Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 30 . Pertengkaran pertama


__ADS_3

Tak terasa sudah pukul sepuluh malam namun Jackson masih setia menunggu Cinta di apartemennya.


Bahkan kini dia tinggal seorang diri dengan hati yang gelisah menunggu di sofa.


Acara TV yang saat ini tayangpun sudah tidak bisa mengalihkan fokus Jackson dari rasa hawatir pada kekasihnya .


Ia takut terjadi hal yang membahayakan pada Cinta, tapi ia juga takut jika Cinta menghilang karena ingin menghindarinya. Sudah cukup betapa tersiksanya Ia dulu menahan rindu saat Cinta menghindari dirinya .


Wulan dan Sofi yang tadinya menemani Jackson menunggui Cinta sudah undur diri untuk istirahat dikamar masing-masing .


Mereka sebenarnya kasihan pada Jackson yang sudah lama menunggu Cinta, bahkan Ia belum makan malam.


Malan malam yang tadi diberikan oleh Wulan belum disentuh sama sekali oleh Jackson.


Lamunan Jackson terhenti taktaka Ia mendengar suara seperti kode kunci apartemen sedang ditekan dari luar .


Jackson mendekat ke arah pintu, berharap kali ini sang pujaan hatilah yang masuk melewati pintu itu .


Ceklek... pintu terbuka.


Jackson tersenyum melihat wajah cantik sang kekasih memasuki pintu.


Cinta terkejut dengan kehadiran Jackson di apartemennya.


" Kamu disini ? " tanya cinta penasaran .


Jackson melangkah menghampiri Cinta ,


" Iya . Aku menunggumu karena ponselmu tak bisa dihubungi . Kamu dari .... "


Ucapan Jackson terputus tatkala Ia melihat sosok pria yang mengikuti Cinta masuk ke dalam apartemen.


" RICKO ?! ", batin Jackson .


" Oh iya.. maafkan aku. Tadi aku ada urusan bersama Ricko. Kalian sudah saling kenal kan ", ucap Cinta santai .


Cinta belum menyadari bagaimana emosinya Jackson saat ini .


" Masuk Rick.. duduklah dulu. Gue ambil contoh designku di kamar yah ", lanjut Cinta menyilahkan Ricko duduk .


Saat melewati Jackson menuju kamar , Cinta sempat mengusap lengan Jackson sambil berkata" tunggu sebentar yah " dengan hanya gerakan bibirnya tanpa mengeluarkan suara .


Tinggallah Jackson dan Ricko yang saat ini duduk berhadapan menunggu Cinta .


" Jangan harap bisa mendekati Cinta lagi. Dia adalah kekasihku , calon tunanganku . Jadi jauhi dia ", ucap Jackson tak ramah .


" Baru calon kan ? " jawab Ricko menyindir .


" Gue gak akan jauhin Cinta kalau bukan dia sendiri yang meminta ", balas Ricko yang juga ikut tak ramah .


Perdebatan mereka terhenti tatkala Cinta kembali dari mengambil sesuatu di kamarnya .


" Nih Rick , Gue titip yah untuk Mama Lu . "


" Mama ", batin Jackson. " Apa hubungan Cinta sudah sejauh itu dengan Ricko sampai udah bertemu dengan Mamanya " , batin Jackson curiga karena cemburu . Semakin membuat amarahnya bertambah .


Ricko mengambil Map yang disodorkan Cinta. Lalu berjalan kearah pintu karena Ia hendak pulang .


" Kalau gitu Gue pamit yah. Tak baik seorang pria bertamu di apartemen wanita selarut ini ", ucapnya melirik ke arah Jackson.


Jackson lalu berdiri hendak membantah ucapan Ricko , namun Cinta segera menahannya dengan merangkul lengan Jackson .


" Makasih yah Rick ", ucap Cinta masih terus merangkul lengan Jackson sambil mengelus lembut punggung tangannya .


" It's Oke. Sampai ketemu hari Sabtu ", ucap Ricko makin memprovokasi Jackson sebelum akhirnya berlalu keluar dari apartemen Cinta .




Kini Jackson dan Cinta kembali duduk di Sofa .


Mereka duduk bersampingan di sebuah sofa panjang . Cinta memiringkan posisi duduknya agar bisa menghadap Jackson. Sedangkan Jackson terus saja menatap lurus ke depan . Ia tak ingin menatap Cinta .



Dengan memberanikan diri, Cinta meraih dagu Jackson. Lalu Ia berusaha menolehkan wajah Jackson padanya .



" Maafkan aku ", ucap Cinta dengan penuh penyesalan .



Jackson masih tak bergeming.



" Maafkan aku. Kumohon ", ucap Cinta kini yang juga mengenggam kedua pergelangan tangan Jackson .



" Jadi , apa ada yang ingin kamu jelaskan padaku ? " tanya Jackson pada akhirnya .



Kemudian Cinta mulai menjelaskan alasannya. Mulai dari Ricko yang mengajaknya secara mendadak siang tadi. Bagaimana ponselnya mati saat Ia hendak menghubungi Jackson.


Ia juga menceritakan apa-apa saja yang dia obrolkan bersama Mamanya Ricko.



Akhirnya Cinta memilih terbuka pada Jackson mengenai impiannya yang sebenarnya .



" Aku bisa membantumu jika kamu ingin kembali menggapai impianmu ", ucap Jackson yang mulai mengerti dan memaafkan kesalahan Cinta hari ini .

__ADS_1



" Kamu bisa berhenti bekerja, lalu bersekolah fashion designer. Atau jika tak ingin berhenti bekerja aku akan mencarikanmu guru yang bisa mengajarimu soal fashion design. Dan kalau memang perlu aku akan membuatkanmu sebuah butik agar kamu bisa langsung praktekkan hasil belajarmu ."



Jackson memberikan penawaran pada Cinta . Bukan hanya karena ingin membantu wanita yang Ia cintai , tapi rasanya Jackson tak rela karena peluang Cinta yang akan bertemu dengan Ricko semakin besar .



" Aku tak butuh itu semua. Aku ingin menggapai impianku karena usahaku sendiri. Aku sudah terbiasa bekerja keras seperti ini ", tolak Cinta .



" Tapi aku kekasihmu. Aku tak akan mungkin membiarkanmu menggapai impianmu sendiri.Aku menyayangimu, Aku mencintaimu , dan karena itu Aku harus membantumu . "


Jackson masih berusaha membujuk Cinta .



" Kalau kamu memang mencintaiku tolong bantu aku dengan percaya padaku . Bantu aku dengan mendukung caraku untuk menggapai impianku . Aku sudah berjanji untuk membuka hatiku padamu. Kita harus saling percaya agar hubungan kita ini bisa bertahan ", ucap Cinta .



Jackson akhirnya memilih mengalah dengan keinginan Cinta. Sebagai kekasih yang baik, benar kata Cinta dia harus selalu mendukungnya .



" Baiklah.. tapi untuk kesalahanmu hari ini kamu harus mengabulkan tiga permintaanku agar aku bisa memaafkanmu ", sebuah ide tiba-tiba muncul di kepala Jackson .



Cinta mengerucutkan bibirnya membuat Jackson makin gemas terhadap kekasihnya .



" Ayolah.. aku menunggumu selama empat jam. Bahkan aku belum makan malam karena hawatir padamu ", bujuk Jackson .



Cinta melirik piring yang diatasnya ada kotak makanan yang terletak di atas meja .



Dengan menghela napasnya ,


" Cuma tiga sajakan , baiklah akan aku kabulkan ."


" Sebutkan permintaanmu ", tanya Cinta .



Jackson berpikir sejanak, Ia membenarkan posisi duduknya agar mereka kini saling berhadapan . Lalu Ia mengucapkan keinginan pertamanya.


" Pertama aku ingin mulai saat ini kamu memanggilku dengan kata sayang. Akupun akan sebaliknya padamu ."




" Sangat penting dan sangat perlu. Sangat penting agar orang lain yang mendengarnya tahu kalau kamu milikku dan aku milikmu ", jawab Jackson.



" Itu juga jadi sangat perlu agar setiap kamu memanggilku , kamu akan ingat bahwa kamu harus belajar untuk menyayangiku seperti aku menyanyangimu. Bagaimana ? Kamu setuju Sayang ? " lanjut Jackson dengan menekankan kata Sayang .



Cinta tersenyum. Sedikit geli mendengar Jackson memanggilnya sayang .


" Baiklah Sayang... aku mengabulkan permintaan pertamamu Sayang ", balas Cinta tak kalah menekan kata Sayang yang Ia ucapkan .



Jackson terkekeh. Ia sangat puas. Ia berhasil membuat Cinta menuruti keinginannya dengan sangat mudah .



" Permintaan kedua ."


Jackson terdiam sesaat. Ia ragu untuk melanjutkan ucapannya. Tapi Ia sungguh menginginkannya.



" Permintaan keduaku ini bersifat fleksibel. Kalau kamu merasa tidak bisa mengabulkannya aku masih bisa mengubahnya dengan syarat kamu jangan marah ", lanjut Jackson .



" Cepatlah... aku akan berusaha mengabulkannya. Aku sudah berjanji. Kalaupun tidak bisa aku janji tak akan marah padamu Sayang ", jawab Cinta masih menekan kata sayang yang dia ucapkan untuk mengejek Jackson .



" Aku ingin kamu memberiku ciuman ", ucap Jackson ragu sambil telunjuknya yang Ia letakkan di salah satu pipinya .



Tanpa Jackson duga , dengan cepat Cinta mendekatkan wajahnya pada Jackson lalu memberikan kecupan singkat di salah satu pipi Jackson .



Jackson tertegun tak menyangka Cinta akan melakukannya tanpa protes lebih dulu.



" Aku belum selesai mengucapkan keinginanku ", ucap Jackson akhirnya memikirkan ide baru.


__ADS_1


Cinta menatap Jackson seolah bertanya .



" Aku ingin kamu memberiku ciuman di kedua pipiku ", lanjut Jackson .



Cinta tak menjawab namun mulai mendekatkan kembali wajahnya. Saat akan mengecup pipi Jackson , tiba-tiba Jackson membalik wajahnya sehingga yang Cinta kecup adalah bibir Jackson .



Cinta terkejut. Ia menjauhkan wajahnya .


Namun dengan berani kini Jackson yang mulai mendekati wajah Cinta lalu Ia kecup sebentar bibir Cinta yang terasa manis.



Merasa tak ada penolakan dari Cinta , Jackson semakin percaya diri. Ia kini meraih tengkuk Cinta , kembali menempelkan bibir mereka.


Namun kini tidak hanya mengecup. Jackson bermain di bibir Cinta merasakan manis dan sensasi yang belum pernah Ia rasakan dengan wanita manapun.


Memang benar jika semuanya akan terasa berbeda jika melakukannya dengan Cinta .



Tanpa ia duga , Cinta yang telah terpancing oleh ciuman Jackson yang memabukkan , membuka sedikit mulutnya memberi Jackson akses untuk menjelajahinya.



Tak akan melewatkan kesempatan , Jackson mengecup, menjilat, menggigit bibir Cinta. Ia mengeksplor segalanya.


Cinta juga mulai belajar mengikuti permainan Jackson. Mereka saling berbelit lidah mengantarkan perasaan yang membahagiakan bagi keduanya.



Lama mereka saling berpagutan , akhirnya Jackson menghentikan aksinya setelah merasa Cinta membutuhkan tambahan oksigen .


Jackson megusap ujung bibir cinta dengan jarinya membersihkan sisa-sisa pertarungan keduanya lalu berbisik , " Terimakasih. Bibirmu ini kini canduku ."



Cinta tersipu malu mendengar ucapan Jackson. Ini adalah hal yang baru baginya. Ia tak menyangka bahwa dirinya bisa terbawa suasana dan membalas ciuman Jackson.



Cinta akui Ia menyukai kegiatan itu . Ada gelenyar aneh yang Ia rasakan. Dan sepertinya Ia tak ingin cepat - cepat menghentikan kegiatan itu bahkan ingin mengulanginya lagi. Namun Ia terlalu malu untuk memulai lebih dulu .



" Sudahlah. Jangan menatapku terus. Apa permintaan terakhirmu ." Cinta mengalihkan pembicaraan. Ia terlalu malu mengingat kejadian barusan .



Jackson tak menjauhkan wajahnya. Ia berbisik " Yang ketiga aku ingin aku yang akan mengantarkanmu ke butik tempatmu bekerja . Aku tak ingin kamu terlalu dekat dengan Ricko. Aku Cemburu . "



Cinta hanya mengangguk. Rasanya Ia tak dapat mengeluarkan kata apapun dari mulutnya.


Saat Jackson berbisik , hembusan nafasnya memberikan rasa yang aneh bagi Cinta.



Jackson memberikan beberapa kecupan singkat di leher cinta sebelum Ia menjauhkan dirinya dan berniat pamit untuk pulang kerumahnya karena sudah sangat larut.



" Sebaiknya aku pulang. Sudah sangat larut . Aku juga takut tak dapat menahan diriku ", pamitnya kemudian beranjak dari duduknya diikuti Cinta .



Jackson tak menyangka jika pertengkaran pertamanya dengan Cinta akan berujung manis seperti ini .



Tak mereka sadari , sepasang mata melihat kegiatan mereka.


" Akhirnya si Cinta dewasa juga ", kekeh Wulan yang membatalkan niatnya untuk pergi kedapur setelah melihat kegiatan Cinta dan Jackson .



.


.


.


.


.


" *Jika bisa kembali ke masa lalu untuk memilih cinta dalam hidupku, aku hanya akan mencoba menemukanmu sedikit lebih awal sehingga aku bisa menghabiskan lebih banyak waktu denganmu*. "


.


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


\*\*\*\*\* maap maap baru UP lagi .. makasih yang sudah nungguin yah .... di tunggu like dan ramein dong kolom komentarnya biar aku semangkaaaa dan cepet2 UP lanjutannya ... stay healthy, salam ❤ \*\*\*\*\*


__ADS_2