
Seperti yang telah Ia niatkan sebelumnya , Jackson menghubungi Ricko untuk bertemu .
Di sebuah cafe yang lokasinya tak cukup jauh dari perusahaan milik Ricko , Jackson sedang menanti untuk bertemu dengan pria itu .
Jackson sudah mengabari Cinta sejak 2 jam yang lalu jika kedua pria itu akan bertemu .
Dan benar saja dugaan Jackson , kekasihnya itu sangatlah hawatir berlebihan .
Pesan singkat darinya terus masuk ke ponsel Jackson yang mengingatkan untuk sabar dan tak memakai emosi saat memghadapi Ricko .
Sekitar 10 menit menunggu , masuklah seorang pria yang di tunggu Jackson . Tanpa permisi atau menyapa pria itu langsung saja duduk di hadapan Jackson .
" Ada apa ingin menemuiku ? " tanya Ricko langsung pada intinya .
" Baiklah karena sepertinya lu gak ingin berbasa basi , gue meminta bertemu untuk memberitahu jika gue telah meminta Cinta untuk pindah dari apartemen . Dan tentu saja Ia melakukan yang ku minta . "
Raut wajah Ricko berubah . Sebenarnya dia sudah mengira ini akan terjadi setelah Ia dengan tak tahu dirinya membentak Cinta saat di butik mamanya .
" Harusnya Cinta sendiri yang menyampaikannya , bukan lu . "
" Tapi maaf, Gue udah larang Cinta menemui Lu lagi . Dan sekarang Gue memperingati Lu untuk berhenti menemui Cinta . " Ucap Jackson .
" Lu gak ada hak . Hanya Cinta yang bisa memutuskan mau menemui gue atau tidak . "
" Mungkin kamu lupa . Tapi sebentar lagi wanita itu akan menjadi istriku . Gue punya hak melarang dia bertemu dengan orang yang bisa saja menyakitinya . Jangan kira gue gak tahu , lu udah ngebentak dan marah marah sama Cinta . "
Ricko terdiam . Ia akui jika memang perbuatannya hari itu salah . Ia tahu jika hari itu Cinta terlihat ketakutan .
" Mau 1000 kali lu larang gue , gue gak akan berhenti sampai Cinta sendiri yang melarang gue untuk menemuinya lagi . " Ucap Ricko sebelum akhirnya berdiri dan pergi meninggalkan Jackson .
Jackson menghela napas kasar melihat kepergian Ricko . Sepertinya dia harus lebih menjaga Cinta .
Sementara di sudut lain cafe itu , seorang wanita sedang memerhatikan kejadian yang terjadi di meja Jackson .
Wanita itu tersenyum , sepertinya Ia mendapat celah untuk menghancurkan hubungan Jackson dan Cinta .
" Pria tadi akan ku jadikan cara terakhirku jika aku tak bisa mendapatkannya kembali dengan caraku . " Ucap Emily dalam hatinya .
Setelah menenangkan sedikit emosinya , Jackson segera keluar dari cafe menemui Adit yang menunggunya di mobil .
" Gimana ? " tanya Adit setelah Jackson masuk ke mobil .
" Menurut Lu ? "
" Gak berhasil . Hahahahaha " Adit menjawab pertanyaannya sendiri .
Saat Adit melajukan mobilnya , Jackson menghubungi seseorang .
" Datanglah ke kantorku 20 menit lagi . Ada tugas baru untukmu . " Ucap Jackson pada seseorang di telepon .
Benar saja , butuh 15 menit untuk sampai ke perusahaannya .
Segera Ia menuju ruangannya untuk mencari sebuah berkas .
" Lagi nyari apaan Lu ? " tanya Adit yang sejak tadi mengikuti Jackson .
Tak ada jawaban dari pria itu . Ia terus saja fokus mencari sesuatu dari lacinya .
" Ahh.. ketemu . "
" Dit , gue mau lu coba masuk ke perusahaan Ricko . Usahakan kita bisa memiliki pengaruh disana . Persiapan jika nantinya Ricko macam macam . " Perintah Jackson .
Adit mengambil sebuah map yang berisi data perusahaan Ricko .
__ADS_1
" Oke , gampanglah ini . "
5 menit kemudian masuklah Hesti bersama seorang pria bertubuh kekar .
" Permisi Pak , seseorang bernama Mike sudah tiba . " Ujar Hesti .
Jackson mengangguk dan meminta Hesti keluar dengan gerakan tangannya .
Ia lalu berdiri menyambut Mike dengan menjabat tangannya dan mempersilahkan Mike duduk di sofa .
" Mike kenalin ini Adit , asisten gue . "
" Dit kenalin ini Mike , orang kepercayaan Papi . "
Jackson mengenalkan keduanya .
" Kali ini siapa targetnya ? " tanya Mike seolah paham dengan apa yang akan diminta Jackson .
Jackson memberi map berisi data pribadi Ricko .
" Perhatikan kemana saja dan apa saja yang pria ini lakukan . Pastikan dia tidak mendekati calon tunanganku . " Perintah Jackson .
Mike mengangguk . Tentu saja dia sudah sangat paham dengan keinginan Jackson .
