
Malam itu dengan berat hati Cinta pergi meninggalkan Jackson .
Meninggalkan satu satunya pria yang berhasil merebut perhatiannya , membuatnya keluar dari ketakutannya untuk membina hubungan , membuatnya jatuh cinta , membuatnya memiliki impian , namun kini pria itu pula yang membuatnya harus pergi merelakan itu semua .
Dengan menggunakan taksi Cinta menuju ke bandara . Kemana lagi tujuannya jika bukan kembali ke rumah orang tuanya .
Kini dia tak memiliki apa apa lagi , Ia telah berhenti dari pekerjaannya dengan harapan bisa membangun rumah tangga impian bersama pria yang dicintainya . Namun sayang semuanya harus pupus .
Cinta dengan mata sembabnya karena terlalu banyak mengeluarkan air mata , mendorong kopernya menuju tempat pembelian tiket pesawat menuju Malang .
" Permisi , saya ingin membeli tiket pesawat untuk penerbangan menuju Malang , kalau bisa saya ingin tiket dengan pernebangan yang paling awal . " Ucap Cinta pada petugas .
" Baik, sebentar yah Bu kami cek terlebih dulu penerbangannya tersedia untuk jam berapa . " Jawab petugas itu ramah .
" Maaf Bu , penerbangan tercepat dari sekarang yaitu masih 1,5 jam lagi . Tapi Ibu sudah bisa check in sekarang kok . Bagaimana Bu ? " lanjut petugas itu .
Cinta mengangguk , menyetujui usulan petugas tersebut .
Setelah membeli tiket , Ia segera melakukan proses check in dan menunggu di ruang tunggu pesawat .
Dengan cemas Cinta menunggu , Ia takut Jackson kembali mengejarnya . Ia tak ingin ada keramaian atau keributan jika Jackson sampai menyusulnya kemari .
Beberapa kali telepon dan pesan Jackson masuk ke ponselnya , tapi Cinta tak menjawab atau membalasnya .
Karena merasa terganggu akhirnya Cinta mematikan ponselnya.
1,5 jam menunggu akhirnya pesawat yang akan membawa Cinta kembali ke Malang telah take off . Selama di atas pesawat air matanya terus saja mengalir tanpa bisa Ia cegah .
Cinta masih tak menyangka jika pernikahan impiannya yang tinggal menghitung hari harus batal .
Sebenarnya Cinta juga bingung apa yang harus Ia jelaskan pada kedua orang tuanya dan keluarga besarnya .
1,5 jam mengudara namun Cinta tak mendapat jawaban apa apa dari semua pertanyaan yang ada dikepalanya . Bayangan Jackson yang sedang bercumbu dengan Hesti terus saja terputar berulang ulang membuat hatinya semakin remuk .
Matahari mulai menampakkan sinarnya saat Cinta tiba di Malang .
Sebelum mencari taksi untuk menuju rumahnya Cinta memutuskan untuk membeli kopi di sebuah kedai kopi yang masih berada dalam lingkungan bandara .
Ia duduk di sebuah kursi sambil meminum kopinya dengan perlahan .
Cinta mengaktifkan kembali ponselnya . Pesan dari Jackson masuk secara beruntun , isinya semua hampir sama menanyakan keberadaan Cinta dan permohonan maafnya .
Dari sekian banyak pesan yang masuk ke ponselnya ada satu pesan yang menarik perhatiannya .
Pesan itu berasal dari nomor ponsel yang tidak tersimpan .
Cinta segera membaca pesan itu , dan ternyata pesan itu dari sahabatnya Wulan yang menanyakan kabar sahabat sahabatnya .
Tanpa berpikir lagi , Cinta segera menghubungi nomor tersebut . Bersyukur nomornya aktif .
__ADS_1
Panggilan pertama tak ada jawaban .
Cinta kembali mencoba menghubungi nomor itu, cukup lama menunggu akhirnya panggilannya dijawab .
" Halo Cin ... " Sapa seorang wanita dari seberang telepon .
" Wulan , ini beneran lu kan ? " Tanya Cinta yang rasanya masih tak percaya bisa menghubungi Wulan .
Terdengar isak tangis dari wanita di seberang telepon .
" Lan , udah udah .... lu gak kenapa napa kan ? Lu di mana sekarang ? " Cinta mencoba menenangkan Wulan .
" Maaf Cin . Gue kangen banget sama kalian semua . "
" Gue baik baik saja . Mengenai gue dimana , sebaiknya biar gue saja yang tahu . "
Cinta terdengar menghela napasnya .
" Cin , bentar lagi kan hari pernikahan lu dan Jackson . Maafkan gue gak bisa hadir di sana , tapi gue akan selalu mendoakan kalian . " Ucap Wulan yang tak tahu apa apa .
Kini gantian isak tangis terdengar dari Cinta .
" Loh Cin... kok lu malah nangis . Hei... kenapa ? "
" Gak akan ada pernikahan Lan . Semua antara gue dan Jackson sudah berakhir semalam . "
" Maksud lu ? Kalian putus ? Kok bisa ? " Wulan rasanya tak percaya mendengar kabar itu mengingat bagaimana bucinnya kedua pasangan itu .
" Lohh... memangnya separah itu masalahnya sampai kalian harus berpisah ? " tanya Wulan .
" Entahlah . Rasanya gue gak sanggup kalau harus terus mengingat masalah yang terjadi antara gue dan Jackson . Gue juga rasanya belum siap untuk di tanya apapun oleh orang lain . Sekarang gue baru mengerti alasanmu memilih untuk pergi menjauh , Lan . " Ucap Cinta
Lama tak terdengar respon dari Wulan .
" Lan... Wulan ... lu masih di sana kan ? "
" Eh iya ... gue dengerin kok . Cin... entah ini salah atau tidak , tapi lu mau gak cerita semuanya ke gue ? Kalau lu percaya gue , gue juga percaya sama lu . Gue akan kasi tahu gue dimana . Kalau lu mau , lu boleh kesini dan ikut nenangin diri bareng gue . "
Gantian Cinta yang terdiam .
Benar juga kata Wulan , sepertinya dia memang butuh waktu sendiri dulu . Kalau pulang ke rumah orang tuanya , Jackson akan mudah menemukannya . Pikir Cinta .
" Hemm gimana yah Lan ... yang gue hawatirin gimana ayah sama bunda gue kalau tahu gue kabur . " jawab Cinta .
" Ya udah lu pikirin aja dulu . Hubungi gue kapanpun . " Ucap Wulan mengakhiri panggilan mereka .
Cinta kembali berpikir , apa Ia harus mengikuti saran Wulan . Tapi bagaimana dengan kedua orang tuanya .
Jika pulang ke rumah orang tuanya , Jackson akan mudah menemukannya . Untuk bertemu dengan pria itu rasanya Ia tak sanggup . Bisa saja hati kecil Cinta kembali luluh , biar bagaimanapun seluruh hatinya masih di isi oleh Jackson .
__ADS_1
Ponsel Cinta bergetar, ada pesan yang masuk dari Wulan . Isinya adalah alamat tempat tinggal Wulan saat ini .
" Pantas saja dia gak di temuin , ternyata dia di Yogyakarta . " Gumam Cinta .
" Sudah 3 bulan berlalu baik Marvel atau Jackson belum menemukan Wulan . Berarti jika aku ke tempat Wulan , kemungkinan Jackson juga tak bisa menemukanku . "
Batin Cinta kembali berperang .
Tak terasa kopi miliknya telah habis . Dengan ragu Ia pergi meninggalkan bandara , menaiki sebuah taksi dan memberi tahu tujuannya yang tak lain adalah rumah orang tuanya .
Selama perjalanan , Cinta kembali teringat kejadian semalam membuat air matanya kembali mengalir tanpa permisi .
Ponselnya kembali bergetar , nama Jackson ada disana . Beberapa kali panggilan itu lalu akhirnya berhenti .
Tak lama Cinta menerima pesan dari Jackson . Pria itu meminta Cinta menenangkan diri dulu dan dia akan segera menyusul Cinta . Seperti rencana yang telah mereka susun sebelumnya mengenai rencana pernikahan yang akan di gelar di Malang dan Jakarta .
Cinta tak ingin hal itu terjadi . Dia belum sanggup bertemu Jackson , apa lagi harus menikah dengannya .
Walaupun jarak rumahnya sudah semakin dekat , Cinta memberitahu supir taksi untuk memutar . Membawanya ke stasiun kereta .
Cinta rasa dia memang butuh waktu untuk sendiri seperti kata Wulan . Ia butuh waktu untuk mengobati luka di hatinya dan jika harus terus berdekatan dengan hal tentang Jackson ,Cinta yakin tak akan mampu . Dia akan terus terluka mengingat hal menyakitkan itu .
Kini Cinta sudah berada di atas kereta yang akan membawanya menuju Yogyakarta .
Tempat baru yang akan menjadi tempatnya menyembuhkan luka hatinya .
Perjalanan akan Ia tempuh sekitar 7 sampai 8 jam . Ia rasa waktu selama itu cukup jika Ia masih harus mengeluarkan air matanya .
Cinta sudah bertekad , sesampainya disana Ia akan memulai kehidupan barunya . Kehidupan yang sesuai dengan keinginannya .
.
.
.
.
.
" Beberapa pergi tak mengenal pulang. Beberapa salah tak mengenal maaf. Beberapa belum tak mengenal sudah. Beberapa lara tak mengenal rela. - Fiersa Besari "
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue