
Sudah hampir tiga bulan berlalu Jackson dan Cinta menjalani hubungan jarak jauh .
Dalam satu bulan Jackson mengunjungi kekasihnya sebanyak dua kali . Sejauh ini hubungan jarak jauh mereka berjalan lancar .
Mereka berdua berkomitmen untuk menjaga komunikasi . Serta saat Jackson mengunjunginya maka Cinta akan berusaha meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk berduaan bersama sang kekasih .
Ayah dan Bunda juga sudah datang mengunjungi putri bungsu mereka . Begitu juga dengan Papi Haryono dan Mami Lastri , yang segera berangkat ke Yogya setelah mendapat kabar dari Jackson tentang keberadaan sang calon menantu .
Saat itu Cinta sampai merasa canggung karena Mami Lastri yang terus menangis dan meminta maaf padanya atas perbuatan Jackson yang sudah menyakiti hatinya .
Selama itu pula , Cinta dan Wulan sudah menempati rumah baru pemberian Jackson .
Hanya saja suasana yang biasanya tenang pagi itu sangat berbeda .
Saat bangun pagi , Wulan meringis menahan sakit di perutnya . Dengan sigap Cinta segera menghubungi dokter yang menangani Wulan .
Kata dokter kemungkinan Wulan sudah mulai merasakan kontraksi , dan Ia diminta membawa Wulan ke rumah sakit jika rasa sakitnya sudah semakin sering dan intens .
" Aauuucchhh Cin...... sakiittttt "
Wulan terus saja meringis kesakitan sambil meremas baju Cinta saat rasa sakit itu tiba .
" Sabar yah Lan . Sabar ,, berdoa ... doa .. " Ucap Cinta .
" Apa mau ke rumah sakit sekarang ? " tanya Cinta dan Wulan mengangguk .
Cinta segera mengambil tas yang memang sudah sejak lama mereka persiapkan jika saat ini tiba .
Dengan hati hati Cinta melajukan mobil menuju rumah sakit . Saat di perjalanan Jackson menelepon , dan akhirnya mengetahui jika Wulan akan segera melahirkan .
Tanpa izin Wulan , Jackson segera mengabari Marvel . Ia menjelaskan semua yang terjadi lalu memberitahu kondisi Wulan saat ini .
Keduanya segera berangkat ke Yogya untuk menemui Cinta dan Wulan .
Keduanya berangkat lebih dulu tanpa Adit , karena Adit harus menjemput Sofi dan Rere yang masih harus izin dari kantornya .
Marvel tak pernah putus memanjatkan doa agar Wulan dan calon bayi mereka di beri keselamatan .
" Vel , gue minta nanti lu sabar yah hadapin Wulan . Mungkin aja dia akan nolak lu dulu, tapi lu jangan menyerah . Perjuangin dia , ingat sebentar lagi ada anak diantara kalian berdua . " Nasihat Jackson .
Sementara di sebuah rumah sakit Cinta menemani Wulan yang sudah berbaring di sebuah bangkar rumah sakit sambil terus meringis .
" Permisi yah Bu , saya periksa dulu bukaannya . " ucap salah satu bidan .
Cinta segera menggeser tubuhnya .
" Baru bukaan dua Bu . Sabar sedikit lagi yah . Sebaiknya Bu Wulan bantu pembukaannya dengan berjalan kaki agar proses pembukaan lebih cepat . " Ucap bidan sebelum meninggalkan Cinta dan Wulan .
" Gimana Lan , masih sakit banget yah ? " tanya Cinta .
" Hemm.... "
Cinta dengan sabar menemani Wulan . Sesekali Ia menyeka keringat yang ada di kening wanita itu .
" Aaauuuuccchhhh..... Cin...... sakit. " Ringisnya sekali lagi . Kali ini wanita itu bahkan mencengkram erat tangan Cinta hingga menimbulkan jejak tanda kuku disana .
Sudah dua jam berlalu , namun pembukaan Wulan baru maju ke pembukaan tiga .
Cinta tak henti hentinya menyemangati Wulan untuk kuat menahan rasa sakit yang Ia alami .
" Kuat yah Lan . Demi anak kamu . " Ucapnya .
__ADS_1
Tak ada sedetik pun Cinta meninggalkan Wulan, wanita itu tetap setia berada di sisi sahabatnya yang sedang berjuang untuk melahirkan anaknya .
Cinta kembali melirik jam di pergelangan tangannya , ternyata baru dua jam lagi yang berlalu . Mengapa Ia merasa sudah sangat lama .
Bidan kembali datang memeriksa dan pembukaan baru maju ke bukaan empat .
Wulan di sarankan untuk berjalan kaki di sekitar ruang bersalin .
Dengan menahan sakit akhirnya Wulan mau melakukan saran bidan .
Cinta juga harus rela menahan sakit akibat cengkraman cengkraman kuku Wulan di tangan dan lengannya .
Dengan perlahan Wulan berjalan kaki sambil di pegangi oleh Cinta . Mereka berdua berjalan bolak balik di depan ruang bersalin .