" Apa dia mengganggu kekasih anda Tuan Muda ? " tanya Mike .
" Saat ini belum . Hanya saja firasatku , dia tak akan semudah itu menyerah untuk mendekati Cinta . "
" Lalu apa perlu saya juga menempatkan seseorang untuk mengawasi kekasih anda ? "
" Ide yang bagus . Kamu harus memastikan dia aman . Tapi jangan terlalu dekat , aku hawatir dia jadi tak nyaman . " Peringat Jackson .
" Siap Tuan Muda . "
Setelah mengerti dengan tugasnya , Mike pamit undur diri untuk segera mulai menjalankan perintah dari Tuan mudanya .
Jackson sudah mengabari Cinta , Ia menceritakan semua yang terjadi saat bertemu Ricko.
Tentu saja pengecualian soal rencananya mengawasi dirinya dam Ricko .
Saat sedang asik bertelepon , Jackson di kejutkan oleh dua orang wanita yang sedang saling tarik menarik memasuki ruangan Jackson .
" Ada apa dengan kalian ? " bentak Jackson merasa terganggu .
" Maaf Pak wanita ini memaksa masuk . " Ucap Hesti .
Jackson nampak mengacuhkan ucapan Hesti , Ia kembali fokus pada panggilannya dengan Cinta yang terganggu .
" Maaf sayang , wanita itu datang lagi membuat kekacauan disini . Aku akan menghubungimu lagi setelah mengusirnya . I love you . " Ucap Jackson di telepon .
Setelah meletakkan ponselnya di meja ,Ia meminta Hesti untuk keluar .
" Mau apa lagi kamu hah ? "
" Apa usahamu belum cukup dengan menemui tunanganku ? " Tanya Jackson .
" Tentunya aku ingin bertemu denganmu . "
" Jadi wanita itu mengadu padamu . " Ucap Emily meremehkan .
" Perhatikan cara bicaramu jika menyangkut tunanganku . " Peringat Jackson .
" Apa maumu ? Katakan cepat , aku tak ada waktu untuk wanita sepertimu . "
__ADS_1
" Aku ingin kamu memaafkanku Jackson . Aku tahu kamu masih mencintaiku . Tinggalkan wanita itu . Kini aku sudah kembali , tak ada lagi yang bisa menghalangi kita . Sekalipun itu orang tua ku . " Ucap Emily .
" Tentu saja , orang tuamu bukan apa apa bagiku . Mereka tak akan bisa menghalangi keinginanku . " Jawab Jackson dengan arogannya .
Senyum Emily terbit di wajahnya , Ia pikir Jackson akan berubah pikiran .
" Makanya kamu jangan terlalu berani mencampuri hidupku . Jangan berani menganggu tunanganku . Karena dengan mudahnya aku bisa membuatmu dan keluargamu kehilangan yang kalian miliki . "
" Kecuali jika kamu memang ingin merasakan hidup susah . " Ledek Jackson .
Sontak saja Emily membulatkan matanya .
" Kamu mengancamku ? "
" Tidak . Aku memperingatimu . Karena ucapanku barusan bukan ancaman lagi , jadi jangan macam macam . Dengan sekali telepon , keluargamu akan hancur saat itu juga . "
Emily sungguh tak menyangka jika Jackson sebegitu cintanya pada seorang wanita .
Emily memilih untuk pergi dari perusahaan Jackson .
Tentu saja bukan Emily jika mudah menyerah .
Jika Jackson tak bisa Ia dapatkan , maka Ia akan mencoba mendekati orang tua Jackson lebih dulu .
Dengan penuh semangat Ia melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Haryono .
Namun sayang , hasilnya tidak sesuai yang diharapkan Emily .
Pikirnya akan mudah mendapatkan maaf dan dukungan dari Mami Jackson , tapi yang ada dia malah mendapatkan tamparan dan diusir .
Sungguh Bu Lastri , Mami Jackson sangat geram ketika melihat Emily menemuinya .
Ia tak menyangka jika wanita itu masih berani menemui dirinya setelah apa yang dia lakukan pada kedua putranya .
Bahkan kini dengan gampangnya wanita itu meminta bantuan Bu Lastri agar bisa kembali pada Jackson .
Jika saja Bu Lastri tidak mengingat hubungan persahabatan dengan kedua orang tua Emily , sudah sejak dulu Ia membuat perhitungan dengan Emily .
Setelah kedatangan Emily , Bu Lastri merasa tak tenang . Ia hawatir jika kehadiran Emily kembali bisa merusak hubungan Jackson dan Cinta .
" Semoga saja kekhawatiran ku tidak terjadi . " Batin Bu Lastri , Mami Jackson .
" Mudahkan dan lancarkanlah hubungan putra Hamba Ya Tuhan . Semoga Ia bisa mendapatkan kebahagiaan dengan orang yang tepat untuknya . " Doa Mami di dalam hatinya .
.
.
.
.
.
"Alam akan menyeleksi siapa yang benar-benar tulus dengan menjauhkan pengkhianat, dan karma akan mendatangi siapa pengkhianatnya."
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue