Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 71 . Dimana kamu ?


__ADS_3

Sementara Jackson sedang dalam perjalanan menuju kediaman orang tua Cinta di Malang , Cinta baru saja terbangun dari tidurnya .


Walaupun kepalanya masih terasa sangat pusing , Ia memaksakan dirinya untuk bangun .


Cinta bersandar pada kepala ranjang sambil memijit pelan keningnya .


" Cin lu udah bangun ? Gimana  , udah baikan ? " tanya Wulan .


" Iya , makasih yah Lan . "


" Nih makan dulu. Buburnya udah dari tadi sih , tapi baru aja selesai gue hangatin lagi . "


Wulan memberikan semangkuk bubur untuk Cinta .


" Wah, tinggal sendiri lu jadi jago masak . Dulu aja masak mie instan aja gak bisa . " Ledek Cinta .


Wulan tertawa .


" Iya lah Cin . Kalau gue gak belajar dari sekarang gimana gue bisa besarin anak gue nantinya . "


Raut wajah Wulan berubah sedih .


Cinta meletakkan mangkuk bubur di atas meja yang ada di samping tempat tidur , lalu Ia memeluk Wulan .


" Lan , sekarang gue ngerti kenapa lu memilih pergi. Terkadang kita memang butuh waktu sendiri untuk memulihkan hati kita . "


Wulan mulai terisak , " tapi Cin gue gak tahu sampai kapan gue bisa bertahan sendirian . "


" Tenang aja , ada gue Lan . Sekarang kita berdua akan sama sama kembali menata hati kita , memulihkan rasa sakit dalam hati kita . "


Mereka melepaskan pelukan . Cinta mulai makan buburnya .


Malam sudah semakin larut  , kini Wulan sudah ikut bergabung bersama Cinta di atas tempat tidur yang ukurannya tidak terlalu besar .


" Lan , lu tahu gak beberapa hari yang lalu gue, Sofi , dan Rere juga tidur bareng seranjang kaya gini . Waktu itu kita lagi di puncak , acara peresmian resort baru Jackson . "


Wulan mengubah posisi tidurnya yang semula terlentang menjadi  berbaring miring menghadap Cinta .


" Terus waktu itu kita sempat ngebahas tentang Lu . Kami semua kangen banget sama Lu , Sofi sampai nangis sesenggukan ingat momen momen dia bareng Lu . " Lanjut Cinta .


" Eh gak nyangka sekarang gue malah disini bareng Lu . Rencana Tuhan memang gak ada yang tahu yah . "


" Iya Cin , setiap malam disini gue juga kangen banget sama kalian . Apalagi 3 bulan ini gue gak ada kegiatan sama sekali Cin . Lu tahu kan gue gak punya keterampilan apa apa , jadinya setiap hari gue paling ke pasar terus pulang ke rumah. Sesekali gue ke rumah sakit untuk periksa . "


"  Lu udah hebat bisa bertahan sampai sekarang . Jangan pikirin yang lain, gak baik untuk kehamilan Lu . "


Mereka berdua melanjutkan mengobrol hingga akhirnya rasa kantuk mengalahkan mereka .




Jackson yang baru tiba di Malang ketika malam sudah larut dibuat bimbang apakah harus ke rumah Cinta selarut ini atau menunggu besok .



" Jadi gimana Pak , langsung ke hotel ? Atau ke rumah Nona dulu . " Tanya Pak Supir yang sudah sering mengantar Jackson jika sedang berada di Malang .



" Hemm.... gimana yah Pak . Sopan gak sih bertamu semalam ini ? "



" Maaf Pak , tentunya tidak sopan Pak bertamu selarut ini . Tapi kalau ada  kepentingannya , saya rasa boleh saja . Apa lagi ini kan juga rumah calon istri . " Komentar Pak supir .



" Oke , kalau gitu antarin ke rumah calon istri saya saja . " Putus Jackson akhirnya .



Butuh beberapa menit untuk tiba disana tanpa hambatan karena jalanan sangat sepi .



Jackson berdiri di depan pintu , menimbang nimbang apa harus mengetuk atau tidak karena lampu rumah sebagian telah padam .



Saat sedang berpikir , pintu rumah tiba tiba terbuka lalu muncullah Bunda.



" Jackson.... " Ujar Bunda .

__ADS_1


" Ngapain kamu di sini ? Kok gak ngetuk pintu . "



" Maaf Bunda , aku hanya hawatir saja mengganggu istirahat kalian . " Jawab Jackson jujur .


" Ya udah masuk dulu Nak . "



Jackson ikut berjalan masuk di belakang Bunda.


Ia lantas duduk di sofa ruang keluarga Cinta seperti sebelum sebelumnnya .



Jackson sebenarnya ingin sekali menanyakan keberadaan Cinta , apa lagi sejak tadi rumah ini terlihat sangat sepi .



" Bun... siapa yang bertamu malam malam gini ? "


Terdengar suara Ayah yang sepertinya menyusul Bunda ke dapur .



" Nak Jackson . " Jawab Bunda singkat .



Mendengar nama Jackson, Ayah menjadi emosi . Pria paruh baya itu segera menemui Jackson .



" Mau apa lagi kamu datang kesini ? Bukankah sudah jelas , semua rencana pernikahan kalian telah kami batalkan jadi kami tidak punya urusan lagi sama kamu . "



" Ayah , maaf yah . Semuanya salah paham . Aku kesini juga ingin meluruskan semuanya Ayah . "


Jawab Jackson lembut .



" Gak perlu . Semua pemberianmu akan kami kembalikan . " Lanjut Ayah .




" Ayah , kita harus ngasih Jackson kesempatan untuk menjelaskan semuanya . Apalagi kita belum tahu apa sebenarnya yang terjadi kan . " Saran Bunda .



Melihat ada yang mendukungnya , ini kesempatan bagi Jackson .



Jackson segera menceritakan kronologis kejadiannya tanpa mengurangi sedikitpun . Ia lalu menunjukkan bukti bukti yang Ia bawa .



Bunda sudah terisak , Ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan putrinya ketika mengalami hal itu .



" Tapi bukannya sudah Ayah katakan jika sesuatu terjadi diantara kalian , tolong kembalikan Cinta pada kami . "



" Tapi yang terjadi , kamu membiarkannya pergi seorang diri . Kini bukan hanya kamu yang kehilangan dia , kami pun bahkan tak tahu putri kami sekarang berada di mana dan bagaimana keadaannya . " Ucap Ayah .



Ucapan Ayah barusan sungguh membuat Jackson terkejut. Apa maksud Ayah , Cinta tidak kembali ke rumah nya .



" Maksud Ayah , Cinta sekarang tidak ada di sini ? Lalu bagaimana Ayah tahu jika kami bermasalah bahkan sampai membatalkan semua rencana pernikahan . " Tanya Jackson .



" Pagi tadi Cinta menghubungi Ayah . Memberitahu jika kalian ada masalah , Ia meminta kami untuk membatalkan semuanya karena Ia akan pergi sementara untuk menenangkan diri . "  Ucap Ayah .


__ADS_1


" Kami juga tidak tahu Nak, kemana Cinta . Dia belum cerita apapun . Hanya itu yang dikatakannya . " Sambung Bunda .



Jackson kini rasanya seperti dilempar dari atas jurang . Rasanya Ia seperti ingin menghilang saja dari Bumi .



" Bagaimana bisa Ia akan bertahan tanpa Cinta ? " Batin Jackson .



" Tapi Bunda , asisten saya sudah mengecek ke daftar penumpang pesawat . Cinta memang berangkat dari Jakarta menuju Malang . Bahkan pagi tadi CCTV di bandara Malang menangkap sosok Cinta yang pergi dengan menggunakan taksi . " Ucap Jackson menjelaskan hasil pencarian Adit tadi .



" Alhamdulillah , setidaknya kita tahu jika putri kita ada di Malang yah Bun. " Ucap Ayah .



Jackson menatap lirih pada kedua paruh baya itu .



" Benar juga kata Ayah , aku hanya perlu memperluas pencarianku . Jika perlu aku akan mencari ke setiap sudut kota Malang . " Batin Jackson .



Sebelumnya Jackson meminta restu pada Ayah dan Bunda untuk mencari Cinta di Malang .



Ayah dan Bunda mendukung Jackson . Mereka tahu jika Jackson benar benar tulus mencintai putri mereka . Hanya saja mereka kini sedang mendapatkan ujian .



Jackson pamit untuk kembali ke hotel .


Saat perjalanan kembali ke hotel , Jackson segera menghubungi Adit memintanya untuk menghandle semua pekerjaannya di Jakarta karena kemungkinan Ia akan tinggal di Malang lebih lama .



Setelah itu Jackson juga mengabari Papi dan Maminya .



Maminya terus saja menangis , wanita paruh baya itu sedih karena kemungkinan besar akan membatalkan sekali lagi pernikahan putra mereka .



Sementara Papi Haryono akan mengirim Mike dan beberapa anak buahnya untuk membantu Jackson mencari Cinta .



" Sayang kamu dimana ? " batin Jackson .



" Aku akan menemukanmu . Aku janji . Aku tak bisa apa apa tanpamu . "



Benar jika Jackson sungguh tak bisa apa apa tanpa Cinta. Buktinya seharian ini tanpa Ia sadari , pria itu bahkan belum menyentuh makanan sama sekali . Untuk minum pun itu sangat jarang . Rasa haus dan laparnya seakan di telan dengan perasaan rindu dan menyesal yang kini Ia alami .



.


.


.


.


.


 "*Saat kita kehilangan orang yang kita cintai, air mata yang jatuh memanggil kenangan tentang waktu di saat kita saling mencintai, yang selalu terasa kurang*."


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2