
Walaupun hari ini hari minggu Cinta tetap harus bangun pagi. Niatnya untuk bermalas-malasan seharian tidak bisa Ia wujudkan. Pasalnya hari ini Ia memiliki janji untuk membantu Jackson pindah ke apartemennya yang baru .
Yah.. Jackson ternyata serius dengan ucapannya. Ia membeli sebuah unit apartemen tiga hari setelah Ia mengatakan niatnya untuk tinggal di tempat yang lebih dekat dengan Cinta .
Awalnya Jackson ingin membeli unit apartemen di tempat yang sama dengan Cinta.
Hanya saja semua unit di sana tidak ada yang kosong .
Jadilah dengan berat hati Ia membeli unit apartemen yang lokasinya paling dekat dengan apartemen Cinta .
Kemarin seharian Cinta menemani Jackson membeli perlengkapan untuk apartemen barunya.
Sebenarnya hanya perlengkapan-perlengkapan kecil saja, karena apartemen yang dibelinya adalah apartemen siap huni .
Sepertinya Cinta harus terbiasa dengan sikap Jackson yang jika belanja tidak pernah melihat label harganya.
Berbeda dengan Cinta, saat membeli sesuatu Ia akan membandingkan antara kegunaan , fungsi, dan juga harga barang tersebut .
" Bener juga kata sofi kalau sultan sih bebas bebas aja ", batin Cinta saat melihat tingkah Jackson saat mereka belanja bersama.
~flashback
Saat kemarin mereka makan siang setelah berbelanja beberapa barang Cinta iseng bertanya pada Jackson,
" Sayang... kamu tahu gak kalau ada yang namanya proses refilisasi H2O untuk botol shampo atau sabun yang sudah habis ? "
Jackson menggeleng tanda tak mengerti maksud Cinta .
" Sayang.. aku dari dulu itu sekolah bisnis. Bukan sekolah untuk jadi ilmuwan. Jangan nanyain proses proses yang aneh deh. Kalau kamu nanyainnya sabun selain untuk mandi bisa dipakai untuk apa lagi , nah itu aku tahu jawabannya sayang ."
Jawab Jackson dengan tersenyum .
" Iya.. iya... mana mungkin sultan seperti kamu tahu yah soal ngisi ulang botol shampo atau sabun pakai air sebelum dibuang . Tapi kegunaan sabun yang lain mandi untuk apa sayang ? "
Kini berbalik Cinta yang dibuat bingung karena ucapan Jackson.
" Adalah sayang. Jangan dibahas di sini . Yang pasti sejak sering berduaan sama kamu, aku jadi sering memanfaatkan kegunaan sabun yang selain untuk mandi . Apalagi nanti kalau kita makin sering berduaan di apartemen baru . "
Jackson mengakhiri penjelasan untuk Cinta mengenai kegunaan sabun dengan tertawa karena keluguan Cinta .
Ting.. tong....
Bel apartemen Cinta berbunyi .
Sofi yang kebetulan telat bangun dan akhirnya harus sarapan sendiri pagi itu , beranjak dari tempat Ia duduk untuk membuka pintu .
" Ehh.. Babang Sultan , masuk yukk ", sapa Sofi .
" Gue bukan Sultan... nama gue Jack-son ... Panggil nama gue yang bener ." Protes Jackson
" Atau Lu boleh juga manggil Gue Sayangnya Cinta... atau Pacar tersayangnya Cinta ... nah itu boleh ", lanjut Jackson yang terus mengikuti langkah sofi masuk ke dalam apartemen .
" Kepanjangan kalau gitu .... babang sultan udah paling pas... kan emang Lu udah seperti sultan sultan. Mobil banyak sering ganti-ganti . Kirim makanan untuk Cinta tapi ngirimnya untuk se RT . Apalagi Lu pernah beliin tas kremes tuh untuk si Wulan.. apa coba kalau bukan sultan ."
Sofi menjelaskan dengan serius.
" Terserah Lu dah... suka-suka Lu ", jawab Jackson pasrah.
" Susah kalau mau berdebat sama Sofi, dijelasinnya lama ," batin Jackson .
" Sayang... kamu udah datang ", sapa Cinta .
Jackson memeluk Cinta saat Cinta sudah berada di jangkauannya .
" Kangen banget aku . " Ucap Jackson mengeratkan pelukannya dan membawa kepalanya ke ceruk leher cinta untuk menghirup dalam aroma tubuh Cinta yang sudah menjadi candunya .
" Aaarrrhhhh.... Mama.. Wulan... tolong aku .... mataku ternodai " teriak Sofi mengejek tingkah Jackson dan Cinta .
" Lagian Lu berdua udah seperti pasangan yang gak ketemu sebulan.. padahal semalam baru aja pisah " , celetuk Wulan yang baru saja turun dari kamarnya .
__ADS_1
" Ngiri kan Lu ? " balas Jackson tapi tetap saja menahan Cinta dalam pelukannya.
Cinta berbalik merubah posisi mereka, hingga kini Jackson memeluk Cinta dari belakang .
" Pergi ke Bali gih sono.... biar rindu Lu terobati ."
Jackson masih saja terus menggoda Wulan.
Cinta yang sudah bosan mendengar perdebatan antara kedua sahabatnya dengan sang kekasih, akhirnya mengajak Jackson untuk segera pergi .
" Ya udah jalan sekarang aja Yuk... biar beberesnya bisa santai-santai ."
Cinta lalu berjalan menuju pintu apartemen dengan susah payah karena Jackson masih memeluknya dari belakang.
" Gue pergi yah.. dahh..... " teriak Cinta pada kedua sahabatnya sesaat sebelum Ia akan menutup pintu dari luar.
Jackson dan Cinta kemudian berangkat menuju apartemen Jackson yang baru.
Cinta kagum melihat apartemen baru milik Jackson.
" Kenapa Gue harus terkejut. Untuk membeli yang seperti ini pasti sangat mudah bagi Jackson ." batin Cinta .
Lamunanya terhenti ketika tangan Jackson memeluk pinggangnya dari belakang.
" Gimana sayang, kamu suka apartemennya ? "
" Ia. Apartemennya bagus. Tapi sepertinya terlalu besar untuk ditinggali seorang diri ", Jawab Cinta .
" Syukurlah kalau kamu Suka . "
Jawab Jackson Singkat. Jackson senang mendengar Cinta menyukai apartemen ini karena Ia membeli Apartemen ini menggunakan nama Cinta .
Jackson mengecup singkat pipi Cinta lalu Ia melepaskan pelukannya .
" Berkelilinglah, katakan padaku jika ada yang kamu tidak suka. Aku ke kamar mandi dulu ."
Cinta mengangguk dan mengikuti perintah Jackson. Ia menatap ke sekeliling tempat Ia berdiri saat ini .
Mata Cinta menatap sebuah nakas kayu yang lumayan besar berada di bawah TV .
Diatas nakas penuh dengan bingkai foto, saat Cinta amati beberapa foto itu adalah foto saat mereka bersama di Bali. Itu adalah pertemuan pertama mereka. Ada juga foto mereka bersama saat di acara ulang tahun perusahaan.
Cinta tersenyum, " bagaimana Ia bisa mengumpulkan ini semua ? " batin Cinta .
Lalu Cinta beranjak untuk melihat ruangan lain di apartemen ini .
Cinta ingin beralih ke bagian dapur. Saat Ia menemukan tempat yang ditujunya, kembali Cinta dibuat kagum dengannya. Peralatan masak yang lengkap dengan lemari pendingin yang besar. Ada meja bar yg dipasang dekat dengan area memasak sedang ada juga meja makan berukuran empat kursi yang tak jauh dari sana.
Yang menarik perhatian Cinta, suasana dapur juga dibuat sangat lembut. Warna peralatan masak, meja makan, bahkan meja bar dibuat dengan warna pastel yang lembut.
Saat tadi Cinta berjalan ke dapur Cinta sempat melihat sebuah pintu ruangan. Ruangan yang sama yang dimasuki oleh Jackson. Sepertinya itu kamar tidur.
Cinta sebenarnya ragu untuk masuk namun karena Ia penasaran jadi Ia memberanikan diri untuk masuk.
Betapa terkejutnya Cinta, saat Ia masuk Ia melihat foto dirinya yang berukuran sangat besar terpajang di dinding bagian atas tempat tidur.
Cinta terperangah menatap foto itu , mengingat dimana foto itu diambil.
" Ahh.. aku ingat foto itu adalah foto saat kami berada di la plancha Bali. Saat itu aku memang sedang fokus menatap sunset, sehingga aku tak sadar jika Jackson mengambil fotoku saat itu ", guman Cinta .
Tempat tidur berukuran king size dengan dua nakas di masing - masing sisi, lengkap dengan lampu tidur dan bingkai foto dengan gambar Cinta dan Jackson bersama .
" Sepertinya Jackson sangat suka fotografi ", batin Cinta .
Selebihnya kamar ini hampir sama dengan kamar di apartemennya saat ini. Ada set sofa kecil. TV berukuran sedang menempel di dinding. Ada meja rias. Cinta tersenyum mengira apakah seorang pria seperti Jackson juga memerlukan meja rias.
Yang menarik perhatian Cinta adalah salah satu dinding ini terlihat seperti pintu geser. Cinta mencoba menggesernya dan ternyata benar. Ada ruangan lain yang membuat Cinta makin terkejut.
Sebuah walking closet. Dengan lemari berpintu cermin disekeliling ruangan itu . Di tengah-tengah ada sofa berukuran kecil juga sebuah laci tempat menyimpan aksesoris .
Cinta terkejut melihat isi laci aksesoris itu terisi beberapa aksesoris milik wanita . Cinta lalu membuka pintu lemari satu per satu .
Awalnya yang Ia lihat adalah pakaian pria yang sudah tertata rapih. Namun di bagian lain ada beberapa pakaian wanita .
" Sepertinya yang itu pakaian Jackson , lalu pakaian milik siapa yang lainnya ? " batin Cinta.
Ia sudah berpikiran yang tidak-tidak apakah mungkin saja Jackson memiliki wanita lain .
Lamunannya terhenti ketika mendengar Jackson memanggilnya,
" Sayang kamu disini ? " tanyanya.
__ADS_1
Jackson mendekat kearah Cinta, namun yang Ia lihat saat ini adalah tatapan penuh tanda tanya dari Cinta. Jackson sudah bisa menduga penyebabnya .
" Hei... hei .. sayang.... kamu jangan berpikiran aneh dulu . Semua barang disini adalah milikku dan milikmu ", ucap Jackson menjelaskan .
" Tapi aku tak pernah merasa membelinya ", jawab Cinta ketus .
" Aku yang menyiapkannya untukmu . Ku pikir bisa saja jika nanti kamu berada disini dan membutuhkan baju ganti kamu sudah memilikinya ", jawab Jackson jujur .
" Dan apa yang akan kulakukan disini sampai harus membutuhkan baju ganti ", Cinta masih tak percaya lalu keluar melewati Jackson begitu saja .
Cinta menunjuk meja rias, " Jadi yang satu itu juga akan kamu katakan untukku ? " tanyanya ketus .
Jackson hanya mengangguk .
" Omong kosong ", Cinta lalu berniat pergi keluar kamar namun di cegah oleh Jackson.
" Sayang... kamu jangan berpikiran macam-macam. Semua ini hanya untuk kamu. Coba kamu pikir , jika aku memang ingin berbuat seperti yang ada dipikiranmu untuk apa aku memajang semua foto kita berdua hampir disemua tempat pada apartemen ini ? " Jackson membela diri .
Cinta mulai tenang , Ia merasa Jackson ada benarnya dan tak patut Ia curiga hanya karena hal seperti itu .
" Sayang, percayalah padaku. Aku mencintaimu, sangat. Tak akan pernah terjadi apa yang ada dipikiranmu ", ucap Jackson menatap dalam mata Cinta .
Cinta mengangguk, " Maafkan aku sayang. Aku hanya .. hanya... "
Ucapan Cinta terhenti karena kini bibirnya dibungkam oleh bibir Jackson .
Yah ... Jackson awalnya hanya mengecup bibir manis Cinta , namun kemudian salah satu tangannya meraih pinggang Cinta dan tangan lainnya menahan tengkuk Cinta agar tak melepaskan Ciuman mereka.
Cinta juga membalas ciuman Jackson, Ia sebenarnya juga sejak semalam merindukan ciuman ini .
Ia balas memeluk Jackson mendekapnya erat seolah meminta agar Jackson tidak cepat mengakhiri kegiatan mereka .
Mereka saling mencium, berbelit lidah, menyalurkan hasrat yang mereka tahan .
Beberapa saat berciuman dalam posisi berdiri membuat kaki cinta mulai terasa lemas karena nikmatnya permainan mereka.
Jackson menyadari hal itu dengan perlahan menggendong Cinta ke tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya.
Ia membaringkan Cinta dengan sangat hati-hati, melanjutkan ciuman mereka yang sempat terhenti.
Kini Jackson beralih ke leher Cinta. Memberi kecupan, jilatan , bahkan gigitan kecil disana mengantarkan getaran aneh bagi Cinta.
Semua ini adalah hal yang baru baginya. Membuatnya terbuai merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Jackson. Cinta mendongakkan kepalanya semakin memberi Jackson celah untuk menjelajahi lehernya .
Ciuman Jackson semakin turun , tangannya kini bahkan tak tinggal diam . Namun saat itu juga kesadaran Jackson kembali .
Ia bangun dari atas tubuh Cinta. Ia melihat Cinta yang sudah terbuai dengan tindakannya .
" Maafkan aku sayang... aku hampir saja terpancing gairahku ", ucap Jackson terlihat menyesal .
Cinta melihat Jackson bingung. Ia merasa tadi tidak menolak sedikitpun tindakan Jackson namun mengapa Jackson minta maaf.
" Apa maksudmu sayang ? " Cinta akhirnya bangun dan ikut duduk di hadapan Jackson .
" Aku sudah berjanji untuk menjagamu . Aku benar-benar mencintaimu . Aku akan menjaga kehormatanmu sampai waktunya tiba bagi kita berdua ", ucap Jackson .
Cinya tersenyum . Tak menyangka kalau Jackson sangat mencintainya dan menjaganya. Hatinya seketika menghangat. Kini Ia yakin pada hati dan dirinya kalau Ia juga mencintai pria ini.
Cinta tiba-tiba mendekati Jackson. Duduk dipangkuan Jackson kemudian dengan berani mencium Jackson lebih dulu. Cinta kini yang memimpin ciuman manis mereka berdua dalam pangkuan Jackson .
Saat ciuman mereka terhenti , " Makasih sayang, telah mencintaiku. Telah sabar menunggu aku membuka hati padamu . Aku juga kini mencintaimu. Sangat. " ucap Cinta.
Jackson bahagia mendengar pernyataan Cinta barusan. Akhirnya penantiannya tidak sia-sia .
Ia memeluk Cinta sekali lagi lalu menurunkan Cinta dari pangkuannya .
" Kamu sudah naik ke lantai atas ? " tanyanya .
Cinta menggeleng .
Jackson mengulurkan tangannya , " Ayo ikut aku ke atas. Masih ada kejutan lain untukmu di sana ."
.
.
.
.
.
"Kesabaran bukan tentang berapa lama kamu bisa menunggu, tapi seberapa baik kamu bersikap saat sedang menunggu." ( Jackson Putra Haryono )
."Jangan buru-buru dalam cinta, karena itu tidak akan pernah habis. Biarkan cinta yang mengetuk pintu hatimu, sehingga saat kau mulai merasakannya, kau tahu itu nyata." ( Cinta Shaamera )
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue .
***** terimakasih buat para readersku tersayang yang sudah nungguin dan dukung cerita Cinta&Jackson . Semoga bs menghibur kalian yah . ayoo like dan ramein kolom komentar nya yah . stay healthy , salam ❤ *****