
Usia kandungan Cinta sudah memasuki minggu ke 40 . Menurut perkiraan dokter , Cinta mungkin akan melahirkan dalam waktu dekat ini.
Kini Jackson dan Cinta sedang dalam perjalanan pulang setelah memeriksakan kondisi Cinta dan kandungannya di rumah sakit .
" Adit kita langsung kesana saja yah . " Ucap Jackson mengingatkan Adit yang sedang mengemudi .
Adit mengacungkan jempolnya tanda mengerti .
" Loh emangnya kita gak langsung pulang ? Aku capek sayang , pengen rebahan . " ucap Cinta .
Perutnya yang semakin besar , membuat Cinta sering merasakan sakit di pinggangnya .
" Ini juga mau pulang sayang . " Jawab Jackson singkat lalu mengecup punggung tangan istrinya yang terus Ia genggam .
Sekitar 30 menit perjalanan , mereka mulai memasuki sebuah kompleks perumahan.
" Sayang , kamu tutup mata dulu yah . "
Jackson melepas dasi yang dipakainya lalu menutup mata cinta dengan dasinya .
" Sayang jangan macam macam deh . Kok main tutup tutup mata segala ? Nanti kalau sampai jatuh gimana ? "
" Gak akan . Ada aku yang jagain kamu . " ucap Jackson menenangkan istrinya .
Mobil yang dikemudikan Adit melewati sebuah gerbang tinggi memasuki sebuah halaman rumah yang luas dipenuhi bunga bunga . Tak lupa garasi yang luas untuk menampung koleksi mobil sang pemilik rumah .
Di depan pintu sebuah rumah , telah menunggu Mami , Papi , Geby , Sofi , dan Rere lengkap dengan konfeti di masing masing tangan mereka .
" Ini kejutan untuk kamu . Kamu udah siap sayang ? " bisik Jackson .
Cinta mengangguk .
" Aku hitung yah . Di hitungan ke tiga buka mata kamu . 1.... 2.... 3 .... " ucap Jackson sambil melepas dasi yang menutup mata Cinta .
" SURPRISE " , teriak semua orang di depan pintu sambil menarik konfeti mereka .
Cinta terkejut Ia segera memeluk Jackson .
Matanya tertuju pada sebuah tulisan di pintu
' Welcome Home '
" Ini rumah siapa ? " tanya Cinta .
" Rumah kita . Ayo masuk . " ajak Jackson merangkul pundak Cinta .
Yang lainnya menyambut Cinta dengan pelukan dan ucapan selamat .
" Selamat yah atas rumah barunya. " itu kata mereka .
Cinta masih tak percaya , Ia kembali menatap Jackson .
" Beneran . Ini rumah kita . Masuklah jika masih tak percaya . " ucap Jackson .
Mereka kini masuk satu per satu kedalam rumah .
Cinta di sambut dengan ruang tamu yang sudah lengkap dengan satu set sofa dan meja .
Lalu mereka menuju ruang keluarga yang jauh lebih luas dari ruang tamu .
Disana Cinta bisa melihat banyak foto foto keduanya yang di apartemen sudah terpajang rapih dinding ditambah lagi dengan foto foto saat pernikahan dan honey moon .
Cinta sangat menyukai ruangan ini , Jackson membuatnya sama persis dengan keinginan Cinta .
Cinta pernah bilang ,jika suatu saat punya rumah Ia ingin memiliki ruang keluarga yang luas ,dengan sofa yang besar beralaskan karpet yang empuk . Karena Ia ingin tempat itu menjadi tempat mereka menghabiskan waktu bersama keluarga . Dan kini Jackson mewujudkan keinginan istrinya .
Mami , Papi , dan yang lainnya memilih untuk langsung ke halaman belakang rumah untuk menyiapkan hidangan makan siang sedang Jackson masih mengajak Cinta berkeliling rumah .
Jackson menunjukkan dimana dapur mereka nantinya . Lalu menuju ke ruang kerja Jackson , ruang kerja Cinta , dan dua kamar tamu yang berada di lantai 2 .
__ADS_1
Setelah itu mereka kembali turun dan Jackson mengajak Cinta melihat kamar utama mereka .
Kamar luas lengkap dengan walking closet dan kamar mandi di dalamnya . Jendela kaca yang juga bisa berfungsi sebagai pintu, mengarah langsung pada halaman belakang rumah .
" Gimana sayang, Kamu suka kamar kita ? " tanya Jackson memeluk Cinta dari belakang .
Cinta mengangguk . " Suka . Bagaimana caraku berterimakasih padamu sayang ? "
" Tidak perlu dipikirkan sekarang , nanti malam saja . " Ucap Jackson .
" Sini biar kutunjukkan sesuatu yang pasti akan kamu suka . "
Jackson lalu menuntun Cinta ke sebuah pintu geser di salah satu dinding kamar .
" Siap ? " tanyanya sekali lagi pada Cinta .
Jackson menggeser pintu itu , keduanya masuk bersamaan . Air mata Cinta mengalir tanpa permisi saat melihat di hadapannya adalah sebuah kamar untuk bayi mereka nanti . Lengkap dengan tempat tidur bayi juga lemari dan perlengkapan lainnya . Ruangan yang di dominasi warna putih dengan berbagai gambar lucu di dindingnya sungguh membuat perasaan Cinta campur aduk .
