
Empat jam telah berlalu lagi , masih dengan air mata yang sesekali mengalir tanpa izin di wajah cantik wanita itu .
Yah , setelah hampir 8 jam perjalanan dengan kereta kini Cinta telah tiba di Yogyakarta .
Tubuh Cinta sudah mulai lemas , tenaganya terkuras banyak untuk berpikir dan mengeluarkan air mata .
Dengan sisa sisa tenaganya Ia menuju parkiran taksi dan menaiki salah satu taksi yang kosong .
Segera Ia memberikan alamat yang dikirimkan Wulan pada supir taksi .
Butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke alamat tersebut . Sebuah rumah sederhana tanpa pagar namun di tumbuhi banyak tanaman di halamannya .
Hari sudah mulai sore saat Cinta tiba di sana . Dengan langkah pelan , Cinta menuju pintu lalu mengetuknya .
Tak lama terdengar suara pintu di buka . Nampaklah sosok wanita yang 3 bulan ini Ia rindukan .
" Wulan ... "
" Cinta ... "
Sapa mereka bersamaan .
Mereka saling memeluk menumpahkan rasa rindu .
" Cin .. tubuh kamu panas sekali . Kamu demam ? " tanya Wulan setelah melepas pelukan mereka .
Cinta hanya mengangguk karena sungguh kepalanya saat ini sangat pusing .
Wulan segera membantu Cinta mengangkat tasnya , mempersilahkan sahabatnya itu masuk langsung menuju kamarnya.
" Langsung ke kamar aja Cin , sepertinya kondisimu sedang tak baik . " komentar Wulan .
Cinta hanya mengangguk saja .
Dan benar saja belum sempat Wulan meletakkan tas Cinta yang dibawa nya , sahabatnya itu sudah terjatuh di lantai .
Dengan segenap kekeuatan yang Ia punya , Wulan membantu mengangkat Cinta ke atas tempat tidur .
Wulan lalu membantu Cinta mengganti pakaiannya dan mengompres kepala Cinta yang suhunya terasa sangat panas .
Setelah selesai dengan Cinta , Wulan bergegas ke dapur untuk membuatkan bubur . Ia yakin Cinta belum makan apa apa .
Beberapa menit berlalu , Wulan kembali ke kamar dengan membawa semangkuk bubur buatannya .
Ia meletakkan di atas sebuah meja , dan menghampiri Cinta dan ternyata wanita itu tertidur .
" Cin... cin... apa yang sebenarnya terjadi . Mengapa kamu sampai seperti ini ? Kamu orang baik , tapi mengapa Tuhan juga memberimu ujian hidup yang sepertinya sangat berat untuk kamu pikul . " Ujar Wulan sambil mengganti kain yang sejak tadi Ia gunakan untuk mengompres Cinta .
Sementara di Jakarta , Jackson tengah berkumpul bersama ketiga sahabatnya di apartemen Adit .
" Kalian pada tahu gak gimana semalam kita bisa mabuk gitu ? " Tanya Jackson .
" Iya gue juga bingung , padahal minuman segitu masih jauh banget dari batasan gue , tapi kok gue bisa K. O yah . " Sambung Marvel .
" Tapi semalam lu kemana Jack , main ninggalin kita aja . " tanya Adit .
Jackson mengusap wajahnya kasar .
" Semalam sepertinya kita semua kena jebakan deh . Semalam gue di bawa Hesti ke hotel . " Ucap Jackson.
Kemudian Jackson menceritakan semua kronologis kejadian semalam tanpa mengurangi apapun .
" Jadi sekarang Cinta kabur ? " tanya Ray .
" Sepertinya dia balik ke rumah orang tuanya deh. Karena orang tuanya sudah ngebatalin semua rencana pernikahan kami yang di Malang . " Nada suara Jackson terdengar sangat menyedihkan .
" Terus ngapain Lu malah ngobrol disini ? Susulin Cinta gih . " Ucap Adit .
__ADS_1
" Gue harus punya bukti dulu Dit . Memangnya Cinta akan percaya .
" Sekarang gini deh , kita berempat ke rumah sakit dulu kita lakukan tes darah . " Ucap Marvel .
" Gue curiga wanita itu naruh obat ke minuman kita . Tapi tenang aja , botol sisa minuman kita kemarin udah gue kasih ke teman gue yang bisa bantuin Cek . Nanti tinggal kita cocokin aja hasil tes darah kita sm hasil tes dari minuman itu . Kalau memang sama , berarti emang benar kita berempat di kerjain sama tuh Hesti . " usul Marvel .
Tanpa membuang waktu lagi , keempat pria itu segera menuju ke rumah sakit yang telah di hubungi oleh Adit untuk membuat janji .
Setelah melakukan tes darah , sambil menunggu hasilnya mereka melanjutkan ke rencana kedua .
Sesuai rencana , Jackson dan Adit akan menemui Hesti dan memaksanya mengaku .
Sedang Marvel dan Ray akan ke club untuk mencari bukti bukti yang lain .
Marvel dan Ray kini bahkan melupakan ketegangan yang terjadi diantara keduanya .
Setelah sampai di Club yang pemiliknya adalah salah satu teman Marvel , maka mereka dengan mudah mendapatkan rekaman CCTV malam itu .
Dengan jelas Ia melihat seorang pelayan wanita yang mengantarkan minuman pada meja mereka , lalu setelah itu semua berjalan seperti biasa sebelum akhirnya mereka satu per satu tumbang.
Setelah itu datanglah seorang wanita bersama seorang pria berbadan besar yang memapah Jackson pergi dalam keadaan tak sadar .
" Dia benar si Hesti , sekertaris Jackson . " Ucap Ray .
Marvel segera merekam video cctv tersebut lewat ponselnya kemudian mengirim rekaman cctv itu pada Jackson .
Jackson semakin kesal setelah melihat video yang dikirim Marvel .
" Kita ke apartemennya saja . " Usul Adit .
Kedua pria itu pun bergegas mencari Hesti kerumahnya .
Setiap karyawan yang melihat Bos dan asistennya yang sangat terburu buru itu , memandang keduanya dengan penuh tanda tanya .
Berbekal alamat yang di dapatkan Adit dari bagian HRD , tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai ke apartemen Hesti .
Adit menekan bel pintu , lalu muncullah sosok wanita yang mereka cari sedang membuka pintu .
" Pak Adit , Pak Jackson . " Ucap Hesti pura pura tenang namun dalam hatinya kini Ia sangat takut .
Jackson yang sudah murka lantas menarik lengan Hesti dengan kasar dan memaksa masuk ke apartemen wanita itu .
Hesti berusaha memberontak , namun cengkraman tangan Jackson jauh lebih kuat dari tenaganya .
Jackson menarik Hesti kasar dan menghempaskannya di Sofa dengan kasar pula .
__ADS_1
" Hei wanita Jal\*\*g ..... apa maksud mu melakukan itu semua hah ? " tanya Jackson dengan penuh emosi .
" Aku tak melakukan apapun Pak . Semalam itu kita sama sama mabuk . " Bela Hesti .
" Kamu pikir aku sebodoh itu percaya padamu . Kamu pikir aku selemah itu bisa mabuk hanya karena beberapa gelas alkohol hah ? " Bantah Jackson .
Saat itu Adit hanya bertugas untuk merekam apa yamg terjadi di tempat itu sebagai barang bukti .
" Sekarang mengakulah . Katakan yang sejujurnya apa yang kamu lakukan padaku ? Aku sudah punya buktinya , cctv club sudah cukup untuk menyertmu ke dalam penjara . " Ancam Jackson .
Hesti lalu mengubah posisinya menjadi bersimpuh di kaki Jackson .
" Maafkan aku Pak.. ku mohon maafkan aku . Sejak lama aku mencintaimu Pak . Aku memendam rasa padamu . Ku pikir jika bukan dengan cara menjebak mu malam itu aku akan kehilanganmu karena kamu akan menikah . "
Hesti terisak sambil mengucapkan pengakuannya .
Dengan isak tangis yang sama sekali tidak mempengaruhi Jackson , Hesti lantas mengakui semua perbuatannya .
" Maafkan aku Pak. Aku khilaf . Aku berjanji tak akan mengganggu kehidupan Bapak lagi . " Mohon Hesti .
" Tentu saja kamu tak akan bisa mengganggu kehidupanku lagi , karena sebentar lagi kamu akan mendekam di penjara . " Ucap Jackson lalu melepaskan tangan Hesti dari kakinya .
Hesti menangis entah karena menyesali perbuatannya atau karena ketakutan ancaman Jackson .
Sebelum keluar dari pintu apartemen Hesti , Jackson kembali berbalik . Ia menatap wanita itu dengan penuh amarah .
" Terimakasih karena telah melengkapi semua bukti bukti untuk menjebloskanmu ke dalam penjara . Nantikan hukumanmu . " Ucap Jackson.
Setelah dari apartemen Hesti , Jackson segera menuju ke kediaman orang tuanya .
Matahari sudah mulai bersembunyi kembali ketika Jackson tiba disana .
Dengan bukti bukti , hasil tes rumah sakit , hasil lab minuman , video cctv , video pengakuan pelayan suruhan Hesti , bahkan sampai video pengakuan Hesti sendiri sudah dimiliki Jackson .
Ia menemui Papi dan Maminya . Menceritakan kejadian malam itu secara detail serta menyerahkan semua bukti yang dia punya .
Mami Lastri hanya bisa menangis mendengar semua kejadian itu . Ia tak bisa membanyangkan bagaimana sakitnya hati Cinta melihat itu semua .
" Jackson , susullah Cinta ke Malang . Wanita itu biar Papi yang urus . Luruskan kesalah pahaman antara kamu dan cinta . Perjuangkan dia kembali. Masih ada beberapa hari lagi ,Papi dan Mami akan mendoakanmu . " Saran Papi Haryono .
Jackson mengangguk. Ia segera berganti pakaian di kamarnya sebelum akhirnya pergi ke Malang dengan harapan bisa memperbaiki hubungannya kembali dengan sang calon istri .
" Semoga kamu mau memaafkanku Sayang . Semoga rencana pernikahan kita bisa terselamatkan . " Batin Jackson .
.
.
.
.
.
"Saat semuanya seakan berhenti bahkan berakhir, berpikirlah sejenak, mungkin Tuhan mengharuskan kita untuk menyesal."
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
to be continue