
Cinta harus terbangun karena merasakan gejolak di perutnya . Bersusah payah Ia melepaskan diri dari pelukan erat Jackson agar tak membuat pria itu terbangun .
Sudah cukup semalam Cinta membuat suaminya harus tidur larut malam karena dirinya yang tiba tiba ingin martabak manis .
Setelah berhasil turun dari tempat tidur masih dengan kedua tangan menutup mulutnya , Cinta berlari menuju kamar mandi .
Ia memuntahkan semua makanan yang mengisi perutnya sejak kemarin dan baru berhenti setelah muntahannya hanya berupa air saja .
Kepalanya sedikit pusing , namun Cinta berusaha menahannya .
" Aku harus kuat . Mommy harus bisa melewati ini semua untuk bertemu denganmu sayangku . " ucapnya lembut sambil mengusap perutnya yang masih rata .
Alih alih kembali tidur , Cinta memilih untuk terus mandi dan bersiap berangkat ke butik .
30 menit waktu yang Ia habiskan di kamar mandi , namun saat keluar Ia melihat Jackson masih tertidur dengan lelapnya .
Masih dengan bathrobe yang Ia kenakan , Cinta duduk di depan meja rias dan mulai merias wajahnya dengan make up tipis .
Sebelum mengenakan pakaiannya Cinta keluar dari dapur dan membuat susu khusus ibu hamil untuknya .
Setelah menghabiskan susunya Ia kembali ke kamar dan mulai berpakaian .
" Sayang ... bangun . " Panggilnya pada Jackson .
" Hemmm ... sudah pagi rupanya . " Ucapnya dengan mata yang menyipit karena terkena cahaya matahari yang masuk lewat jendela .
" Kamu udah rapih aja Yang , serius mau mulai kerja lagi hari ini ? " tanya Jackson yang kini memeluk Cinta dari belakang .
Cinta mengangguk yakin .
" Mandi gih .... siap siap lalu sarapan . Aku udah mulai lapar . "
" Mmmuuuaacchhh..... morning kiss my wife . " Jackson mencuri satu kecupan di bibir Cinta sebelum berlari ke kamar mandi .
Setelah mengeringkan rambutnya , Cinta akan melengkapi penampilannya hari ini dengan memakai parfum .
Saat membuka lemari kaca kecil tempat Ia meletakkan parfum miliknya dan milik Jackson tiba tiba rasa mual menderanya .
" Kok mual lagi .... apa jangan jangan karena aroma parfum parfum itu yah ? " Batinnya .
Dengan menguatkan dirinya , Ia menciumi satu per satu botol parfum dari puluhan botol parfum yang ada di sana .
Ia akhirnya memisahkan botol botol itu menjadi dua . Satu kelompok yang akan tetap Ia simpan karena aromanya tidak membuatnya mual . Sementara satu kelompok lagi botol botol itu sudah berada di dalam kotak dan siap untuk dibuang .
Setelah selesai dengan urusan parfum , Cinta menuju dapur untuk membuat sarapan . Sarapan sederhana ala Cinta berupa 2 piring omelet juga 2 sandwich sudah siap , secangkir kopi untuk Jackson dan segelas jus buah untuknya .
Sampai Ia mendengar Jackson berteriak memanggilnya dari dalam kamar .
" Sayang .... Yang ... sini deh ... buruan ... "
Cinta bergegas masuk ke kamar agar teriakan suaminya berhenti .
" Ada apa ? Kebiasaan deh sayang teriak teriak . Nanti kalau baby sudah lahir kamu gak boleh teriak teriak lagi , berisik . " omel Cinta .
Jackson tak menanggapi omelan Cinta , " Sayang , parfum parfum aku kemana ? Kok semuanya gak ada di tempat biasa , apa kamu pindahin ? "
" Masa iya semuanya gak ada ? " tanya Cinta yang juga sama herannya .
" Iya , coba kamu lihat dulu deh . "
Cinta mendekat kearah lemari tempat mereka menyimpan parfum . Matanya satu per satu memperhatikan botol botol yang tertata disana .
" Apa iya semua parfum yang ku buang tadi milik Jackson semua yah ? " Batinnya mulai panik .
Tadi memang Cinta tidak memeriksa kembali parfum yang dibuangnya itu milik siapa . Ia pikir masih ada beberapa parfum milik Jackson yang Ia sisakan .
" Pakai yang ini saja yah sayang . "
" Tapi ini parfummu sayang . Aromanya feminim banget , gak cocoklah untuk aku . " tolak Jackson .
" Sayang , maafkan aku . " Ucap Cinta dengan raut wajah menyesal .
" Tadi aku membuang parfum parfum yang aromanya membuatku mual , dan sepertinya semuanya itu milikmu . " ucap Cinta .
" Hah ?? Semuanya ??? Yakin gak ada yang tertinggal satu pun ??? " Jackson sungguh tak percaya dengan yang dikatakan Cinta .
Cinta mengangguk pelan .
" Tapi semua itu parfum limited edition sayang . Kamu buangnya dimana ? Biar aku ambil lagi . "
Jackson sudah bersiap keluar kamar untuk mengambil kembali parfum parfumnya .
" Jangan . Apa kamu tega lihat aku mual mual karena cium aroma parfum parfum itu . "
Melihat puppy eyes di wajah Istrinya membuat Jackson harus mengalah .
" Baiklah . Kamu dan baby kita yang terpenting ."
Ucapan Jackson membuat Cinta memeluk suaminya .
__ADS_1
" Pakai ini aja yah Yang , aku suka aromanya . " Cinta kembali menyodorkan parfum yang tadi Ia sarankan .
Jackson mengalah , Ia mengangguk pasrah .
Sekarang ini senyuman istrinya lebih penting dari segalanya .
Kini mobil Jackson sudah berhenti di depan butik milik istrinya . Jackson segera turun dan membuka pintu untuk Cinta .
Dengan merangkul pinggang Cinta , keduanya berjalan masuk .
" Kenapa kalian semua berkumpul disini ? " Tanya Cinta pada Fani dan Fitri , karyawan di butiknya .
Keduanya terkejut saat menyadari jika bosnya berdiri dibelakang mereka .
" Maaf Mba ... itu.. ada pria yang menunggu Mba sejak tadi . " ucap Fani sambil menunjuk ke arah pria yang duduk di kursi .
Cinta dan Jackson ikut menatap kearah mana Fani menunjuk .
" Ooohh.... jadi dia yang kalian tatap sampai segitunya . "
Fani dan Fitri mengangguk .
" Ayo ikut , aku kenalkan dengannya . " ajak Cinta .
Ikbal segera berdiri saat melihat kedatangan bosnya .
Jackson menatap penampilan Ikbal , " ada apa dengan warna setelan mu ? "

Ikbal tersenyum canggung .
" Husstt... apaan sih sayang . Tak apa Ikbal , aku juga suka kok warna pink . " Ucap Cinta lembut .
Jackson berdecih menatap Ikbal .
" Fani , Fitri , kenalkan ini Ikbal . Dia adalah asisten pribadiku . Dia juga akan ikut membantu urusan administrasi di butik . Semoga kalian bisa bekerja sama dengan baik yah . " lanjut Cinta .
" Hai... kenalkan namaku Ikbal . Tapi kalian bisa memanggilku Geby . " ucap Ikbal dengan gaya melambai yang khas miliknya .
" Geby ????? !!!!! "
Fani dan Fitri makin terkejut .
" Sekarang ada apa lagi dengan namamu ? Sejak kapan berubahnya ? " tanya Jackson makin kesal .
" Maaf Pak , tapi saya tidak merubahnya . Nama lengkap saya Ikbal Gabriel , teman teman saya memang sering memanggil dengan Geby . " Jawab Ikbal jujur .
__ADS_1
" Astagaa.... " keluh Jackson .
" Sudah sudah .... senyamannya kamu sajalah mau dipanggil apa . " Cinta menengahi .
" Terserah kamu saja . " Jackson rasanya tak rela mempercayakan istrinya pada Ikbal .
" Kamu tahukan tugas utamamu ? " Lanjut Jackson bertanya .
Ikbal mengangguk .
" Yang terpenting kamu harus selalu memastikan keselamatan istriku . Pastikan semua kebutuhannya , pastikan jadwal makannya , atur jadwalnya sebaik mungkin jangan sampai Ia kelelahan . " Jelas Jackson .
Sementara Jackson berbicara , Ikbal dengan serius menulis semuanya di tablet yang Ia pegang sejak tadi .
" Dan terakhir , ini yang paling penting . Pastikan tidak ada pria yang berani berani mendekati istriku . Jelas ? " lanjut Jackson .
Ikbal mengangguk yakin . " Siap Pak , aku akan bekerja sebaik mungkin . "
" Baiklah sekarang kalian sudah bisa kembali bekerja . Fani dan Fitri tolong tunjukkan dimana meja kerja Ikb , eh maksudku Geby . " Cinta memotong pembicaraan Jackson sambil menahan tawanya .
Kemudian Ia mengantar Jackson kembali ke mobil karena sudah harus berangkat ke perusahaan .
" Sayang apa kamu yakin dengan keputusanmu untuk menjadikan dia asisten mu ? " tanya Jackson .
Cinta mengangguk yakin .
" Ku rasa dia anak yang baik dan rajin . Lagian aku merasa terhibur dengan tingkahnya . "
" Terserah kamu lah . Tapi pastikan kamu selalu menjaga diri dan bayi kita yah sayang . Jika butuh sesuatu cepat hubungi aku . " pesan Jackson sebelum memberikan kecupan di kening dan bibir untuk istrinya .
Jacksonpun mulai melajukan mobilnya menuju perusahaannya . Sepanjang perjalanan Ia terus berpikir apa keputusannya tepat menjadikan Ikbal asisten istrinya .
" Semoga saja Cinta tidak tertular tingkah aneh anak itu . " batin Jackson .
.
.
.
.
.
"*Pasangan paling bahagia di dunia ini tidak pernah memiliki sifat yang sama. Mereka hanya saling memahami dengan baik tentang perbedaan yang mereka miliki*."
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue