Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 84. MP


__ADS_3

Setelah pagi tadi sudah dilangsungkan acara akad nikah yang dihadiri oleh keluarga , kerabat dekat , dan para sahabat dari Cinta dan Jackson . Malam ini akan berlangsung resepsi besar besaran yang sengaja di selenggarakan keluarga Haryono untuk merayakan pernikahan satu satunya pewaris perusahaan raksasa tersebut .


Berbeda dengan pagi tadi , malam ini Jackson dan Cinta bersiap di dalam satu kamar yang sama karena kini status mereka sudah menjadi suami dan istri .


Para make up artis dan karyawan dari butik Cinta sudah siap sedia di sana untuk melangsungkan tugasnya .


" Kenapa sejak tadi kamu cemberut sih sayang ? " Tanya Cinta .


" Husstt... kamu gak peka . "


" Kok malah aku sih ? Mana aku ngerti kalau kamu gak ngomong . " Cinta membela dirinya .


" Aku bad mood aja.. kenapa sejak tadi gak berhenti orang orang nemuin kita berdua sih , sepertinya mereka gak ngerti yang dibutuhin pengantin baru itu waktu berduaan . " Gerutu Jackson membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa .


" Yah sabar dong sayang.... mereka juga kan datang untuk doain kebahagiaan kita . " Ucap Cinta berusaha menenangkan Jackson .


Adit yang tak tahu jika sahabatnya sedang tidak dalam suasana hati yang bagus masuk ke dalam kamar berniat memeriksa sejauh mana persiapan pasangan pengantin baru itu .


" Astaga Jack ... kenapa lu melamun aja . Buruan siap siap , sebentar lagi pestanya mulai loh . " Ucap Adit .


Jackson memberikan tatapan tajamnya pada Adit .


" Pesta malam ini , rencananya sampai jam berapa ? "


" Jack , pestanya saja belum mulai lu udah nanyain kapan selesainya . Ck ck ck "


" Tinggal jawab aja Dit . " Ucap Jackson dingin dan tegas .


" Rencanya sih sampai jam 10 malam . Tapi bisa aja lebih lama dari yang sudah di rencanain . "


" Gue gak mau ada kata lebih lama lagi . Gue dan Cinta hanya akan di sana sampai jam 10 tepat . Setelah itu gue gak mau diganggu lagi . Istri gue sudah sangat lelah seharian ini . "


Cinta yang tadinya berusaha menahan tawa mendengar pembicaraan dua pria itu , malah menjadi bingung karena malah Ia yang dijadikan alasan oleh Jackson .


" Siap siap ... gampanglah itu diatur . Yang penting sekarang lu siap siap dulu . Terus jangan cemberut mulu . "


Setelah memastikan dengan Adit , Jackson juga mulai bersiap . Ia mulai mengenakan setelan jasnya dan duduk tenang menunggu wajahnya diberi sedikit riasan agar tampak lebih segar lagi .


Jackson tak henti hentinya memuji sang istri saat melihat hasil akhir penampilan Cinta .


" Gak salah kalau aku bilang istriku lah yang tercantik . " Gumam Jackson .


" Sayangku , kamu cantik sekali . " Ucapnya sambil memberi kecupan di bibir sang Istri .


" Terimakasih . Tapi sejak tadi kamu terus saja memujiku berlebihan , aku jadi malu . "


" Aku tak berlebihan . Tapi aku mengatakan yang sejujurnya . Kamu memang sangat cantik sayang . "


" Sudah sudah berhenti memuji menantu Mami , tanpa kamu bilangpun semua orang juga sudah tahu kalau Cinta memang cantik . " Ucap Mami Lastri yang baru saja masuk ke kamar itu .


Jackson mendengus mendengar ocehan Maminya .


" Kalau kalian sudah siap , sekarang ayo turun . Sebentar lagi acaranya akan segera dimulai . " Ajak Mami .




Dengan balutan busana yang Ia buat sendiri , Cinta dan Jackson berjalan penuh percaya diri memasuki ballroom sambil saling bergandengan tangan .



![](contribute/fiction/2966354/markdown/14234181/1635796434139.jpg)



![](contribute/fiction/2966354/markdown/14234181/1635796434137.jpg)



Keduanya menuju pelaminan yang akan menjadi singgasana bagi keduanya malam ini .



Saat sampai di atas pelaminan , Jackson melihat ke arah antrian tamu undangan yang ingin memberikan selamat . Lama kelamaan antrian semakin panjang dan Jackson makin tak yakin jika pesta ini akan selesai tepat pukul 10 malam .



" Sayang , berjanjilah padaku . Baik antrian tamunya masih ada atau tidak , jika sudah pukul 10 malam maka kita berdua sudah harus kembali ke kamar untuk beristirahat . Aku tak ingin kamu kelelahan . " Bisik Jackson pada istrinya di sela sela menyambut jabatan tangan dari para tamu .



" Kita lihat saja nanti . Lagian aku tak yakin apa aku masih bisa beristirahat seperti katamu jika kita sudah kembali ke kamar . " Balas Cinta juga ikut berbisik .



Tak sedikit tamu yang juga mengabadikan momen malam ini dengan sebuah foto . Dan itu sungguh membuat Jackson tak nyaman , karena tak sedikit diantara para tamu pria yang berdiri terlalu dekat dengan istrinya .



Hingga akhirnya pesta malam inipun usai sesuai dengan perkiraan Jackson . Sudah hampir pukul 12 malam saat semua tamu sudah meninggalkan tempat pesta .



" Sayang , ayo istirahat . " Ucap Jackson yang melihat sang istri duduk sambil memijat betis kakinya .



Dengan tangan saling bergandengan , Jackson berpamitan pada semua keluarganya untuk kembali ke kamar . Ia bahkan tak menghiraukan ajakan para sepupunya yang baru saja bertemu untuk mengobrol lebih lama lagi .


__ADS_1


Keduanya kini sudah di lift menuju kamar pengantin mereka . Kamar yang berbeda dari kamar yang mereka gunakan seharian ini untuk bersiap .



Cinta semakin gugup , telapak tangannya mulai terasa dingin . Mereka sudah sering bermesraan , bahkan untuk tidur berdua juga sudah sering . Tapi semuanya mereka lakukan tak pernah melewati batas , jadi malam ini benar benar akan menjadi malam pertama bagi Cinta .



Cinta sibuk dengan pikirannya mengingat beberapa kakak sepupunya yang sudah menikah lebih dulu berkomentar betapa sakitnya ketika mereka berhubungan pertama kali .



Cinta bahkan tak menyadari jika kini mereka sudah tiba di depan pintu kamar .



" Sayang.... sayang...  kamu mau berdiri disitu sampai kapan ? "



Pertanyaan Jackson membuyarkan lamunan sang istri .



" Eh.. eh... kenapa ? " tanya Cinta bingung .



" Ayo masuk sayang . Aku sudah tak sabar , aku sangat merindukanmu . " Ucap Jackson jujur sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah gugup sang istri .



Saat sudah berada di dalam kamar , Cinta bisa melihat ruangan itu sengaja di dekorasi dengan suasana sangat romantis .



Penuh dengan cahaya lilin dan bunga mawar merah  yang menuntun jalan mereka menuju ranjang .



![](contribute/fiction/2966354/markdown/14234181/1635796434134.jpg)



Jackson tidak mau lagi menyianyiakan waktunya . Segera Ia peluk sang istri dari belakang yang masih  memandang kagum ke sekeliling kamar .



" Bagaimana istriku , kamu suka dengan kamarnya ? " Bisik Jackson tepat di telinga Cinta membuat wanita itu berdesir .



Cinta memejamkan matanya mulai merasakan sensasi yang diberikan Jackson .




" Syukurlah kalau kamu menyukainya . Mulai sekarang aku berusaha hanya akan melakukan hal yang kamu suka saja istriku . " Ucapan Jackson . 



Suara keduanya sudah mulai terdengar serak dan bernada rendah . Jackson sangat menyukai tatanan rambut Cinta malam ini . Wanita itu menggulung seluruh rambutnya ke atas membuat leher jenjangnya nampak jelas . Hal itu membuat Jackson mudah untuk melancarkan aksinya .



Jackson mulai menelusuri leher jenjang Cinta dengan kecupan kecupan di tengkuk dan pundak terbuka istrinya .



Cinta hanya bisa memejamkan matanya merasakan sensasi ini . Bukannya tak pernah menerima perlakuan seperti ini dari Jackson . Mereka berdua sudah sering bermesraan seperti ini , tapi malam ini terasa berbeda karena mereka tak harus menahannya lagi . Mereka bisa menyelesaikan semuanya karena kini mereka sudah terikat hubungan yang sah .



Selagi menikmati perlakuan Jackson di tengkuk dan sekitar pundaknya , dengan perlahan Jackson membalik badan sang istri hingga kini mereka saling berhadapan . Ia berikan kecupan penuh kasih sayang di kening sang Istri , kemudian turun ke kedua matanya yang terpejam , lalu kedua pipinya , dan terakhir di bibir manis yang selalu menggoda Jackson .



Kecupan di bibir Cinta , awalnya hanya berupa ciuman saja . Tapi lama kelamaan semakin menuntut dan semakin panas apalagi ketika Cinta mulai merespon dan membalas .



Jackson mendekap erat tubuh sang istri tanpa melepaskan pergulatan panas mereka di bibir .  Tangan Jackson perlahan menurunkan resleting gaun pengantin Cinta masih sambil memeluknya .



Setelah berhasil , Jackson menghentikan aksinya .



Ia mulai menurunkan sedikit demi sedikit gaun pengantin yang di pakai istrinya dari kedua bahunya .



Perlahan namun pasti gaun itu kini terlepas dari tubuh Cinta , tergolek tak berdaya di lantai .



Kini Cinta berdiri di hadapan Jackson hanya dengan 2 jenis pakaian yang masih melindungi bagian bukit dan lembahnya .


__ADS_1


Cinta menunduk karena malu , apalagi setelah menyadari jika Jackson menatap istrinya mulai dari atas sampai bawah dengan kagum .



" Kenapa menunduk sayang ? " Tanya Jackson .



" Aku malu . Kamu menatapku seolah olah belum pernah melihatku seperti ini , padahal kamu sudah sering melihatku seperti ini . "



Jackson tersenyum ,  Ia mengecup sekali lagi bibir istrinya .



" Benar . Aku memang sudah pernah melihat tubuh indahmu tanpa sehelai benangpun . Tapi malam ini rasanya berbeda . Semua terasa jauh lebih indah . Mungkin benar kata orang , yang sah dan halal jauh lebih nikmat . " Ucap Jackson makin membuat rona merah di wajah istrinya .



Jackson lalu membuka jasnya . Rasanya tak adil jika hanya istrinya yang sudah menanggalkan gaunnya .



Perlahan Ia lepaskan jasnya , lalu dengan sigap Cinta membantu pria itu membuka kancing kemejanya hingga kini tubuh bagian atas Jackson sudah tampak tanpa penghalang lagi .



Cinta menelusuri dada bidang sang suami dengan jemari lentiknya membuat Jackson terbuai .



" Ayo kita mandi dulu . Biar lebih segar . " Ucap Jackson menuntun sang istri menuju kamar mandi .



Jackson mulai menyiapkan air hangat di bathtub dan tak lupa menuangkan beberapa tetes aromatherapi .



Sedang Cinta berdiri di depan cermin dan melepaskan beberapa perhiasan dari tubuhnya . Mulai dari mahkota kecil di atas kepalanya , anting , kalung ,dan terakhir gelang .



Jackson kembali dan memeluk sang istri dari belakang . Keduanya bisa melihat dengan jelas apa yang kini terjadi dari cermin besar di hadapan mereka .



" Sayang , apa kamu sudah siap untuk malam ini ? " bisik Jackson di telinga istrinya .



" Aku sudah tak sabar . Aku sangat merindukanmu . " lanjutnya .



" Apa kita akan melakukannya disini ? " tanya Cinta gugup .



" Kita akan melakukannya dimanapun sayang . Di setiap tempat di kamar ini akan menjadi saksi . " bisik Jackson lagi .



Bulu kuduk Cinta meremang mendengar penuturan sang suami .



Dengan perlahan Ia mengangguk tanda Ia setuju .



" Okey , lets do this . " Ucap Jackson bersemangat .



.


.


.


.


.


.


 "*I wish I was your blanket, I wish I was your pillow underneath your head, I want to be around you, and I wan to be the lucky person who kisses you goodnight*."


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


\*\*\*\* lanjutin lagi gak nih .... bab ini baru awalnya aja . masih mau ikutan MP nya bang Jack dan Cinta gak ? ramein dulu like dan kolom komentar dong sebelum lanjut bacanya . Aku akan UP segera dan semoga bisa lulus review dari NT . Bantu doain yah \*\*\*\*


__ADS_2