
Pesta malam itu selesai lebih lama dari yang Jackson duga .
Walaupun sebagian besar para tamu undangan yang merupakan rekan kerja Haryono Grup sudah meninggalkan tempat itu , namun beberapa keluarga Jackson yang lebih memilih menginap di resort tetap tinggal dan mengobrol lebih lama .
Jackson sejak tadi sudah gelisah memikirkan apa yang dilakukan Cinta .
Apakah Cinta akan marah karena Ia meninggalkannya cukup lama .
" Semoga dia bersenang senang bersama sahabatnya . " Batin Jackson .
Jackson yang melamun memikirkan calon istrinya itu dikejutkan oleh salah satu sepupunya yang seumuran dengannya , namanya Chris .
" Ngelamun aja Jack . " Tegurnya sambil menepuk bahu Jackson .
" Sorry , gue kepikiran calon istri gue . Tadi gue tinggalin bareng sahabatnya . "Jawab Jackson sejujurnya .
Ia berharap para sepupunya mengerti dan membiarkan Jackson pergi dari tempat itu .
" Ya elah.... santai aja bro. Kurang dari seminggu lagi dan lu bisa 24 jam bareng dia . " Komentar sepupunya yang lain .
Chris yang memang lebih dulu berkeluarga memberikan nasihat pada Jackson .
" Beri waktu juga pada calon lu untuk ngabisin waktu bareng sahabat sahabatnya dia . Istri gue pernah sekali curhat, katanya setelah menikah dia jadi susah punya waktu bareng sahabatnya dan dia kangen itu . Makanya waktu itu gue sengaja cuti kerja sehari , jadi istri gue bisa jalan bareng sahabatnya . " Ucap Chris .
Jackson mengangguk setuju .
Jika saja apartemen pertama yang Cinta huni bukan milik si brengsek Ricko , maka dia tak akan meminta Cinta pindah apartemen sampai saat mereka telah menikah .
" Bang Jack , lu gak ada pesta lepas bujang gitu ? " tanya sepupunya lainnya yang usianya lebih muda dari Jackson .
Jackson menggeleng . " Gak ada. Cinta gak suka kalau ada pesta pesta bujang gitu . "
" Wah... abang kita ini bertahun tahun tinggal di Bali . Eh.... belum cukup setahun pulang ke Jakarta dan langsung bikin heboh akan menikah " Goda sepupunya yang lain lagi .
Obrolan terus berlanjut jika Adit tidak menginterupsi Jackson .
Pasalnya, jika sesuai rencana Adit ingin mengajak Sofi berjalan jalan setelah pesta selesai . Namun kini Adit malah terjebak bersama Jackson dan para sepupunya .
Berhasil menginterupsi Jackson dari para sepupunya , Adit segera mengajak Jackson ke kamar Cinta CS .
Keduanya hanya berharap semoga saja Sofi dan Cinta belum tidur .
Tok tok tok
Adit mengetuk pintu kamar , namun tak ada jawaban. Lalu Ia mengulang untuk mengetuk lagi . Namun masih sama .
" Astaga gue lupa . Gue ada kok key card nya . " Ucap Jackson dengan kekehan .
Segera Ia buka pintu kamar , namun yang keduanya temui adalah Cinta , Sofi , dan Rere sudah berselancar di alam mimpi mereka masing masing .
Jackson menghampiri Cinta, memberikan kecupan selamat tidur di keningnya lalu Ia juga merapikan selimut yang digunakan ketiga wanita itu .
" Sabar Dit , besok pagi masih bisa ketemu kan . " Jackson menepuk sebelah pundak Adit kemudian lebih dulu berjalan keluar dari kamar itu .
Dengan lesu Adit mengekori Jackson , " Huffttt ... Pupus sudah harapan gue bisa berduaan bareng Sofi menikmati suasana puncak di malam hari . " batin Adit .
Meninggalkan keseruan weekend di Puncak , kini semua orang sudah kembali ke aktifitasnya masing masing .
