
Sudah seminggu berlalu setelah pernikahan Wulan dan Marvel .
Hari ini Cinta akan ikut kembali ke Jakarta bersama Jackson .
Cinta sudah tenang meninggalkan Wulan , karena kini ada Marvel dan Mahesa yang akan menemani sahabatnya itu .
" Lan, gue titip butik yah . Baik baik sama Marvel dan Mahesa . Kabarin gue kapanpun lu butuh apapun , oke ? " Pesan Cinta saat berpamitan dengan Wulan .
Wulan mengangguk . " Lu tenang aja , pokoknya lu juga harus bahagia yah . Ikutin kata hati lu . Bentar lagi kita juga akan ketemu di acara nikahan lu dan Jackson . "
Cinta memeluk Wulan , " Doain gue yah . Semoga gue cepat nyusul kebahagiaan lu dan Marvel . "
Setelah melepaskan pelukannya , Cinta menjabat tangan Marvel dan menitipkan Wulan dan Mahesa pada pria itu .
Mahesa sendiri tak berhenti Ia peluk dan ciumi dalam gendongannya sampai sampai bayi itu menggeliat karena mulai merasa tak nyaman .
Setelah itu Cinta juga pamit pada Sita dan Aisyah , juga pada Sherina desainer baru yang di pekerjakan Cinta untuk menggantikannya di sana .
Setelah cukup lama dalam sesi pamitan , kini Jackson dan Cinta sudah melaju menuju bandara .
1 jam 15 menit mengudara, dan kini keduanya sudah tiba di Jakarta . Adit sudah siap menjemput mereka .
" Kita langsung ke rumah Mami dan Papi dulu yah . Mereka udah gak sabar pengen ketemu kamu , kangen katanya . " Ucap Jackson .
Sementara Cinta hanya menjawab dengan anggukan .
" Kenapa sayang ? Kok gak semangat gitu ? " tanya Jackson .
" Hemm.... aku .. aku rindu Ayah dan Bunda . "
Jackson segera memeluk erat Cinta , " Hussttt.... sabar yah, aku selesaiin kerjaan dulu setelah itu aku antar kamu ke rumah Ayah . "
Akhirnya Cinta bisa tersenyum kembali , Jackson memang paling tidak bisa melihat wanita itu cemberut apalagi sampai bersedih .
Setelah kembali merasakan kemacetan kota Jakarta yang sudah tak asing , mereka kini memasuki halaman luas kediaman Keluarga Haryono .
Jackson segera turun dan membuka pintu untuk sang pujaan hati . Dengan saling bergandengan tangan , keduanya memasuki rumah besar milik Papi dan Mami Jackson .
" Dasar pasangan bucin gandengan aja terus , udah seperti truk gandeng kalian berdua . " Ejek Adit yang berjalan mendahului keduanya .
" Di mana Mami dan Papi ? " Tanya Jackson pada salah satu pelayan yang menyambut kedatangan mereka .
" Tuan dan Nyonya sudah menunggu di taman belakang rumah . " Jawabnya sopan .
Tanpa melepas gandengan tangan , mereka berdua segera berjalan menuju taman belakang sedang Adit sudah menghilang ke ruangan kerja milik Jackson di rumah itu .
Dari kejauhan Cinta bisa melihat selain Mami dan Papi Jackson , disana ada sepasang paruh baya lagi yang sepertinya familiar baginya .
Sayangnya Cinta tidak bisa melihat wajah mereka karena mereka duduk membelakangi arah datang Cinta dan Jackson .
" Sayang , sepertinya Mami dan Papi lagi kedatangan tamu . Apa tidak mengganggu kalau kita samperin sekarang ? " Tanya Cinta ragu .
Jackson menggeleng . " Sudah berapa kali ku katakan padamu , apapun untukmu tidak pernah mengganggu . "
__ADS_1
" Mami , Papi , kami sudah pulang . " Sapa Jackson .
Mami dan Papi dan kedua tamu mereka segera berbalik ke sumber suara .
" Cinta ... Jackson ... " Ucap ke empatnya bersamaan .
" Bunda ... Ayah .... ? " Balas Cinta sangat terkejut .
" Surprise ..... " Bisik Jackson .
Cinta sempat berbalik ke arah sang kekasih dan tanpa sadar mencium pipi Jackson sebelum berhambur berlari memeluk Bunda dan Ayahnya secara bergantian , kemudian juga memeluk Papi Haryono dan Mami Lastri .
" Ayah dan Bunda kok bisa ada disini ? "
" Nak Adit yang menjemput kami ke Malang kemarin . " Jawab Ayah .
Cinta beralih menatap Jackson dengan tatapan penuh terimakasih .
