
Malamnya saat Cinta baru saja pulang ke apartemen setelah makan malam bersama rekan rekan dari divisinya di sebuah restauran .
Di tempat lain , di sebuah club ada empat pria yang sedang duduk di sebuah meja dan tentu saja menarik perhatian banyak wanita disana .
" Gimana Jack perasaan lu menuju pernikahan ? " Tanya Adit sambil meneguk minumannya .
Jackson yang sedang sibuk membalas pesan dari tunangannya itu tidak memerhatikan pertanyaan Adit .
" Woy Jack.. Jack.. lu sibuk banget sama ponsel . "
" Hemm hah ,,kenapa ? Sorry ini Cinta ngabarin kalau dia baru saja sampai di apartemen . " Jawab Jackson .
" Bagus dong kalau Cinta sudah di apartemen , artinya lu gak perlu hawatir lagi bakal ketahuan Cinta jika pergi ke tempat seperti ini . " Komentar Ray sambil tertawa .
Jackson meletakkan ponselnya di meja , " Tadi lu nanya apaan ?
" Gue nanya gimana perasaan lu sebentar lagi akan menikah . " Adit mengulangi pertanyaannya .
" Yang pasti gue udah gak sabar . Gue gak pernah menyangka , seorang wanita bisa menguasai hati gue seperti yang Cinta lakukan . Syukurlah semua perjalanan gue dan Cinta dimudahkan . "
" Huuuhh... yang bucin bahasanya beda yah , lebih puitis . " komentar Ray .
Tak terasa semakin lama mengobrol minuman mereka mulai habis .
Marvel meminta pada pelayan untuk membawakan mereka lagi 1 botol minuman yang sama .
Tentu saja hal itu tidak di sia siakan oleh seorang wanita yang sudah berpakaian sangat seksi untuk melancarkan aksinya .
Ia sengaja membayar pelayan itu untuk memasukkan bebera
pa pil ke dalam botol minuman yang di pesan Marvel .
Setelah minuman mereka yang baru di antarkan , Marvel segera menuangkan ke tiga gelas kosong milik sahabatnya .
" Udah Vel , gue cukup . " Tolak Jackson .
" Yee... kok gitu . Minum sedikit lagi lah . " Ucap Ray .
" Gue yakin suatu saat nanti jika sudah bertemu dengan wanita yang bisa menggenggam hati lu , maka dengan sendirinya lu akan meninggalkan kebiasaan kebiasaan buruk lu . Gue merasakan itu sekarang . " Jelas Jackson .
" Bener tuh kata Jackson . Apa lagi lu Vel , bukannya sebentar lagi lu akan jadi seorang Ayah . "
Adit sepertinya mulai dalam pengaruh alkohol karena minum terlalu banyak hingga tidak bisa menyaring lagi ucapannya .
Ucapannya barusan membuat raut wajah Marvel dan Ray menegang .
Jackson menyadari hal itu segera mencairkan suasana .
" Ayo minum lagi ...doain semoga pernikahan gue lancar . "
Jackson mengangkat gelasnya hendak bersulang . Ketiga sahabatnya mengerti maksud Jackson , akhirnya ikut mendentingkan gelas mereka bersama .
__ADS_1
Dari sudut lain club , seorang wanita sangat puas melihat Jackson akhirnya meminum minuman yang sudah Ia campurkan obat di dalamnya .
Dan benar saja , sekitar 20 menit satu persatu dari ke empat pria itu tumbang .
Pertama adalah Ray , karena sejak ucapan Adit dia tak henti henti menegak minuman dari gelasnya .
Kemudian di susul Marvel , Adit , dan terakhir Jackson . Jackson minum tidak sebanyak ketiganya , tapi entah mengapa kepalanya terasa sangat berat dan pusing . Tanpa Jackson sadari , Ia sudah memejamkan matanya mengikuti ke tiga sahabatnya .
Wanita tadi yang merencanakan semua hal ini , akhirnya menghampiri meja itu setelah memastikan semuanya sudah tak sadarkan diri .
Dia lalu meminta seseorang untuk membantunya memapah Jackson dan memasukkannya ke mobil .
Lalu wanita itu bersama pria yang membantunya membawa Jackson ke hotel .
Saat sampai di hotel wanita tadi segera membuka kemeja Jackson , dan menanggalkan celana pria itu .
Setelah menutupi setengah tubuh Jackson dengan selimut , Ia lantas memotretnya .