Senin tetap menjadi 'hectic day ' bagi sebagian orang termasuk Jackson dan Cinta .
Pagi ini di awali dengan keduanya yang terjebak kemacetan parah yang membuat Cinta berakhir terlambat masuk kantor .
" Gila... macetnya ampuunn . " Ucap Cinta saat baru saja menduduki kursi di kubikel yang selama 6 bulan ini Ia tempati .
" Tumben Lu kok bisa telat ... sejak briefing pak bos terus nanyain Lu . " Ucap Rere dengan berbisik .
" Oh yah ,,, gimana dong . Please, bantu gue cari alasan apa selain macet . " Pinta Cinta .
" Bilang aja ban mobil bang sultan kempes , kan si Bos segan gitu sama bang sultan . Kalau gak percaya pura pura aja lu berlagak seperti mau nelepon bang sultan , dijamin Gak bakalan banyak nanya lagi deh tuh . " Saran Sofi .
__ADS_1
Cinta tersenyum . Bagus juga ide Sofi .
" Mungkin ini salah satu keuntungan punya tunangan salah satu nasabah besar di kantor . Hehehehehe " Cinta sampai terkekeh dalam hati.
" Sofi semenjak jadian sama Adit makin pintar yah . " Ucap Rere .
" Iya loh... dia makin pintar . Idenya makin banyak . " Cinta juga ikut menyetujui .
" Makin pintar cari alasan dan ide anehnya makin banyak . Persis sama si Adit . " timpal Rere .
Mendengar ucapan Rere , Sofi jadi cemberut sedang Cinta tertawa sambil merapikan rambut dan riasannya .
Setelah itu Cinta segera menuju ruangan bosnya.
Tok tok tok
Sang bos menoleh kearah pintu dan melihat Cinta berdiri di sana.
" Masuk Cin , silahkan . " Ucapnya ramah .
Cinta masuk lalu duduk di kursi yang ada di hadapan bosnya.
Bosnya menyodorkan sebuah kertas ,
" Walaupun kami tahu mungkin kamu tak akan memerlukannya , tapi sesuai prosedur jadi perusahaan tetap menerbitkannya untukmu . " Lanjut pria paruh baya yang selama Cinta di tempatkan di kantor cabang utama Jakarta menjadi atasan yang baik bagi Cinta .
Cinta membaca sekilas kertas yang di pegangnya . Matanya serasa ingin menumpahkan cairan bening ketika membaca isi kertas itu .
Inilah bukti jika dulunya seorang Cinta berjuang untuk mengeluarkan keluarganya dari masalah yang menimpa mereka kala itu .
Kertas ini menjadi bukti jika Cinta dulu mengorbankan segala impiannya karena tuntutan keadaan .
" Terimakasih Pak . Saya sangat bangga pernah menjadi bagian dari perusahaan ini . Walaupun kontribusi saya belum seberapa , tapi saya harap kedepannya perusahaan bisa lebih maju lagi . " Ucap Cinta sambil menjabat tangan bosnya kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu .
Cinta kembali ke kubikelnya dengan lesu . Ia pasti akan merindukan momen momen saat bekerja , walaupun bukan pekerjaan yang Ia impikan . Namun pekerjaan ini pernah menjadi salah satu prioritas terpenting dalam hidupnya .
" Huftt.... semangat Cin . Ini awal yang baru bagi kehidupanmu . " Ucapnya menyemangati dirinya.
Saat kembali ke kubikelnya , Cinta tidak lagi bekerja . Pekerjaannya sudah diambil alih oleh orang yang menggantikannya .
Ia mengambil sebuah kardus dan mulai memasukkan semua barang barangnya kesana .
Sofi dan Rere yang sudah di beritahu hanya bisa menatap sedih kearah Cinta . Sudah cukup sepi suasana kantor tanpa Wulan , kini Cinta juga akan berhenti bekerja . Begitulah pikiran keduanya .
__ADS_1
" Sudahlah , kita masih bisa bertemu di luar kantor . Kalian bisa datang ke tempatku kapan saja . Lagian aku pasti akan lebih sering berada di butik , kalian boleh menemuiku kapanpun kalian mau . " Ucap Cinta .
Sofi sudah meneteskan air mata yang di tahannya sejak tadi . Ia memeluk Cinta , " Yang bantuin Sofi kalau ada nasabah galak siapa dong ? " Ucapnya .
" Tenang , masih ada Rere . Nanti Rere yang akan bantuin . " Ucap Cinta menenangkan sahabatnya .
Malam harinya setelah pulang kantor Cinta mengajak semua rekan di divisinya yang berjumlah 14 orang untuk makan malam bersama .
Sebelumnya Ia sudah mengabarkan pada Jackson jika Ia memiliki acara makan malam perusahaan . Namun Cinta belum memberitahu tunangannya itu jika hari ini dia sudah resmi berhenti bekerja . Dia ingin hal ini menjadi kejutan untuk pria itu .
Sementara di perusahaan Haryono Grup tepatnya di ruangan Jackson , tiga orang pria sedang berusaha membujuk Jackson agar mau ikut ke club malam ini .
Yah pria itu adalah Adit , Ray , dan Marvel .
Walaupun Ray sedang bermasalah dengan Marvel , tapi kali ini Ia menyampingkan egonya demi sahabat baiknya .
Ray memang sengaja datang ke Jakarta lebih awal karena ingin membantu persiapan pernikahan Jackson yang tinggal hitungan hari saja .
Ray juga harus sekuat tenaga menahan emosinya ketika harus bertemu Marvel , Ia tak ingin mengecewakan sahabatnya . Ia ingin hadir di setiap momen momen berharga milik sahabatnya itu .
" Lu wajib ikut . Gue udah jauh jauh dari Bali , kata Adit Lu mau pesta lepas bujang malam nanti . " Ucap Ray .
" Gak ada pesta pesta seperti itu . Adit aja tuh yang asal ngomong . " Tolak Jackson .
" Karena gak ada , makanya gue yang adain. Spesial untuk Lu . Udah nikah gue yakin lu gak akan pernah lagi bisa injakin kaki lu di club. Makanya gue ajakin lu untuk yang terakhir kalinya . " Tegas Adit .
" Tapi Cinta gak akan setuju . "
" Yah lu jangan bilanglah . Lagian kita ke club cuma minum bentar , ngobrol , terus balik . Lu tahu banget kalau kita semua udah pada tobat . Jadi gak akan ada yang macam macam deh disana . " Bujuk Marvel .
Jackson berpikir sejenak kemudian menyetujui usulan ketiga sahabatnya .
Ia lalu menghubungi Cinta jika Ia juga akan pulang telat malam ini karena harus pergi bersama ketiga sahabatnya .
Tanpa mereka bertiga sadari , sejak tadi Hesti mendengar ucapan mereka karena pintu ruangan Jackson yang tak tertutup rapat . Ia kini tahu apa yang di rencanakan ke empat pria itu , kapan serta dimana tempatnya juga telah Ia ketahui .
Wanita itu merencanakan sesuatu , Ia pikir ini adalah kesempatan terakhirnya .
" Kali ini gue gak boleh gagal lagi . Gue gak sabar pengen lihat wajah wanita itu penuh dengan air mata . " Batin Hesti .
.
.
.
.
.
.
"Bermimpilah. Biarkan pikiranmu membawamu ke tempat-tempat yang ingin kamu tuju, lalu pikirkan dan rencanakan serta rayakan kemungkinan-kemungkinannya. Dan jangan dengarkan siapa pun yang tidak tahu cara bermimpi. "
.
.
.
.
.
.
To be continue
**** main tebak tebakan yuk , kira kira si lalat itu bakalan ngapain yah ? jawab di kolom komentar yah , yang banyak ....
makasih readers tersayangnya aku . ****
__ADS_1