Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 29. Impian Cinta


__ADS_3

Hari ini Cinta terlihat terburu-buru menyelesaikan pekerjaannya.


Siang tadi Ia mendapatkan telepon dari Ricko yang mengajaknya untuk bertemu dengan seseorang .


Beberapa minggu yang lalu Ricko pernah mendapati Cinta sedang membaca artikel wawancara seorang designer ternama di sebuah majalah fashion . Saat itu Ricko bertanya apakah Cinta menyukai dunia fashion, dan Cinta menjawab dengan antusias bahwa cita-cita Ia sebenarnya adalah menjadi seorang fashion designer dan Fransisca Wang adalah salah satu designer idolanya .


Betapa bahagianya Cinta saat Ricko memberitahu bahwa Fransisca Wang adalah Ibunya. Dan Ricko berjanji padanya suatu saat akan mengajaknya bertemu dengan idolanya itu .


" Akhirnya hari inipun terjadi. Gue akan ketemu Fransisca Wang . Idola Gue ", batin Cinta .


Cinta sangat bersemangat. Ia bergegas menyelesaikan pekerjaannya .


Hari ini cukup melelahkan dan sangat sibuk baginya, bahkan Ia sering tidak sempat membalas pesan singkat yang dikirimkan Jackson .


Siang tadi Jackson mengajaknya makan siang bersama di luar kantor , namun ditolak Cinta karena pekerjaannya yang menumpuk.


Alhasil Jackson mengirimkan makanan ke kantor Cinta dan bukan dalam jumlah yang sedikit . Rasa-rasanya Cinta seperti sedang merayakan sesuatu dan mentraktir semua temannya makan siang.


Saat Cinta bertanya pada Jackson mengapa mengirimkan makanan yang sangat banyak Jackson dengan santai menjawab " Aku lupa bertanya kamu ingin makan apa jadi aku pesan semua saja. Anggap saja kamu sedang merayakan hubungan kita bersama teman-temanmu ."


Cinta hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mendengar alasan Jackson.


" Sultan bebas bebas aja..... untung Jackson gak kirim sekalian dengan chef nya ", batin Cinta membuatnya tertawa sendiri .


Karena insiden makan siang tadi juga, akhirnya Cinta memberitahu ketiga sahabatnya perihal hubungannya dengan Jackson .


Tentulah Wulan yang paling bersemangat dengan hal ini, karena Jackson sudah berjanji akan mengijinkannya membuat pesta ulang tahun di club miliknya di Bali .


Seharian ini Jackson seringkali menelepon ponsel dan mengirimkan Cinta pesan singkat. Dari mengingatkan Cinta untuk beribadah , mengingatkan Cinta untuk makan dan istirahat, berterimakasih karena Cinta mau menjadi kekasihnya, sampai hanya meminta agar Cinta meyakinkannya bahwa Ia tidak sedang bermimpi telah menjadi kekasih Cinta .


Saat sedang fokus dengan layar komputer dihadapannya , ponsel Cinta berdering tanda ada pesan yang masuk .


"Hufft.. pasti dari Jackson lagi ", batin Cinta . Mengingat ini adalah pertama kali baginya menjalin hubungan dengan pria, Ia tak menyangka jika memiliki kekasih akan membuatnya menjadi sibuk menerima panggilan dan pesan singkat seperti ini.


Saat Cinta membaca pesan yang nampak pada layar ponselnya seketika senyum terbit diwajahnya .


" 15 menit lagi Aku sampai dikantormu . Mamaku sudah menanti kedatangan kita berdua." Isi pesan dari Ricko yang membuat Cinta bersemangat .


Cinta melirik jam kecil yang ada di meja kerjanya , benar saja 15 menit lagi adalah jam pulang kantornya .


Segera Cinta kembali fokus pada pekerjaannya tadi yang hampir selesai.


Dan tak perlu waktu lama bagi Cinta untuk menyelesaikannya , kini Ia sedang membereskan meja kerja dan tasnya .


Saat jam pulang tiba Ia bergegas berpamitan kepada ketiga sahabatnya ,


" Gue balik duluan yah Girls ", ucapnya lalu segera turun untuk menemui Ricko.


" Pasangan baru emang gitu, bawaannya kangen melulu udah gak sabar pengen ketemu ", samar -samar Cinta mendengar ucapan Wulan yang menggodanya dan hal itu mengundang tawa dari Rere dan Sofi .


" Ahh iya Gue belum ngabarin Jackson kalau bakal pergi bareng Ricko , " batin Cinta yang jadi teringat akan kekasihnya karena ucapan wulan .


Saat berjalan menuju lift Cinta mengeluarkan ponselnya berniat menghubungi Jackson namun belum sempat panggilannya diangkat ponsel Cinta mati karena baterainya habis.


Cinta masuk ke lift yang akan membawanya turun ke lobby . Ia terus saja mencari-cari penambah daya yang biasa Ia bawa didalam tas.


" Sepertinya tertinggal di laci kantor . Kalau aku naik lagi Ricko akan lebih lama menunggu . Aku isi daya ponsel di mobil Ricko aja ", gumam Cinta lirih .


Keluar dari lift dan menyapa beberapa rekan kerja yang juga akan pulang , Cinta kemudian keluar dari kantornya .


Cinta langsung saja menghampiri mobil Ricko yang terparkir di antara mobil lain di halaman kantor .


Ia mengetuk kaca mobil untuk memberitahu kehadirannya sebelum masuk kedalam mobil Ricko .


" Hai.. udah lama nunggunya ? " sapa Cinta .


" Belum lama kok. Udah siap ? " tanya Ricko kembali .


Cinta menganggukkan kepalanya. Rasanya Ia tidak sabar akan bertemu dengan sosok idolanya .


Sepanjang perjalanan Ricko terus saja mengajak Cinta mengobrol. Cinta yang memang sudah sejak lama mengagumi karya-karya Fransisca Wang terus bertanya pada Ricko tentang sang Ibu.


Satu hal yang telah Cinta lupakan adalah mengabari sang kekasih.


Jackson yang memang berniat menjemput Cinta terus saja menggerutu dan berdecak sebal karena Ia terjebak macet .


Sesekali Ia melirik jam mewah yang melingkar di pergelangan tangannya , jam pulang kantor Cinta sudah dari 10 menit yang lalu .


" Bisa telat nih Gue jemput Cinta. Gak tega gue kalau dia sampai nunggu lama ", gerutu Jackson.


Kekesalannya pada jalanan yang macet semakin bertambah karena 10 menit yang lalu panggilan telepon Cinta sempat masuk di ponselnya namun tiba-tiba saja panggilan terputus. Jackson sudah mencoba untuk menghubungi kembali ke nomor ponsel Cinta namun ponsel Cinta tidak aktif.


5 menit kemudian mobil Jackson sudah memasuki halaman parkir kantor Cinta .


Ia menghentikan dan memarkir mobilnya dengan sempurna .


Mencoba menghubungi Cinta namun ponselnya masih saja tidak aktif .


" Apa Cinta marah yah karena Gue jemputnya telat ? " batin Jackson.


Ia berniat untuk menghubungi Wulan , namun saat baru saja akan menelepon Ia melihat sosok Wulan dan kedua teman Cinta yang lain baru saja keluar dari kantor .


" Lan... Wulan ... " panggil Jackson .


Wulan merasa namanya dipanggil menoleh ke arah sumber suara .


Ia bingung lantaran ternyata Jackson adalah orang yang memanggil namanya .


Jackson menghampiri Wulan , " Cinta mana ? " tanya Jackson tak sabar .

__ADS_1


" Bukannya dia pergi sama Lu ? " jawab Wulan bingung .


" Dia udah pulang duluan 15 menit yang lalu . Gue kirain dia buru-buru karena mau jalan sama Lu ", lanjut Wulan .


Jackson terlihat bingung. Cinta kemana. Apa tadi dia menelepon karena mau mengabari yah.


" Lu telepon aja ponselnya ", usul Rere .


" Udah Gue coba hubungin tapi gak aktif ", Jackson terlihat frustasi .


" Mungkin Cinta balik ke apartemen duluan ", Wulan mencoba menenangkan .


" Lu bertiga mau balik kan? Bareng gue aja. Gue juga mau ke apartemen kalian. Kali aja Cinta udah ada disana ", usul Jackson yang disetujui dengan senang hati oleh ketiga wanita itu .


Namun sayang... walaupun sudah menempuh perjalanan yang lumayan lama karena macet , Jackson juga tak dapat menemukan Cinta di apartemennya .


" Lu tungguin aja... paling mampir kemana dulu si Cinta. Bentar lagi balik kok ", ucap Wulan mencoba menghibur Jackson.


Jackson yang terlihat kecewa hanya bisa mengangguk pasrah menanti kepulangan sang kekasih yang belum lama Ia pacari.




Sementara di tempat lain , sebuah mobil berwarna merah yang tak lain adalah mobil Ricko memasuki halaman sebuah butik terkenal .



Setelah memarkirkan mobilnya , Cinta dan Ricko kemudian turun dari mobil itu .



Ricko mengajak Cinta masuk ke dalam butik yang disambut ramah oleh para pekerja disana yang memang sudah mengenal Ricko sebagai anak dari bos tempat mereka bekerja .



Ricko terus saja masuk menuju satu ruangan yang dipintunya ada tag bertuliskan ' CEO ' .



" Shel... mama ada ? " tanya Ricko pada seorang wanita cantik yang meja kerjanya berada didekat pintu ruangan CEO .



" Ada. Langsung masuk aja. Ibu Fransisca udah nungguin dari tadi " , jawabnya ramah .



Ricko mengetuk pintu yang terbuat dari kaca lalu membukanya .


" Ma.... " sapanya .




Cinta berdiri terpaku ditempatnya melihat sang designer idola kini ada di hadapannya . Berada sangat dekat dengannya .



" Ma... kenalin ini Cinta ", Ricko memperkenalkan Cinta .



