Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 63 . Please Be Mine


__ADS_3

Sekitar 10 menit kemudian terlihat Adit dan Sofi masuk ke dalam cafe .


Sebenarnya Adit telah menyewa seluruh restauran , tapi untuk mengurangi kecurigaan Sofi mereka menyewa beberapa karyawan cafe untuk berpura pura sebagai pelanggan .


" Tumben sepi yah , padahal sudah jam makan malam . " Ucap Sofi .


" Bagus dong , kita bisa lebih nyaman . "


Mereka di sambut oleh seorang pelayan yang menggunakan kemeja berwarna merah muda yang juga salah satu tim sukses Adit .


Keduanya diarahkan ke sebuah meja yang berada di tengah tengah dan menghadap tepat ke sebuah piano .


Meja mereka juga satu satunya yang menggunakan taplak meja berwarna merah muda . Berbeda dengan meja lain yang taplaknya berwarna putih  .


" Kok semuanya berwarna merah muda sih ? " ucap Sofi sedikit berbisik .


" Tapi kamu suka kan ? " Tanya Adit .


" Iya dong , itu kan warna kesukaan aku . " Jawab Sofi cepat .


Tak lama pelayan yang lain datang menawarkan menu. Kali ini menunya cukup berbeda karena pelayan tersebut menawarkan menu set dinner spesial .


Adit segera menyetujui penawaran pelayan itu , karena memang hal itu salah satu bagian dari rencana mereka  .


Mulai dari makanan pembuka , makanan utama , sampai makanan penutup adalah menu makanan kesukaan Sofi .


" Gimana Sof , kamu senang aku ajak kemari ? " tanya Adit .


Sofi segera mengangguk . " Tentu saja. Rasanya malam ini semuanya pas sesuai dengan kesukaanku . "


Adit bersyukur Sofi menyukainya .


Lalu terlihat seorang pria dengan gagahnya berjalan menuju piano .


" Dit , bukannya itu Marvel yah ? " tanya Sofi .


" Bukan . Kamu salah orang . "


Adit tertawa dalam hati melihat Marvel juga mengenakan kemeja berwarna merah muda .


Marvel mulai menekan tuts tuts pianonya melantunkan melodi dari lagu Endless Love .


" Sof , kamu mau dengar aku nyanyi gak ? " tanya Adit .


" Memang kamu bisa ? "


" Kalau aku bisa , kamu mau gak janji akan kabulin satu permintaan aku . " Tantang Adit .


" Oke. Satu aja kan . Gampang itu . " Jawab Sofi tanpa curiga sama sekali .


Adit tersenyum penuh arti . Sebenarnya jantungnya kini berdetak tak karuan . Ia masih ragu apakah Ia bisa menyanyikan lagu yang di katakan Cinta sebagai lagi kesukaan Sofi .


Marvel telah menyelesaikan permainan pianonya yang pertama .


Dengan gugup Adit maju kedepan dan mengambil posisi di tengah . Mengatur mikrofon dan memantapkan hatinya kembali .


Marvel mulai menekan tuts tuts pianonya lagi . Terdengar intro dari lagi Every day I love you milik boyzone .


Sofi sangat semangat karena ini salah satu lagu kesukaannya .


I don't know, but I believe


( Aku tak tahu, namun aku percaya )


That some things are meant to be


( Bahwa beberapa hal sudah ditakdirkan )


And that you'll make a better me


( Dan bahwa kau akan membuatku menjadi lebih baik )


Everyday I love you


( Tiap hari aku mencintaimu )


Terdengar suara Adit mulai menyanyikan bait pertama lagu itu .


Tim sukses yang berpura pura menjadi pelanggan seketika menyoraki Adit  memberi semangat .


Tatapan Adit hanya tertuju pada Sofi seorang .

__ADS_1


Cinta yang mengintip dari dalam terus saja mengagumi betapa romantisnya kini Adit .


