Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 15 . Gue bos penguntit


__ADS_3

Pagi ini Jackson kembali bersikap aneh.


Berbeda dengan hari sebelumnya.


Hari ini kantor Jackson rasa-rasanya seperti neraka .


Saat datang pagi tadi Jackson sudah marah-marah karena tak ada sekuriti yang menyambut untuk memarkir mobilnya.


Ditambah lagi dengan la harus menunggu lama lift untuk sampai di ruangannya.


Saat akan masuk ke ruangannya, Ia meminta sekertarisnya memanggil Adit .


" Pagi Bos... Gimana Kepala Lu? gak sampe pusing kan ? " tanya Adit peduli .


" Gak. I'm okey " jawab Jackson singkat .


" Bahaya nih... kalau Jackson udah bicara sok kebule-bulean pakai bahasa inggris, tandanya dia lagi kesal ", batin Adit .


" Kenapa Lu manggil Gue ? " tanya Adit .


" Coba lu periksa semua lift dikantor ini ", perintah Jackson .


" Tadi waktu Gue mau naik, Gue lama banget nunggunya " , lanjutnya .


" I don't like waiting "


" Oke ", jawab singkat Adit lalu berjalan keluar dari ruangan Jackson.


Adit berhenti sejenak di meja sekertaris Jackson " Hati-hati Lu... Bos Lu lagi kesal. Lagi di rasuki sama hantu Bule ", peringat Adit pada sekertaris Jackson .


Kemudian Ia tertawa dan berjalan masuk keruangannya.


Hari ini mood Jackson benar-benar jelek.


Cinta sampai sekarang masih menghindarinya.


Ia sebenarnya tahu alasan Cinta bersikap seperti itu karena itu adalah kesalahannya.


" Gue kan juga berhak mendapatkan maaf ", batin Jackson .


Ditambah lagi hari ini Jackson merasa banyak sekali kesalahan yang dilakukan oleh karyawannya.


Ini belum sampai tengah hari, tapi Jackson merasa Ia bertambah tua 10 tahun karena marah-marah terus sejak pagi .


" Panggil Adit keruangan saya ", perintah Jackson pada Sekertarisnya .


Tak lama masuklah Adit ,


" Yes Bos ", sapa Adit saat masuk keruangan Jackson.


Jackson berdiri dan meminta Adit untuk duduk di Sofa.


" Dit.. menurut Lo Gue harus gimana? " Tanya Jackson meminta masukan dari Adit .


" Cinta masih gak mau angkat telepon Gue . " Ucapnya gusar .


" Emangnya kenapa Cinta sampai nyuekin Lu ? "


" Bukannya malam itu, Lu yang nganterin Cinta ke bandara ? " tanya Adit.


" Gue ada buat salah sama Cinta ", jawab Jackson ragu.


" Salah apaan ? " Tanya Adit penasaran .


" Gue cium Cinta sebelum dia turun dari mobil pas di Bandara ", Jawab Jackson dengan suara kecil seperti berbisik.


" Whaattt ??? " pekik Adit .


" Gila Lu, pantesan aja Cinta marah . "


" Baru kenal 2 hari Lu main sosor aja ", Adit kini ikut menyalahkan Jackson .


" Gue kira Cinta gak bakalan semarah ini " , bela Jackson .


" Yah jelas marahlah.... orang bego juga tahu, Cinta itu beda. Dia gak kaya cewek cewek gila Lu yang mau aja Lu cium cium, Lu ***** ***** bahkan Lu tidurin " , jawab Adit emosi karena sahabatnya ini mulai bodoh .


" Yah ngerti Gue.. makanya Gue sekarang mau minta maaf ama dia . " Ucap Jackson menyesal .


" Gue juga bingung kok sebegitu besar pengaruhnya si Cinta pada gue . Biasanya gue masa bodoh aja . "


" Kayaknya Gue beneran Cinta deh sama dia ", ucap Jackson yakin .


" Tolongin Gue dong Dit .... "


" Gue gak kenal diri Gue lagi . " Racau Jackson .


" Gue udah seperti bukan Jackson lagi . "


" Gue bukan Jackson si penakluk wanita lagi ", lanjut Jackson sedikit panik.


" Bentar, sepertinya Gue tau solusinya ", kata Adit.

__ADS_1


" Gue panggil Ray dulu yah kemari " . Sambungnya .



Tak butuh waktu lama, Ray datang dengan tergesa-gesa.


Ia langsung masuk ke ruangan Jackson tanpa mengetuk pintu dan membalas sapaan dari sekertaris Jackson.



" Jack... Jack.. Lu gak kenapa-napa kan ? " tanya Ray Panik.



Jackson mengernyitkan dahinya .



" I'm fine. emang kenapa ? " Jackson bingung .



" Si Adit telponin Gue, minta Gue buru kesini. Katanya Lu lagi kejang-kejang karena kesambet ", jelas Ray yang masih sedikit ngos-ngosan akibat berlari .



" Sialan. Kampret tuh si Adit ", umpat Jackson.



Kini Trio itu duduk di sofa ruangan kantor Jackson dengan Adit yang masih sesekali menertawakan Ray yang percaya begitu saja apa yang Ia ucapkan.



" Serius nih Gue... jadi apa solusi lu ? " tanya Jackson.



" Gampang aja.. Cinta sahabat Wulan, teman kantor bahkan teman serumah. Ray telponin Wulan gih... minta sambungin teleponnya ke Cinta . Gitu aja repot ", kata Adit dengan santai .



" Iya...bener juga. Cepet Ray teleponin Wulan " , perintah Jackson mulai tak sabar .



Saat Ray hendak menelepon wulan pakai panggilan suara, Jackson meminta Ray menghubungi pakai panggilan video saja.



Tuutt... tuut....


lalu telepon diangkat oleh Wulan .



" Sayang kenapa lagi? masih kangen liat \*\*\*\*\* yahh ? aku lagi di Jalan nih, gak bs mampir ke toilet lagi ", cerocos Wulan saat baru saja mengangkat teleponnya.



Wajah Ray berubah merah menahan malu melihat pandangan Adit dan Jackson padanya.



" Kamu ngomong apaan sih. Jangan ngomong macam-macam deh, disini ada Adit dan Jackson " jawab Ray.


" Kamu lagi bareng Cinta ? " dibalas anggukan oleh Wulan .


" Ponselnya bagi ke Cinta gih , si Jackson mau ngomong. Udah hampir gila nih si Jackson karena di cuekin Cinta " , lanjut Ray.



Kemudian terdengar Wulan sedang berbicara pada Cinta.



Tak lama muncul wajah Wulan lagi di layar ponsel Ray,


" Cintanya gak mau . Katanya sampein ke Jackson jangan ganggu Cinta lagi ", ucap Wulan lalu memutus sambungan telepon.



Jackson tindak ingin menyerah begitu saja.


" Lu telepon si Wulan lagi, Gue mau ngomong . "



Ray kembali menelepon Wulan, kini dengan panggilan suara,


" Halo... kenapa lagi sih sayang. Aku sibuk nih " , jawab Wulan menerima panggilan dari kekasihnya.

__ADS_1



" Bentar aja. Nih si Jackson mau ngomong ama kamu ", kata Ray kemudian menyerahkan ponselnya pada Jackson .



" Lan... tolongin Gue, buat si Cinta mau bicara ama Gue. Penting banget . Hidup dan mati Gue nih. " pinta Jackson melebih-lebihkan .



" Cinta nya yang gak mau ngomong ama Lu. Gue kudu piye ? " jawab Wulan frustasi .



" Lan.. Lu mau gak tas Gu\*\*i keluaran terbaru ? " Jackson mulai menawarkan kesepakatan .



" Mau banget Gue... emang Lu mau beliin ? " tanya Wulan antusias.



" Asal Lu bisa buat Cinta ngomong ama Gue. Sekali aja. Lu boleh pilih terserah Lu maunya yang mana " , Jackson makin bersemangat .



" Deal " . Sahut Wulan bersemangat .



Saat jam makan siang ponsel Jackson tiba-tiba berdering ada telepon dari Wulan.


" Halo " , sapa Jackson .


" Nih Cinta mau ngomong ", kata Wulan.


Jackson segera berdiri mengambil jarak dari kedua sahabatnya karena ingin fokus berbicara dengan Cinta .


Hanya sekitar 10 menit akhirnya Jackson kembali bergabung bersama sahabatnya .


" Kenapa muka Lu makin kusut. Bukannya udah berhasil ngobrol ama Cinta ", tanya Adit .


" Si Cinta udah maafin Gue ", Jackson terlihat tak bersemangat .


" Yah bagus dong ", kata Adit.


" Tapi dia bilang ini yang terakhir dia mau ngomong ama Gue. Katanya anggap aja gak pernah kenal . "


" Trus gue harus gimana dong, kalau Gue kangen berat gimana ? " lanjut Jackson makin frustasi .


" Apa Cinta udah punya kekasih yah ? " Jackson seolah bertanya pada dirinya sendiri.


" Yah Lu kirim orang untuk awasin dia lah " , usul Ray yang sebenarnya hanya bercanda aja .


Jackson langsung terlihat bersemangat dengan usulan Ray.


" Bener juga Lu. Kenapa gue gak kepikiran yah . Gue kan jadi bisa dapat foto si Cinta juga . "


" Lu mau jadi penguntit ? " Adit seakan tidak setuju dengan ide gila kedua sahabatnya.


" Yah enggaklah.. Tapi Gue mau jadi bosnya penguntit . " Jawab Jackson dengan yakinnya .


.


.


.


.


.


 " Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihan, tapi jatuh cinta denganmu benar-benar di luar dayaku. "


.


.


.


.


.


.


.


. to be continue


***** makin somplak aja si Jackson. Ikuti terus ke somplakan Jackson karena Cinta yah *****

__ADS_1


__ADS_2