Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 78 . Perjuangan menjadi seorang Ibu


__ADS_3

Sudah hampir tiga bulan berlalu Jackson dan Cinta menjalani hubungan jarak jauh .


Dalam satu bulan Jackson mengunjungi kekasihnya sebanyak dua kali . Sejauh ini hubungan jarak jauh mereka berjalan lancar .


Mereka berdua berkomitmen untuk menjaga komunikasi . Serta saat Jackson mengunjunginya maka Cinta akan berusaha meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk berduaan bersama sang kekasih .


Ayah dan Bunda juga sudah datang mengunjungi putri bungsu mereka . Begitu juga dengan Papi Haryono dan Mami Lastri , yang segera berangkat ke Yogya setelah mendapat kabar dari Jackson tentang keberadaan sang calon menantu .


Saat itu Cinta sampai merasa canggung karena Mami Lastri yang terus menangis dan meminta maaf padanya atas perbuatan Jackson yang sudah menyakiti hatinya .


Selama itu pula , Cinta dan Wulan sudah menempati rumah baru pemberian Jackson .


Hanya saja suasana yang biasanya tenang pagi itu sangat berbeda .


Saat bangun pagi , Wulan meringis menahan sakit di perutnya . Dengan sigap Cinta segera menghubungi dokter yang menangani Wulan .


Kata dokter kemungkinan Wulan sudah mulai merasakan kontraksi , dan Ia diminta membawa Wulan ke rumah sakit jika rasa sakitnya sudah semakin sering dan intens .


" Aauuucchhh Cin...... sakiittttt "


Wulan terus saja meringis kesakitan sambil meremas baju Cinta saat rasa sakit itu tiba .


" Sabar yah Lan . Sabar ,, berdoa ... doa .. " Ucap Cinta .


" Apa mau ke rumah sakit sekarang ? " tanya Cinta dan Wulan mengangguk .


Cinta segera mengambil tas yang memang sudah sejak lama mereka persiapkan jika saat ini tiba .


Dengan hati hati Cinta melajukan mobil menuju rumah sakit . Saat di perjalanan Jackson menelepon , dan akhirnya mengetahui jika Wulan akan segera melahirkan .


Tanpa izin Wulan , Jackson segera mengabari Marvel . Ia menjelaskan semua yang terjadi lalu memberitahu kondisi Wulan saat ini .


Keduanya segera berangkat ke Yogya untuk menemui Cinta dan Wulan .


Keduanya berangkat lebih dulu tanpa Adit , karena Adit harus menjemput Sofi dan Rere yang masih harus izin dari kantornya .


Marvel tak pernah putus memanjatkan doa agar Wulan dan calon bayi mereka di beri keselamatan .


" Vel , gue minta nanti lu sabar yah hadapin Wulan . Mungkin aja dia akan nolak lu dulu, tapi lu jangan menyerah . Perjuangin dia , ingat sebentar lagi ada anak diantara kalian berdua . " Nasihat Jackson .


Sementara di sebuah rumah sakit Cinta menemani Wulan yang sudah berbaring di sebuah bangkar rumah sakit sambil terus meringis .


" Permisi yah Bu , saya periksa dulu bukaannya . " ucap salah satu bidan .


Cinta segera menggeser tubuhnya .


" Baru bukaan dua Bu . Sabar sedikit lagi yah . Sebaiknya Bu Wulan bantu pembukaannya dengan berjalan kaki agar proses pembukaan lebih cepat . " Ucap bidan sebelum meninggalkan Cinta dan Wulan .


" Gimana Lan , masih sakit banget yah ? " tanya Cinta .


" Hemm.... "


Cinta dengan sabar menemani Wulan . Sesekali Ia menyeka keringat yang ada di kening wanita itu .


" Aaauuuuccchhhh..... Cin...... sakit. " Ringisnya sekali lagi . Kali ini wanita itu bahkan mencengkram erat tangan Cinta hingga menimbulkan jejak tanda kuku disana .


Sudah dua jam berlalu , namun pembukaan Wulan baru maju ke pembukaan tiga .


Cinta tak henti hentinya menyemangati Wulan untuk kuat menahan rasa sakit yang Ia alami .


" Kuat yah Lan . Demi anak kamu . " Ucapnya .

__ADS_1


Tak ada sedetik pun Cinta meninggalkan Wulan, wanita itu tetap setia berada di sisi sahabatnya yang sedang berjuang untuk melahirkan anaknya .


Cinta kembali melirik jam di pergelangan tangannya , ternyata baru dua jam lagi yang berlalu . Mengapa Ia merasa sudah sangat lama .


Bidan kembali datang memeriksa dan pembukaan baru maju ke bukaan empat .


Wulan di sarankan untuk berjalan kaki di sekitar ruang bersalin .


Dengan menahan sakit akhirnya Wulan mau melakukan saran bidan .


Cinta juga harus rela menahan sakit akibat cengkraman cengkraman kuku Wulan di tangan dan lengannya .


Dengan perlahan Wulan berjalan kaki sambil di pegangi oleh Cinta . Mereka berdua berjalan bolak balik di depan ruang bersalin .


Terkadang mereka harus berhenti berjalan saat rasa sakit kembali mendera Wulan .


Tak lama setelah itu Cinta melihat dua sosok pria yang mendekat kearah mereka .


Yah dia adalah Jackson dan Marvel .


Wulan menatap sinis pada Marvel . " Ngapain kamu kemari ? "


" Lan , maafkan aku . Aku mengaku salah . " Ucap Marvel .


Sedang Cinta saat ini menatap Jackson dengan tajam . Ia tak menyangka jika Jackson akan mengajak Marvel .


" Pergi sana . Aku gak butuh kamu . " Usir Wulan.


Baru saja Wulan akan kembali melangkah dibantu oleh Cinta , tapi Ia tiba tiba kembali meringis membuat kedua pria itu panik .


Marvel segera menggendong Wulan memasuki ruangan bersalin kemudian membaringkannya sedang Jackson berteriak memanggil dokter .


Suasana rumah sakit menjadi heboh karena kedua pria itu .


Wulan sudah tidak memiliki tenaga tambahan untuk mengusir Marvel , akhirnya Ia biarkan saja pria itu terus berada disisinya menggantikan Cinta .


Cinta paham jika keduanya perlu waktu untuk berdua akhirnya mengajak Jackson keluar .


Hingga kini di ruang bersalin hanya ada Marvel dan Wulan .


Marvel terus saja mengucapkan semua doa yang Ia bisa untuk keselamatan Wulan dan calon buah hati mereka .


Sesekali Ia juga membisikkan jika Ia sangat mencintai Wulan dan sangat menyesal dengan perbuatannya dulu .


Hati Wulan sedikit demi sedikit mulai tersentuh  , melihat raut wajah ketakutan Marvel setiap kali dirinya meringis karena menahan sakit .


Sudah tak terhitung jejak jejak cengkraman kuku Wulan di lengan Marvel .


Bidan kembali memeriksa dan sekarang sudah sangat mendekati waktu persalinan karena sudah bukaan sembilan .


Rasa sakit yang di alami Wulan juga semakin intens . Sesekali Cinta masuk dan memberikan semangat pada sahabatnya .


Marvel sudah hampir menyerah dan meminta agar Wulan melahirkan secara operasi saja , namun Wulan menolak . Ia sudah berjuang sejauh ini , tak akan Ia sia siakan .


Akhirnya waktu persalinan tiba . Cinta dan Jackson hanya bisa menunggu di luar , sedang Marvel menemani Wulan bertaruh nyawa demi membawa buah hati mereka ke dunia .


Kemudian  Adit , Sofi , dan Rere juga datang .


Cinta , Sofi , dan Rere langsung berpelukan melepas kerinduan .


Disusul tak lama oleh keluarga Wulan juga sudah tiba dari Bali .

__ADS_1


Rupanya Jackson yang mengatur semuanya sehingga mereka bisa berkumpul disini .


Tak lama terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang bersalin .


Semua orang yang berada di luar terlihat menghembuskan napas lega .


Sekitar 15 menit kemudian , Marvel keluar dari ruang bersalin .


Dengan mata berkaca kaca , " Anak gue udah lahir . Anak gue laki laki , sehat dan tampan . " Ucapnya .


Semuanya secara bersamaan mengucap syukur.


Jackson dan Adit bergantian memeluk Marvel mengucapkan selamat .


Marvel yang menyadari kehadiran keluarga Wulan , segera memperkenalkan diri dan meminta maaf pada mereka . Juga meminta doa dan restu mereka untuk segera menikahi Wulan .


Untung saja keluarga Wulan bisa menerima Marvel , dan menyerahkan semua keputusan pada putri mereka .


Kini Wulan sudah dipindahkan ke ruang rawat .


Ia sudah bertemu dengan kedua orang tuanya , juga dengan Sofi dan Rere .


Marvel terus saja berada di sisi Wulan , walaupun wanita itu masih sangat acuh padanya .


Sedang Jackson dan Adit sedang pergi untuk membeli makan siang .


Kemudian datanglah suster dengan mendorong tempat tidur bayi yang di dalamnya ada seorang bayi laki laki dengan tubuh gembul yang tampan . 


Wulan tak kuasa menahan air mata saat pertama kali menggendong putranya .


Begitupun dengan Cinta , selama hampir 7 bulan terakhir dialah yang menjadi saksi bagaimana Wulan melewati semuanya .


Marvel juga tak kuasa menahan air matanya saat Wulan memberikan putra mereka untuk Ia gendong .


Ia tak menyangka jika kehadiran  putra mereka dapat mengubah sikap acuh Wulan terhadapnya .


Cinta menatap ketiganya dengan rasa haru .


" Semoga kamu akhirnya menemukan kebahagiaanmu Lan . Semoga kalian bertiga bisa hidup bersama dan berbahagia . " Batin Cinta ikut terharu melihat pemandangan kedekatan Wulan , Mervel ,dan putranya .


.


.


.


.


.


 "Cinta ibu adalah kedamaian. Kita tidak perlu berjuang untuk mendapatkannya, kita juga tidak perlu melayakkan diri untuk memperolehnya."


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2