I never thought that dreams came true


( Tak pernah kukira bahwa mimpi akan terwujud )


But you showed me that they do


( Namun kau tunjukkan padaku bahwa semuanya mungkin )


You know that I learn something new


( Kau tahu bahwa aku belajar sesuatu yang baru )


Everyday I love you


( Tiap hari aku mencintaimu )


Adit terus melanjutkan nyanyiannya


'Cause I believe that destiny


( Karna aku percaya bahwa takdir )


Is out of our control


( Di luar kendali kita )


Don't you know that I do


(Tak tahukah kau bahwa aku percaya)


And you'll never live until you love


( Dan kau takkan pernah hidup hingga kau mencinta )


With all your heart and soul


(Sepenuh hati dan jiwamu )


It's a touch when I feel bad


It's a smile when I get mad


( Senyuman(mu) saat ku tak tentram )


All the little things I am


( Hal-hal kecil pada diriku )


Everyday I love you


( Tiap hari aku mencintaimu )


Inilah saatnya Rere , Cinta , dan Jackson keluar dari persembunyian mereka . Bersamaan dengan Adit yang berjalan ke arah Sofi dan mengajak wanita itu beranjak dari kursinya .


Sementara Adit terus menyanyikan bait demi bait lagu itu .


Everyday I love you more


( Tiap hari aku lebih mencintaimu )


Everyday I love you


( Tiap hari aku mencintaimu )


Ketiga tim sukses Adit sudah berdiri pada posisi mereka namun masih membelakangi Sofi dan Adit  .


Adit mengenggam salah satu tangan Sofi dan melanjutkan nyanyiannya .


If I asked would you say yes?


( Jika kuminta akankah kau berkata iya? )


Together we're the very best


( Bersama kita jadi yang terbaik )


I know that I am truly blessed


( Aku tahu bahwa aku benar-benar diberkati )

__ADS_1


Everyday I love you


( Tiap hari aku mencintaimu )


And I'll give you my best


( Dan 'kan kuberikan padamu yang terbaik dariku )


Everyday I love you


( Tiap hari aku mencintaimu )


Begitulah Adit mengakhiri nyanyiannya . Mata Sofi sudah berkaca kaca menahan haru .


" Sofi , lagu tadi mewakili perasaanku padamu . " Ucap Adit .


" Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi.  Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, itu kamu. "  Lanjutnya .


Adit lalu membalik tubuh Sofi menghadap pada tiga orang yang sejak tadi berdiri mematung .


Pertama Rere berbalik dan Sofi dapat melihat di baju kaos merah muda yang dipakai sahabatnya itu tertuliskan kata ' Please ' .


Kemudian disusul Cinta yang juga berbalik . Di kaosnya juga ada tulisan besar kata ' Be ' .


Terakhir Jackson juga ikut berbalik , Sofi tertawa melihat Jackson memakai kaos merah muda yang sama seperti Cinta dan Rere . Di kaosnya juga tertulis kata ' Mine ? ' .


Sofi makin terharu , air matanya jatuh tak tertahankan lagi .


" Sofi , please be mine ? " ucap Adit yang kini sudah berlutut dengan satu kaki sambil mengulurkan kotak yang berisi sebuah cincin .


Sofi menatap ke arah Rere dan Cinta yang ikut tersenyum dan mengangguk seolah memberi dukungan bagi sahabatnya itu .


Sofi mengangguk dengan yakin .


" Yes.. yes .. yes... " Hanya itu yang diucapkan Sofi .


Tapi kata yang singkat itu sudah cukup bagi Adit untuk mengerti jika Sofi menerima Cintanya .


Segera Ia pakaian cincin di jari manis Sofi .


Jackson segera memberikan pada Adit buket bunga yang sejak tadi di pegangnya .


Adit memberikan buket bunga itu pada Sofi lalu memeluk wanita itu .


Rere dan Cinta juga ikut memeluk Sofi , mengucapkan selamat .


Marvel dan Jackson juga secara bergantian memberi selamat pada keduanya .


Para tim sukses yang berperan sebagai pelanggan juga ikut bertepuk tangan menambah kegembiraan malam itu .


" Seandainya Wulan juga ada disini , pasti dia juga akan ikut senang kan ? " Tanya Sofi pada Rere dan Cinta .


Keduanya mengangguk kompak .


" Tentu saja , Wulan sahabat kita  dia pasti akan ikut senang jika kamu bahagia. Kita doakan dia baik baik saja dimanapun dia berada . " Ucap Cinta .


Marvel yang mendengar pembicaraan ketiga wanita itu hanya bisa menunduk . Karena sampai saat ini dia belum berhasil menemukan Wulan .


Tapi karena tak ingin merusak kebahagiaan sahabatnya malam ini , Marvel tetap berusaha terlihat ceria .


.


.


.


.


" Cinta mengajariku melihat dengan cara memejam dan mengerti tanpa perlu penjelasan."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2