
Sekitar 10 menit kemudian terlihat Adit dan Sofi masuk ke dalam cafe .
Sebenarnya Adit telah menyewa seluruh restauran , tapi untuk mengurangi kecurigaan Sofi mereka menyewa beberapa karyawan cafe untuk berpura pura sebagai pelanggan .
" Tumben sepi yah , padahal sudah jam makan malam . " Ucap Sofi .
" Bagus dong , kita bisa lebih nyaman . "
Mereka di sambut oleh seorang pelayan yang menggunakan kemeja berwarna merah muda yang juga salah satu tim sukses Adit .
Keduanya diarahkan ke sebuah meja yang berada di tengah tengah dan menghadap tepat ke sebuah piano .
Meja mereka juga satu satunya yang menggunakan taplak meja berwarna merah muda . Berbeda dengan meja lain yang taplaknya berwarna putih .
" Kok semuanya berwarna merah muda sih ? " ucap Sofi sedikit berbisik .
" Tapi kamu suka kan ? " Tanya Adit .
" Iya dong , itu kan warna kesukaan aku . " Jawab Sofi cepat .
Tak lama pelayan yang lain datang menawarkan menu. Kali ini menunya cukup berbeda karena pelayan tersebut menawarkan menu set dinner spesial .
Adit segera menyetujui penawaran pelayan itu , karena memang hal itu salah satu bagian dari rencana mereka .
Mulai dari makanan pembuka , makanan utama , sampai makanan penutup adalah menu makanan kesukaan Sofi .
" Gimana Sof , kamu senang aku ajak kemari ? " tanya Adit .
Sofi segera mengangguk . " Tentu saja. Rasanya malam ini semuanya pas sesuai dengan kesukaanku . "
Adit bersyukur Sofi menyukainya .
Lalu terlihat seorang pria dengan gagahnya berjalan menuju piano .
" Dit , bukannya itu Marvel yah ? " tanya Sofi .
" Bukan . Kamu salah orang . "
Adit tertawa dalam hati melihat Marvel juga mengenakan kemeja berwarna merah muda .
Marvel mulai menekan tuts tuts pianonya melantunkan melodi dari lagu Endless Love .
" Sof , kamu mau dengar aku nyanyi gak ? " tanya Adit .
" Memang kamu bisa ? "
" Kalau aku bisa , kamu mau gak janji akan kabulin satu permintaan aku . " Tantang Adit .
" Oke. Satu aja kan . Gampang itu . " Jawab Sofi tanpa curiga sama sekali .
Adit tersenyum penuh arti . Sebenarnya jantungnya kini berdetak tak karuan . Ia masih ragu apakah Ia bisa menyanyikan lagu yang di katakan Cinta sebagai lagi kesukaan Sofi .
Marvel telah menyelesaikan permainan pianonya yang pertama .
Dengan gugup Adit maju kedepan dan mengambil posisi di tengah . Mengatur mikrofon dan memantapkan hatinya kembali .
Marvel mulai menekan tuts tuts pianonya lagi . Terdengar intro dari lagi Every day I love you milik boyzone .
Sofi sangat semangat karena ini salah satu lagu kesukaannya .
I don't know, but I believe
( Aku tak tahu, namun aku percaya )
That some things are meant to be
( Bahwa beberapa hal sudah ditakdirkan )
And that you'll make a better me
( Dan bahwa kau akan membuatku menjadi lebih baik )
Everyday I love you
( Tiap hari aku mencintaimu )
Terdengar suara Adit mulai menyanyikan bait pertama lagu itu .
Tim sukses yang berpura pura menjadi pelanggan seketika menyoraki Adit memberi semangat .
Tatapan Adit hanya tertuju pada Sofi seorang .
__ADS_1
Cinta yang mengintip dari dalam terus saja mengagumi betapa romantisnya kini Adit .
I never thought that dreams came true
( Tak pernah kukira bahwa mimpi akan terwujud )
But you showed me that they do
( Namun kau tunjukkan padaku bahwa semuanya mungkin )
You know that I learn something new
( Kau tahu bahwa aku belajar sesuatu yang baru )
Everyday I love you
( Tiap hari aku mencintaimu )
Adit terus melanjutkan nyanyiannya
'Cause I believe that destiny
( Karna aku percaya bahwa takdir )
Is out of our control
( Di luar kendali kita )
Don't you know that I do
(Tak tahukah kau bahwa aku percaya)
And you'll never live until you love
( Dan kau takkan pernah hidup hingga kau mencinta )
With all your heart and soul
(Sepenuh hati dan jiwamu )
It's a touch when I feel bad
It's a smile when I get mad
( Senyuman(mu) saat ku tak tentram )
All the little things I am
( Hal-hal kecil pada diriku )
Everyday I love you
( Tiap hari aku mencintaimu )
Inilah saatnya Rere , Cinta , dan Jackson keluar dari persembunyian mereka . Bersamaan dengan Adit yang berjalan ke arah Sofi dan mengajak wanita itu beranjak dari kursinya .
Sementara Adit terus menyanyikan bait demi bait lagu itu .
Everyday I love you more
( Tiap hari aku lebih mencintaimu )
Everyday I love you
( Tiap hari aku mencintaimu )
Ketiga tim sukses Adit sudah berdiri pada posisi mereka namun masih membelakangi Sofi dan Adit .
Adit mengenggam salah satu tangan Sofi dan melanjutkan nyanyiannya .
If I asked would you say yes?
( Jika kuminta akankah kau berkata iya? )
Together we're the very best
( Bersama kita jadi yang terbaik )
I know that I am truly blessed
( Aku tahu bahwa aku benar-benar diberkati )
__ADS_1
Everyday I love you
( Tiap hari aku mencintaimu )
And I'll give you my best
( Dan 'kan kuberikan padamu yang terbaik dariku )
Everyday I love you
( Tiap hari aku mencintaimu )
Begitulah Adit mengakhiri nyanyiannya . Mata Sofi sudah berkaca kaca menahan haru .
" Sofi , lagu tadi mewakili perasaanku padamu . " Ucap Adit .
" Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, itu kamu. " Lanjutnya .
Adit lalu membalik tubuh Sofi menghadap pada tiga orang yang sejak tadi berdiri mematung .
Pertama Rere berbalik dan Sofi dapat melihat di baju kaos merah muda yang dipakai sahabatnya itu tertuliskan kata ' Please ' .
Kemudian disusul Cinta yang juga berbalik . Di kaosnya juga ada tulisan besar kata ' Be ' .
Terakhir Jackson juga ikut berbalik , Sofi tertawa melihat Jackson memakai kaos merah muda yang sama seperti Cinta dan Rere . Di kaosnya juga tertulis kata ' Mine ? ' .
Sofi makin terharu , air matanya jatuh tak tertahankan lagi .
" Sofi , please be mine ? " ucap Adit yang kini sudah berlutut dengan satu kaki sambil mengulurkan kotak yang berisi sebuah cincin .
Sofi menatap ke arah Rere dan Cinta yang ikut tersenyum dan mengangguk seolah memberi dukungan bagi sahabatnya itu .
Sofi mengangguk dengan yakin .
" Yes.. yes .. yes... " Hanya itu yang diucapkan Sofi .
Tapi kata yang singkat itu sudah cukup bagi Adit untuk mengerti jika Sofi menerima Cintanya .
Segera Ia pakaian cincin di jari manis Sofi .
Jackson segera memberikan pada Adit buket bunga yang sejak tadi di pegangnya .
Adit memberikan buket bunga itu pada Sofi lalu memeluk wanita itu .
Rere dan Cinta juga ikut memeluk Sofi , mengucapkan selamat .
Marvel dan Jackson juga secara bergantian memberi selamat pada keduanya .
Para tim sukses yang berperan sebagai pelanggan juga ikut bertepuk tangan menambah kegembiraan malam itu .
" Seandainya Wulan juga ada disini , pasti dia juga akan ikut senang kan ? " Tanya Sofi pada Rere dan Cinta .
Keduanya mengangguk kompak .
" Tentu saja , Wulan sahabat kita dia pasti akan ikut senang jika kamu bahagia. Kita doakan dia baik baik saja dimanapun dia berada . " Ucap Cinta .
Marvel yang mendengar pembicaraan ketiga wanita itu hanya bisa menunduk . Karena sampai saat ini dia belum berhasil menemukan Wulan .
Tapi karena tak ingin merusak kebahagiaan sahabatnya malam ini , Marvel tetap berusaha terlihat ceria .
.
.
.
.
" Cinta mengajariku melihat dengan cara memejam dan mengerti tanpa perlu penjelasan."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1