Terkadang mereka harus berhenti berjalan saat rasa sakit kembali mendera Wulan .
Tak lama setelah itu Cinta melihat dua sosok pria yang mendekat kearah mereka .
Yah dia adalah Jackson dan Marvel .
Wulan menatap sinis pada Marvel . " Ngapain kamu kemari ? "
" Lan , maafkan aku . Aku mengaku salah . " Ucap Marvel .
Sedang Cinta saat ini menatap Jackson dengan tajam . Ia tak menyangka jika Jackson akan mengajak Marvel .
" Pergi sana . Aku gak butuh kamu . " Usir Wulan.
Baru saja Wulan akan kembali melangkah dibantu oleh Cinta , tapi Ia tiba tiba kembali meringis membuat kedua pria itu panik .
Marvel segera menggendong Wulan memasuki ruangan bersalin kemudian membaringkannya sedang Jackson berteriak memanggil dokter .
Suasana rumah sakit menjadi heboh karena kedua pria itu .
Wulan sudah tidak memiliki tenaga tambahan untuk mengusir Marvel , akhirnya Ia biarkan saja pria itu terus berada disisinya menggantikan Cinta .
Cinta paham jika keduanya perlu waktu untuk berdua akhirnya mengajak Jackson keluar .
Hingga kini di ruang bersalin hanya ada Marvel dan Wulan .
Marvel terus saja mengucapkan semua doa yang Ia bisa untuk keselamatan Wulan dan calon buah hati mereka .
Sesekali Ia juga membisikkan jika Ia sangat mencintai Wulan dan sangat menyesal dengan perbuatannya dulu .
Hati Wulan sedikit demi sedikit mulai tersentuh , melihat raut wajah ketakutan Marvel setiap kali dirinya meringis karena menahan sakit .
Sudah tak terhitung jejak jejak cengkraman kuku Wulan di lengan Marvel .
Bidan kembali memeriksa dan sekarang sudah sangat mendekati waktu persalinan karena sudah bukaan sembilan .
Rasa sakit yang di alami Wulan juga semakin intens . Sesekali Cinta masuk dan memberikan semangat pada sahabatnya .
Marvel sudah hampir menyerah dan meminta agar Wulan melahirkan secara operasi saja , namun Wulan menolak . Ia sudah berjuang sejauh ini , tak akan Ia sia siakan .
Akhirnya waktu persalinan tiba . Cinta dan Jackson hanya bisa menunggu di luar , sedang Marvel menemani Wulan bertaruh nyawa demi membawa buah hati mereka ke dunia .
Kemudian Adit , Sofi , dan Rere juga datang .
Cinta , Sofi , dan Rere langsung berpelukan melepas kerinduan .
Disusul tak lama oleh keluarga Wulan juga sudah tiba dari Bali .
__ADS_1
Rupanya Jackson yang mengatur semuanya sehingga mereka bisa berkumpul disini .
Tak lama terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang bersalin .
Semua orang yang berada di luar terlihat menghembuskan napas lega .
Sekitar 15 menit kemudian , Marvel keluar dari ruang bersalin .
Dengan mata berkaca kaca , " Anak gue udah lahir . Anak gue laki laki , sehat dan tampan . " Ucapnya .
Semuanya secara bersamaan mengucap syukur.
Jackson dan Adit bergantian memeluk Marvel mengucapkan selamat .
Marvel yang menyadari kehadiran keluarga Wulan , segera memperkenalkan diri dan meminta maaf pada mereka . Juga meminta doa dan restu mereka untuk segera menikahi Wulan .
Untung saja keluarga Wulan bisa menerima Marvel , dan menyerahkan semua keputusan pada putri mereka .
Kini Wulan sudah dipindahkan ke ruang rawat .
Ia sudah bertemu dengan kedua orang tuanya , juga dengan Sofi dan Rere .
Marvel terus saja berada di sisi Wulan , walaupun wanita itu masih sangat acuh padanya .
Sedang Jackson dan Adit sedang pergi untuk membeli makan siang .
Kemudian datanglah suster dengan mendorong tempat tidur bayi yang di dalamnya ada seorang bayi laki laki dengan tubuh gembul yang tampan .
Wulan tak kuasa menahan air mata saat pertama kali menggendong putranya .
Begitupun dengan Cinta , selama hampir 7 bulan terakhir dialah yang menjadi saksi bagaimana Wulan melewati semuanya .
Marvel juga tak kuasa menahan air matanya saat Wulan memberikan putra mereka untuk Ia gendong .
Ia tak menyangka jika kehadiran putra mereka dapat mengubah sikap acuh Wulan terhadapnya .
Cinta menatap ketiganya dengan rasa haru .
" Semoga kamu akhirnya menemukan kebahagiaanmu Lan . Semoga kalian bertiga bisa hidup bersama dan berbahagia . " Batin Cinta ikut terharu melihat pemandangan kedekatan Wulan , Mervel ,dan putranya .
.
.
.
.
.
"Cinta ibu adalah kedamaian. Kita tidak perlu berjuang untuk mendapatkannya, kita juga tidak perlu melayakkan diri untuk memperolehnya."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue