Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 65 . Hari terakhir berkerja


__ADS_3

Pesta malam itu selesai lebih lama dari yang Jackson duga .


Walaupun sebagian besar para tamu undangan yang merupakan rekan kerja Haryono Grup sudah meninggalkan tempat itu , namun beberapa keluarga Jackson yang lebih memilih menginap di resort tetap tinggal dan mengobrol lebih lama .


Jackson sejak tadi sudah gelisah memikirkan apa yang dilakukan Cinta .


Apakah Cinta akan marah karena Ia meninggalkannya cukup lama .


" Semoga dia bersenang senang bersama sahabatnya . " Batin Jackson .


Jackson yang melamun memikirkan calon istrinya itu dikejutkan oleh salah satu sepupunya yang seumuran dengannya , namanya Chris .


" Ngelamun aja Jack . " Tegurnya sambil menepuk bahu Jackson .


" Sorry , gue kepikiran calon istri gue . Tadi gue tinggalin bareng sahabatnya . "Jawab Jackson sejujurnya .


Ia berharap para sepupunya mengerti dan membiarkan Jackson pergi dari tempat itu .


" Ya elah.... santai aja bro. Kurang dari seminggu lagi dan lu bisa 24 jam bareng dia . " Komentar sepupunya yang lain .


Chris yang memang lebih dulu berkeluarga memberikan nasihat pada Jackson .


" Beri waktu juga pada calon lu untuk ngabisin waktu bareng sahabat sahabatnya dia . Istri gue pernah sekali curhat, katanya setelah menikah dia jadi susah punya waktu bareng sahabatnya dan dia kangen itu . Makanya waktu itu gue sengaja cuti kerja sehari , jadi istri gue bisa jalan bareng sahabatnya . " Ucap Chris .


Jackson mengangguk setuju .


Jika saja apartemen pertama yang Cinta huni bukan milik si brengsek Ricko , maka dia tak akan meminta Cinta pindah apartemen sampai saat mereka telah menikah .


" Bang Jack , lu gak ada pesta lepas bujang gitu ? " tanya sepupunya lainnya yang usianya lebih muda dari Jackson .


Jackson menggeleng . " Gak ada. Cinta gak suka kalau ada pesta pesta bujang gitu . "


" Wah... abang kita ini bertahun tahun tinggal di Bali . Eh....  belum cukup setahun  pulang ke Jakarta  dan langsung bikin heboh akan menikah " Goda sepupunya yang lain lagi .


Obrolan terus berlanjut jika Adit tidak menginterupsi Jackson .


Pasalnya, jika sesuai rencana Adit ingin mengajak Sofi berjalan jalan setelah pesta selesai . Namun kini Adit malah terjebak bersama Jackson dan para sepupunya .


Berhasil menginterupsi Jackson dari para sepupunya , Adit segera mengajak Jackson ke kamar Cinta CS .


Keduanya hanya berharap semoga saja Sofi dan Cinta belum tidur .


Tok tok tok


Adit mengetuk pintu kamar , namun tak ada jawaban. Lalu Ia mengulang untuk mengetuk lagi . Namun masih sama .


" Astaga gue lupa . Gue ada kok key card nya  . " Ucap Jackson dengan kekehan .


Segera Ia buka pintu kamar , namun yang keduanya temui adalah Cinta , Sofi , dan Rere sudah berselancar di alam mimpi mereka masing masing .


Jackson menghampiri Cinta, memberikan kecupan selamat tidur di keningnya lalu Ia juga merapikan selimut yang digunakan ketiga wanita itu .


" Sabar Dit , besok pagi masih bisa ketemu kan . " Jackson menepuk sebelah pundak Adit kemudian lebih dulu berjalan keluar dari kamar itu .


Dengan lesu Adit mengekori Jackson , " Huffttt ... Pupus sudah harapan gue bisa berduaan bareng Sofi menikmati suasana puncak di malam hari . " batin Adit .



Meninggalkan keseruan weekend di Puncak , kini semua orang sudah kembali ke aktifitasnya masing masing .



Senin tetap menjadi 'hectic day ' bagi sebagian orang termasuk Jackson dan Cinta .



Pagi ini di awali dengan keduanya yang terjebak kemacetan parah yang membuat Cinta berakhir terlambat masuk kantor .



" Gila... macetnya ampuunn . " Ucap Cinta saat baru saja menduduki kursi di kubikel yang selama 6 bulan ini Ia tempati .



" Tumben Lu kok bisa telat ... sejak briefing pak bos terus nanyain Lu . " Ucap Rere dengan berbisik .



" Oh yah ,,, gimana dong . Please, bantu gue cari alasan apa selain macet . " Pinta Cinta .



" Bilang aja ban mobil bang sultan kempes , kan si Bos segan gitu sama bang sultan . Kalau gak percaya pura pura aja lu berlagak seperti mau nelepon bang sultan , dijamin  Gak bakalan banyak nanya lagi deh tuh . " Saran Sofi .

__ADS_1



Cinta tersenyum . Bagus juga ide Sofi .


" Mungkin ini salah satu keuntungan punya tunangan salah satu nasabah besar di kantor  . Hehehehehe " Cinta sampai terkekeh dalam hati.



" Sofi semenjak jadian sama Adit makin pintar yah . " Ucap Rere .



" Iya loh... dia makin pintar . Idenya makin banyak . " Cinta juga ikut menyetujui  .



" Makin pintar cari alasan dan ide anehnya makin banyak . Persis sama si Adit . " timpal Rere .



Mendengar ucapan Rere , Sofi jadi cemberut sedang Cinta tertawa sambil merapikan rambut dan riasannya .



Setelah itu Cinta segera menuju ruangan bosnya.



Tok tok tok



Sang bos menoleh kearah pintu dan melihat Cinta berdiri di sana.



" Masuk Cin , silahkan . " Ucapnya ramah .


Cinta masuk lalu duduk di kursi yang ada di hadapan bosnya.



Bosnya menyodorkan sebuah kertas ,



" Walaupun kami tahu mungkin kamu tak akan memerlukannya , tapi sesuai prosedur jadi perusahaan tetap menerbitkannya untukmu . " Lanjut pria paruh baya yang selama Cinta di tempatkan di kantor cabang utama Jakarta menjadi atasan yang baik bagi Cinta .



Cinta membaca sekilas kertas yang di pegangnya . Matanya serasa ingin menumpahkan cairan bening ketika membaca isi kertas itu .



Inilah bukti jika dulunya seorang Cinta berjuang untuk mengeluarkan keluarganya dari masalah yang menimpa mereka kala itu .



Kertas ini menjadi bukti jika Cinta dulu mengorbankan segala impiannya karena tuntutan keadaan  .



" Terimakasih Pak . Saya sangat bangga pernah menjadi bagian dari perusahaan ini . Walaupun kontribusi saya belum seberapa , tapi saya harap kedepannya perusahaan bisa lebih maju lagi . " Ucap Cinta sambil menjabat tangan bosnya kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu .



Cinta kembali ke kubikelnya dengan lesu . Ia pasti akan merindukan momen momen saat bekerja , walaupun bukan pekerjaan yang Ia impikan . Namun pekerjaan ini pernah menjadi salah satu prioritas terpenting dalam hidupnya .



" Huftt.... semangat Cin . Ini awal yang baru bagi kehidupanmu . " Ucapnya menyemangati dirinya.



Saat kembali ke kubikelnya , Cinta tidak lagi bekerja . Pekerjaannya sudah diambil alih oleh orang yang menggantikannya .



Ia mengambil sebuah kardus dan mulai memasukkan semua barang barangnya kesana .



Sofi dan Rere yang sudah di beritahu hanya bisa menatap sedih kearah Cinta . Sudah cukup sepi suasana kantor tanpa Wulan , kini Cinta juga akan berhenti bekerja . Begitulah pikiran keduanya .

__ADS_1



" Sudahlah , kita masih bisa bertemu di luar kantor . Kalian bisa datang ke tempatku kapan saja . Lagian aku pasti akan lebih sering berada di butik , kalian boleh menemuiku kapanpun kalian mau . " Ucap Cinta .



Sofi sudah meneteskan air mata yang di tahannya sejak tadi . Ia memeluk Cinta , " Yang bantuin Sofi kalau ada nasabah galak siapa dong ? " Ucapnya .



" Tenang , masih ada Rere . Nanti Rere yang akan bantuin . " Ucap Cinta menenangkan sahabatnya .



Malam harinya setelah pulang kantor Cinta mengajak semua rekan di divisinya yang berjumlah 14 orang untuk makan malam bersama .



Sebelumnya Ia sudah mengabarkan  pada Jackson jika Ia memiliki acara makan malam perusahaan . Namun Cinta belum memberitahu tunangannya itu jika hari ini dia sudah resmi berhenti bekerja . Dia ingin hal ini menjadi kejutan untuk pria itu .



Sementara di perusahaan Haryono Grup  tepatnya di ruangan Jackson , tiga orang pria sedang berusaha membujuk Jackson agar mau ikut ke club malam ini .


Yah pria itu adalah Adit , Ray , dan Marvel .


Walaupun Ray sedang bermasalah dengan Marvel , tapi kali ini Ia menyampingkan egonya demi sahabat baiknya .


Ray memang sengaja datang ke Jakarta lebih awal karena ingin membantu persiapan pernikahan Jackson yang tinggal hitungan hari saja .


Ray juga harus sekuat tenaga menahan emosinya ketika harus bertemu Marvel , Ia tak ingin mengecewakan sahabatnya . Ia ingin hadir di setiap momen momen berharga milik sahabatnya itu .


" Lu wajib ikut . Gue udah jauh jauh dari Bali , kata Adit Lu mau pesta lepas bujang malam nanti . " Ucap Ray .


" Gak ada pesta pesta seperti itu . Adit aja tuh yang asal ngomong . " Tolak Jackson .


" Karena gak ada , makanya gue yang adain. Spesial untuk Lu . Udah nikah gue yakin lu gak akan pernah lagi bisa injakin kaki lu di club. Makanya gue ajakin lu untuk yang terakhir kalinya . " Tegas Adit .


" Tapi Cinta gak akan setuju . "


" Yah lu jangan bilanglah . Lagian kita ke club cuma minum bentar , ngobrol , terus balik . Lu tahu banget kalau kita semua udah pada tobat . Jadi gak akan ada yang macam macam deh disana . " Bujuk Marvel .


Jackson berpikir sejenak kemudian menyetujui usulan ketiga sahabatnya .


Ia lalu menghubungi Cinta jika Ia juga akan pulang telat malam ini karena harus pergi bersama ketiga sahabatnya .


Tanpa mereka bertiga sadari , sejak tadi Hesti mendengar ucapan mereka karena pintu ruangan Jackson yang tak tertutup rapat . Ia kini tahu apa yang di rencanakan ke empat pria itu , kapan serta dimana tempatnya juga telah Ia ketahui .


Wanita itu merencanakan sesuatu , Ia pikir ini adalah kesempatan terakhirnya .


  " Kali ini gue gak boleh gagal lagi . Gue gak sabar pengen lihat wajah wanita itu penuh dengan air mata . " Batin Hesti .


.


.


.


.


.


.


"Bermimpilah. Biarkan pikiranmu membawamu ke tempat-tempat yang ingin kamu tuju, lalu pikirkan dan rencanakan serta rayakan kemungkinan-kemungkinannya. Dan jangan dengarkan siapa pun yang tidak tahu cara bermimpi. "


.


.


.


.


.


.


To be continue


**** main tebak tebakan yuk , kira kira si lalat itu bakalan ngapain yah ? jawab di kolom komentar yah , yang banyak ....


makasih readers tersayangnya aku . ****

__ADS_1


__ADS_2