Foto tadi Ia kirimkan pada Cinta dengan isi pesan :
" Maaf , tapi malam ini calon suamimu akan bersenang senang denganku , semoga kamu sadar jika kebiasaan calon suami yang kamu banggakan sejak dulu tak pernah hilang . Kamu yang terlalu bodoh karena percaya padanya . Datanglah ke hotel X kamar 2378 jika kamu ingin membuktikannya sendiri . "
Cinta yang sebenarnya sudah mengantuk , hanya saja malam ini Ia harus mengecek kembali siapa siapa saja yang belum menerima undangan pernikahannya .
Ia sangat terkejut melihat foto dan pesan yang baru saja dibacanya .
Ada sedikit ke raguan mengenai kebenaran pesan itu, bisa saja itu foto lama mengingat bagaimana kelakuan calon suaminya dulu .
Air mata sudah mengalir membasahi pipi mulus Cinta . Apakah Ia harus membuktikannya sendiri atau Ia abaikan saja .
Ia mencoba menghubungi ponsel Jackson lalu ponsel Adit, namun keduanya tidak menjawab .
Dengan meneguhkan hatinya Cinta akhirnya bersiap untuk pergi membuktikan isi pesan yang diterimanya .
Selama perjalanan Ia sudah merencanakan apa yang akan Ia lakukan jika hal ini benar adanya .
Tanpa Ia sadari taksi yang di tumpanginya sudah memasuki halaman hotel tujuannya dan berhenti di depan lobby .
" Non sudah sampai . " Ucap sang supir taksi mengejutkan Cinta .
Setelah membayar dengan ragu Cinta melangkah menuju kamar hotel yang disebutkan.
Sementara di sebuah kamar hotel seorang wanita baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan baju tidur yang tipis .
Saat Ia keluar Ia mendapati Jackson yang duduk di atas tempat tidur dengan memegangi kepalanya yang tersa berdenyut .
Wanita itu segera menghampiri Jackson dan tanpa persetujuan Jackson , Ia mulai mencumbuinya .
Jackson yang masih dalam pengaruh alkohol dan obat , mengira wanita itu adalah Cinta .
Ia lalu membalas cumbuan wanita yang kini sudah berada di atas pangkuannya .
__ADS_1
Cinta sendiri sudah tiba di depan pintu kamar hotel . Ia melihat pintu itu tidak tertutup rapat seperti memang sudah menunggu seseorang yang akan masuk .
Dengan langkah pelan dan penuh ragu , Cinta masuk ke dalam kamar .
Rasanya kakinya lemas seketika melihat adegan sepasang pria dan wanita yang tengah bercumbu mesra .
" Jackson... Hesti ... " Teriak Cinta .
Yah, wanita itu adalah Hesti. Sekertaris Jackson yang sejak awal pertemuan sudah memimpikan untuk memiliki pria itu .
Hesti tersenyum meyadari kehadiran Cinta , sedang Jackson seketika tersadar dengan apa yang dilakukannya setelah mendengar suara teriakan yang familiar baginya .
Jackson mengusap kasar wajahnya , ia terkejut mendapati Hesti dalam pangkuannya .
Ia menoleh ke arah Cinta yang sudah menangis melihat perbuatannya . Jackson lantas mendorong Hesti dengan kasar dan berdiri menghampiri Cinta .
Sungguh benar benar di luar dugaan , karena kini Jackson hanya mengenakan celana boxer saja .
Cinta semakin sakit hati melihat penampilan Jackson . Ia sudah membayangkan hal hal buruk apa saja yang telah dilakukan calon suaminya itu dengan wanita lain .
Cinta memberikan sekali tamparan di wajah tampan Jackson sebelum berbalik dan berlari meninggalkan kamar hotel dengan linangan air mata yang tak kunjung berhenti .
Jackson segera mengenakan pakaiannya kembali dan berniat segera mengejar calon istrinya itu .
Hesti masih sempat mencegah Jackson pergi , tapi yang dia dapatkan hanyalah tamparan dari Jackson . Untuk sekali dalam hidupnya , ini adalah kali pertama Jackson menampar seorang wanita .
Walaupun sudah bergegas , Jackson tetap tak dapat mengejar Cinta . Wanita itu sudah pergi .
Jackson sangat menyesali perbuatannya malam itu , sekarang bagaimana dengan Cinta . Bagaimana dengan nasib pernikahannya yang tinggal menghitung hari saja .
.
.
.
.
.
" Jadi benar , berharap pada sesuatu dengan berlebihan bisa saja menimbulkan kekecewaan . "
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue