Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 102 . Rumah baru


__ADS_3

Usia kandungan Cinta sudah memasuki minggu ke 40 . Menurut perkiraan dokter , Cinta mungkin akan melahirkan dalam waktu dekat ini.


Kini Jackson dan Cinta sedang dalam perjalanan pulang setelah memeriksakan kondisi Cinta dan kandungannya di rumah sakit .


" Adit kita langsung kesana saja yah . " Ucap Jackson mengingatkan Adit yang sedang mengemudi .


Adit mengacungkan jempolnya tanda mengerti .


" Loh emangnya kita gak langsung pulang ? Aku capek sayang , pengen rebahan . " ucap Cinta .


Perutnya yang semakin besar , membuat Cinta sering merasakan sakit di pinggangnya .


" Ini juga mau pulang sayang . " Jawab Jackson singkat lalu mengecup punggung tangan istrinya yang terus Ia genggam .


Sekitar 30 menit perjalanan , mereka mulai memasuki sebuah kompleks perumahan.


" Sayang , kamu tutup mata dulu yah . "


Jackson melepas dasi yang dipakainya lalu menutup mata cinta dengan dasinya .


" Sayang jangan macam macam deh . Kok main tutup tutup mata segala ? Nanti kalau sampai jatuh gimana ? "


" Gak akan . Ada aku yang jagain kamu . " ucap Jackson menenangkan istrinya .


Mobil yang dikemudikan Adit melewati sebuah gerbang tinggi memasuki sebuah halaman rumah yang luas dipenuhi bunga bunga . Tak lupa garasi yang luas untuk menampung koleksi mobil sang pemilik rumah .


Di depan pintu sebuah rumah , telah menunggu Mami , Papi , Geby , Sofi , dan Rere lengkap dengan konfeti di masing masing tangan mereka .


" Ini kejutan untuk kamu . Kamu udah siap sayang ? " bisik Jackson .


Cinta mengangguk .


" Aku hitung yah . Di hitungan ke tiga buka mata kamu . 1.... 2.... 3 .... " ucap Jackson sambil melepas dasi yang menutup mata Cinta .


" SURPRISE " , teriak semua orang di depan pintu sambil menarik konfeti mereka .


Cinta terkejut  Ia segera memeluk Jackson .


Matanya tertuju pada sebuah tulisan di pintu


' Welcome Home '


" Ini rumah siapa ? " tanya Cinta .


" Rumah kita . Ayo masuk . " ajak Jackson merangkul pundak Cinta .


Yang lainnya menyambut Cinta dengan pelukan dan ucapan selamat .


" Selamat yah atas rumah barunya. " itu kata mereka .


Cinta masih tak percaya , Ia kembali menatap Jackson .


" Beneran . Ini rumah kita . Masuklah jika masih tak percaya . " ucap Jackson .


Mereka kini masuk satu per satu kedalam rumah .


Cinta di sambut dengan ruang tamu yang sudah lengkap dengan  satu set sofa dan meja .


Lalu mereka menuju ruang keluarga yang jauh lebih luas dari ruang tamu .


Disana Cinta bisa melihat banyak foto foto keduanya yang di apartemen sudah terpajang rapih dinding ditambah lagi dengan foto foto saat  pernikahan dan honey moon .


Cinta sangat menyukai ruangan ini , Jackson membuatnya sama persis dengan keinginan Cinta .


Cinta pernah bilang ,jika suatu saat punya rumah Ia ingin memiliki ruang keluarga yang luas ,dengan sofa yang besar beralaskan karpet yang empuk . Karena Ia ingin tempat itu menjadi tempat mereka menghabiskan waktu bersama keluarga . Dan kini Jackson mewujudkan keinginan istrinya .


Mami , Papi , dan yang lainnya memilih untuk langsung ke halaman belakang rumah untuk menyiapkan hidangan makan siang sedang Jackson masih mengajak Cinta berkeliling rumah .


Jackson menunjukkan dimana dapur mereka nantinya . Lalu menuju ke ruang kerja Jackson , ruang kerja Cinta , dan dua kamar tamu yang berada di lantai 2 .

__ADS_1


Setelah itu mereka kembali turun dan Jackson mengajak Cinta melihat kamar utama mereka .


Kamar luas lengkap dengan walking closet dan kamar mandi di dalamnya . Jendela kaca yang juga bisa berfungsi sebagai pintu, mengarah langsung pada halaman belakang rumah .


" Gimana sayang, Kamu suka kamar kita ? " tanya Jackson memeluk Cinta dari belakang .


Cinta mengangguk . " Suka . Bagaimana caraku berterimakasih padamu sayang ? "


" Tidak perlu dipikirkan sekarang , nanti malam saja . " Ucap Jackson .


" Sini biar kutunjukkan sesuatu yang pasti akan kamu suka . "


Jackson lalu menuntun Cinta ke sebuah pintu geser di salah satu dinding kamar .


" Siap ? " tanyanya sekali lagi pada Cinta .


Jackson menggeser pintu itu , keduanya masuk bersamaan . Air mata Cinta mengalir tanpa permisi saat melihat di hadapannya adalah sebuah kamar untuk bayi mereka nanti . Lengkap dengan tempat tidur bayi juga lemari dan perlengkapan lainnya . Ruangan yang di dominasi warna putih dengan berbagai gambar lucu di dindingnya sungguh membuat perasaan Cinta campur aduk .


Yah , sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua . Dan kamar ini akan di isi oleh anak mereka nantinya .


Setelah larut dengan rasa bahagia dan haru . Lewat pintu kaca yang ada di kamar , keduanya menuju halaman belakang rumah untuk bergabung dengan yang lain .


Halaman belakang rumah sangat luas . Ada teras ,  kolam renang , halaman berumput  , area terbuka yang kini mereka semua gunakan untuk menikmati hidangan makan siang , bahkan ada sebuah lapangan basket kecil di sudut .


Jackson sengaja membangun rumah ini sesuai dengan keinginan istrinya . Sejak dulu Cinta memimpikan memiliki rumah yang minimalis ,tapi memiliki halaman yang luas sehingga Ia bisa melakukan berbagai aktifitas bersama keluarga kecilnya disana .


Cinta masih sesekali meneteskan air mata saat matanya mengedarkan pandangan ke sekelilingnya , Ia membayangkan jika suatu saat nanti anak anak mereka akan berlarian di sana dengan tawa . 




Rumah baru Cinta dan Jackson yang tadinya ramai mendadak menjadi sepi setelah orang tua dan sahabat mereka pulang .



Kini hanya tersisa mereka berdua saja karena ART masih harus merapikan beberapa barang yang tertinggal di apartemen .



" Kamu biar gak perawatan tetap cantik kok sayang . " puji Jackson .



" Pujianmu berlebihan , jika tua nanti dan sudah ada keriput di wajahku entah apa kamu masih akan memujiku seperti itu . "


Ucap Cinta sambil ikut naik ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya dengan posisi miring ke kiri sesuai dengan saran dari instruktur senam hamil yang sering Ia ikuti .



Jackson juga merebahkan tubuhnya menghadap Cinta , " Sayang , dulu mungkin aku melihat wanita hanya dengan mataku saja . Tapi denganmu  aku melihat dengan hati sayang . Aku melihat masa depanku yang bahagia bersamamu , bersama anak anak kita . "


Ucapnya sambil mengelus lembut perut Cinta , merasakan gerakan gerakan anaknya di dalam sana .



Cinta menatap Jackson haru . Ada cinta yang besar setiap harinya yang Jackson berikan padanya .



" Baby dengarlah gombalan daddy mu . " ujar Cinta sambil tertawa  .



Jackson juga ikut tertawa lalu mendekatkan telinganya di perut Cinta  .


" Ohh oke baby , daddy akan sampaikan ke Mommy . "


__ADS_1


" Sayang , babynya bilang dia suka mendengar gombalan daddy nya . Bahkan sekarang dia kangen daddy dan ingin dijenguk Daddy . " Ucap Jackson sambil menaik turunkan alisnya .



Tak ada kesempatan bagi Cinta untuk menjawab , karena Jackson sudah mulai meraup rasa manis dari bibir istrinya itu .



Jackson selalu bisa lupa waktu jika sedang menikmati bibir candu Cinta , jika  saja mereka tak butuh pasokan oksigen mungkin Jackson bisa mencumbu bibir istrinya seharian .



Bibir Jackson sudah mulai turun ke ceruk leher Cinta , salah satu titik sensitif yang selalu membuat dirinya tak bisa menahan \*\*\*\*\*\*\* yang lolos begitu saja .



Jackson membantu Cinta membuka satu persatu kancing piyama satin yang digunakan Cinta . Dua bukit kembar dengan pucuk yang berdiri menantang kini tepat dihadapan wajahnya .



Tak ingin menyianyiakan keindahan itu , Jackson segera memberikan sentuhan lembut pada pucuknya membuat empunya merasakan gelanyar luar biasa . Tidak cukup sampai di situ saja , bukit kembar itu kini bahkan sudah Jackson nikmati dengan bibirnya . Jejak jejak merah sudah menghiasi bukit yang baru saja Ia jamah .



Tidak hanya Cinta yang merasakan gejolak dalam dirinya , tapi Jackson juga kini sudah tak bisa lagi menahan lebih lama untuk tidak melakulan penyatuan .



Ia mengecup perut buncit Cinta , " Baby , daddy is coming . " ucapnya lalu menghentak pelan miliknya kedalam lembah hangat Cinta yang selalu Ia puja .



Karena kehamilan Cinta yang sudah besar membuat Jackson dan Cinta hanya bisa melakukan satu gaya saja , tapi hal itu tetap tidak mempengaruhi bagaimana kenikmatan yang berhasil mereka capai .



Satu hal yang selalu Cinta suka dari Jackson , setiap kali mereka selesai melakukan penyatuan maka Jackson akan memuji Cinta dan berterimakasih padanya .



" Kamu selalu nikmat dan luar biasa sayang , terimakasih . Aku mencintaimu . " ucap Jackson setelah mendapat pelepasannya .



Sebelum tidur tak lupa keduanya membersihkan tubuh lalu kembali ke tempat tidur untuk beristirahat .



.


.


.


.


.


.


"*Hal terbaik dan terindah di dunia ini tidak bisa dilihat atau didengar, tapi harus dirasakan dengan hati*. "


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2