Yah , sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua . Dan kamar ini akan di isi oleh anak mereka nantinya .
Setelah larut dengan rasa bahagia dan haru . Lewat pintu kaca yang ada di kamar , keduanya menuju halaman belakang rumah untuk bergabung dengan yang lain .
Halaman belakang rumah sangat luas . Ada teras , kolam renang , halaman berumput , area terbuka yang kini mereka semua gunakan untuk menikmati hidangan makan siang , bahkan ada sebuah lapangan basket kecil di sudut .
Jackson sengaja membangun rumah ini sesuai dengan keinginan istrinya . Sejak dulu Cinta memimpikan memiliki rumah yang minimalis ,tapi memiliki halaman yang luas sehingga Ia bisa melakukan berbagai aktifitas bersama keluarga kecilnya disana .
Cinta masih sesekali meneteskan air mata saat matanya mengedarkan pandangan ke sekelilingnya , Ia membayangkan jika suatu saat nanti anak anak mereka akan berlarian di sana dengan tawa .
Rumah baru Cinta dan Jackson yang tadinya ramai mendadak menjadi sepi setelah orang tua dan sahabat mereka pulang .
Kini hanya tersisa mereka berdua saja karena ART masih harus merapikan beberapa barang yang tertinggal di apartemen .
" Kamu biar gak perawatan tetap cantik kok sayang . " puji Jackson .
" Pujianmu berlebihan , jika tua nanti dan sudah ada keriput di wajahku entah apa kamu masih akan memujiku seperti itu . "
Ucap Cinta sambil ikut naik ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya dengan posisi miring ke kiri sesuai dengan saran dari instruktur senam hamil yang sering Ia ikuti .
Jackson juga merebahkan tubuhnya menghadap Cinta , " Sayang , dulu mungkin aku melihat wanita hanya dengan mataku saja . Tapi denganmu aku melihat dengan hati sayang . Aku melihat masa depanku yang bahagia bersamamu , bersama anak anak kita . "
Ucapnya sambil mengelus lembut perut Cinta , merasakan gerakan gerakan anaknya di dalam sana .
Cinta menatap Jackson haru . Ada cinta yang besar setiap harinya yang Jackson berikan padanya .
" Baby dengarlah gombalan daddy mu . " ujar Cinta sambil tertawa .
Jackson juga ikut tertawa lalu mendekatkan telinganya di perut Cinta .
" Ohh oke baby , daddy akan sampaikan ke Mommy . "
__ADS_1
" Sayang , babynya bilang dia suka mendengar gombalan daddy nya . Bahkan sekarang dia kangen daddy dan ingin dijenguk Daddy . " Ucap Jackson sambil menaik turunkan alisnya .
Tak ada kesempatan bagi Cinta untuk menjawab , karena Jackson sudah mulai meraup rasa manis dari bibir istrinya itu .
Jackson selalu bisa lupa waktu jika sedang menikmati bibir candu Cinta , jika saja mereka tak butuh pasokan oksigen mungkin Jackson bisa mencumbu bibir istrinya seharian .
Bibir Jackson sudah mulai turun ke ceruk leher Cinta , salah satu titik sensitif yang selalu membuat dirinya tak bisa menahan \*\*\*\*\*\*\* yang lolos begitu saja .
Jackson membantu Cinta membuka satu persatu kancing piyama satin yang digunakan Cinta . Dua bukit kembar dengan pucuk yang berdiri menantang kini tepat dihadapan wajahnya .
Tak ingin menyianyiakan keindahan itu , Jackson segera memberikan sentuhan lembut pada pucuknya membuat empunya merasakan gelanyar luar biasa . Tidak cukup sampai di situ saja , bukit kembar itu kini bahkan sudah Jackson nikmati dengan bibirnya . Jejak jejak merah sudah menghiasi bukit yang baru saja Ia jamah .
Tidak hanya Cinta yang merasakan gejolak dalam dirinya , tapi Jackson juga kini sudah tak bisa lagi menahan lebih lama untuk tidak melakulan penyatuan .
Ia mengecup perut buncit Cinta , " Baby , daddy is coming . " ucapnya lalu menghentak pelan miliknya kedalam lembah hangat Cinta yang selalu Ia puja .
Karena kehamilan Cinta yang sudah besar membuat Jackson dan Cinta hanya bisa melakukan satu gaya saja , tapi hal itu tetap tidak mempengaruhi bagaimana kenikmatan yang berhasil mereka capai .
Satu hal yang selalu Cinta suka dari Jackson , setiap kali mereka selesai melakukan penyatuan maka Jackson akan memuji Cinta dan berterimakasih padanya .
" Kamu selalu nikmat dan luar biasa sayang , terimakasih . Aku mencintaimu . " ucap Jackson setelah mendapat pelepasannya .
Sebelum tidur tak lupa keduanya membersihkan tubuh lalu kembali ke tempat tidur untuk beristirahat .
.
.
.
.
.
.
"*Hal terbaik dan terindah di dunia ini tidak bisa dilihat atau didengar, tapi harus dirasakan dengan hati*. "
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue