
Dua bulan telah berlalu . Baby Mahesa tumbuh menjadi bayi yang tampan , sehat dan aktif .
Selama dua bulan ini juga Cinta harus tinggal di hotel milik Jackson karena keluarga Wulan masih harus tinggal di rumahnya . Mereka akan kembali ke Bali setelah pernikahan Marvel dan Wulan .
Jackson semakin rutin mengunjungi pujaan hatinya . Setiap weekend akan Ia habiskan bersama Cinta .
Sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya Cinta merasa kasihan pada Jackson yang harus bolak balik Jakarta - Yogya hanya untuk menemuinya .
Oleh karena itu , diam diam dia membuat kejutan untuk Jackson . Dia bekerja sama dengan Mami Lastri , mereka mulai membenahi kembali Love Butik yang di Jakarta . Keputusan wanita itu sudah bulat , Ia akan kembali ke Jakarta dan menerima permintaan Jackson untuk menikah .
Wulan juga sudah menyanggupi untuk kembali bekerja di Hope Butik setelah pernikahannya .
Dan hari itupun tiba . Hari yang sangat di nantikan oleh Marvel dan Wulan .
Cinta sangat puas dan mengagumi kecantikan sahabatnya itu saat menggunakan gaun pengantin yang Ia buat khusus untuk melengkapi hari bahagia Wulan .
" Wulan , sumpah Lu cantik banget . " puji Cinta .
" Makasih Cin ,gue gak tahu lagi harus terimakasih sama Lu seperti apa . " Balas Wulan yang kini matanya mulai berkaca kaca karena teharu mengingat semua bantuan yang dilakukan Cinta untuknya .
" Hussttt... udah udah jangan sesih sedih dong , nanti make up kamu luntur . " Canda Cinta mengembalikan senyum sahabatnya itu .
Cinta juga membuat tiga gaun lain yang kini Ia , Rere, dan Sofi gunakan sebagai bridesmaid calon pengantin wanita .
Acara pernikahan Wulan dan Marvel di langsungkan di hotel Milik Jackson .
Di ballroom yang berukuran sedang itu sudah mulai di penuhi dengan kedua keluarga terdekat Wulan dan Marvel . Sahabat sahabat kedua mempelai , Jackson , Cinta , Adit , Sofi , Rere dan kekasihnya . Sita dan Aisyah karyawan butik Cinta juga turut hadir . Dan makin melengkapi kebahagiaan hari itu karena Ray juga turut hadir. Pria itu datang dengan berbesar hati telah mengikhlaskan mantan kekasihnya dan turut bahagia dengan kebahagiaan Marvel dan Wulan .
Si kecil Mahesa sejak tadi sudah terlelap dengan nyenyaknya di gendongan Cinta .
Dari kejauhan Cinta bisa melihat Pak Penghulu sudah siap di tempatnya . Diikuti oleh Ayah Wulan , kemudian dua orang saksi yang sudah berada di posisi masing masing .
Tak lama Marvel masuk ke dalam ballroom di apit oleh kedua orang tuanya . Pria itu segera di tuntun untuk langsung menempati posisinya di hadapan Ayah Wulan dan Pak penghulu .
Setelah itu , Wulan dengan anggunnya juga turut memasuki ballroom di apit oleh dua wanita paruh baya yang tak lain adalah Ibu dan Bibinya .
Wulan juga segera di tuntun menuju posisi tepat di samping Marvel .
Cinta , Rere , dan Sofi tak kuasa menahan air mata haru saat melihat sahabatnya itu berjalan menjemput kebahagiaannya .
Dengan sigap Jackson segera menghapus jejak air mata di pipi sang kekasih karena Ia tahu jika Cinta tak akan bisa melakukannya karena sedang menggendong Mahesa .
" Jangan nangis dong sayang , aku gak tega nih lihatnya . " Bujuk Jackson .
__ADS_1
" Apaan sih , aku nangis bukan karena sedih . Tapi karena bahagia. Ini tangisan kebahagiaan . " Balas Cinta .
