
~ Sebulan kemudian ~
" Udah dong Mi... jangan nangis lagi . Lagian kami cuma pindah ke apartemen aja . Kalau Mami kangen 30 menit nyampe kok kesana . " Ucap Jackson .
Sontak saja pria itu mendapat cubitan di lengan kekarnya dari sang istri .
Yah , di minggu sore ini sedang terjadi drama di kediaman keluarga Haryono .
Cinta dan Jackson yang memutuskan untuk pindah ke apartemen sore itu membuat Mami Lastri terus saja menangis sambil memeluk Cinta sang menantu .
" Tapi baru sebulan ini Mami ngerasain lagi rumah ramai karena ada kalian . Tapi kalian udah mau pergi ninggalin Mami . " Balas Mami sambil terisak .
" Mami , udah dari sebulan yang lalu alasannya gitu mulu . Pi.... bilangin nih ke Mami .... " pinta Jackson pada Papi nya .
Papi Haryono yang sejak tadi hanya sibuk bermain game di ponselnya segera berhenti dengan kegiatannya .
Perlahan Ia mendekati sang istri , lalu melepas pelukan istrinya pada Cinta kemudian berganti menjadi memeluk dirinya .
" Mi .... anak anak juga harus belajar mandiri . Harus bisa berumah tangga sendiri . Lagian katanya Mami mau cepat punya cucu , kalau mereka tinggal disini malah bisa lama karena Mami terus saja ngintilin si Cinta . Mereka perlu waktu berdua . " Papi Haryono berusaha memberi pengertian pada istrinya dengan lembut .
Semua yang dikatakan Papi Haryono benar . Dan itu juga yang menjadi alasan Jackson ingin segera pindah ke apartemen . Jackson kadang cemburu dengan Maminya yang lebih banyak waktu bersama istrinya . Maklum saja , Mami sangat menginginkan mempunyai anak perempuan .
" Mi... Cinta janji walaupun Cinta gak tinggal disini tapi Cinta akan sering nemuin Mami kok . Mami juga bisa ke butik , kita bisa janjian untuk belanja bareng lagi Mam .... " Bujuk cinta .
Mami mengangguk pasrah .
" Tapi kamu jaga kesehatan yah Nak . Jangan capek capek . Kalau Jackson nyakitin kamu , cepetan hubungin Mami . " Ucap Mami yang kembali memeluk sang menantu .
" Awas kamu Jack , menantu Mami harus kamu jagain . Jangan buat dia sedih apa lagi sampai nangis . " Ancam Mami pada putranya .
" Pastilah Mam. Toh Cinta kan istri Jackson , masa mau di buat nangis sih . " Jawab Jackson meyakinkan Maminya .
Setelah drama berjam jam berakhir barulah Cinta dan Jackson bisa berangkat menuju apartemen mereka yang sudah lebih dari sebulan ini mereka tinggalkan .
Malam harinya di apartemen, Cinta dan Jackson masih berusaha mengatur napas mereka setelah melalui pertempuran panjang yang membawa nikmat .
Cinta kini masih berbaring di atas dada bidang sang suami .
" Sayang , apa kita perlu membeli rumah baru ? " Tanya Jackson .
" Kok tiba tiba ? "
" Gak sih sayang, cuma untuk suasana baru saja . Sebelum menikah kita sudah tinggal disini , apa setelah menikah sebaiknya kita beli rumah baru aja . " Usul Jackson .
( Sultan halu mah bebas yah , mau beli rumah seperti beli kacang rebus . )
" Nanti aja sayang . Kita masih berdua juga . Apartemen ini masih nyaman kok . Lagian disini banyak kenangan kita loh . " Tolak Cinta .
__ADS_1
" Terserah kamu aja kalau gitu . Aku ikut maunya kamu aja . Yang penting bagiku hanya kamu bisa bahagia dan nyaman . "
Ucap Jackson dengan tangan yang sudah kembali mulai bergerilya di tubuh Cinta .
" Tangan kamu itu loh sayang .... " tegur Cinta .
Jackson tersenyum . " Seperti kataku , aku ingin kamu bahagia . Bukannya kalau diginiin kamu senang ? "
Wajah Cinta merona karena ucapan Jackson .
" Mana ada , itu sih maunya kamu aja . "
" Yakin ? Buktinya tadi kamu terus aja mendesah bilang lagi sayang .. lagi sayang ... " ledek Jackson membuat wajah Cinta makin merona .
Cinta sudah tidak bisa membalas ledekan Jackson karena pria itu kini sudah kembali menguasai tubuhnya .
Mulai dari ceruk leher , bukit kembar , hingga lembah Cinta tak luput dari jamahan bibir Jackson .
Sudah hampir tiga bulan usia pernikahan Cinta dan Jackson . Jackson sudah kembali disibukkan dengan memimpin perusahaan Haryono Grup sedang Cinta sudah kembali sibuk menerima pesanan gaun di butik .
Walaupun sibuk dengan rutinitas masing masing , keduanya tetap menjaga komunikasi dan keromantisan rumah tangga mereka .
Sampai saat ini Jackson masih setia mengantar Cinta saat akan berangkat ke butik dan menjemputnya saat pulang .
Saat makan siangpun , mereka berdua akan usahakan untuk bersama .
Bahkan Jackson selalu berusaha untuk mengantar dan menemani istrinya ketika ingin pergi .
Jackson tak akan membiarkan Cinta pergi sendiri , selain Ia tak ingin kejadian penculikan Cinta dulu terulang lagi .
Hal itu juga karena pernah suatu kali , Jackson mendapati seorang pemuda menyapa dan mengajak istrinya berkenalan padahal Jackson hanya meninggalkan Cinta sebentar untuk mengantri membeli es krim .
Setelah kejadian itu Jackson semakin tak yakin membiarkan Cinta pergi seorang diri . Jackson selalu hawatir jika pria pria di luar sana akan terpesona oleh kecantikan istrinya .
Pagi ini tak seperti biasa , Cinta yang biasanya bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan kini masih berbaring di bawah selimut .
" Sayang ,, " panggil Jackson lembut saat menyadari jika Cinta masih ada di sisinya saat Ia bangun .
" Hemm ... " balas Cinta dengan dehaman .
" Tumben kamu bangun telat . Memangnya hari ini kamu gak ke butik ? " tanya Jackson .
Cinta menggeleng lemah . Menyadari sikap Cinta yang berbeda , Jackson segera mendekat ke arah sang istri .
__ADS_1
" Kamu kenapa ? Kamu sakit ? " tanyanya panik sambil menempelkan punggung tangannya pada kening Cinta .
" Gak demam kok . " Guman Jackson .
" Sepertinya asam lambungku kumat deh . Dari subuh kok aku mual terus . " Ucap Cinta lemah .
" Sayang ... maafin aku yah . Kamu pasti telat makan karena sibuk banget yah , aku juga gak perhatiin kamu akhir akhir ini karena sibuk di kantor . Maafin aku yah . " Ucap Jackson sambil memeluk Cinta .
" Gak , bukan karena itu kok . Aku yang lupa , aku yang salah . Harusnya aku yang minta maaf karena pagi ini gak bisa ngurusin kamu . " Balas Cinta .
Dengan sedikit memaksa akhirnya Cinta berhasil meyakinkan Jackson jika dirinya hanya butuh istirahat dan meminta pria itu untuk segera bersiap ke kantor .
Namun di tengah tengah acara mandinya , Jackson terkejut dengan Cinta yang menerobos masuk ke dalam kamar mandi .
Cinta tak bisa lagi menahan rasa mualnya , Ia memuntahkan semua isi perutnya .
Melihat pemandangan itu Jackson reflek membantu memegang lengan Cinta agar wanita itu tak terjatuh karena Ia terlihat sangat lemas .
Setelah membantu Cinta membersihkan mulut dan wajahnya , Jackson segera melilitkan handuk di pinggangnya dan memapah Cinta keluar menuju tempat tidur .
" Aku akan bersiap dengan cepat , lalu kita ke rumah sakit . Aku tidak sanggup melihatmu lemas seperti ini . " Putus Jackson .
Di sela sela kegiatannya memakai pakaian , Jackson segera menghubungi kedua orang tuanya dan meminta mereka segera menyusul ke rumah sakit .
Mami Lastri sempat sempatnya mengomeli Jackson karena menurutnya menantu kesayangannya sakit karena kelalaian Jackson .
Tidak cukup dengan kedua orang tuanya , Jackson juga menghubungi Adit yang saat itu sedang dalam perjalanan mengantar Sofi dan Rere ke kantor .
Alhasil ketiganya memutuskan untuk cuti bekerja dan memilih menyusul ke rumah sakit juga .
Bahkan Jackson menghubungi rumah sakit miliknya yang rencananya akan mereka tuju .
Ia meminta beberapa dokter spesialis untuk bersiap dengan kedatangan keduanya .
Cinta yang masih berbaring di tempat tidur karena merasa sangat lemas , hanya bisa mendengar pembicaraan suaminya di telepon .
Cinta rasanya ingin protes pada Jackson karena telah membesar besarkan hal kecil seperti ini . Cinta hanya tak ingin menyusahkan orang lain .
Cinta yakin andai saja Marvel dan Wulan tinggal di Jakarta maka Jackson juga akan menghubungi keduanya .
" Huuuffttt... sudah kebayang bagaimana hebohnya situasi di rumah sakit nanti hanya karena penyakit asam lambungku . " Batin Cinta .
.
.
.
.
" Love is composed of a single soul inhabiting two bodies. "
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue
" Maaf yahh baru UP lagi... 😔😔😔😔 kemarin kemarin harus fokus ngurusin dua bocah yang lagi sakit .. kalian semua juga jaga kesehatan yah readersku tersayang .... "