
Sudah dua hari Cinta berada di Malang. Dan dua hari ini juga Jackson memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya .
" Kamu kok gak bersemangat gitu sih ? " tanya Papi pada Jackson saat mereka sedang sarapan bersama .
" Gak kenapa-napa kok Pi ", jawab Jackson singkat dan tak bersemangat .
" Gini nih Pi , kalau orang lagi bucin terus ditinggal pergi. Yah jadinya seperti anak Papi ini " celetuk Mami .
" Mami kok tahu kalau Cinta lagi pergi ? " tanya Jackson penasaran .
" Iyalah Mami tahu. Kemarin mami hubungin Cinta, mau ajak temenin mama shopping tapi katanya dia lagi di Malang ", ucap Mami.
" Katanya mau ada acara keluarga gitu. Emangnya Cinta gak ngasih tahu acara apa ? " tanya Mami yang dibalas gelengan kepala oleh Jackson .
Pembahasan tentang Cinta pagi ini membuat Jackson makin merindukan kekasihnya itu .
Ia menghela napas berat .
" Lagian Papi ngapain sih pakai acara ngasih jangka waktu enam bulan dulu baru mau lamarin Cinta untuk Jackson. Entar keburu Cinta di lamar orang lain, kan kasian anak kita Pi ", Mami yang tak setuju dengan keputusan sang suami mulai melancarkan aksi protesnya .
Ia sudah merasa cocok dengan Cinta. Bahkan sebelum mengetahui apa yang terjadi antara Cinta dan Jackson , Mami sudah menginginkan Cinta menjadi menantunya .
Sosok Cinta yang sopan, ramah dan penyayang menyentuh hatinya. Mami yakin hal itu juga yang membuat Jackson akhirnya mencintai Cinta dan berubah menjadi seperti sekarang .
" Maaf Mami tapi aku tetap ingin membuktikan ke Papi kalau aku pantas untuk mendampingi Cinta ", ucap Jackson tegas.
" Sabar Jackson, nikmatin aja dulu. Kurang lima bulan lagi . " Batin Jackson .
Papi merasa bangga akhirnya Jackson mau menghilangkan egonya dan mau menjadi penerus di perusahaannya .
" Bagaimana perusahaanmu di Bali ? " tanya Papi .
" So far so good . Ray yang bantuin aku disana . "
Jawab Jackson sambil mengunyah makanannya .
" Rencana mu apa setelah ini untuk perusahaanmu di sana ? " Tanya Papi lagi .
" Hemmm... rencananya aku akan menjual club ku yang di Bali. Cinta tak suka dengan hal-hal seperti itu ", ucap Jackson .
" Lalu hasil penjualannya aku akan buatkan Cinta butik di Jakarta sebagai hadiah jika nanti kami bertunangan . " Jackson menjelaskan niatnya .
" Ohh iya benar, Cintakan memang hobi mendesain pakaian ", timpal Mami .
" Bukan hobi lagi Mi, tapi itu sebenarnya impian Cinta. Menjadi seorang Fashion Designer . Tapi kata Cinta, keadaan mengharuskan Ia menomor duakan impiannya . " Jackson menceritakan sedikit kisah Cinta pada Mami dan Papi .
" Wahh... Mami makin kagum sama Cinta. Dia juga ternyata pekerja keras. Awas aja kamu macam-macam yah jangan sampai hubungan kalian putus. " Ancam mami .
" Yah enggak lah. Mami doain yang baik-baik dong. Jangan doain putus putus ", Jackson berdecak sebal mengundang tawa Mami dan Papinya .
Kedua orang tua itu sangat bahagia. Sudah lama mereka bertiga tidak sarapan bersama dan berbincang santai seperti ini.
Dan ini semua akhirnya terjadi karena satu wanita bernama Cinta.
Di kantor Jackson terus saja uring-uringan karena sejak pagi tadi Cinta belum menghubunginya sama sekali. Pesan yang Jackson kirim juga sangat jarang mendapatkan balasan .
Jackson makin galau ketika Ia memeriksa media sosial milik cinta yang menampakkan jika kekasihnya baru saja memposting foto dirinya dibalik kemudi dengan caption ,
" Today I' ll be a pretty driver . "
Jackson jadi memikirkan hal yang tidak-tidak .
Memangnya Cinta menjadi supirnya siapa. Terus Cinta akan kemana saja .
Tak ada senyum di wajah Jackson membuat beberapa karyawan menjadi takut untuk hanya sekedar menyapa.
Bahkan Hesti yang hari ini sudah sangat siap untuk menggoda Jackson dengan pakaian seksinya akhirnya malah mendapatkan amarah dari Jackson.
Pasalnya Hesti dengan sengaja menumpahkan air pada celana Jackson. Dan dengan lancangnya Hesti pura-pura membantu untuk menyeka celana Jackson yang basah terkena air namun yang ada Hesti dengan gaya sensualnya malah mengelus pada Jackson .
Jackson menyadari perbuatan Hesti akhirnya melampiaskan amarahnya dan mengancam akan memecat Hesti jika sekali lagi berkelakuan seperti itu .
Hesti takut melihat amarah Jackson, Ia langsung meminta maaf dan pamit keluar ruangan bertepatan dengan Adit yang masuk ke ruangan.
" Ada apa nih? Kenapa si Hesti pucat gitu ? "
Tanya Adit.
" Abis gue semprot ", jawab Jackson acuh.
__ADS_1
" Parah Lu. Baru ditinggal dua hari sama Cinta Lu udah main semprot aja ke wanita lain ", ucap Adit tak menyangka sahabatnya kembali seperti dulu lagi .
" Lu tuh yang parah. Otak Lu rusaknya udah parah. Lu kira Gue habis semprot apaan, si Hesti habis kena marah sama Gue . " Jackson makin kesal karena tuduhan aneh yang diberikan Adit .
" Kok bisa , ngapain lagi si Hesti ? " tanya Adit penasaran .
" Panjang ceritanya, yang jelas dia udah berani mau ngelus paha Gue . " Jackson makin kesal mengingatnya .
" Gila.. si Hesti beneran berani. Dia mau gak yah kalau sama Gue. Minta bayar juga gue mau kok ", ucap Adit .
" Mana gue tahu. Lu tanya aja sendiri. " Balas Jackson ketus.
" Lu kesini emang mau apa ? " tanya Jackson .
" Gue bawain solusi ke galauan Lu ", ucap Adit percaya diri .
" Marvel ngajakin ketemuan di Loungenya. Anak-anak yang lain juga pada dateng, gimana Lu bisa datangkan ? " ajak Adit .
" Gimana yah, Cinta gak suka gue ke tempat gituan ", Jackson ragu .
" Yaelah... ini bukan club tapi lounge. Emang bucin bikin lu jadi bodoh juga yah ? " tanya Adit kesal.
" Sama aja.. disanakan juga ada minuman beralkohol . Cinta gak suka gue minum alkohol ." Jawab Jackson.
" Kan neng Cinta nya lagi gak ada babang.... ayolah ikut aja. Disana lu tinggal pesan minuman yang non alkohol beres deh . " Adit terus saja membujuk Jackson.
" Oke deh. Tapi kalau nanti Cinta marah sama Gue , lu yang tanggung jawab yah. " Ucap Jackson .
Kedua sahabat yang berstatus Bos dan Asisten itupun terlihat berjalan bersama keluar dari kantor.
Saat di perjalanan Jackson masih mencoba menghubungi Cinta lewat panggilan video. Namun sayangnya tak diangkat oleh Cinta.
Sampai akhirnya Jackson dan Adit sudah tiba di lounge milik Marvel.
Lounge milik marvel termasuk lounge yang tergolong mewah. Masih sore seperti ini tapi sudah lumayan ramai .
Mereka berdua menghampiri meja yang sudah diisi oleh beberapa teman mereka semasa SMA.
Mereka berbincang mengenang seputar masa SMA mereka. Terkadang juga membahas soal bisnis mereka saat ini.
" Habis ini ke Club yuk ", ajak salah seorang temannya.
" Kalian lanjut aja.. Sorry Gue gak bisa ikut ", tolak Jackson.
" Gimana sih Lu. Pemilik club besar di Bali malah gak mau ikut ke Club ", salah satu teman yang lain ikut menimpali .
Belum Jackson menjawab, Marvel sudah mendahuluinya ,
" Si Jackson udah tobat ... calon bininya galak. "
Candaan marvel mengundang tawa Jackson dan teman-temannya yang lain .
" Aarrgghh bahas cinta jadi kangen lagi kan gue " batin Jackson.
__ADS_1
" Gila.. Gue kok bisa rindu seberat ini sih sama Cinta . " gerutu Jackson dalam hati.
Tiba-tiba terasa getaran dari ponselnya. Nama Cinta muncul pada layarnya. Jackson segera berpindah ke area luar lounge karena Cinta melakukan panggilan video.
" Sayang " sapa Jackson saat pertama menerima panggilan tersebut .
Tampak Cinta sepertinya sedang di balik kemudi mobil .
" Sayang, kamu tadi video call aku yah ? Maafin aku tadi lagi di jalan ke bandara. Jadi aku gak bisa angkat ", ucap Cinta .
" Iya, aku mau ngasih tahu kalau aku pergi bareng Adit ketemu sama teman SMA aku ", cerita Jackson.
" Ohh iya. Sayang kamu rindu gak ? Aku rindu banget sama kamu . " ucap Cinta Jujur .
" Rindulah... ini aku dikit lagi gila kalau kamu masih gak ngasih kabar. Katanya kamu rindu tapi di hubungin susah. " Jackson menyampaikan kekesalannya .
" Iya maaf sayang seharian ini aku temenin bunda untuk siapin acara besok dirumah. Besok ada acara .... " ucapan Cinta terhenti karena seorang pria menyapanya .
" Sayang udah dulu yah. Aku mau lanjut jalan lagi. Nanti aku hubungin lagi ." ucap cinta sebelum akhirnya mengakhiri panggilan video dengan Jackson.
Jackson yang sempat mendengar seorang pria menyapa kekasihnya menjadi gelisah. Bermacam-macam pikiran buruk seketika muncul dikepalanya .
" Gak bisa gini , aku harus susulin Cinta . Bisa gila aku kalau gini ."
Jackson bergegas masuk kembali kedalam lounge dan mengajak Adit pergi setelah berpamitan pada teman-temannya .
" Kita mau kemana sih ? " tanya Adit karena kini Jackson yang mengemudi.
" Sekarang temenin Gue ke Mall beli beberapa barang untuk Gue jadiin oleh-oleh untuk keluarga Cinta ", ucap Jackson.
" Terus Lu sekarang urusin tiket pesawat gue kesana untuk penerbangan besok pagi , siapin juga hotel, dan kendaraan Gue selama disana . Minta juga staff hotel kita yang ada di Malang siapin set perlengkapan dan perlatan untuk resto. Gue mau bawain untuk ayah dan bunda cinta sebagai buah tangan ", perintah Jackson .
" Lu kesana mau lamaran ? " Tanya Adit .
" Yah enggak lah. Gue mau memperkenalkan diri Gue sebagai kekasih Cinta . " Jawab Jackson santai penuh percaya diri .
" Beneran udah gila nih si sultan bucin . Kenalan aja bawaannya segini banyak. Gimana kalau lamaran nanti ", batin Adit . Namun Ia memilih tak berkomentar . Jika sudah menyangkut Cinta , si sultan bucin udah gak bisa di bantah lagi .
.
.
.
.
.
"*Kamu tahu seseorang sangat istimewa bagimu ketika hari-hari terasa tidak tepat tanpa mereka." - John Cena*.
"*Merindukan seseorang dan tidak bisa melihatnya adalah perasaan terburuk yang pernah ada." - Nathanael Richmond*.
.
.
.
.
.
To be continue
\*\*\*\* Kira-kira kegilaan apa lagi akan dilakukan babang sultan yang lagi bucin saat nanti ketemu keluarga Cinta . jangan lupa like dan Tinggalkan komentar kalian yah. Jadikan favorite biar kalian dapat notif kalau aku update part baru lagi. Stay healthy ❤
__ADS_1