Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 81 . Kebahagiaan setelah ujian


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu setelah pernikahan Wulan dan Marvel .


Hari ini Cinta akan ikut kembali ke Jakarta bersama Jackson .


Cinta sudah tenang meninggalkan Wulan , karena kini ada Marvel dan Mahesa yang akan menemani sahabatnya itu .


" Lan, gue titip butik yah . Baik baik sama Marvel dan Mahesa . Kabarin gue kapanpun lu butuh apapun , oke ? " Pesan Cinta saat berpamitan dengan Wulan .


Wulan mengangguk . " Lu tenang aja , pokoknya lu juga harus bahagia yah . Ikutin kata hati lu . Bentar lagi kita juga akan ketemu di acara nikahan lu dan Jackson . "


Cinta memeluk Wulan , " Doain gue yah . Semoga gue cepat nyusul kebahagiaan lu dan Marvel . "


Setelah melepaskan pelukannya , Cinta menjabat tangan Marvel dan menitipkan Wulan dan Mahesa pada pria itu .


Mahesa sendiri tak berhenti Ia peluk dan ciumi dalam gendongannya sampai sampai bayi itu menggeliat karena mulai merasa tak nyaman .


Setelah itu Cinta juga pamit pada Sita dan Aisyah , juga pada Sherina desainer baru yang di pekerjakan Cinta untuk menggantikannya di sana .


Setelah cukup lama dalam sesi pamitan , kini Jackson dan Cinta sudah melaju menuju bandara .


1 jam 15 menit mengudara, dan kini keduanya sudah tiba di Jakarta . Adit sudah siap menjemput mereka .


" Kita langsung ke rumah Mami dan Papi dulu yah . Mereka udah gak sabar pengen ketemu kamu , kangen katanya . " Ucap Jackson .


Sementara Cinta hanya menjawab dengan anggukan .


" Kenapa sayang ? Kok gak semangat gitu ? " tanya Jackson .


" Hemm.... aku .. aku rindu Ayah dan Bunda . "


Jackson segera memeluk erat Cinta , " Hussttt.... sabar yah, aku selesaiin kerjaan dulu setelah itu aku antar kamu ke rumah Ayah . "


Akhirnya Cinta bisa tersenyum kembali , Jackson memang paling tidak bisa melihat wanita itu cemberut apalagi sampai bersedih  .


Setelah kembali merasakan kemacetan kota Jakarta yang sudah tak asing , mereka kini memasuki halaman luas kediaman Keluarga Haryono .


Jackson segera turun dan membuka pintu untuk sang pujaan hati . Dengan saling bergandengan tangan , keduanya memasuki rumah besar milik Papi dan Mami Jackson .


" Dasar pasangan bucin gandengan aja terus , udah seperti truk gandeng kalian berdua . " Ejek Adit yang berjalan mendahului keduanya .


" Di mana Mami dan Papi ? " Tanya Jackson pada salah satu pelayan yang menyambut kedatangan mereka .


" Tuan dan Nyonya sudah menunggu di taman belakang rumah . " Jawabnya sopan .


Tanpa melepas gandengan tangan , mereka berdua segera berjalan menuju taman belakang sedang Adit sudah menghilang ke ruangan kerja milik Jackson di rumah itu .


Dari kejauhan Cinta bisa melihat selain Mami dan Papi Jackson , disana ada sepasang paruh baya lagi yang sepertinya familiar baginya .


Sayangnya Cinta tidak bisa melihat wajah mereka karena mereka duduk membelakangi arah datang Cinta dan Jackson .


" Sayang , sepertinya Mami dan Papi lagi kedatangan tamu . Apa tidak mengganggu kalau kita samperin sekarang ? " Tanya Cinta ragu .


Jackson menggeleng . " Sudah berapa kali ku katakan padamu , apapun untukmu tidak pernah mengganggu . "

__ADS_1


" Mami , Papi , kami sudah pulang . " Sapa Jackson .


Mami dan Papi dan kedua tamu mereka segera berbalik ke sumber suara .


" Cinta ... Jackson ... " Ucap ke empatnya bersamaan .


" Bunda ... Ayah .... ? " Balas Cinta sangat terkejut .


" Surprise ..... " Bisik Jackson .


Cinta sempat berbalik ke arah sang kekasih dan tanpa sadar mencium pipi Jackson sebelum berhambur berlari memeluk Bunda dan Ayahnya secara bergantian , kemudian juga memeluk Papi Haryono dan Mami Lastri  .


" Ayah dan Bunda kok bisa ada disini ? "


" Nak Adit yang menjemput kami ke Malang kemarin . " Jawab Ayah .


Cinta beralih menatap Jackson dengan tatapan penuh terimakasih .


" Wah mumpung semuanya sudah lengkap , sebaiknya kita bicarakan saja soal rencana pernikahan mereka lagi . " Usul Mami Lastri .


" Husst apaan sih Mami , anak anak baru saja sampai mereka masih lelah . Tenang aja , waktu masih banyak kok . " Sanggah Papi Haryono .


Wajah Jackson yang tadinya sudah berbinar kini kembali lesu .


" Gak apa apa sih Pak . Sepertinya pernikahan mereka memang harus di percepat . Tadi aja saya sampai kaget anak ini langsung main sosor sosor aja . " Komentar Ayah membuat wajah Cinta merah karena malu .


Mami dan Jackson tersenyum penuh kemenangan .


Mata Cinta terbelalak mendengar ucapan Mami , " seminggu ? Apa tidak terlalu cepat . " Batinnya .


Tapi hal itu hanya bisa Ia ucapkan dalam hati saja . Ia sudah berjanji untuk tidak mengacaukan semuanya lagi .


" Saya setuju saja Jeng . Anak anak juga sepertinya sudah siap . Benarkan ? " tanya Bunda  .


" Iya Bunda . Saya sudah sangat siap . " Jawab Jackson bersemangat sedang Cinta ikut mengangguk menyetujui ucapan sang kekasih .


Akhirnya saat itu juga diputuskan jika pernikahan mereka seminggu lagi . Akad nikah dan resepsi akan di lakukan di Jakarta . Sedang dua hari setelahnya akan dilakukan resepsi lagi di Malang .


Persiapan di Malang akan di lakukan oleh Mbak Amel dan suaminya di bantu dengan karyawan Jackson di sana .


Waktu makan siang pun tiba . Ke tiga pasangan beda usia itu menikmati makan siang di taman belakang dengan suasana taman yang menyejukkan dan asri dipandang mata .


Setelah itu Jackson mengantar Cinta dan Kedua orang tuanya pulang ke Apartemen .


Cinta tak menyangka saat sampai di apartemen , Ia melihat apartemen itu masih sangat bersih . Semua barang masih sama dengan terakhir kali Ia tinggalkan .


Setelah mengantar Ayah dan Bundanya ke kamar tamu , Ia bergegas menyusul Jackson yang sudah lebih dulu masuk ke ruang kerja milik pria itu .


" Sayang , kamu sibuk ? " tanyanya .


Jackson menggeleng , " hanya menandatangani beberapa berkas saja . "


Cinta mendekat dan entah mengapa Ia langsung duduk dipangkuan pria itu sambil melingkarkan lengannya di leher Jackson  .

__ADS_1


Cinta melihat banyak berkas berkas Jackson di meja itu . " Kenapa banyak sekali pekerjaanmu disini ? "


" Karena selama kamu pergi , aku yang menempati apartemen ini . Hanya disini aku bisa mengobati kerinduan dengan mengingat kenangan kenangan kita . " Jawab Jackson jujur .


" Maafkan aku yah . " Ucap Cinta tulus .


" Tak apa . Yang penting kini kamu kembali dan setelah pernikahan kita , aku tak akan pernah membuatmu jauh jauh dariku lagi . " Ucap Jackson sambil mengecup bibir Cinta .


" Jangan sayang... nanti ketahuan Ayah dan Bunda . Bisa bisa besok kita langsung dinikahin."


" Bagus dong . Lebih cepat lebih baik . "


" Yah jangan gitu dong ... aku kan juga mau pernikahan kita di persiapkan dengan baik . Ini momen kita sekali seumur hidup loh sayang . "


" Iya .... iya... pokoknya kamu sampaikan semua keinginanmu ke aku atau ke WO . Aku akan usahakan pernikahan kita sesuai dengan pernikahan impianmu . "


" Benarkah ? "


Jackson mengangguk .


" Kalau begitu , izinkan aku kembali bekerja besok . "


" Bekerja ? Bekerja apa maksudmu ? "


Cinta tersenyum . " Ayo ikut aku , bukan cuma kamu yang punya kejutan . Aku juga punya . "


Keduanya lalu pergi ke suatu tempat setelah berpamitan pada Ayah dan Bunda .


Jackson terus saja bertanya mereka akan kemana , karena Cinta memaksa untuk mengemudi .


Dalam hati Jackson tak hentinya mengucap syukur , setelah semua yang mereka lewati kini pernikahan yang Ia sangat harapkan akan segera terlaksana . Sungguh Tuhan memang sangat adil . Ia selalu menyiapkan kebahagiaan setelah ujian yang harus kita lewati .


.


.


.


.


 "Cinta perlu dijaga dan dipupuk. Dan lahan terbaik untuk menjaga dan memupuknya adalah pernikahan."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2