu menyakiti Jackson dan saudaranya , maka aku tak akan biarkan wanita ini kembali menyakiti pria yang sangat kucintai . " Batin Cinta .
.
.
.
.
.
"Seperti sudah menjadi bagian penting dalam hidup seseorang, masa lalu sepahit apa pun akan tetap dikenang."
.
.
.
.
.
To be continue
\*\*\*\* yang penasaran apa yang diobrolin cinta dan emily , yuukkk ramaikan kolom komentar yuukkkk..... \*\*\*\*
__ADS_1