Cinta tersadar lalu Ia menghampiri Ricko dan sang Mama kemudian mengulurkan tangannya untuk bersalaman .



" Sore Nyonya Fransisca. Perkenalkan saya Cinta ", ucap Cinta .


" Wahh saya beruntung sekali bisa bertemu dengan anda. Anda adalah idola saya sejak masih SMA ", Cinta mengungkapkan kekagumannnya .



Uluran tangan Cinta disambut hangat oleh Mama Ricko.


" Jangan panggil Nyonya.. panggil Tante Fransisca saja atau Mama Fransisca juga boleh ", ucapnya melirik Ricko.



Ricko sadar kalau saat ini Mamanya sedang menggodanya .



" Saya juga beruntung bertemu seorang wanita yang menjadi idola anak saya ", lanjutnya .



Cinta hanya tersenyum saja menanggapi candaan dari Mamanya Ricko.



" Ayo duduk " Mama Ricko mempersilahkan .



Cinta akhirnya menceritakan bagaimana awalnya dia mulai menyukai dunia fashion designer . Awalnya adalah saat ia melihat Mama dari Ricko memberikan pengarahan di Sekolahnya dulu di Malang.


__ADS_1


Saat itu Cinta bahkan masih kelas 1 SMA. Kecintannya pada menggambar membawanya menyukai dunia fashion designer . Menurutnya sangat menyenangkan saat Ia menyalurkan idenya lewat gambar. Dan melihat design pakaian yang digambar oleh Mama Ricko membuat Cinta memutuskan bahwa Ia juga akan memfokuskan untuk menggambar design sebuah pakaian.



Begitulah awalnya, kemudian Cinta mulai mencari tahu dunia fashion designer . Melihat contoh contoh karya nyonya Fransisca. Sampai dia akhirnya mengikuti kursus fashion designer di Malang .



Keinginannya untuk menjadi fashion designer harus Ia hentikan tatkala Ia harus kuliah dan mengambil jurusan ekonomi. Menurut ayah Cinta , sarjana dengan lulusan jurusan Ekonomi lebih mudah untuk mencari kerja.


Bahkan Cinta makin mengubur impiannya saat Ia harus berhenti kursus karena sesuatu hal terjadi pada keluarganya. Mengharuskan ia berkuliah sambil bekerja. Sehingga tak ada waktu lagi baginya untuk mengikuti kursus fashion designer .



Namun Cinta tak putus asa, Ia mencoba mendaftarkan dirinya sebagai pekerja lepas pada salah satu butik di Malang. Ia bekerja disana hanya pada hari sabtu dan minggu . Dari sanalah Ia mendapatkan tambahan penghasilan juga tambahan ilmu .



Nyonya Fransisca dan Ricko mendengar cerita cinta. Sesekali Nyonya Fransisca juga menjawab pertanyaan dari Cinta.



Mendengar kisah Cinta yang sangat menyukai dunia fashion designer dan juga melihat bagaimana semangat cinta saat bercerita tentang perjuangannya ingin menjadi designer membuat Mama Ricko kagum. Ia akhirnya tahu alasan mengapa Ricko sangat menyukai Cinta .



" Sepertinya kamu sangat tertarik dengan pekerjaan sebagai fashion designer. Bagaimana kalau kamu juga bekerja disini pada hari sabtu ? " tawar Nyonya Fransisca .



" Benarkah Nyonya ? Apa boleh seperti itu ? " tanya Cinta meyakinkan .



" Tante... jangan Nyonya ", ucap Mama Ricko mengingatkan .



" Tentu saja boleh. Kirimkan contoh design baju yang telah kamu buat. Akan aku nilai untuk menentukan kamu akan saya masukkan ke tim yang mana . Kamu bisa sekalian belajar juga disini ", lanjutnya .



Cinta sangat senang dan sudah pasti menerima tawaran itu .


Bukan hanya Cinta yang sangat bahagia dengan hal ini , tapi Ricko juga. Ia jadi memiliki alasan untuk bisa lebih dekat dengan Cinta .



Setelah itu mereka mengobrol dan makan malam bersama .



Sekitar pukul sembilan malam , Cinta pamit pulang dan akan diantar oleh Ricko.



Sepanjang perjalanan Ia terus saja tersenyum memikirkan akan kembali belajar menjadi seorang designer.



Cinta bahkan lupa soal ponselnya yang kehabisan daya dan belum mengabari Jackson .



Tak tahu saja Cinta jika di apartemennya ada seorang pria yang sudah menungguinya sejak 4 jam yang lalu dengan perasaan gundah .



.


.


.


.


.


" *A dream doesn't become reality through magic ; it takes sweat, determinataion and hard work* ."


( *Mimpi tak akan menjadi kenyataan melalui sihir ; dibutuhkan keringat , tekad , dan kerja keras ) - Colin Powel* .


.


.


.


.


.


.


.


To be continue


__ADS_1


\*\*\*\*\* Terimakasih dukungan kalian readers tersayangku . Jangan lupa like dan komennya , Makasih ❤ . \*\*\*\*\*


__ADS_2