Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 98 . Geby ?!


__ADS_3

Cinta harus terbangun karena merasakan gejolak di perutnya . Bersusah payah Ia melepaskan diri dari pelukan erat Jackson agar tak membuat pria itu terbangun .


Sudah cukup semalam Cinta membuat suaminya harus tidur larut malam karena dirinya yang tiba tiba ingin martabak manis .


Setelah berhasil turun dari tempat tidur masih dengan kedua tangan menutup mulutnya , Cinta berlari menuju kamar mandi .


Ia memuntahkan semua makanan yang mengisi perutnya sejak kemarin dan baru berhenti setelah muntahannya hanya berupa air saja .


Kepalanya sedikit pusing , namun Cinta berusaha menahannya .


" Aku harus kuat . Mommy harus bisa melewati ini semua untuk bertemu denganmu sayangku . " ucapnya lembut sambil mengusap perutnya yang masih rata .


Alih alih kembali tidur , Cinta memilih untuk terus mandi dan bersiap berangkat ke butik .


30 menit waktu yang Ia habiskan di kamar mandi , namun saat keluar Ia melihat Jackson masih tertidur dengan lelapnya .


Masih dengan bathrobe yang Ia kenakan , Cinta duduk di depan meja rias dan mulai merias wajahnya dengan make up tipis .


Sebelum mengenakan pakaiannya Cinta keluar dari dapur dan membuat susu khusus ibu hamil untuknya .


Setelah menghabiskan susunya Ia kembali ke kamar dan mulai berpakaian .


" Sayang ... bangun . " Panggilnya pada Jackson .


" Hemmm ... sudah pagi rupanya . " Ucapnya dengan mata yang menyipit karena terkena cahaya matahari yang masuk lewat jendela .


" Kamu udah rapih aja Yang , serius mau mulai kerja lagi hari ini ? " tanya Jackson yang kini memeluk Cinta dari belakang .


Cinta mengangguk yakin .


" Mandi gih .... siap siap lalu sarapan . Aku udah mulai lapar . "


" Mmmuuuaacchhh..... morning kiss my wife . " Jackson mencuri satu kecupan di bibir Cinta sebelum berlari ke kamar mandi .


Setelah mengeringkan rambutnya , Cinta akan melengkapi penampilannya hari ini dengan memakai parfum .


Saat membuka lemari kaca kecil tempat Ia meletakkan parfum miliknya dan milik Jackson tiba tiba rasa mual menderanya .


" Kok mual lagi .... apa jangan jangan karena aroma parfum parfum itu yah ? " Batinnya .


Dengan menguatkan dirinya , Ia menciumi satu per satu botol parfum dari puluhan botol  parfum yang ada di sana .


Ia akhirnya memisahkan botol botol itu menjadi dua . Satu kelompok yang akan tetap Ia simpan karena aromanya tidak membuatnya mual . Sementara satu kelompok lagi botol botol itu sudah berada di dalam kotak dan siap untuk dibuang .


Setelah selesai dengan urusan parfum , Cinta menuju dapur untuk membuat sarapan . Sarapan sederhana ala Cinta berupa 2 piring  omelet  juga 2 sandwich sudah siap , secangkir kopi untuk Jackson dan segelas jus buah untuknya .


Sampai Ia mendengar Jackson berteriak memanggilnya dari dalam kamar .


" Sayang .... Yang ... sini deh ... buruan ... "


Cinta bergegas masuk ke kamar agar teriakan suaminya berhenti .


" Ada apa ? Kebiasaan deh sayang teriak teriak . Nanti kalau baby sudah lahir kamu gak boleh teriak teriak lagi , berisik . " omel Cinta .


Jackson tak menanggapi omelan Cinta , " Sayang , parfum parfum aku kemana ? Kok semuanya gak ada di tempat biasa , apa kamu pindahin ? "


" Masa iya semuanya gak ada ? " tanya Cinta yang juga sama herannya .


" Iya , coba kamu lihat dulu deh . "


Cinta mendekat kearah lemari tempat mereka menyimpan parfum . Matanya satu per satu memperhatikan botol botol yang tertata disana .


" Apa iya semua parfum yang ku buang tadi milik Jackson semua yah ? " Batinnya mulai panik .


Tadi memang Cinta tidak memeriksa kembali parfum yang dibuangnya itu milik siapa . Ia pikir masih ada beberapa parfum milik Jackson yang Ia sisakan .


" Pakai yang ini saja yah sayang . "


" Tapi ini parfummu sayang . Aromanya feminim banget , gak cocoklah untuk aku . " tolak Jackson .


" Sayang , maafkan aku . " Ucap Cinta dengan raut wajah menyesal .


" Tadi aku membuang parfum parfum yang aromanya membuatku mual , dan sepertinya semuanya itu milikmu . " ucap Cinta .


" Hah ?? Semuanya ??? Yakin gak ada yang tertinggal satu pun ??? " Jackson sungguh tak percaya dengan yang dikatakan Cinta .


Cinta mengangguk pelan .


" Tapi semua itu parfum limited edition sayang . Kamu buangnya dimana ? Biar aku ambil lagi . "


Jackson sudah bersiap keluar kamar untuk mengambil kembali parfum parfumnya .


" Jangan . Apa kamu tega lihat aku mual mual karena cium aroma parfum parfum itu . "


Melihat puppy eyes di wajah Istrinya membuat Jackson harus mengalah .


" Baiklah . Kamu dan baby kita yang terpenting ."


Ucapan Jackson membuat Cinta memeluk suaminya .

__ADS_1


" Pakai ini aja yah Yang , aku suka aromanya . " Cinta kembali menyodorkan parfum yang tadi Ia sarankan .


Jackson mengalah , Ia mengangguk pasrah .


Sekarang ini senyuman istrinya lebih penting dari segalanya .




Kini mobil Jackson sudah berhenti di depan butik milik istrinya . Jackson segera turun dan membuka pintu untuk Cinta .



Dengan merangkul pinggang Cinta , keduanya berjalan masuk .



" Kenapa kalian semua berkumpul disini ? " Tanya Cinta pada Fani dan Fitri , karyawan di butiknya .



Keduanya terkejut saat menyadari jika bosnya berdiri dibelakang mereka .



" Maaf Mba ... itu.. ada pria yang menunggu Mba sejak tadi . " ucap Fani sambil menunjuk ke arah pria yang duduk di kursi .



Cinta dan Jackson ikut menatap kearah mana Fani menunjuk .



" Ooohh.... jadi dia yang kalian tatap sampai segitunya  . "


Fani dan Fitri mengangguk .



" Ayo ikut , aku kenalkan dengannya . " ajak Cinta .



Ikbal segera berdiri saat melihat kedatangan bosnya .




Jackson menatap penampilan Ikbal , " ada apa dengan warna setelan mu ? "



![](contribute/fiction/2966354/markdown/14234181/1638440680435.jpg)



Ikbal tersenyum canggung .



" Husstt... apaan sih sayang . Tak apa Ikbal , aku juga suka kok warna pink . " Ucap Cinta lembut .



Jackson berdecih menatap Ikbal .



" Fani , Fitri , kenalkan ini Ikbal . Dia adalah asisten pribadiku . Dia juga akan ikut membantu urusan administrasi di butik . Semoga kalian bisa bekerja sama dengan baik yah . " lanjut Cinta .



" Hai... kenalkan namaku Ikbal . Tapi kalian bisa memanggilku Geby . " ucap Ikbal dengan gaya melambai yang khas miliknya .



" Geby ????? !!!!! "


Fani dan Fitri makin terkejut .



" Sekarang ada apa lagi dengan namamu ? Sejak kapan berubahnya ? " tanya Jackson makin kesal .



" Maaf Pak , tapi saya tidak merubahnya . Nama lengkap saya Ikbal Gabriel , teman teman saya memang sering memanggil dengan Geby . " Jawab Ikbal jujur .

__ADS_1



" Astagaa.... " keluh Jackson .



" Sudah sudah .... senyamannya kamu sajalah mau dipanggil apa . " Cinta menengahi .



" Terserah kamu saja . " Jackson rasanya tak rela mempercayakan istrinya pada Ikbal .



" Kamu tahukan tugas utamamu ? " Lanjut Jackson bertanya .



Ikbal mengangguk .



" Yang terpenting kamu harus selalu memastikan keselamatan istriku . Pastikan semua kebutuhannya , pastikan jadwal makannya , atur jadwalnya sebaik mungkin jangan sampai Ia kelelahan . " Jelas Jackson .



Sementara Jackson berbicara , Ikbal dengan serius menulis semuanya di tablet yang Ia pegang sejak tadi .



" Dan terakhir , ini yang paling penting . Pastikan tidak ada pria yang berani berani mendekati istriku . Jelas ? " lanjut Jackson .



Ikbal mengangguk yakin . " Siap Pak , aku akan bekerja sebaik mungkin . "



" Baiklah sekarang kalian sudah bisa kembali bekerja . Fani dan Fitri tolong tunjukkan dimana meja kerja Ikb , eh maksudku Geby . " Cinta memotong pembicaraan Jackson sambil menahan tawanya .



Kemudian Ia mengantar Jackson kembali ke mobil karena sudah harus berangkat ke perusahaan .



" Sayang apa kamu yakin dengan keputusanmu untuk menjadikan dia asisten mu ? " tanya Jackson .



Cinta mengangguk yakin .



" Ku rasa dia anak yang baik dan rajin . Lagian aku merasa terhibur dengan tingkahnya . "



" Terserah kamu lah . Tapi pastikan kamu selalu menjaga diri dan bayi kita yah sayang . Jika butuh sesuatu cepat hubungi aku . " pesan Jackson sebelum memberikan kecupan di kening dan bibir untuk istrinya .



Jacksonpun mulai melajukan mobilnya menuju perusahaannya . Sepanjang perjalanan Ia terus berpikir apa keputusannya tepat menjadikan Ikbal asisten istrinya .


" Semoga saja Cinta tidak tertular tingkah aneh anak itu . " batin Jackson .



.


.


.


.


.


"*Pasangan paling bahagia di dunia ini tidak pernah memiliki sifat yang sama. Mereka hanya saling memahami dengan baik tentang perbedaan yang mereka miliki*."


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2