" Wah mumpung semuanya sudah lengkap , sebaiknya kita bicarakan saja soal rencana pernikahan mereka lagi . " Usul Mami Lastri .
" Husst apaan sih Mami , anak anak baru saja sampai mereka masih lelah . Tenang aja , waktu masih banyak kok . " Sanggah Papi Haryono .
Wajah Jackson yang tadinya sudah berbinar kini kembali lesu .
" Gak apa apa sih Pak . Sepertinya pernikahan mereka memang harus di percepat . Tadi aja saya sampai kaget anak ini langsung main sosor sosor aja . " Komentar Ayah membuat wajah Cinta merah karena malu .
Mami dan Jackson tersenyum penuh kemenangan .
Mata Cinta terbelalak mendengar ucapan Mami , " seminggu ? Apa tidak terlalu cepat . " Batinnya .
Tapi hal itu hanya bisa Ia ucapkan dalam hati saja . Ia sudah berjanji untuk tidak mengacaukan semuanya lagi .
" Saya setuju saja Jeng . Anak anak juga sepertinya sudah siap . Benarkan ? " tanya Bunda .
" Iya Bunda . Saya sudah sangat siap . " Jawab Jackson bersemangat sedang Cinta ikut mengangguk menyetujui ucapan sang kekasih .
Akhirnya saat itu juga diputuskan jika pernikahan mereka seminggu lagi . Akad nikah dan resepsi akan di lakukan di Jakarta . Sedang dua hari setelahnya akan dilakukan resepsi lagi di Malang .
Persiapan di Malang akan di lakukan oleh Mbak Amel dan suaminya di bantu dengan karyawan Jackson di sana .
Waktu makan siang pun tiba . Ke tiga pasangan beda usia itu menikmati makan siang di taman belakang dengan suasana taman yang menyejukkan dan asri dipandang mata .
Setelah itu Jackson mengantar Cinta dan Kedua orang tuanya pulang ke Apartemen .
Cinta tak menyangka saat sampai di apartemen , Ia melihat apartemen itu masih sangat bersih . Semua barang masih sama dengan terakhir kali Ia tinggalkan .
Setelah mengantar Ayah dan Bundanya ke kamar tamu , Ia bergegas menyusul Jackson yang sudah lebih dulu masuk ke ruang kerja milik pria itu .
" Sayang , kamu sibuk ? " tanyanya .
Jackson menggeleng , " hanya menandatangani beberapa berkas saja . "
Cinta mendekat dan entah mengapa Ia langsung duduk dipangkuan pria itu sambil melingkarkan lengannya di leher Jackson .
__ADS_1
Cinta melihat banyak berkas berkas Jackson di meja itu . " Kenapa banyak sekali pekerjaanmu disini ? "
" Karena selama kamu pergi , aku yang menempati apartemen ini . Hanya disini aku bisa mengobati kerinduan dengan mengingat kenangan kenangan kita . " Jawab Jackson jujur .
" Maafkan aku yah . " Ucap Cinta tulus .
" Tak apa . Yang penting kini kamu kembali dan setelah pernikahan kita , aku tak akan pernah membuatmu jauh jauh dariku lagi . " Ucap Jackson sambil mengecup bibir Cinta .
" Jangan sayang... nanti ketahuan Ayah dan Bunda . Bisa bisa besok kita langsung dinikahin."
" Bagus dong . Lebih cepat lebih baik . "
" Yah jangan gitu dong ... aku kan juga mau pernikahan kita di persiapkan dengan baik . Ini momen kita sekali seumur hidup loh sayang . "
" Iya .... iya... pokoknya kamu sampaikan semua keinginanmu ke aku atau ke WO . Aku akan usahakan pernikahan kita sesuai dengan pernikahan impianmu . "
" Benarkah ? "
Jackson mengangguk .
" Kalau begitu , izinkan aku kembali bekerja besok . "
" Bekerja ? Bekerja apa maksudmu ? "
Cinta tersenyum . " Ayo ikut aku , bukan cuma kamu yang punya kejutan . Aku juga punya . "
Keduanya lalu pergi ke suatu tempat setelah berpamitan pada Ayah dan Bunda .
Jackson terus saja bertanya mereka akan kemana , karena Cinta memaksa untuk mengemudi .
Dalam hati Jackson tak hentinya mengucap syukur , setelah semua yang mereka lewati kini pernikahan yang Ia sangat harapkan akan segera terlaksana . Sungguh Tuhan memang sangat adil . Ia selalu menyiapkan kebahagiaan setelah ujian yang harus kita lewati .
.
.
.
.
"Cinta perlu dijaga dan dipupuk. Dan lahan terbaik untuk menjaga dan memupuknya adalah pernikahan."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1