" Ya tetap aja air mata . Mau nangisnya karena sedih atau bahagia , aku gak kuat lama lama lihat kamu nangis . "
" Ihh.. apaan sih , jangan berlebihan deh sayang . " jawab Cinta .
" Eh... pasangan bucin ..... " Tegur Rere .
Entah mengapa Jackson dan Cinta menoleh padahal nama mereka tidak di sebut oleh Rere .
" Kalian udahan dong berdebatnya . Masa berdebat soal nangis sih , momen harunya hilang nih ..... " Rere berkomentar .
Sedang dua orang yang di komentari ini hanya bisa nyengir .
Keadaan berubah hening , tatkala suara Ayah Wulan mulai mengucapkan kalimat Ijab .
Dengan satu tarikan nafas , Marvel berhasil mengucapkan kalimat Kabul dengan benar .
Semua orang di ruangan itu sontak saja berteriak " SAH " secara bersamaan .
Terdengar helaan nafas lega dari beberapa orang , termasuk dari Cinta CS .
Kini semua para tamu berdiri dan masih dengan suasana hening hanya terdengar iringan lagu romantis yang akan menuntun pasangan suami istri baru ini menuju singgasana pelaminan mereka .
Mahesa kini sudah diambil alih oleh Ibu dari Wulan karena ingin diperkenalkan pada keluarga mereka yang lain .
Sehingga ini saat yang tepat bagi Cinta dan yang lainnya untuk ikut naik ke pelaminan dan memberi selamat kepada mempelai juga untuk berfoto bersama .
Di atas pelaminan kehebohan kembali terjadi tatkala ke empat wanita itu berkumpul . Mereka terus saja mengatakan selamat dan ikut bahagia , namun air mata terus mengalir di pipi mereka berempat .
Dengan lembut Jackson kembali mengusap air mata yang ada di wajah sang kekasih membuat orang orang yang melihat hal itu menyoraki keduanya .
Wajah Cinta sampai merona merah karena sikap Jackson dan sorakan dari orang orang .
Kini semuanya sedang mengatur posisi untuk berfoto . Cinta yang sudah berdiri di samping Jackson meminta pria itu untuk sedikit menunduk karena Ia akan membisikkan sesuatu .
" Nikah yuk . " Bisik Cinta .
Jacksoh sebenarnya mendengar Cinta , hanya Ia takut salah saja . Jadi dengan mata berbinar Ia kembali bertanya pada Cinta .
" Apa katamu sayang ? Aku kurang jelas mendengarnya . "
" Ayo .. kita ... menikah . " Bisik Cinta sekali lagi menekankan setiap kata yang Ia ucapkan .
__ADS_1
Jackson yang begitu bahagia sudah tidak mengingat lagi jika saat ini mereka berada di atas pelaminan Wulan dan Marvel untuk berfoto .
Ia segera berteriak kegirangan , mengucapkan terimakasih pada Cinta . Pria itu bahkan memeluk dan menggendong sambil memutar mutar kekasihnya itu .
Sontak saja hal itu menjadi sorotan dari semua orang . Semua orang yang awalnya diam karena terkejut dengan perbuatan Jackson , kini malah ribut menyoraki keduanya .
Jackson seketika sadar , Ia segera menghentikan perbuatannya .
Wajah Cinta sudah merah merona menahan malu .
" Kenapa Lu Jack . Udah mulai gila luh yah , syuting film India kok disini . " Komentar Ray .
" He... he... he... sorry . Bentar lagi gue juga akan nikah . Cinta udah mau gue nikahin . " Jawab Jackson asal .
Sontak saja semua sahabatnya yang tadi sudah siap di posisi masing masing untuk berfoto kini berhambur ke arah keduanya untuk memberi pelukan dan ucapan selamat .
Fotografer yang sejak tadi mengarahkan hanya bisa menghela napasnya , " padahal sudah susah susah di atur posisinya , eh sekarang malah kacau lagi " , batinnya .
.
.
.
.
.
.
.
"Aku melihat ke bulan dan itu terlihat sangat indah! .. Lalu aku melihatmu ... dan .. Kupikir aku akan melihat bulan lagi ?!"
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue