Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 56 . Cinta sakit , Jackson galau ( Part 2 )


__ADS_3

Cinta sudah 3 hari dirawat di rumah sakit . Selama itu pula Jackson tak pernah jauh darinya .


Ia selalu berada di sisi Cinta , karena wanita itu sering merasa ketakutan jika ditinggal sendiri .


Hari ini dokter sudah membolehkan Cinta pulang . Tubuhnya sudah dalam kondisi benar benar pulih . Hanya saja Cinta masih harus kembali berkonsultasi beberapa kali bersama psikiater untuk menyembuhkan traumanya .


Awalnya Cinta menolak untuk berobat ke psikiater , mau tak mau Jackson harus menggunakan sedikit paksaan agar Cinta luluh juga .



Flashback kemarin



Dokter sudah menyarankan agar Cinta berkonsulatsi ke psikiater , karena menurut Jackson setiap malam Cinta sering terbangun karena mimpi buruk .



Ia bahkan menolak minuman apapun yang diberikan oleh orang lain kecuali dari Jackson .



Cinta akan cemas dan ketakutan jika Ia sendiri , bahkan jika malam hari Jackson sangat ingin ke kamar mandi maka Cinta akan ikut dan menunggu di dekat pintu kamar mandi .



Itulah mengapa Jackson bertekad membujuk Cinta agar mau mengikuti konseling .



Paginya Jackson berbicara baik baik mengenai maksudnya itu pada tunangannya . Tapi Cinta malah marah padanya karena Ia salah paham . Ia mengira jika Jackson menganggapnya gila .



Saat mereka berdebat Jackson bahkan diusir keluar ruang rawat selama 30 menit oleh Cinta , tapi beruntung karena Cinta mudah merasa takut jika sedang sendiri maka Ia akhirnya memanggil Jackson kembali yang tetap setia menunggu di depan pintu ruang rawat Cinta .



Setelah itu Jackson kembali berpikir dan akhirnya menemukan caranya . Walaupun cara ini sedikit tidak biasa , tapi tak apa lah .



Sejak sore hari , Jackson sudah meminta sahabat sahabat mereka dan kedua orang tuanya pulang  dan Ia menolak kunjungan mereka semua hingga besoknya .



Jackson juga memberitahu suster untuk tidak masuk ke ruang rawat Cinta jika tak ada panggilan .



Jackson sudah berkonsultasi mengenai cara ini dengan psikolog yang akan menangani Cinta nantinya .



Setelah mandi sore , Cinta sudah terlihat lebih segar . Wanita itu sedang duduk bersila di atas bangkarnya dan sibuk memakai skincarenya .



Jackson merasa ini waktu yang pas . Ia segera mengunci pintu dan  ikut bergabung ke atas bangkar . Ia memeluk Cinta dari belakang , menyampirkan rambut Cinta ke samping .


Lalu mulai menciumi tengkuk tunangannya .



Segaja Ia hembuskan napasnya tepat di belakang cuping telinga Cinta karena Ia hapal betul dimana letak titik sensitif wanita itu .



Cinta merasakan itu semua awalnya Ia menikmatinya namun lama kelamaan Ia merasa aneh. Ada perasaan takut , cemas jika saja yang sedang memeluknya saat ini bukan Jackson .



Sontak saja Ia berbalik dan menatap Jackson .


" Oh syukurlah itu kamu . " Ucapnya .



Kening dan wajahnya mulai berkeringat .



" Ada apa sayang ? Aku sangat merindukanmu . " ucap Jackson dengan nada menggoda .



Lantas Jackson segera meraih dagu Cinta , Ia arahkan agar lebih dekat padanya .



Ia berikan kecupan di bibir manis itu , lalu semakin intens tapi tak berapa lama Cinta segera menjauhkan wajahnya .



Ia tiba tiba saja mengingat ketika Ricko memaksa mencumbunya sampai melukai bibirnya .



" Ada apa sayang ? " Tanya Jackson lagi .



" Tak apa .. tapi aku ingin memakai skincareku dulu . " Tolak Cinta . Keringat semakin banyak membanjiri wajahnya .

__ADS_1



Ia sengaja tak memberitahukan Jackson alasan jika semua karena Ia teringat kejadian saat itu , bisa bisa Jackson kembali memaksanya untuk ke psikiater .



" Lupakanlah dulu Skincare mu , aku sangat merindukanmu saat ini . " Ucap Jackson .



Ia langsung menindih tubuh Cinta , lalu menyerang lehernya dengan kecupan kecupan .



Lalu Jackson dengan sengaja memegang dua bukit kembar Cinta dari luar pakaian khas rumah sakit yang dikenakan Cinta .


Cinta sudah mulai menolak , ia terus berusaha mendorong Jackson tapi pria itu seolah bertahan dengan memberikan kata kata rayuan .



" Aku sangat merindukanmu sayang . "


" Aku sangat mencintaimu sayang . "


" Aku sudah tak sabar untuk segera menikahimu . "



Begitulah kata kata yang terus terucap dari bibir Jackson bersamaan dengan tangan dan bibirnya yang menjelajahi tubuh bagian atas tunangannya .



Akhirnya Cinta tumbang juga . Ia akhirnya menangis . Mendengar itu Jackson menghentikan aksinya .



" Ada apa sayang  ? Kamu baik baik saja  ? " Tanya Jackson hawatir .



" Tidak.. tidak .. aku tidak  baik baik saja . "


" Baiklah aku akui jika aku memang masih sering di hantui kejadian malam itu . "



Jackson memeluk tunangannya untuk menenangkan wanita itu .



" Sudah sudah sayang . Maafkan aku . Tapi kamu lihat sendirikan , kita membutuhkan konseling itu . Bukan cuma untukmu , lakukanlah untukku juga . Aku tak mungkin bisa menyentuhmu jika kamu menangis histeris seperti tadi . Apa kamu mau terus seperti itu ? "




" Baiklah , jika seperti itu kamu harus mau mengikuti konseling yah sayangku . " pinta Jackson .



Cinta mengangguk .


Jackson membalas dengan memperat pelukannya .



Malam itu kedua pasangan yang telah bertunangan menghabiskan malam mereka dengan saling memeluk erat di selingi dengan kecupan mesra sesekali .


" Mission success . " Batin Jackson .



Flashback Off



Setelah merapikan barang barangnya . Cinta dan Jackson segera pulang ke apartemen Cinta .


Tanpa Ia duga disana semua sahabatnya berserta orang tua Jackson sudah siap menyambut mereka berdua  dengan hiasan dan berbagai  hidangan yang menggugah selera .


Jackson terus berkomunikasi dengan Adit , mengabari agar mereka bersiap karena dirinya dan Cinta kini sudah berada di lobby apartemen .


Mereka berdua keluar dari lift dengan tangan Jackson yang terus saja melingkari pinggang tunangannya .


Jackson menekan kode kunci apartemen , perlahan pintu Ia buka .


Cinta mengernyit melihat apartemennya yang sangat gelap . Seluruh jendela kaca tertutup tirai ,sehingga tak ada seberkas cahayapun yang masuk .


Lalu tiba tiba ,


" Suuurrrprriisseeee ..... " Teriak semua orang secara bersamaan .


Cinta terkejut sontak saja memeluk Jackson dan membenamkan kepalanya ke dada tunangannya . Tapi kemudian Ia kembali berbalik badan pada sumber suara dan begitu terharu Ia melihat apartemennya yang penuh dengan hiasan pesta serta semua sahabatnya ada di sana . Rere , Wulan , dan Sofi . Sahabat Jackson juga ada Adit , Ray , dan  Marvel .


Ditambah lagi kehadiran calon mertuanya membuat Cinta merasa sangat di sayangi oleh semuanya .


Satu per satu mereka menyambut Cinta dengan pelukan . Kemudian mereka semua menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh Mami Lastri.




Sebulan telah berlalu . Kondisi Cinta semakin membaik , dan telah dinyatakan sembuh total dari traumanya oleh psikiaternya .

__ADS_1



Selama sebulan itu , Cinta mengambil cuti dari kantornya. Dengan begitu Jackson harus melakukan yang sama .



Ia harus bekerja dari rumah , bahkan terkadang jika memang sangat penting maka Ia akan mengajak Cinta ikut serta . Itu semua karena sebelumnya Cinta sangat takut jika sendiri .



Terkadang Jackson juga harus memindahkan meetingnya di malam hari karena Ia harus menunggu mami atau ketiga sahabat Cinta pulang kantor dulu . Semua itu agar mereka bisa bertukar menemani Cinta saat Jackson harus pergi .



Selama ini keluarga Cinta di Malang hanya mengetahui jika Cinta masuk rumah sakit karena kelelahan .



Tapi syukurlah semua perjuangan dan pengorbanan mereka kini berhasil , Cinta telah dinyatakan sembuh total dari traumanya .



Bahkan hari ini, Ia sudah bersiap kembali bekerja . Tentu saja dengan di antar oleh Tunangannya .



" Jangan telat makan , minum obatnya . Jangan memaksakan diri, jangan terlalu lelah . Jangan lupa sering seringlah mengabariku . Jika ada apa apa segera hubungi aku sayang . "


Pesan Jackson pada Cinta sebelum akhirnya Cinta mengecup bibirnya  sekilas lalu turun dari mobilnya .



Jackson hanya bisa menatap punggung tunangannya menghilang di balik pintu kantornya .



" Hai semua.... selamat pagi sayangku ..." Sapa Cinta ramah seperti biasanya pada Rere dan Sofi .



Tak ada jawaban untuk sapaan Cinta . Akhirnya wanita itu memilih untuk menghampiri kedua sahabatnya yang kini sedang duduk berhimpitan di kubikel sofi .



" Hei.. kalian kok pada gak jawab sa.... "


" Ehh.. kenapa Sof, kok Lu nangis ? " Tanya Cinta yang seketika panik melihat salah satu sahabatnya berderai air mata .



Tangis Sofi makin kencang saja , Rere menatap Cinta sambil mengulurkan sebuah kertas .


" Wulan pergi . Salah kita karena kurang memperhatikan dia yang ternyata menyimpan masalahnya sendiri . " Ucap Rere terdengar sangat menyesal .



Cinta segera membuka kertas yang ada di genggamannya . Intinya isinya itu tentang Wulan yang pamit karena kini Ia ingin hidup sendiri. Tidak bersama kami sahabatnya , tidak bersama keluarganya di Bali , atau bersama Ray kekasihnya .



Cinta mulai terisak membaca surat Wulan , sepertinya wanita itu selama ini menyimpan beban yang berat . Tak bisa Ia pikul hingga kini Ia memilih untuk pergi membawa semuanya sendiri .



Cinta sadar jika hanya Jackson yang bisa menolongnya .



Ia kembali ke kubikelnya , mengambil ponsel lalu menghubungi Jackson .



Ketika teleponnya baru saja di terima oleh Jackson , Cinta langsung saja berucap dengan panik .


" Sayang... TOLONG . "



.



.


.


.


.


"Situasi terburuk dalam hidup mengajarkan kita pelajaran terbaik. Dalam situasi apa pun, jangan biarkan emosimu mengalahkan kecerdasanmu. Kebahagiaan kita tidak bergantung kepada situasi yang kita alami, melainkan kepada cara kita memandang situasi tersebut . Ingatlah selalu ada harapan di setiap situasi terburuk."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2